
Kubelokkan mobil ke sebuah halaman yang diintruksikan oleh Freya.sebuah bangunan yang cukup besar dengan tulisan Yayasan Permata XX diatas pintu gerbangnya.apalagi sekarang ? gadis ini selalu saja penuh kejutan
sekalinya turun terlihat Freeya langsung dikerumuni oleh puluhan anak kecil.wajah polos mereka sungguh menenangkan hati.
Aku mengekor saja dibelakang Freya yang memasuki yayasan itu.di dalam anak anak semakin banyak sepertinya mereka sudah begitu ak
"Kak Bibi!"seru seorang gadis cilik berambut panjang
"hai Sayang,kak Bibi rindu sekali sama kalian"ujarnya seraya mencium mereka bergantian
"Uma Ais mana?kalian tidak merepotkan dia kan?"tanya Freya celingukan
serentak mereka menggeleng"Uma Ais sedang ngaji"jawab mereka
"ayo kita ke Uma!"ajak Freeya
Sambil berjalan aku terus berpikir ada banyak hal tersembunyi dari Freeya yang membuatku kagum.karakter yang tak kutemukan dari gadis yang kukencani selama ini.
kami memasuki sebuah ruangan yang cukup besar.disini hanya didominasi oleh rak buku dan sepasang meja belajar.seorang wanita cantik berhijab langsung menghentikan kegiatannya saat tahu kami datang.
"Bi,kapan datang?ini?"tanya Uma Ais menatapku
"baru saja Uma,dia atasan Bibi,Pak Demas Fabian"ucap Freeya memperkenalkanku
aku hanya tersenyum tipis.
"dijalan tadi Bibi beli sesuatu,ayo kita makan!"ajak Freeya
ruangan yang kami tuju berisi deretan meja dan kursi panjang yang berjajar rapi.
tanpa dikomando anak anak itu duduk ditempatnya masing masing menunggu kakak yang lebih besar membagikan makanan untuk mereka.mataku tak berhenti terus mengikuti Freeya yang begitu sabar melayani anak anak.
"Kak Bi,piring kakak tampan masih kosong!"seru seorang dari mereka
"kakak tampan ini namanya kak Demas"ucap Uma Ais
"kak Demas pacar barunya kak Bi ya?" celotehnya
"bukan,dia atasan kakak kok"elak Freeya buru buru
"Bi,cepat isi piring Pak Demas!"titah Uma Ais
"sedikit saja"pintaku
Freeya nampak begitu canggung memberikan makanan ke piringku.aku tak tahu ini makanan apa ? ini kali pertama aku mencicipi makanan seperti ini.mau tak kumakan takut menyinggung tapi saat kumakan perutku langsung mual.sudah seperti diaduk aduk.
"maaf,mau numpang ke kamar mandi" pamitku tak tahan
"kenapa?ayo aku antar"tawar Freeya
langsung tumpahlah semua ketika aku sampai di kamar mandi.kurasakan tangan kecil itu memijat tenggukku.lagi lagi perhatiannya ini membuat keangkuhanku tumbang.dia menyeka sudut bibirku dengan tisu.aku tak mengerti tatapan apa ini ? yang pasti ini tatapan yang membuat hatiku hilang arah.
"sudah lebih baik?kalau tidak suka kenapa dimakan?"tanyanya
"kita kembali!"ajakku
Kami berpamitan kepada Uma dan anak anak.Freeya mengambil alih kemudi.dia masih tak tega melihatku katanya.
oke kali ini aku menurut saja.bukankah aku memang tak bisa menang darinya.
Aku sibuk memeriksa ponselku ketika Freeya mulai melajukan mobilnya.ada banyak panggilan dari Dhillara dan Andara.gara gara begitu mengkhawatirkan Freeya aku jadi mengabaikan mereka.
Andara mengirimkan beberapa foto sexy padaku.kulirik Freeya yang fokus nyetir kenapa aku lebih suka melihat wajah panik Freeya yang kurasa begitu menggemaskan tanpa kusadari senyum jahatku terbit teringat bibirku yang berpagut begitu hangat dengan bibirnya yang basah.
