
Aku tersenyum kecil sambil kututupi wajahku teringat akan kegilaanku kemarin.ku gigit bibir bawahku beberapa kali ku gelengkan kepalaku.untung aku tertidur coba kalau tidak ? sungguh aku akan sangat menyesali kebodohanku yang tak bisa mengendalikan nafsuku yang selalu saja menggunung setiap kali tubuhku di sentuh Demas.
Entahlah tangan Demas begitu ajaib hingga selalu mampu membangkitkan naluri kewanitaanku yang aku kubur dalam dalam. ponselku berdenting aku tengok ternyata dari Demas.
Cintaku :
kenapa senyum senyum gitu ?
Aku menengok ke cermin di sebelahku
Aku :
Jangan jadi penguntit deh
Cintaku :
Aku rindu desahan kamu Sayang
Aku :
Jangan lagi Sayang
Aku selalu tak bisa mengendalikan diri setiap kali bersama Sayang
Cintaku :
Aku juga Sayang
tapi kita harus terus saling mengingatkan agar tidak terjadi hal yang tidak semestinya
Aku Sayang sama kamu dan aku tak mau menghancurkanmu
toh sebentar lagi Sayang juga akan jadi milikku
Mataku berkaca kaca membaca pesan dari Demas,dia begitu ingin mrlindungi kehormatanku dia bisa merenggutnya kapan saja tapi dia tidak melakukannya.
Aku :
love you pull Cintaku
lihat kesini
Cintaku :
apa Sayang ?
ku kerucutkan bibirku seolah ingin menciumnya.ponselku berdering Demas video call.
"Sayang emuuaacchhh"ciumnya
Aku tersipu dan ku balas ciunan virtualnya "eemmuuuaaacchhh"
"Presdir Sayang biarkan menejer anda ini bekerja,oke"ucapku
"masih kangen"
"kan nanti di rumah kita bisa kangen kangenan"
"kangennya sekarang"kata Demas
"awas kalau Sayang berani menciumku di depan karyawan Sayang seperti kemarin," ancamku geram
"tidak....paling aku peluk doang"
"dasar genit"semburku
Kumatikan sambungan telpon dari Demas dan kembali kutenggelamkan diriku bersama berkas berkas di hadapanku.ku sbaikan telpon dari Demas.dia tidak akan berani menemuiku karna sudah perjanjian Demas tidak akan menggangguku saat di kantor.
****
Aku duduk di dalam mobil mengawasi luar jendela,aku teringat omongan Queen mantan sekertaris Kail yang kini menjadi sekertaris Pak Ridwan Direktur Yans Grup yang batu saja mrnjslin kerja sama dengan F Company hari ini.
"Presdir Machalister tidak pernah punya hubungsn apapun dengan mbak Arsyila"
"alasan Presdir kembali ke Jerman karna mbak Freeya membatalkan pertunangan"
"yang saya tau wajah Presdir selalu sembab setelah peristiwa itu"
"di kantor sempat ada desas desus mengenai perselisihan Presdir dengan Presdir F Company"
Sebenarnya apa yang terjadi ? kata kata Wueen itu terus saja berputar di kepalaku srperti bzling baling.
Arsyila dan Kail aku memang sudah merasa janggal sejak pertemuanku dengan Arsyila waktu di Paris kemarin.Ardyila di Paris sementara Kail di Jerman itu sangat tidak mungkin untuk LDRan.
apa mereka memang sengaja berakting seolah mereka bersama hsnya untuk menyakitiku ?
Apa benar Demas Presdir F Company ada hubungannya dengan semua ini seperti kata kata Queen tadi ?
Apa Demas adalah dalang di balik kandasnya hubunganku dengan Kail selama ini ? jika memang iya ? betaps jahatnya Demas padaku.hatiku berkecamuk bsgi di aduk aduk campur baur tak menentu.
"berhenti Pak !"teriakku
Srkilas tadi aku seperti melihat Mara ,Asisten Arsyila yang bekerja di butik Arsyila yang ada di Bandung.
Aku segera turun dari mobil dan mencoba mengejar sosok mala tadi.aku berjslsn membelah para pejalan kaki.sekelebat kbali ku lihat Mala menyeberang jalan.ku percepat langkahku namun jalanan terlalu padat hingga aku tak dapat segera menyeberang.
"Mala !"teriakku
Gadis dengan tunika pink fanta itu tak kunjung menoleh.aku terus mengejarnya dan.....
"Mala !"panggilku dengan suara yang lebih keras
Akhirnya gadis itu menoleh dan tersenyum padaku.aku bergegas menghampirinya.
"mbak Freeya"
"bisa kita ngobrol sebentar ?"tanyaku
"tentu mbak"
Ku ajak Mala ke coffee shop terdekat.Mala nampak begitu bahagia bertemu denganku.aku tengah memilah kata untuk mengawali pembicaraanku.seorang waiter datang menyajikan minuman yang ku pesan.
"masih mbak,malahan semenjak mbak Syila di Paris dia minta aku untuk menghandle beberapa cabang butiknya disini"terang Mala
"emm...sepertinya butik Syila berkembang pesat ya"ujarku
"iya,itukan berkat suntikan dana dari tunangan mbak Freeya"
Hatiku serasa mencelos mendengar penjelasan Mala.bahkan Syila tak pernah ceritakan ini padaku.
