Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 74 Kamu Atau Sahabatku ?



Ayah menjabat tangan Demas kemudian di peluk sambil ditepuk tepuknya punggung Demas.Kakek tersenyum melirikku.


"terima kasih,Le !"kata ayah


"terima kasih untuk apa,Yah ?"


"terima kasih karna sudah membantu membongkar kelicikan Salman dan melaporkan dia ke polisi"kata ayah


Demas tersenyum "saya hanya meneruskan perintah putri cantik ayah ini"kata Demas


"kalian tinggallah untuk beberapa hari disini"pinta Kakek


"besok saya ada meeting penting,Kek.nanti setelah saya bantu kalian untuk masalah pengalihan saham saya akan kembali"


"apa


"semua bisa diatur"


Mbok Nah keluar membawa panganan danminuman bersama Bu Seruni.wajah istri ayah itu sekarang terlihat lebih segar tak lagi pucat.terlebih aku sudah tak mempermasalahkan apa yang sudah di lakukan Anggita padaky.kalau tidak melalui jalan ini tentu aku tak akan bertemu Demas.


"semua kita mulai dari awal


.aku hanya minta tolong agar kalia. menjaga ayah dan kakek baik baik"pesanku pada Anggita


"hem"


"rawat baby kamu yang bener,Nggit"


Anggita hanya tersenyum


"kalian segeralah menikah"kata Anggita


"tentu saja,kami juga ingin punya baby sepertimu"kata Demas sambil merangkulku


kontan kucubit paha Demas "Sayang ah"


Yang lain pun tertawa,kami bercanda bersama.setelah bertahun tahun akhirnya aku bisa merasakan kehangatan keluarga.aku merasa sangat bersyukur.


\=\=\=\=\=


Demas mengulurkan tangannya membantuku turun dari tangga pesawat.di bawah sana Haris,Qalila dan Kinar sudah menungguku. mereka berhamburan memelukku bersamaan membuatku terhuyung hsmpir jatuh.


"gue kangen banget sama elo bebz"seru mereka


"gue juga"sahutku


"ayo jalan,kangen kangenannya nanti saja" potong Haris


Mobil Haris melaju dalam kecepatan normal Demas sesekali melirikku dengan wajah juteknya.heh ! ini pasti gara gara aku lebih memilih bersama sahabatku.dasar Demas jangsnkan sahabatku mungkin aku berlama lama dengan Ayah dan Kakek jika pantas pun tak boleh.


"udah kelar urusan disana bebz ?"tanya Qalila membuyarkan lamunanku


"udah kelar,kalo nggak gue mana bisa balik"jawabku


"harusnya lama lagi nggak papa bebz,biar gue bisa pulang cepet terus"seloroh Qalila cengengesan


"lah kenapa ?"


"kan sejak nggak ada elo,Presdir pulangnya cepet"


Aku tersenyum menatap Demas dari cermin.itu pasti karna Demas nelponin Aku setiap malam.heemm...yang dilihatin malah cuek bebek justru sengaja membuang pandang.


"gue udah kangen bsnget sama Presdir gue ini makanya gue cepetan balik"sambungku berikutnya


"ccciieeee...."koor Qalila dan Kinar tertawa kompak


"kita seneng kalian udah akur lagi" timpal Kinar


"akur akur terus biar cepet dapat baby"celetuk Kinar


"elo ngomong apa bebz,nikah dulu"sergah Qalila


"becanda bebz serius amat"kelakar Qalila


Mobil berhenti di depan rumah lagi lagi Dema tak memperdulikanku dia nggeloyor sendiri masuk ke dalam rumahnya.Qalila dan Kinar saling pandang.aku segera menarik sahabatku itu masuk rumah.


"Presdir kenapa ?"tanya Kinar bingung


"ngambek"


"Presdir bisa ngambek juga ?"kelakar Qalila


"kalian nggak tau aja,tuh orang masih kayak bocah"sahutku


"kalo gitu kita pulang sja deh"putus Kinar


"jangan......jangan....! entar aja biar gue bujukin lagi"cegahku


"cie.... cie..... cie......"


Kinar mendadak jadi diam setelah membaca pesan.dia langsung duduk di sudut kursi.aku dan Qalila segera menghampirinya.kami duduk menyebelahi Kinar kanan dan kiri.


"kenapa bebz ?"


"Rendra mutusin gue"


"kok bisa ?"tanyaku kaget


"dia risih gara gara gue nuntut minta dinikahi"jawabnya


"elo hamil ?"tudingku


"ya udah cari lagi"ujar Qalila


"heiiss...nggak segampang itu bebz.coba bicarain dulu"saranku


"nggak ah,gue mau cari lagi"putus Kinar


"dasar garanganwati"cibirku dan Qalila


Setelah Kinar dan Qalila pulang aku naik untuk mandi.setelah berganti pakaian kulihat lampu kamar Demas masih menyala.aku berjalan melintasi jembatan menuju balkon kamar Demas.dia tidak ada di kamarnya segera ku kirim pesan.