"lihat apa?mikir jorok ya?"semprotnya saat aku tak berhenti menatapnya
"GR amat!nih lihat!"semprotku seraya menyodorkan hpku kearahnya
"dasar mesuuumm!"hardikya saat melihat foto Andara yang terpampang di hpku
"kenapa cemburu?"selorohku sembari mengulum bibir bawahku
"amit amit cemburu?enggak banget"ucap Freeya bergidik
"heh,dasar Freeya"cecarku
"tidur sana!aku bisa naik darah terus kalo ngomong sama kamu"tukasnya
"by the way bibirmu manis sekali"celetukku seraya melirik kearahnya
"kau sangat menjijikkan!aku nggak mau bicara sama kamu"serunya dengan wajah tersipu
hhhuuuhhh ingin rasanya kupagut kembali bibir bawel itu.
entah berapa lama aku tertidur.aku terbangun saat kurasakan tangan lembut menyentuh wajahku.ku kerjapkan mataku.wajah Freeya begitu dekat denganku.
"bangunlah kita sudah sampai"bisiknya
"boleh kita disini sebentar?aku masih ingin bersamamu,Freeya"ucapku seraya kutarik dia dalam pelukanku
"jangan lagi"eerunya seraya menarik tubuhnya
"aku turun dulu!oh ya terima kasih banyak untuk pertolongannya dan semuanya"Freeya segera turun
Hatiku terasa begitu nyeri saat melihat Freeya berada dalam pelukan Mikail Machalister dikecup keningnya,di usap punggungnya ingin rasanya kubunuh pria itu saat ini juga.
"Sayang,masuklah dulu!aku ingin bicara dengan atasanmu secara pribadi"ujar Kail
"baik,aku tunggu di apartment"sahut Freya
aku tahu Freeya tak melihat Kail justru melirikku
"terima kasih telah membawa tunanganku kembali"ucapnya setelah Freya menjauh
"not at all,"balasku dingin
"aku hanya ingin menegaskan bahwa Freya milikku.dia tunanganku dan aku harap yang kau lakukan padanya barusan jangan sampai aku melihatnya lagi"ucap Kail yang begitu serius"atau aku akan membunuhmu"sambungnya
hatiku berdesir dia melihatku memeluk Freya tadi?hah,masa bodoh
"aku hanya membantumu menjaganya saat kau jauh darinya"celetukku santai"itu saja"imbuhku
dia menatapku begitu tajama pancaran kemarahannya seakan ingin menerkamku.
"ku peringatkan kau,dia terlalu baik untuk jadi mainanmu.jadi jauhi dia"ancam Kail tak main main
"kenapa aku harus menurutimu?bagaimana kalo dia sendiri yang mendekatiku"tuturku percaya diri
"jangan coba coba brengsek!"bentaknya geram sembari mrnarik kerah bajuku
"kau jaga dia baik baik!atau kau akan kehilangan dia"ucapku sambil lalu
***
Pintu apartmentku berderit perlahan kulihat Kail memasuki ruangan.serta merta didaratkannya kecupan diwajahku bertubi tubi.
"aku merindukanmu"bisik Kail yang kembali mengecup keningku
"aku juga Sayang"balasku seraya kulingkarkan tanganku dilehernya
"love you"ucapku sembari kukecup bibirnya sesaat
"my lovely"desisnya balas mengecup bibirku
"aku tak mau kehilanganmu Sayang"bisiknya
"im with you Sayang"lagi lagi kudaratkan kecupan kecil
"Presdir psikopat itu mengancammu?abaikan saja!dia sakit"bujukku
"aku takut sekali kau berpaling padanya"tutur Kail resah
"ha ha ha ha kalau cemburu begini kekasihku tampan sekali"ledekku cekikikan
Dengan lembut Kail memagut bibirku kupejamkan mataku kunikmati bibir Kail menjelajahi area wajahku.
entah kenapa rasa bersalah membumbung dipikiranku.ku biarkan lelaki lain menjamahku tapi aku begitu menjaga jarak dengan kekasihku sendiri.
kurasakan bibir Kail sudah turun ke area leherku.kecupan lembutnya membuatku melayang.desahan halus terbit dari bibirku
"aaahhh"desahku
Kulepas ciumannya saat kurasakan tangannya berkelana bebas di hamparan keindahan tubuhku.sesaat dia menatapku seolah mempertanyakan sikapku.
