Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 47 Paris In love 2



Aku mencoba untuk memejamkan mata,tapi terganggu oleh rasa sakit di bagian paha dan kakiku.hari ini memang sangat panjang dan melelahkan.aku coba mencari obat gosok di dalam tas.tapi tidak ada,lotion ??? Ah,sepertinya aku meninggalkannya di ruang tamu tadi pagi.


Aku berjalan ke ruang tamu dengan menahan sakit.lampu menyala,bukankah saat masuk kamar tadi sudah dimatikan ? Aku terus melangkah terlihat Demas sedang tepekur menghadap laptop.Demas mendongakkan kepalanya mungkin karna mendengar langkah kakiku.dia menatapku dengan tatapan yang tak kumengerti.aku mencoba mencari lotionku.Ah,sial !! kenapa harus tergeletak di samping Demas ?


"kenapa belum tidur ?"tegur Demas


Aku menjatuhkan tubuhku diatas sofa "aku nggak bisa tidur"rengekku dengan malas


"kenapa ?"


"badanku sakit semua"rengekku lagi kali ini terdengar sedikit manja


"lempar kemari lotionku !"titahku


Demas meraih lotion itu kemudian bangkit menghampiriku,dia berjongkok di depanku seraya meraba dahiku.


"bukan itu,ini loohhh"rengekku sambil menunjuk pahaku


"panas !"serunya saat tangannya mdnyentuh lututku


"sakit semua"aku terus merengek


"dahimu dingin kenapa kakimu panas ?"ujar Demas


Aku hanya nyengir,dari dulu aku memang begitu.kalau kelelahan kakiku saja yang panas.


"pijitin...."rengekku manja


Kuselonjorkan kakiku di depan Demas yang masih berjongkok.Demas mengangkat kakiku ke sofa dan menuangkan sedikit lotion ke kakiku.tangannya mulai memijat mijat betisku perlahan.


Sungguh aku terhipnotis oleh perlakuan Demas selama 2 hari ini.mulai dari membelikanku gaun dan kalung,meminta pelayan memberiku moeslem food,menyelamatkanku dari di brengsek Salman.juga hari ini saat kita kabur dari brandal yang menggodaku.


Tiba tiba hatiku bergetar,perasaan asing yang sempat menghilang terbit kembali.ku pandangi tangan kekar yang terus bergerak di betisku itu.


"sini juga"rengekku sambil menunjuk kearah paha


Mata penolakan tergambar di mata Demas langsung ku pasang wajah melas.akhirnya Demas kembali menuang sedikit lotion di pahaku,dan mulai memijatnya bergantian.aku tau Demas sedikit canggung tapi aku memang sengaja menggodanya.


"lebih baik ?"tanya Demas


"ini juga"


Kusodorkan tanganku ke depan wajah Demas sambil tersenyum simpul.Demas kembali menatapku kali ini sorot matanya memaparkan kekesalan.


"kau menggodaku Freeya,"tukasnya sembari bangkit


"Demaaass..."panggilku manja


"tidurlah,aku mau kerja"kata Demas tanpa menoleh


"aku malas ke kamar"sambungku


"ya sudah,tidur saja disitu"katanya datar


Demas kembali tepekur dengan laptopnya,aku masih rebahan di sofa dengan satu kaki aku naikkan ke punggung sofa. kucoba untuk terpejam tapi tak bisa.sesekali aku melirik Demas yang tenggelam dalam pekerjaannya.


Aku baru terpejam beberapa saat ketika kurasakan kakiku di turunkan dari punggung sofa.sedikit kubuka mataku.Demas sedanh menyelimutiku.aku tersenyum samar dan kembali kupejamkan mataku rapat sekali.


***


Aku terbangun dengan badan lebih bugar,aku menggeliat dengan mata masih terpejam namun sontak kubuka mataku saat tanganku menyentuh bantal di sebelahku.


Aku tidur di kamar,bukankah semalam aku tidur di sofa ? apa Demas yang membawaku ke kamar ? pertayaan apa ini.yah tentu saja Demas.disini hanya ada aku dan Demas,masa aku jalan sendiri ? tidak mungkin juga aku dibopong hantu kan ?


Aku keluar kamar setelah mandi dan berganti pakaian.Joe tampak sudah duduk di ruang tamu.dia langsung berdiri saat melihatku.


"good morning Miss Freeya,I was asked to pick you up ?"


Joe diminta untuk menjemputku ? sepagi ini Demas kemana ?


"where is Mister Demas ?"


Aku mencoba menanyakan keberadaan Demas,Joe tersenyum


"he have meeting with Mister Pieter" jawabnya


Aku segera berbalik ke kamar untuk mengambil tas.Joe melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.aku melirik jam tanganku setengah sembilan.benar saja Demas sudah tidak ada.


