Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 20 Pembalasan 2



"Aku sangat mencintai Mikail Machalister.dia adalah hidupku dan masa depanku"


Kata-kata terakhir Freya bagai api yang menyulut ruang hatiku.


kuobrak-abrik seisi mejaku dengan amarah yang membara.


"aaaaaakkkkhhhhhh"


kulempar jasku ke dinding kemudian aku tersudut di pojokan ddenhan posisi badanku menelungkup di lutut.


Hatiku panas tak dapat ku dinginkan meski dengan apapun juga.


"Presdir!"Panggil sebuah suara


Aku mendongak ternyata Qalila


wajahnya menampakkan ketakutan.ku coba mengatur napas.kuhembuskan perlahan.ku sibak rambutku yang jatuh menutupi dahiku.


"Asisten Pak Hirar ingin bertemu Presdir"


"aku sedang tak ingin bertemu siapapun Qal.batalkan semua janjiku hari ini"titahku


"baik,ingin saya panggilkan Haris,Presdir ?"tawar Qalila hati-hati


"hem"


Ku cari ponsel yang ikut terlempar saat aku tengah sewot tadi.malas aku meraih ponsel yang ada di dekat sofa.sialan hanya karena seorang gadis aku menjadi kalut seperti ini.


Tak kupedulikan ekspresi keterkejutan Haris,aku langsung nggeloyor pergi yang segera diikuti olehnya.ku hempaskan tubuhku di kursi belakang mobil.Haris menyodorkan PATH kepadaku.


dengan malas aku menerimanya sekonyong-konyong bola mataku hampir berlonjak keluar saat melihat foto Freya bersama Gerrald.tidak hanya itu masih ada beberapa foto Freeya bersama beberapa remaja tanggung.


DAMN


Freeya tampak tersenyum manis hatiku benar-benar meradang di depanku berlagak sok suci.dia tak ubahnya ja**ng yang biasa ku tiduri.


"****!"makiku kesal


"sepertinya anda salah telah menempatkannya disana,Presdir"


Haris angkat bicara


"dasar murahan"makiku lagi


"kita kesana Ris!"pintaku


"sepertinya Direktur Gerrald juga tertarik sama Freya.kalau tidak buat apa dia bela-belain ke Cawang coba ?"


"Si brengsek itu memang minta di hajar"geramku


"tarik dia kembali ke kantor dekat anda,bagaimana?"saran Haris yang terlihat melirikku dari cermin


"jangan dulu.aku masih ingin dia sedikit memikirkan keputusannya menolakku"


"maaf Presdir,menurut saya cara anda ini justru akan membuat Freya semakin jauh dari anda"ujar Haris ragu


"kenapa anda tak coba berteman dengannya,anda ingat saat anda masih serumah dengan Freya.dia tak sekalipun tidak memperhatikan anda"


Ku hela napas panjang "itu karena dia kasihan padaku"simpulku datar


"sebenarnya wanita hanya butuh dihargai dan diperlakukan dengan lembut"lagi-lagi Haris melirik ke arahku


"kau mengajariku?"tukasku


"ma....maaf Presdir"ucap Haris gugup


Toko ramai dengan pengunjung saat aku masuk.terlihat Freya sedang melayani seorang pria berpenampilan perlente dengan kasar kutarik tangan Freya ku bawa menjauh dari keramaian.


spontan dia berontak dan berusaha menghempaskan tanganku.


Ku hempaskan tubuh mungilnya ke dinding ruang pegawai.ku tatap matanya tajam.kali ini dia tak menurunkan pandangannya.dia membalas tatapanku sama tajamnya.ku cengkeram dagunya hingga dapat kulihat darah mengalir dari cengkramanku.


"bunuh saja aku biar kau puas"desisnya dengan gigi bergemerutuk


"dasar murahan"makiku


"lepaskan tanganmu!"pekiknya seraya memegangi tanganku


"denganku kau sok suci.tapi kau tak ubahnya pela**r yang menjajakkan tubuhmu kepada semua pria"cemoohku sengit


"benar,kau benar sekali aku ini pela**r.aku ini pela*rmu Presdir Demas Fabian yang terhormat.kau yang selalu melecehkanku dengan tindakan kasarmu"balasnya


"menjijikkan"dengusku seraya kulepaskan tanganku dari dagunya


Ssssuuuuurrrrt !!!! darah segar langsung mengalir dari dagunya yang segera dia seka dengan punggung tangannya.dia meringis kesakitan dan terduduk di kursi panjang.


Ku dekati Freya dan bersimpuh di hadapannya.kuseka darah itu dengan sapu tangan yang ku ambil dari saku jasku


meluncur kristal putih dari sudut mata Freya yang terpejam.bibir mungil itu bergetar


"maafkan aku Freya"


Kuciumi kedua tangannya secara bergantian.pergelangannya memerah apa ini juga karena perbuatanku ?