"kenapa?takut?kalo belum siap tidak aku lanjutkan"bisiknya lembut
"tidak,aku hanya nervous,aku sedikit kaget"balasku sambil senyum
"kaget?apa?"tanya Kail yang masih diatasku
"itu.....itu...apa yah"ucapku kagok
Kail kini mengambil posisi miring disebelahku yang masih telentang.tangan kirinya dia selusupkan dibawah leherku.kini aku berbantal lengannya.
perlahan tangan kanannya menarik tanganku yang berada di depan dada di kecupnya berulang ulang.
"Sayang,geli sekali"tawaku seraya mencoba menarik tanganku namun ditahan
"manjakan aku, Sayang"bisiknya yang terdengar parau
"begini?"kataku dengan tangan yang mulai mengusap wajahnya lembut
"hehem"angguk Kail dibahuku
"ah gak mau ah gak brani"godaku seraya melepas tanganku
"Sayang ah"keluh Kail manyun
Aku bangkit dan berlari kekamar,dengan cepat Kail menyergapku dari belakang diserangnya leher belakangku dengan ciuman yang bertubi tubi.ooohh god!tubuhku begitu ringan seakan mau terbang kalau tidak aku pegangi tangan Kail dipinggangku dengan erat.
sebelum aku mulai kehilangan kendali kubalikkan badanku dan ganti menyerang bibirnya dengan kecupan panas.tak kuberi dia kesempatan sedikitpun untuk bernapas.
kudorong tubuhnya keatas tempat tidur dan menindihnya.ya aku benar benar diatas tubuh Kail sekarang.
sedikit kubungkukkan tubuhku kembali menciuminya sementara tanganku sibuk membuka kancing kemejanya.
oh shit ! terpampanglah dada bidang Kail yang semakin membangunkan libidoku.
terdengar desahan halus dari Kail saat bibirku mulai mengecupi leher kekasihku dengan rakus.kuberi kissmark di sana sini.
"oooooohhhh"desahnya dengan napss tersengal sengal
"Sa.....sayanggggg"desahnya seraya memegangi kepalsku
kuberi dia fore play yang ukup panjang hingga dia benar benar merasakan kenikmatan solo.
napasnya masih memburu saat kembali kukecup bibirnya sesaat dan kujatuhkan tubuhku disampingnya.matanya masih terpejam.bibirnya bergetar kurapikan kembali pakaiannnya setelah kubersihkan sisa sisa kenikmatannya dengan tisu.
"Sayang"panggilnya yang masih terpejam
"hem"sahutku seraya melingkarkan tanganku di perutnya
"coba cium aku!apa aku sedang bermimpi?kalo iya jangan bangunkan aku!"katanya
Kucium pipinya,Kail langsung memiringkan badannya dan menatapku.
"love you"ucapnya yang lsngsung menciumku
kubalas ciumannya,ganti dia,aku balas lagi kami bercanda sampai tertidur.
Aku terjaga saat jam dinding diruang tamuku berdenting 7 kali.aku masih tidur dalam pelukan Kail.wajah teduhnya menenangkan hatiku.kulepas pelukannya dan bangkit untuk mandi dan sholat.kurasakan cacing dalam perutku meronta ronta.kuambil ponsel Kail untuk searching menu masakan untuk makan malam kami.
okay its show time !!!
hampir satu jam berkutat didapur akhirnya kuselesaikan menu ke 3.
kutata semua diatas meja makan.lampu utama sengaja kumatikan hanya kusisakan lampu bohlam kuning yang menempel di dinding dekat pintu kamar.
kunyalakan lilin yang terpajang tepat ditengah meja.
yah its like a candle light dinner sederhana lah ya,
aku kembali ke dapur untuk mengambil buah dikulkas.tiba tiba wajah dingin Demas membayang dipikiranku.tadi pas kubangunkan wajahnya panas.mungkin dia tidak tahan dengan air hujan jadinya masuk angin dan muntah.
kurasakan sebuah tangan merengkuh pinggangku.ah Kail ! dagunya sudah menempel di bahuku.heemm kekasihku ini begitu harum.ku hirup wangi tubuhnya dalam dalam.
tanpa berkata apapun bibirnya kembali bergerilya ditengkukku di sibaknya rambut yang menutupi leherku dikecupnya lembut sekali.
kupegangi kepalanya yang bergantian menciumi leherku dari kanan ke kiri.kuremas tangannya yang masih dipinggangku.ku acak acak rambutnya gemas.
