
Tengah malam buta ku bopong Freeya masuk ke dalam mobil di bantu oleh Haris beruntung Freeya kalau tidur ngebo,tidak akan bangun meski ada hujan geledek kecuali jika aku mengerjainya baru dia bangun.
Tak lama mobil yang di kendarai Haris sampai di landas pacu jet pribadi keluargaku,lagi lagi kupangkul Freeya memasuki jet,sementara Haris memasukkan koper koper kami ke dalam pesawat.aku mau besok pagi aku dan Freeya sudah bisa melihat sunrise di Pulau Jeju yang indah.
Ku bawa Freeya menuju kamar utama di bawah cockpit,ku rebahkan tubuh mungil istriku ke atas tempat tidur.dia begitu terlelap bahkan tak terusik sama sekali.
Kuselimuti tubuh mungil istriku dan ikut terlelap bersamanya.fajar menjelang Freeya menggeliat dari rengkuhanku memaksaku ikut terbangun.dari wajahnya dia sepertinya kebingungan.
Freeya memandang sekeliling "kita dimana Sayang ?" tanya Freeya bingung
"pesawat "
"kita mau kemana ?"tanya Freeya lagi
"nanti Sayang juga tau"
"Ah,Sayang nggak asyik ah main rahasia rahasiaan segala"kata Freeya manyun
Kurengkuh Freeya dalam pelukanku "yang pasti Sayang akan menyukainya"
ku kecupi bahu istriku yang terbuka dengan lembut sementara tanganku bergerilya ke puncak kembarnya.Freeya hanya mendesah pelan sambil meremas pahaku.bibirku beralih ke tengkuk,lalu ke lehernya yang jenjang.
"eeemmmbbbhhh..."
Freeya lagi lagi mendesah. tapi segera ku hentikan aktivitasku saat Freeya menahanku. ku tatap dia penuh tanda tanya.
"kenapa ? bukankah sudah selesai ?"
"nanti kalau kita sudah sampai.tak nyaman disini"ujarnya
"hem...oke Sayang"
Pulau Jeju
"welcome to Jeju Island !"teriakku
Freeya benar benar tak percaya suaminya membawanya ke destinasi impiannya.dia sampai menutup mulutnya saking terkejutnya di depan sana terhampar pemandangan yang sangat indah.
"Korea ? Sayang membawaku ke negeri impianku ?" desisnya
"kemanapun asal Sayang suka dan aku bisa pasti ku turuti"kataku seraya merengkuh tubuhnya
"terima kasih"seru Freeya manja
"siap jalan jalan ?"
Freeya mengangguk
Hari masih pagi ketika kami tiba di Jeju kami berjalan di sepanjang jembatan kayu menikmati sunrise yang menakjubkan
Tak ada hal yang lebih indah dari mensyukuri nikmat Tuhan bersama orang terkasih.saat orang sudah agak ramai ku bawa Freeya untuk sarapan.seorang tour guide yang sejak tadi mengawal kami,memandu kami ke sebuah restoran.
"Sayang,kenapa mereka menatap kita seperti itu ?" bisik Freeya
"itu karena kita pasangan tampan dan cantik Sayang"jawabku asal
Freeya memukul lenganku gemas "serius Sayang"
"aku juga serius Sayang"ucapku sambil makan
"menyebalkan"gerutunya
Aku selalu menyukai wajah kesal Freeya yang membuatnya semakin terlihat menggemaskan aku hanya tersenyum geli melihat dia mengacak acak makanannya dengan sumpit.
"inilah salah satu alasan mengapa mereka semua mengawasi kita"kataku
Freeya menatapku seolah bertanya
"istriku yang sangat manja"tawaku
lagi lagi Freeya memukul lenganku,aku tak menghindar malah ku sodorkan pipiku membuatnya tampak makin kesal "Sayaaaannnggg" pekiknya
Kami menyelesaikan sarapan kami sambil bercanda.tour guide membawa kami ke penginapan terdekat karna matahari mulai terik.Freeya segera naik menuju kamar kami sementara aku masih berbincang dengan Jin tour guide kami di lobi hotel.
"thanks a lot for today,i will call you later" kataku
"okay"
Saat tiba di dalam kamar aku tak menemukan Freeya disana,aku buka pintu kamar mandi,ternyata istriku sedang berendam air hangat.
Dia terkejut saat aku menyusul masuk ikut berendam,masalahnya dia asyik terpejam.dia sedikit merangsek bersandar.oh Tuhan ! dalam keadaan basah begini idtriku sangat sexy dan menggairahkan.apalagi pucuk kembarnya yang mengacung seolah menantangku.
"apa ? kenapa melihatku begitu ?"sembur Freeya
"hem....ada yang menantangku" selorohku
"awas kalau berani nakal" seru Freeya seraya memercikkan air ke wajahku
"kenapa bukankah Sayang itu milikku ?"
"tidaakkk...."pekiknya sambil tertawa
Aku rengkuh Freeya yang hendak bangkit,aku ciumi seluruh wajahnya,lehernya,dadanya kembali ku pagut bibirnya dalam dalam.