"aku sangat mencintaimu Freya" bisikku


Freeya tersenyum getir "heh"


"menyakiti seperti ini mencintai ? menindasku ini namanya mencintai ? melecehkanku semaumu ini juga mencintai?" tangisnya


"kenapa kau tak bunuh aku saja ? apa salahku padamu ?" ucap Freya dengan suara tertahan


"aku salah,aku menyakitimu.aku minta maaf Freya"sesalku


Kupeluk tubuhnya erat-erat kuciumi rambutnya Freya yang semula dikursi sampai terjatuh tepat di pangkuanku.


"kau minta maaf tapi kau melakukannya lagi"protesnya


Freeya bangkit dari pangkuanku di benahinya seragam kerja yang membalut tubuh indahnya.aku duduk menatapnya dengan nanar.


"aku memang bawahanmu.aku dibawahmu tak punya kuasa apapun meski untuk diriku sendiri.tak akan ada yang percaya sekalipun aku berteriak pada seluruh dunia.bahwa kau yang berlsku kejam terhadapku.aku ! hanya aku yang salah telah menggodamu"ujar Freya parau dengan tangis yang tertahan


"kau tidak mencintai aku.tidak !kau hanya berambisi agar aku tunduk padamu"sinisnya


"kau benar,orang sepertiku tidak punya cinta,yang aku punya hanya nafsu"sentakku


Aku terbelalak saat Freya mulai membuka kancing baju seragamnya satu persatu perlahan menyembulah dada ranum yang masih berbalut lingerie warna hitam.dilemparnya baju atasan itu serampangan kini Freya menurun


kan rok sepannya.


Kontan tubuhku menggigil disuguhi tubuh molek Freeya yang hanya terbalut lingerie hitam.dada ranum,perut rata,paha dan betis yang putih mulus.sungguh tanpa cela.aku tak pernah segugup ini berada di hadapan seorang wanita.


Freeya berdiri tepat di depanku yang tengah duduk.aku menatap perut putihnya yang rata. kemarahanku berangsur sirna ber


ganti penyesalan.aku memang menginginkan dia tapi tidak seperti ini.


"aku dihadapanmu sekarang,kau lampiaskanlah nafsumu.aku ini pela**rmu Presdir"ucapnya seraya menarik kepalaku hingga menempel di perutnya


wangi mawar menyeruak dari tubuhnya yang seksi.kupegangi pinggangnya.Freya menurunkan badannya mensejajarkan wajahnya denganku mata sendunya bertemu dengan mataku yang kosong.aku terpejam saat Freeya mengecup keningku.kurasakan hidung mancungnya bergesekan dengan hidungku.kedua tangannya dia lingkarkan dileherku.ku lepaskan pagutanku saat baru saja bibir Freeya menempel hangat dibibir ini.


Freeya menatapku getir seolah mempertanyakan alasanku.


"aku tidak menginginkan ini darimu Freeya,suka atau tidak.percaya atau tidak.aku hanya melakukannya bila memang saling suka dan memang sama-sama menginginkannya"


Kulepas jasku untuk menutupi tubuh bagian atas Freya,gadis itu terguguk di lantai.pelan aku jongkok di depannya ku angkat wajahnya kuseka airmatanya lembut.


"aku mencintaimu Freya,aku janji mulai hari ini aku tak akan mengganggumu lagi.aku merelakanmu bersama pria pilihanmu"ucapku getir


Freeya memegangi tanganku yang masih di pipinya.dibawanya turun sampai tiba didadanya perlahan di tekannya tanganku pada bagian itu,yang kurasakan begitu empuk dan kenyal.dia kembali menggodaku dengan tatapan pasrahnya.bibirnya sedikit terbuka


SSHHIITT !!! tak pernah kudapati ekspresi seperti ini sebelumnya.


"kenapa ? bukankah ini yang kau inginkan ? taklukan aku ! buatlah aku hancur sehancur-hancurnya" lirihnya


"tidak Freya tidak!"tolakku yang dengan cepat menggeleng


"pela**rmu ini siap melayanimu dengan sepenuh hati"


Kudaratkan ciuman ke bibirnya yang terbuka serta merta Freeya membalas ciumanku dengan bringas tangannya yang bebas meraba pahaku hingga ke pangkal paha.sengatan-sengatan listrik kecil kurasakan menjalari tubuhku diantara napas kami yang memburu.sementara tanganku mengusap-usap punggungnya yang membuat jasku terlepas.


