
Di dalam ruanganku tak hentinya aku mondar mandir,aku tak berhenti memikirkan Queenara juga Agatha,apa yang akan terjadi dengan dua orang rival itu di luar sana
Kulirik jam tanganku ! masih belum waktunya makan siang.aku coba kirim pesan pada Qalila.
Qalila :
apa bebz ?
Aku :
mereka masih disana ?
Qalila :
masih
Qalila menyertakan foto dalam balasannya terlihat keduanya duduk saling membelakangi.aku tersenyum geli
"Batuuuu....kau akan kewalahan menenangkan mereka nanti"tawaku
Qalila :
keluar bebz ada drama seru nih
Kugeletakkan ponselku sembarangan dan berlari keluar,terlihat Queenara dan Agatha mengapit Demas kanan kiri sambil adu mulut.Haris dan Qalila hanya jadi penonton.
"Demas milik gue,jadi elo nggak usah kegatelan"hardik Agatha geram
"hellooww...situ ngaca nggak ? cantikan juga gue kemana mana,nggak mungkin Demas milih lo"bantah Queenara tak kalah
"Demas milik gue "
Agatha tiba tiba menyerang Queenara adu jambak dan saling memakipun tak dapat dielakkan.Haris dan Qalila berusaha melerai sementara Demas cuek segera melenggang ke ruangannya melewatiku yang berdiri di dekat meja Qalila tanpa menoleh.
"sudah....sudah !"pisah Haris
"dasar cewek gatel"maki Agatha yang di pegangi Haris
"elo yang kecentilan"balas Queenara yang terus berontak membuat Qalila kewalahan
"kalian tuh ngrebutin apa ? orangnya loh nggak ada"ucap Haris
kompak keduanya menoleh dan tak menemukan Demas disana keduanya berlari ke ruangan Demas yang sudah tertutup.
"Demas !!!!"teriak mereka
berkali kali mereka menggedor gedor pintu itu namun tidak fibuka.mereka masih histeris.
"sebaiknya kalian pergi dulu,kalian bisa menemuinya lain kali"saran Haris
"ini semua gara gara lo"solot Queenara
"elo yang nggak tau malu"ketus Agatha
"sudah...sudah"pisah Haris lagi
Setelah mereka pergi kami bertiga terkekeh
benar benar tak habis pikir dengan kekonyolan mereka,herannya Demas bukannya menenangkan mereka malah nggeloyor pergi tanpa dosa.
"nggak seru ah nggak ada Presdir yang direbutin"tawa Qalila
"hah...yang ada entar malah besar kepala"celetukku
"kok ada ya cewek kek gitu"ujar Qalila
"entar kalo elo kena virus cintanya Haris,elo juga bakalan jadi bodoh kek tadi"cemoohku
"yyeee...enggaklah"elak Qalila
"enggak apanya nih asisten sama atasan satu server,nge...se....lin" ketusku sambil lalu
Pukul 12.00 tepat pas makan siang aku menerima wechat dari Iman yang sudah mengirimkan tempat ketemuan.
Sedikit berlari aku menghampiri lift yang hampir tertutup.saat aku masuk ternyata sudah ada Demas dan Haris.seperti biasa Demas tampak angkuh dengan memasukkan satu tangannya di saku celananya.aku berdiri di depan mereka.
"kita makan"ajak Demas datar
"tidak bisa aku ada janji"tolakku tanpa menoleh
"ketemu siapa ?"tanya Demas yang kurasakan begitu dekat denganku
,"ke...po..."sinisku
Kurasakan punggungku di cubit olehnya
"tidak memberi tahu,aku malah akan memaksa ikut"bisiknya
"aku mau ketemu agen properti" jawabku akhirnya
"oh"
"biar supir kantor mengantarmu" katanya
"menolak aku akan ikut" sambungnya sebelum aku sempat bersuara
Aku memang tak dapat menolak perintah dari Demas.Aku akhirnya pergi diantar supir kantor menuju. tempat janjianku dengan Iman.
"mbak Freeya mari"sapa Iman saat aku baru memasuki restoran
"terima kasih"
"silahkan mau pesan apa saya yang traktir"ucap Iman
"asal nggak seafood aja"jawabku
"oke"
Iman memesan beberapa makanan setelah itu dia mengeluarkan berkas yang harus aku tanda tangani.dalam hati aku merasa janggal kenapa rumah semewah itu bisa disewakan dengan harga yang sangat murah.