"ach!"desahku
"Sayang darimana?lama sekali?"tanyaku dengan napas tak teratur
"membeli sesuatu sekalian mampir ke masjid"jawabnya
"kekasihku yang luar biasa!ayo kita menikah!"bisiknya lirih sembari mengecupi telingaku
"menikah?"tanyaku
"ayo kita bicarakan sambil makan!"ajakku selanjutnya
Kunikmati makananku dengan gelisah,Kail masih menunggu jawabanku.menikah?itu sama sekali tak terlintas dipikiranku.mengingat hubunganku dan keluargaku sangatlah buruk.pertikaianku dengan ayah tak terselesaikan.aku tidak bisa menikah tanpa restu orang tuaku
"Sayang,kita pulang ke Jogja dan minta maaf pada ayah"kata Kail memecah keheningan
"kau terus saja diam setiap kali kita membicarakan ini.itu karena kau tak mau menikah tanpa restu orang tuamu kan?"ucapnya"jika kalian berdua sama angkuhnya.sungguh semua ini tak akan berakhir"imbuhnya
"Sayang tau sendiri,3 tahun ini tak sekalipun dia mencariku mencoba mengetahui kabarku"sesalku serak"dia tak menginginkanku,dia lebih sayang keluarga barunya"lanjutku
"bukankah sangat tidak adil kau membiarkan wanita itu bebas menikmati hakmu"bujuk Kail
"sudahlah aku tidak mau membahasnya"tukasku kesal
"kalo kau tak mau membahasnya itu artinya kau tidak mau menikah denganku"putus Kail
"Sayang tau bukan seperti itu"potongku
"beri aku waktu sedikit lagi"pintaku
"sampai kapan?sampai atasanmu mengambilmu dariku?"serunya dengan suara tertekan"hari ini dia memelukmu terus besok apa?"protesnya
seketika kerongkonganku mengering.Kail melihat Demas memelukku?oohh god ! aku bahkan tak punya jawaban apapun untuk ini.
"Sayang tahu betul aku tak pernah bisa marah padamu.tapi ketakutanku kehilanganmu sungguh mematikanku"ucapnya gelisah
aku dapat melihat mata Kail yang berkaca kaca.aku segera bangkit dan melangkah mendekatinya kurengkuh lehernya dari samping kucium pipinya.dia tersenyum tipis ditariknya tubuhku kedalam pangkuannya.
"Sayang,rasa takut dan kecemburuanmu ini membuatku tak nyaman,percayalah padaku"rayuku lembut
kupegangi wajahnya dengan kedua tanganku,kukecup bibirnya lembut Kail memejamkan mata dan sedikit membuka mulutnya hingga memudahkan lidahku menerobos masuk kedalam mulutnya.
lidah kami bergantian saling menghisap.kedua tangannya yang berada dipunggungku mengusap usapnya sampai membuatku merinding.
tanganku kualihkan kebelakang kepalanya seakan menekan kepala itu agar tak lepas dari pagutanku.napas kami saling memburu.kami benar benar berada di puncak gairah.
desahan kami terdengar bergantian,Kail mengangkat tubuhku dan membawaku kekamar.
tubuhnya yang besar menindihku menggagahiku dan kembali mencumbuku,bibirku,leherku dan dadaku tak luput dari serangannya.
aku hanya terpejam menikmati cumbuannya namun sejurus dia menghentuikan aksinya karena tiba tiba ponselnya berdering.
"angkatlah"bisikku lirih
"harusnya kumatikan tadi ponselku.sialan!" gerutunya sebal
setelah menerima telepon dia tampak merapikan diri.mataku terus saja mengikutinya yang mondar mandir.dia menghampiriku yang masih diatas
tempar tidur.dikecupnya bibirku sesaat.
"papa pulang dari Jerman Sayang,dia mencariku,aku harus pulang"pamitnya
aku hanya diam memandangi punggung Kail yang menghilang di balik pintu.uuuhhh aku dongkol setengah mati.kalian pasti tahu rasanya bagaimana bila terputus ditengah jalan?bukankah kalian pasti juga ingin membunuh pengganggu itu saat itu juga?
SIALAAAAAAAAANNNNNNNNN
*****