"eeemmbbhh..."
erangnya dalam bekapan bibirku,aku kembali turun ke lehernya memberinya beberapa tanda merah kontan dia menarik kepalaku.
"geli Sayang...jangan..."tolaknya dengan wajah memerah
"kali ini saja Sayang..."hibaku
Freeya menatapku pasrah,kembali ku lanjutkan permainan bibirku di tubuhnya sementara jariku nakal menyelusup ke dalam lembah nikmatnya yang masih terendam dalam air.
Jariku yang menari indah disana memaksanya menerang dan mencengkeram punggungku kuat,sementara tangannya yang satu kurasakan mulai memainkan kesayanganku.hasratku semakin menggila segera ku akhiri foreplay di tubuh istriku ini.mulai ku benamkan kesayanganku dengan posisi duduk memangkunya.
kupercepat gerakan pinggulku yang membuat Freeya semakin mempererat pelukannya sambil terus mendesah indah.kami berada dalam posisi ini cukup lama sampai kubawa Freeya berdiri,tangannya satu memelukku dan satunya bertumpu di dinding.sungguh luar biasa.ku baringkan tubuhnya di atas tempat tidur kali ini lagi lagi ku buat Freeya tak berdaya ku serang dalam berbagai posisi.
"sssshhhhh.....Sayanggggggg !"pekik Freeya saat melenguh menikmati pelepasannya yang kesekian kalinya
"aaarrrgghh ....."sambungku
Kami sama sama terkapar bersimbah peluh nikmat dan terlelap dalam posisi tubuh Freeya berada diatas tubuhku.
Aku terbangun saat kurasakan tubuhku rak lagi berat,kubuka mataku aku sudah terbungkus selimut dan Freeya sudah tak ada disisiku.
Ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan dan sudah ada makanan di atas meja.tak lama Freeya keluar dengan handuk membelit di rambutnya.dia tersenyum menatapku.
"selamat malam Sayang !"sapanya manis
Aku bangkit kembelit pinggangku dengan handuk danmenghampirinya yang duduk di kursi nakas. Freeya kembali tersenyum mengawasiku dari cermin.ku lepas handuk yang membelit rambutnya dan ku biarkan rambut basah itu tergerai.
"so sexy"bisikku
"apa sekarang sudah tak lagi sakit ?"bisikku
Freeya membuka piyama mandinya mempertontonkan begitu banyak bekas tanda merah di leher,tulang selangka dada bahkan di puncak kembarnya yang putih.aku mengulum senyum ini pertama kali Freeya mengijinkanku dan sekarangpun dia sudah tampak menyesal.
"aku bahkan sudah terbiasa dengan seranganmu,tapi tidak untuk yang ini" ucapnya seraya mengoleskan salep ke dadanya
"ini akan meninggalkan jejak untuk berhari hari Sayang"keluhnya
Aku rertawa kecil,kulit Freeya memang sensitif jangankan tanda merah,bentol merah bekas gigitan nyamuk saja baru akan hilang setelah beberapa hari.aku rampas salep itu dan aku gantikan mengoleskannya
"nanti akan aku tambah lagi di tangan dan kaki" kelakarku yang membust Freeya mendelik
"iya,biar istrimu ini tidak keluar kamar" semburnya
Aku kecup bibirnya yang mengerucut dengan kilat.aku bangkit menuju kamar mandi.dan keluar lagi Freeya sudah bersiap dengan baju pinknya,aku candid Freeya yang tengah memejam.
Lagi lagi ku kecup bibirnya yang sedikit terbuka,dia terbelalak dan langsung menimpukku dengan bantal sofa bertubi tubi.aku semakin tertawa renyah dan berlari menghindar.
"Emaaaaassss....!"pekiknya kesal
"maafkan aku istriku,bibirmu terlalu menggoda " tawaku
Freeya mengejarku sambil terus melempariku dengan bantal,kamar ini jadi arena pertempuran kami dan berakhir kurengkuh Freeya dalam pelukanku dengan nafas ngos ngosan.
"I love you " bisikku
"cepat ganti baju,aku sudah lapar sekali Sayang"keluhnya
"iya istriku"
Selesai ganti pakaian aku dan Freeya makan bersama.sambil berbincang rencana mau kemana setelah dari Jeju.Freeya menyodorkan ponselnya padaku dan menunjukksn sebuah tempat.
"Namsan Tower ini adalah destinasi terhit dan terviral di Seoul" katanya dengan mata berbinar
"Namsan Tower check..." seruku mengikuti gaya anak muda jaman sekarang yang membuat Freeya kontan tertawa
Ku kagumi gaya tertawa istriku yang selalu membuat hatiku menghangat.dulu aku sangat terluka saat dia tertawa lepas dengan Pieter sementara denganku dia sangat dingin.sekarang aku miliki tawa renyah itu.
Selesai makan malam kami berjalan jalan menikmati keindahan malam pulau Jeju. kami kembali setelah larut mslam.