Aku tak tau Joe entah membawaku kemana.aku jadi sedikit cemas,aku seorang diri bersama orang asing dan berada di tempat yang asing pula.aku mencoba mengirim pesan kepada Demas.


Aku :


kamu dimana ?


Hampir sepuluh menit tidak ada balasan.aku melirik Joe dari cermin.wajahnya datar saja.


TING


Ponselku berdenting


Mr Moody :


meeting


Aku :


benar kamu minta Joe untuk menjemputku ?


Mr Moody :


Tidak


kenapa memangnya ?


Seketika tubuhku bergetar,keringat dingin mengucur dari sela sela jari dan wajahku.


wajahku menegang.Joe hendak membawaku kemana ? dengan bergetar ku ketik balasan untuk Demas.


Aku :


TOLONG AKU


Mr Moody :


Kamu dimana ?


Aku :


ENTAH


Mr Moody :


nyalakan GPS


sharloc cepat aku akan menyusul


Aku tak mampu menyembunyikan ketakutanku hingga ponselku terjatuh dari tanganku yang bergetar.akhirnya ponsel yang aku sembunyikan di balik tas sedari tadi ketahuan.


Aku melihat Joe dari cermin,wajahnya kurasakan begitu mengerikan.aku raih ponselku sambil kuawasi Joe yang fokus nyetir.kukirim lokasiku kepada Demas dan kumasukkan ke dalam tas.


Aku mencoba untuk bersikap biasa aku mengatur napas dan membenahi dudukku.


sambil berpikir apa yang harus aku lskukan.


"Joe,drop me in gas station,please !"pintaku


Joe melirik ke arahku "please Joe !"


Perlahan Joe menepikan mobilnya saat tiba di sebuah SPBU.sebelum sempat menyadariny dengan sekuat tenaga kupukul Joe dengan tas.sesegara mungkin aku keluar dan berari.namun tak disangka segerombolan orang mengejarku.sepertinya mereka sengaja mengikuti mobil Joe.


"wei......!"teriak mereka


Joe dan teman temannya terus mengejarku.


aku tak berhenti berlari menyusuri jalanan.


aku hampir tak sanggup berlari lagi.


"Demas,tolong aku !"desisku dengan berlinang airmata


"tenang Freeya,aku akan segera sampai"jawab Demas terdengar bergetar


"mereka mengejarku,aku takut sekali" tangisku


"tetap nyalakan ponselmu,kau dengar ?" teriaknya


"aaaaaaahhhhhh !"


Seketika tulang tulang penyangga tubuhku terasa lolos semua saat aku menoleh tangan Joe sudah berada di bahuku.dengan kasar Joe menarik tanganku sementara tubuhku segera direngkub temannya yang lain.


Dengan sekuat tenaga aku berontak.sedikit kubuka kakiku untuk pasang kuda kuda,sigap kutarik tangan Joe dan ku banting tubuhnya.


kuserang teman Joe dengan pukulan bawah ke atas yang membuatnya terjengkang.aku kembali berlari,mereka kembali mengejarku.


Dengan berurai airmata aku terus berlari. mereka berteriak teriak memakiku.


"Ya Alloh....selamatkan aku"tangisku


Perkelahian kembali terjadi mereka mengepungku dari segala arah.salah satu dari mereka mengacungkan belati ke arahku.


"don't hurt her,Mister Salman wanted she to life"kata salah satu dari mereka


Salman !!! sumpah Demi Alloh aku akan membunuhnya kalau aku bisa lolos dari kepungan mereka.apa masalahmu denganku.


tangkisan dan pukulan tak dapat dielakkan.


Brandal yang berperawakan besar dengan belati kembali menyerangku setelah sempat terjatuh.mataku terpejam saat belati itu diarahkan padaku.


Sayup kudengar suara seorang pria.aku kenal suara itu,kubuka mataku dan kudapati Demas berdiri di depanku tangannya menggenggam belati yang tadi di arahkan kepadaku.darah segar mengalir dari sela sela jarinya.


"Demas !!!"pekikku semampuku


Dari kejauhzn terdengar suara sirine mobil patroli polisi.Joe dan temannya nampak panik


Demas sedikit lengah hingga suatu detik berandal tadi berhasil menusuknya dan lari tunggang langgang,Demas tersungkur yang langsung kutangkap.


"Demas !! bangun"tangisku


"syukurlah kau tidak apa apa"lirihnya seraya memelukku


"bertahanlah"isakku


Terlihat Pieter dan Helena datang bersama polisi.Pieter di bantj seorang polisi segera membopong Demas.sementara Helena langsung merangkul tubuhku.