"sebenarnya saya masih ganjil,bagaimsna bisa rumah semewah itu disewakan dengan harga murah"ujarku disela sela makanku
"saya kurang paham mbak,sepertinya orang ini sengaja berinvestasi di perumahn.rumah sebelah anda juga dia beli"terang Iman
"eemm..begitu rupanya"sahutku
"ngomong ngomong mbak Freeya kerja dimana ?"tanya Iman
"F Company"
"wow,hebat itukan perusahaan raksasa" komentar Iman
"begitulah"sahutku sembari kusesap minumanku
"mbak Freeya silahkan tanda tangan.di baca dulu"ucapnya
Aku membaca draf itu sesaat dan aku tanda tangani.kesepakatan tercapai.kusodorkan cek padanya.
"senang bertransaksi dengan anda mbak Freeya"ucap Iman
"terima kasih"
"mbak Freeya cantik sekali"puji Iman sebelum pergi
Aku hanya tersenyum simpul.aku kembali ke kantor pada pukul 14.00.hari ini tak ada kesibukan yang berarti.
***
"what.....what...what !!! jadi selama ini elo tinggal satu gedung apartment sama Presdir Demas ?bersebelahan pula"seru Qalila histeris
"wow...eow...wow...!!! kenapa semua yang gue impiin kenyataannya elo yang ngalamin" seru Kinar pula
Aku tak menggubris kuteruskan mengepak pakaianku ke dalam koper.Qalila dan Kinar terus saja berputar sambil mengoceh kesana kemari.
"padahal ini udah nyaman banget loh bebz"ujar Qalila sambil makan apel
"denger ya bebz,betapa nggak tau malunya gue kalo masih aja manfaatin fasilitas dari Kail.sementara kita udah nggak ada hubungan apa apa"terangku
"tapi dulu kan dia yang ngasih,bukan elo yang minta"bantah Kinar
"iya,,,,cuma gue kan nggak enak hati" lirihku
"bebz,bukannya gue ngebelain Kail.tapi kalo elo kembaliin semuanya.Kail akan ngrasa terhina dan itu sakit banget bebz"nasehat Kinar
"masalahnya gue udah pernah ngalamin,gue saranin elo cari waktu ketemu sama Kail obrolin gimana baiknya.nggak masalah elo nggak mau tinggal tapi pisah bukan berarti musuhan"imbuh Kinar lagi
Aku tertegun beberapa waktu Kinar ada benarnya,sungguh tiba tiba aku merasa sangat beruntung punya Qalila dan Kinar sebagai sahabatku.
Kupeluk sahabatku itu erat erat,kami melanjutkan packing sambil bercanda.
tet tet tet
bel apartmentku berbunyi kulihat dari monitor ternyata Haris,asisten loyal Demas itu tersenyum menatap camera.
"iya,Ris ada apa ?"
Aku celingukan kali aja ada Demas juga
"dibawah udah aku siapin supir yang akan ngangkat barang barangmu"
"kenapa repot segala,barangku nggak banyak kok"ucapku
"gpp...udah selesai belum ? biar supirnys aku panggil keatas"ucap Haris lagi
"eemmm....aaaaaaa"jawabku bingung
"siapa bebz ?"tanya Kinar dari dalam
"eh....babang Haris nyariin Qalila ya ?"ledek Kinar cengengesan
"enggak...ini mau angkut barangnya,Aya" jawab Haris gugup
Aku dan Kinar terkekeh melihat ekspresi wajah Haris yang langsung memerah.dasar cowok memang paling tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
"Qal,ini ada babang Haris !"teriakku menggoda Haris yang membuat wajah Haris makin merah
Keduanya makin salah tingkah oleh ulahku dan Kinar.pak supir mengangkat semua barang barangku,Qalila dan Kinar mengikuti langkah Haris sementara aku masih menyusul dibelakang.
Aku sibuk membalasi pesan dari klien yang akan teken kerja sama besok.sampai aku tak sadar ada sebuah tangan yang mencengkeram lenganku.