Kami berada di Jeju selama dua hari dan itu tanpa melewatkan waktu tanpa bercinta.tubuh Freeya bak magnet yang selalu menarikku untuk mencumbunya lagi,lagi dan lagi.
\=\=\=\=\=
Namsan Tower
Kami tiba di Namsan pada malam hari setelah perjalanan yang cukup panjang.meski terlihat lelah namun Freeya tetap bersemangat menaiki Namsan Tower dan berteriak teriak di sana.aku hanya terus mengikuti langkah istri mungilku ini yang berlarian kesan kemari dengan handycamku.aku seperti sedang membuat vlog saja.
"Sayang,kita ke sana !"ajak Freeya menunjuk cafe yang berjejer
Lagi lagi aku menurut saja ajakan istriku ini, pakaian kami yang sudah persis orang lokal tentu tak lagi menyedot perhatian mereka seperti waktu di Jeju kemarin.
Kami bersantai menikmati menu cafe dengan bercanda ringan.sesekali Freeya menyuapkan makanannya untukku.aku tersenyum senang istriku sangat sangat menggemaskan saat tersenyum karna pipinya akan menggembung dan matanya menyipit.
"I love you suamiku"serunya
"Oppa Saranghae !"teriaknya membuat pengunjung lain menoleh
"Nado Saranghae " balasku sembari ku kecup lembut jemarinya
Semua pengunjung bersorak dan bertepuk tangan,mereka mengajak kami bersulang dan kami terima dengan senang hati.tak di sangka orang Seoul cukup ramah meski dengan bahasa inggris yang terbata.
Aku ajak Freeya berkeliling mencari hotel terdekat karna sepertinya dia mulai kelelahan.aku berjongkok dan mengisyaratkan agar dia naik ke punggungku.
"malu Sayang"tolaknya
"toh tak ada yang kenal kita Sayang"sergahku
Dengan ragu Freeya naik ke punggungku dan langsung ku gendong.kembali Freeya bertingkah seperti anak kecil menyanyi tak jelas sambil melambaikan tangan kepada setiap orang dan mobil yang lewat.
"anyong......"
Freeya merengkuh dadaku kuat dan menyandarkan kepalanya di bahuku.huh ! istriku yang manja ini selalu mrmbuat kesayanganku senut senut.
Malam ini kami memutuskan untuk menginap di hotel terbaik di dekat Namsan. Freeya begitu kepayahan hongga badannya demam.
"Sayang minum obat dulu "ujarku sehabis menyuapi dia makan
"pijitin kakiku aja Sayang entar juga sembuh " katanya
"aku takut Sayang kenapa kenapa"
"kemarin pas di Swiss juga kayak gini.di pijitin juga sembuh"timpalnya
"ayo minum saja Sayang"desakku
"hem"
Aku naik ke atas ranjang dan mulai memijit kaki Freeya perlahan.setelah di rasa cukup lama aku merebah di sebelah Freeya.badannya panas sekali membuatku ikut berkeringat.Freeya memeluk tubuhku seraya melingkarkan tangannya di perutku,ku ciumi pucuk kepalanya sesekali.
Esok harinya Freeya sudah bugar kembali dia sudah cantik memakai sweater dan long coat hitam.
"Sayaaaannnggg"
"sudah siap ?"
Freeya mengangguk
"kita kemana ?"tanyaku
"ke jembatan gembok cinta " jawabnya
"oke"
Aku sengaja meninggalkan mobil yang kami rental.aku mengajak Freeya berkeliling naik kereta bawah tanah.kami ingin merasakan menjadi warga Korea yang sesungguhnya.
Jembatan Gembok Cinta
Freeya berlarian memutari jembatan yang dia impikan.aku hanya diam mengambil videonya.dia menarikku dan mengajakku memasang gembok seperti pengunjung sebelumnya.
"untuk apa seperti ini Sayang ?" protesku
"buat ninggalin jejak kalau kita sudah pernah kemari,terus kata orang biar hubungan kita langgeng"terangnya
Aku tertawa sambil mengacak ngacak tutup kepala yang di pakainya "Sayang,langgeng tidaknya sebuah hubungan tidak bergantung pada gembok tapi pada pasangannya itu sendiri" jelasku
"itu cuma asumsi dan sugesti saja"
"kita kan turut tradisi Sayang"
"oke...aku juga menuruti istriku " tawaku
Aku menurut saja ketika Freeya minta di foto dan di video,Aku memasang wajah jelekku saat di foto Freeya.kontan membuat Freeya terkekeh sambil mencubit hidungku.
Hari berangsur senja sehabis makan kami kembali jalan jalan.ku rangkul tubuh mungil Freeya tiba tiba aku tercetus sesuatu di pikiranku.
"Sayang,tetaplah disini ingat jangan kemana mana sampai aku kembali kemari"pesanku
"Sayang mau kemana ?"
"tetap disana !"pekikku
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.SEMOGA SUKA....
JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTE KALIAN
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP
TERIMA KASIH