Kini benar-benar kunikmati belaian tanganku dipunggungnya yang tanpa penghalang.lagi-lagi kuhentikan aktivitasku dilehernya yang jenjang.


"aku tidak bisa Freya"keluhku


"pakai kembali pakaianmu!" perintahku


"aku mencintaimu.aku tak akan merusakmu"


Kuambil bajunya yang berserakan kemudian kupakaikan sambil terus kupandangi wajahnya yang sembab.kini dia sudah berpakaian lengkap.ku kecup bibirnya sesaat dan kupakai jasku.


"andai aku datang lebih dulu dalam hidupmu sebelum Kail,apa kesempatan itu akan ada untukku ?"tanyaku parau


Freeya tak menjawab hanya menatapku sendu.tak lagi kutunggu jawabannya aku langsung nggeloyor pergi.


***


Aku mencoba menepis bayang Freya yang terus menari bebas dipikiranku.aku ingat bibirnya yang hangat.aku ingat tubuhnya yang putih molek.aku ingat tatapan pasrahnya.


GODDAMIT !!!!!


Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan sudah lama aku tidak berada di club malam dengan musik hingar bingar seperti ini.aku sudah memilih kursi yang agak jauh dari lantai dansa.


Kutenggak minuman di gelasku yang tinggal separuh.kembali ku fokuskan pandanganku ke pintu masuk.sebenarnya aku malas kemari kalau bukan karena gertakan Agatha yang akan mendatangiku ke apartment.


Agatha datang mengenakan mini dress flamboyan model one shoulder.dia langsung mengecup bibirku begitu tiba.dia duduk di sofa di seberang tempatku duduk.


dia menyilangkan satu kaki indahnya yang membuat mini dressnya makin terangkat.


"cepat katakan apa maumu ? apa uang yang kemarin itu masih kurang?"tanyaku dingin


Agatha tersenyum bibir dengan warna jingga itu terlihat begitu ranum menggoda.terlebih lagi saat Agatha sengaja mengulumnya,huft


hampir aku kehilangan kendali.


Agatha menuang sampanye ke dalam gelasnya.di minumnya sedikit sedikit hingga tertinggalah bekas bibir di tepian gelas itu.dia bersedekap santai.


"aku bahkan tak menyentuhnys, aku tak butuh uang"ujarnya


Kupandangi wajah ayunya yang ditempa lampu kelap-kelip.aku mendengus pelan.tak ada satupun wanita yang menolak harta.


"I want you beiby"ucapnya dengan sedikit membungkuk


dadanya yang besar menyembul keluar sebagian.ku telan saliva menahan konak.Agatha ini selalu berhasil membangunkan kelelakianku.


"aku sedang tidak mood"tolakku


"karena Freya ?"


Auto aku melotot,bagaimana dia bisa tau soal Freeya ? dia berdiri dan duduk di pangkuanku.dia sengaja menggoyang-goyangkan tubuhnya.hingga pantatnys kurasakan menggesek kelelakianku yang kontan tegang mengeras dan membengkak.


"apa kau tak merindukanku?" tanya Agatha terdengar manja


Agatha melingkarkan tangannya dileherku.ditempelkannya dahinya di dahiku.hidung kami saling beradu.Agatha sedikit memiringkan wajahnya dan mulai memagut bibirku.Agatha menjulurkan lidahnya yang langsung kuhisap dengan rakus.


"uueemmhh"erangnya


Kuremas penuh nafsu pantatnya yang kenyal.tiba-tiba bayangan Freya melintas menyela aktivitas panas kami.


"aku tak sudi menerima seorang pria yang sudah terlebih dulu mencium wanita lain sebelum dia menciumku"


Kata-kata Freeya itu terus terngiang ditelingaku tanpa aku replay.


ku lepas pagutanku dan kuturunkan Agatha dari pangkuanku.terlihat wanita itu sangat kecewa.


"kenapa?Freya lagi yang menjadi pengganggu keintiman kita ?" tukasnya manyun


"aku sedang tak enak badan.aku pergi dulu!"pamitku


Kutinggalkan Agatha yang masih termangu.Freya kenapa kau terus menggentayangiku ? aku masih dalam proses melupakanmu.aku masih OTW.


Haris menghentikan mobilnya di jalan seberang kosan Freya,ku lirik jam di tangan kiriku 22.30 dia masih belum pulang.ku hubungi supervisor toko.


Aku :


Kenapa Freya masih belum


pulang ?


Bu Hanum :


Baru saja keluar Presdir


Kuedarkan pandanganku lewat jendela mobil.terlihat Freya melenggang sendirian.wajah ayunya tampak sangat lelah.dia pulang sendiri semalam ini ? kembali kulanjutkan chattiinganku dengan Bu Hanum.


