
"Sayang,mama sama papa sudah di kabari kan ?" tanya Freeya
"tentu saja Sayang,masa acara empat bulanan baby kita oma sama opa tidak hadir" jawabku
"tapi Sayangnya,Ibu Seruni sama Anggita tidak bisa hadir,karna Anggita mau lersiapan kelahiran baby dia" jelasku
"Anggita pasti nervous banget,Aku mau telpon dia" ujar Freeya
Aku duduk mengawasi istriku yang mondar mandir dengan ponselnya dengan perutnya yang buncit istriku makin terlihat sexy dan menggemaskan.
"Hallo Nggit,gimana keadaan kamu ?" tanya Freeya dari panggilan video
"aku sudah di rumah sakit Bie nunggu sntrian sesar"
"emang nggak bisa lahiran normal Nggit ?"
"ndak bisa Bie,katanya pinggulku sempit dan tensiku tinggi"
Freeya menoleh kearahku dengan wajah murungnya.pasti istriku cemas saat ini.aku bangkit dan merangkulnya.
"gini aja,aku akan bilang sama Ayah dan Kakek buat jagain kamu nggak perlu ke Jakarta" putus Freeya
"tapi Bie,ini acara empat bulanan kamu"potong Anggita
"kamu sama baby kamu lebih penting"ucap Freeya tegas
Anggita dan Ibu Seruni menangis.Ibu Seruni mengangkat tangannya seolah ingin menyentuh wajah Freeya.
"terima kasih telah begitu memperhatikan kami selama ini Sayang,padahal kami sudah sangat jahat sama kamu" tangis Ibu Seruni
"kita ini keluarga bukan ?" ucap Freeya serak
"kami sangat menyayangimu,Nduk"
"Anggita dengar! tidak perlu takut saat operasi nanti karna akan ada Ibu,Ayah dan Kakek yang akan nemenin kamu.kami disini juga akan mendoakanmu"ucap Freeya
"terima kasih Bie,aku doakan acara empat bulananmu lancar.nanti setelah selapan kami ke Jakarta" janji Anggita
"hem"
"Demas,jaga Bie baik-baik ya,Le ! bahagiakan dia terus" pesan Ibu Seruni
"Presdir,acara empat bulanannya sudah siap" kata Haris yang membuat kami terkejut
Kami segera saling melepaskan diri, Haris hanya tersenyum malu dan segera berbalik.Aku menggandeng Freeya menuju tempat acara.tiba disana Aku di buat terkejut lleh tamu yang sudah begitu lsma tidak ku temui.dia melempar senyum dan menghampiri kami sembari mengulurkan tangannya.
"Mikail Machalister" batinku
"selamat atas pernikahan dan empat bulanan istrimu" ucapnya dengan tangan masih terulur
Dengan ragu kusambut uluran tangan itu "terima kasih" jawabku
"saat pernikahan kalian aku tidak bisa hadir karna aku sedang di opname" jelas Kail sambil menatap Freeya
Aku tersenyum aku tak tau harus menyambung apa ? Aku menggenggam tangan Freeya yang mendadak begitu dingin.Aku maklum Kail adalah masa lalu yang tak pernah membuat cela dalam hidupnya.
"Sayang kamu disini ?" sapa seorang wanita yang begitu fsmiliar
"Syila....." seru Freeya
kedua sahabat lama itu saling berpelukan.saling menangis dan mengecupi wajah mereka bergantian.
"aku sangat merindukan lo,bebz" kata Syila
"aku juga"
"Sayang ? kalian jadian ?" selidik Freeya
Syila nyengir sambil bergelayut manja di lengan Kail "masih anget"
"selamat ya bebz"
"kami akan segera nyusul kalian bikin baby" kelakar Syila
Kami tergelak.terlebih saat di susul oleh Qalila,Haris,Kinar dan Gerrald obrolan jadi tambah panas.
Acara empat bulanan Freeya berlangsung sangat meriah.mama dan papa sangat bahagia terlebih Aku.setelah melalui perjalanan panjang dan melewati begitu banyak ri.tangan akhirnya aku bisa berbahagia bersama Freeya.
DEMAS FABIAN LOVE FREEYA AQILA HASBIE RASYID F9REVER AND EVER
TAMAT