"Demas"
"ikut aku !"ajaknya
"bisa tidak ? nggak harus pake kekerasan " pekikku meringis kesakitan
Demas tidak menjawab dia membawaku turun dengan lift menuju parkiran bawah tanah.
Demas membukakan pintu mobil untukku. patuh aku segera duduk di jok samping kemudi dan memakai sabuk pengaman.
mobil melaju mengikuti mobil yang membawa barang barangku.
"kenapa pindah ?"akhirnya Demas buka suara
Aku menoleh kearah Demas yang fokus nyetir
"biar nggak tiap hari ketemu kamu"jawabku
"kenapa ?"
"enek"sahutku sekenanya
sekarang ganti Demas yang menoleh kearahku
"kau cemburu ?"tudingnya
Aku tertawa kecil "cemburu apa ? mereka nggak sebanding dengsnku"ucapku penuh percaya diri
"itulah sebabnya aku memilihmu,karna kau tak sebanding dengan mereka"katanya
Demas menatapku beberapa saat namun segera ku tepis pipinya agar kembali menghadap depan.
"kalimat itu lebih tepat kau ucapkan pada Agatha"sindirku
"jangan bahas dia"potongnya
"kenapa ? dia juga pernah jadi bunga ranjangmu bukan ?"todongku
"aku tak harus berkata manis untuk membuat seorang wanita mau menyerahkan dirinya"ucap Demas membanggakan diri
"dan...dengan sikapmu yang seperti itu kamu berharap aku akan menerimamu ?"solotku ketus
CCCCIIITTTTT
Demas mengerem mobilnya mendadak dan menepikan mobilnya.kini dia menatapku dengan tatapan memangsa
Serta merta Demas menjambak rambutku dan menarik wajahku ke wajahnya,segera di kunyahnya bibirku layaknya permen karet.kukatupkan bibirku rapat sementara tanganku memegangi tangannya yang mulai nakal.
Demas menekan tangannya yang masih menjambak rambutku,aku hampir kehabisan napas akhirnya jalan terakhir adalah kugigit bibirnya,seketika dia melepas pagutannya di bibirku.darah mengalir dari bibirnyz yang sensual.terlihat dia menyeka darah itu dengan tisu yang ada di dasboard.
"untuk memperoleh sesuatu seseorang harus berusaha"ucapku datar
"dan itu butuh pembuktian" imbuhku
Demas krmbali melajukan mobilnya wajahnya di penuhi kemarahan.aku bahkan tak sudi melihatnya.
"mengobral cinta.tapi terus membiarkan wanita lain berputar di sekitarnya,lalu apa yang hendak di buktikan ?"ujarku
"kumbang selalu hinggap dari bunga yang satu ke bunga lainnya tapi kumbang tak pernah melupakan sarangnya"tutur Demas
Aku mendengus "aku ingin seseorang mengibaratkan dirinya seperti mayfly" tuturku
ku hela napas berat,kusandarkan kepalaku di kepala kursi "hewan mayfly hidup hanya sehari tapi hidupnya hanya dia dedikasikan untuk mencari pasangannya.meski hanya hidup sehari dia hanya punya satu tugas yaitu mencintai pasangannya,bertelur dan mati esok harinya"ceritaku
"dalam sehari itu misinya hanya satu dia hidup dan mati untuk mencintai satu pasangannya"ulangku
"aku ingin dicintai seperti itu"ucapku getir
Suasana begitu hening hanya terdengar suara mesin mobil yang menderu.entah hatiku terasa begitu sakit.merasa begitu dipermainkan.
Mobil berhenti di depan rumah yang kusewa.aku menyusul Qalila dan Kinar tanpa kupedulikan Demas yang masih di dalam mobil.
Saat aku berbalik ternyata mobilnya sudah melaju.malam ini Qalila dan Kinar sengaja menginap untuk membantuku berbenah.
Entahlah setelah berkata begitu banyak kepada Demas.aku justru seperti orang tersakiti.
aku ingat semua perlakuan spesialnya akhir akhir ini.menyemangatiku saat Kail menghianatiku.menghiburku.membawaku jalan jalan dan memberiku kejutan pas di taman bunga kemarin.Apa sikapku tadi terlalu jahat padanya ???
***