Aku :


kau membiarkan Freya pulang


sendiri setiap hari ?


dia seorang wanita dan sangat


bahaya keluar malam


Bu Hanum :


maaf Presdir


Aku :


mulai besok tolong ! kalau dia


shif malam.minta karyawan pria


untuk mengantarnya


Bu Hanum :


baik Presdir


Saat aku mendongak lagi Freya sudah masuk kosan.terlihat lampu kamarnya sudah menyala.aku mengulas senyum.Freya tidak bisa tidur dalam posisi gelap.


"anda masih ingin disini Presdir ?"tanya Haris


"sebentar lagi Haris"


"mau saya belikan sesuatu ? kalau anda pingin lama disini" ucap Haris


"aku tidak lapar"


"dari pagi anda tidak makan"


"aku merindukannya"


"bawa dia kembali ke kantor"saran Haris


"dia sangat membenciku,Haris"


sesalku getir


"besok saya pertemukan anda dengan Arsyila.kita bisa myusun rencana dari dia"ucap Haris "menurut informasi yang saya dapat.Arsyila saat ini butuh sponsor untuk mengembangkan butiknya"imbuh Haris


"atur pertemuanku dengannya!" titahku


"baik Presdir"


"kita pulang!"


***


Gerrald tidak ikut keluar saat peserta rapat yang lain undur diri.


dia terlihat begitu tak tenang.tapi emang dasar sepupuku ini tak pernah bisa diam pada satu tempat pada waktu yang lama.


Gerrald menatapku melas.kalau seperti ini biasanya dia akan merayuku untuk membantunya. dia kini duduk disebelahku,aku sengaja tak memperhatikannya.


"apa ? aku tidak akan membantumu kali ini"sentakku saat dia menarik laptop di depanku


"hah ? memang kau tau aku mau minta bantuan apa ?"tanya Gerrald heran


"seorang Gerrald Aldiano masalahnya pasti tak akan jauh dari wanita,benar?"tebakku


"wow,kau hebat sekali kawan! tapi kali ini sedikit berbeda"ucap Gerrald yang terlihat antusias


aku tertegun memandangi Gerrald yang mulai serius "berbeda?" ulangku


"yaps!dia ini berbeda dari cewek yang biasa kutemui.cewk lain sekali aku rayu langsung ngejar-ngejar bikin illfeel.tapi cewek ini begitu kokoh kayak karang.aku rayu malah tersenyum seolah mengejekku"ceritanya panjsng lebar


aku tersenyum kecut "jambak dan cium saja dia pasti bungkam" celetukku asal


"hei men! aku ini gentle man aku tidak mungkin berlaku kasar sama cewek"tukasnya


"kalau kau merasa lebih pandai.kenapa minta bantuanku?" bentakku tak mengerti


"kau tau men,dia ini sulit di dekati.aku datangi ke tempat kerjanya.dia beralasan harus profesional tidak boleh mencampur aduk pekerjaan dan urusan pribadi.aku temui diluar jam kerja dia malah nunjukin cincinnya"terangnya


aku geleng-geleng mendengar cerita Gerrald.gadis ini lumayan menarik juga.aju mengulas senyum teringat akan Freya.


"teruuuussss???"selaku


.


"kau kan Presiden Direktur Perusahaan ini.kau punya kuasa penuh atas seluruh karyawanmu.


aku mau kau mengundang dia makan malam.dia pasti tidak akan menolakmu"


"bagaimana kau bisa begitu yakin dia tidak akan menolakku ?" selidikku


Gerrald berdiri dan berjalan memutari meja rapat.sesekali dia berdecak tak tau apa yang sedang dia pikirkan.


"ayolah men!kau kan Presdir dia tidak akan menolak undanganmu" rajuknya


"dia karyawan kita ?"


dengan cepat Gerrald mengangguk "tepatnya dia bekerja di toko kita cabang Cawang"ucap Gerrald dengan mata berbinar "namanya Freeya AHR begitu tertera di ID Cardnya"imbuhnya


HHUUUKKKKKSSSS


Aku tersedak salivaku sendiri. hemm !!! benar kata Haris kalau Gerrald juga tertarik dengan Freya.


"jangan teruskan ! lupakan dia ! dia tak cocok untukmu"cegahku


"kenapa ?"tanya Gerrald penasaran


"lakukan saja apa yang aku katakan!"bentakku


"hei men! kau bahkan belum melihatnya"protes Gerrald


"dia itu cewek gak baik.she is a **** !! I don't want she hurt you" tandasku tegas


Gerrald terdiam dia menatapku dengan penuh tanda tanya.maaf kawan Freya is mine !!! ku tinggalkan Gerrald yang masih tepekur dengan keraguannya.


***