Cintaku:


Sayang...


Aku di balkon nih


Lama kutunggu tidak ada jawaban perlahan ku geret pintu balkon ternyata tidak di kunci. aku telepon ternyata ponselnya tergeletak di atas tempat tidur.aku keluar mencarinya ke ruangan lain.tapi tak kutemukan dia dimanapun.aku kembali ke kamar Demas tapi tetap tidak ada.sayup ku dengar suara gemericik air dari kamar mandi.


Aku duduk di sofa menunggu Demas selesai mandi sambil memainkan ponsel.pintu kamar mandi berderit terlihat Demas keluar dari kamar mandi hanya membebat tubuhnya dari pinggang ke bawah dengan handuk.dia tak melirikku lurus menuju slmari mengambil baju ganti.Demas berjalan kembali kekamar mandi dan sesaat dia keluar sudah memakai piyama.


"Sayaaaaaannggg...."panggilku


Demas cuek


Aku melangkah mendekati Demas yang duduk diatas tempat tidur.ku miringkan tubuhku menengok Demas yang berkutat dengan ponselnya.


"Sayang ngambek ?"


Demas menatapku sinis,aku tersenyum


"Sayang ngambek karna aku sama sahabatku ?"tukasku


"Sayang mau aku terus sama Sayang terus nggak usah sama orang lain ? egois sekali"


"terus kamu mau memberiku pilihan,kamu atau sahabatku,hem ?"semprotku lagi


Demas memicingkan matanya menatapku "ini sebenarnya bagaimana ? yang ngambek siapa ? yang marah siapa ?"srrunya geram


Serta merta Demas menarik tanganku hingga terduduk di pangkuannya.tak perlu komando langsung ku gelayutkan kedua tanganku di lehernya.tangan kanannya di letakkan di pahaku sementara tangan kirinya merengkuh punggungku.


"maafkan aku Sayang"bisikku


"maaf atas sikap possesif dan egoisku" balasnya sembari mengelus pipiku


"Sayang tidak marah lagi ?"tanyaku


"bagaimana aku bisa berlama lama marah sama Sayang ? Sayang cantik sekali"


Kudekatkan wajahku ke wajah Demas.dahi kami saling bertemu sengaja Demas menggesek gesekkan hidung mancungnya ke hidungku.aku tersenyum menahan geli ku kecup bibirnya sesaat kemudian ku kerlingkan mataku genit sambil tersenyum. dia balas mengecup bibirku lembut sekali hanya sesaat lalu di lepas.


"I love you"lirihnya


Tak kubalas ucapannya hanya kembali kupagut bibirnya,Demas merespon di sesapnya lidahku dengan rakus kurasakan tangannya yang ada di punggungku mulai mengelus lembut punggungku sementara tangannya yang ada di pahaku juga mulai bergerilya membuat baju tidurku tersingkap.


"eeemmmbbb......."erangku


"sssssshhhhhhh...."


Aku mulai mendesah tak dapat mengendalikan diriku,ku dorong tubuh ya hingga kini Demas terbaring di tempat tidur sementara aku menindih diatasnya.bibirku mulai menjelajahi wajahnya jengkal demi jengkal.kemudian bibirku mulai turun ke lehernya kuberi kissmark bertubi tubi yang membuatnya mendesah.perlahan bibirku mulai turun ke dadanya.


DDDDRRTTT....


Ponsel Demas yang berada tepat di samping kepalaku bergetar membuat aktivitas kami sontak terhenti.Demas masih menatapku penuh gairah.


"angkat Sayang"lirihku


Demas tak menggubris dia malah berbalik posisi kini dia yang ada di atasku dan mulai menciumiku lagi.lagi ponselnya berdering.


"angkat saja mungkin penting"ujarku


"sumpah,besok akan ku bunuh Haris kalau ini tak penting"gerutu Demas


Demas bangkit menyambar ponselnya dan keluar untuk menerima telpon.aku masih telentang diatas tempat tidur.ku biarkan baju tidurku yang tersingkap sebatas pangkal paha dan belahan piyamaku yang terbuka.nafasku masih memburu.jsntungku berdegub masih tak beraturan.hah ! Demas kenapa lama sekali menerima telponnya.


.


.


.


.


.


.


.


Hai Sayang Sayangku Readers yang baik hati maaf telat Up 😁😁


Mohon maaf bila kurang puas


Tolong kritik saran di kolom komentar ya...


Jangan lupa vote,like and komen kalian ya...


karna dukungan kalian adalah semangatku untuk up setiap harinya....


Terima Kasih