"apa hubungannya ?"tanyaku penasaran
"kan dulu butik mbak Syila sempat kolep lalu di selamatkan oleh Presdir Demas"
"Saya kurang tau tapi seingat saya mereka sempat beberapa kali bertemu"
Hatiku berkecamuk,Demas tak mungkin menemui seseorang tanpa tujuan dan tanpa ada untung baginya.pasti ada sesuatu.
"apa Presdir Demas mengancam atau membuat kesepakatan dengan Syila ?"
"saya kurang paham mbak"jawab Mala
Aku semakin gusar,aku belum tenang bila aku belum mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan langsung.
"Mala,terima kasih ya,senang bertemu denganmu,aku harus pergi sekarang"pamitku
,"iya mbak"
Di luar coffee shop pak supir sudah menungguku,sepertinya dia mengikutiku tadi.aku masuk mobil dengan pikiran kacau.
"kita balik ke kantor Pak"pintaku
"baik mbak"
Sesampainya di ksntor aku terus berlari menuju ruangan Demas.sampai di depan ruangan Demas terlihat meja Qalila kosong mungkin sedang keluar.ku coba untuk mengatur napas.ku ketuk pintu ruangan itu perlahan.
Pintu terbuka,akupun melangkah masuk terlihat Demas tersenyum menyambutku.aku duduk di sofa dengan masih menatapnya.
"Sayang terlihat capek sekali"tegurnya
Aku membuang napas kasar kembali kutujukan pandanganku padanya.
"Sayang"
"ya Sayang"sahut Demas
"kemarin katanya Sayang ingin bicara sesuatu"
"aku sudah siap mendengarkan"lanjutku
Wajah Demas berubah sangat tegang sesekali wajah itu tampak menengadah dan di kerjap kerjapkan matanya sesaat.Demas menghampiriku yanv duduk di sofa.dia duduk bersimpuh di hadapanku.kutatap wajah Demas dengan nanar.
"Sayang"panggilnya
"dalem....."
"setelah mendengar ceritaku ini,Sayang akan mau memaafkan aku atau tidak itu semua terserah Sayang.yang terpenting aku berusaha untuk jujur"ucap Demas
Kurasakan tangan Demas bergetar dan amat dingin seolah membeku.dia mengecup punggung tanganku lembut.
"Sayang,maaf bila aku mendapatkanmu dengan cara yang salah.aku telah menghancurkan kebahagiaanmu dengan Kail agar aku bisa bersamamu"
DEG.....
Hatiku serasa terlepas dari tubuhku,benar dugaanku akhir akhir ini.kenapa aku baru mengetahuinya setelah sejauh ini ? sudut mataku terasa panas,air mata telah berjubal ingin segera keluar namun ku tahan sebisa mungkin.
"aku meminta Arsyila untuk menjauhkan Kail darimu"ucap Demas getir
"kau.....kau yang memaksa Syila untuk tidur dengan Kail ?"tanyaku dengan bibir bergetar
"tidak Sayang,aku hanya minta agar Kail jauh darimu tidak lebih"
"apa ada yang bisa di percaya dari seorang pembohong ? dari awal di bentuk kau sudah mendasarinya dengan kebohongan"ucapku dengan suara tertahan
"aku ingin jujur Sayang,tapi aku takut kehilangan kamu"ucap Demas serak
"dan pada akhirnya kau memang akan kehilangan aku"tangisku
"apa kau pernah berpikir ini akan sangat menyakitiku ? aku sangat mencintaimu tapi...tapi apa ?"ucapku parau
"tidak akan ada yang berubah aku tulus mencintaimu,memsng caraku untuk mendapatkanmu itu salah tapi caraku untuk memperjuangkanmu itu nyata"bujuk Demas
"aku salah aku minta maaf tapi itu semua semata mata ku lakukan untuk bisa bersamamu"
"untuk bisa bersamaku kau menghancurkan hati yang lain ?"sergahku penuh emosi
"Sayang,aku tidak hanya menghancurkan hati Kail tspi juga yang lainnya,wanita lain yang pernah bersamaku demi bisa bersamamu" ucap Demas sembari bangkit
"Sayang,mengertilah ! perjalanan cinta tak pernah selalu mulus.sadar atau tidak untuk 2 orang bisa bersama terkadang harus menyakiti hati yang lain.Sayang tau tanpa sadar untuk bersamaku Sayang mematahkan hati Agatha,Queenara dan wanita lain yang dekat denganku.tapi cinta memang harus begitu Sayang"
Demas berbicara membelakangiku suaranya begitu berat,serat dan bergetar.aku tau dia sedang menangis.
"untuk mendapatkan sesuatu kita rerkadang harus rela melepas sesuatu yang lainnya pula"tandasnya
"aku bersalah harusnya aku jujur padamu tapi aku manusia biasa yang takut akan rasa kehilangan"
Demas kembali berbalik menatapku wajahnya basah penuh air mata,baru kali ini aku melihat seorang Demas menangis.hatiku terasa makin hancur.
"Sayang aku mencintaimu,dan cinta ini berawal darimu dan akan berakhir padamu pula"ucapnya seraya menggenggam tanganku
"sekarang aku serahkan semua padamu"
"aku akan pikirkan kembali hubungan kita" ucapku sembari kulepas genggamannya
"maafkan aku Sayang"desis Demas
Aku melangkah gontai keluar dari ruangan Demas,aku butuh berpikir dan menenangkan diri.hatiku sakit tanpa sadar hubungnku dengan Demas justru melukai semua orang.
*****