***


Demas segera dilarikan ke UGD,Pieter pontang panting mengurus segala sesuatunya.


Helena membawakan baju ganti untukku.


dengan lemah ku ganti pakaianku yang berlumuran darah


"it's okay,everything will be fine soon"hibur Helena sambil mengelus bahuku


Tangisku makin menjadi,sudah 2 kali ini Demas hampir kehilangan nyaaa karna menolongku.kenapa dia begitu bodoh ?


Aku mengirim pesan singkat kepada Haris.karna seharusnya kami kembali ke Indoonesia sore nanti.tak lama panggilsn video dari Haris masuk.


""Presdir kenapa,Ya ?"tanya Haris


"Demas ditusuk orang"tangisku


"terus gimana keadaannya ."


"masih di UGD"Jawabku dengan terisak


"jangan menangis Freeya,nsnti yang ngurus Presdir siapa?"hibur Haris


"ini salahku,Ris"sesalku


"jangan nyalahin dirimu,kau tenang aku akan mengabari Nyonya Celine"kata Haris


Aku mondar mandir di depan ruang UGD dengan sejuta kecemasan.Pieter dan Helena sama khawatirnya seperti aku terlihat lampu diatas ruang UGD yang semula berwarna merah kini berubah menjadi hijau.


Seorang dokter keluar diikuti oleh 3 orang perawat yang mendorong brankar Demas.


airmataku kembali meleleh melihat Demas yang tergolek tak berdaya.


Pieter segera bertanya kepada dokter dalam bahasa Perancis,sementara aku terus mengikuti perawat yang memindahkan Demas ke ruang perawatan.


"Demas tidak apa apa,belati ifu tidak sampai mengenai organ dalamnya,dia akan baik baik zaja"terang Pieter


"syukurlah"


Kutatap Demas yang masih terpejam dengan berlinang airmata.lagi Helena mengusap punggungku.


"sebenarnya apa yang terjadi ?"tanya Pieger hati hati


Aku menghela napas panjang.dengan berlinang airmata kuceritakan kronologi peristiwa yang baru saja kualami dari awal sampai akhir.


"sungguh brengsek Salman Permana itu" umpat Pieter


"biar polisi menangani semua ini dan menjebloskan dia ke dalam penjara"kata Pieter lagi


Ditengah obrolan kami tiba tibs pintu terbuka.mataku terbelalak bukan kedatangan mama Celine yang membuatku terkejut tapi orang yang datang bersamanya.


"Arsyila di Paris bersama mama Celine" batinku


Ah,otakku yang tengah kalut ini bahkan tak sanggup untuk berpikirebih jauh.mama Celine memeluk tubuhku yang membeku sementara Arsyila berdiri mematung.


"tenang Sayang,jagoan mama tidak akan kenapa kenapa,dia kuat"hibur mama Celine seraya mengelus rambutku


"maafkan Freeya,ma"tangisku


"ini bukan salahmu Sayang,sudah kewajiban Demas untuk melindungimu"mama Celine memegangi wajahku dan menatapku penuh arti


"jangan mensngid Sayang"


Mama Celine duduk disebelahku sekarang ganti Arsyila yang memelukku.dielusnya lembut rambutku tanpa berkata apapun.


Hampir dua jam mama Celine ikut menunggu Demas,hingga akhirnya dia pamit karena ada urusan yang tak dapat diwakilkan.


"pantas dia sangat mencintaimu Freeya,kau sangat lembut dan penyayang,sesuatu yang tidak dia dapatkan dari keluarganya"kata Pieter


Aku tersenyum getir,mencintai ? entahlah !!!


aku kembali berlinang airmata.Pieter dan Helena pamit untuk membersihkan diri sebentar.


Sekarang aku hanya berdua saja dengan Demas.kugenggam tangannya erat sambil sesekali kukecup punggung tangannya.


"bangunlah,aku janji tidak akan mengajakmu bertengkar lagi"bisikku


Kuelus wajahnya lembut "I Love You"bisikku


Aku terjaga saat kurasakan tangan Demas berkedut,kuangkat kepalaku kulihat Demas tersenyum menatapku.spontan kupeluk tubuh tak berdaya itu erat.


"aaauuuwwwhh "Demas mengaduh


"maaf,mana yang sakit ?"tanyaku yang segera melepas pelukanku


Demas malah tersenyum "syukurlah kau baik baik saja"


"dasar bodoh,kondisimu yang mengkhawatirkan kenapa malah mikirin aku"ucapku dengan terisak


"kenapa bodoh sekali"tangisku


"sudah aku katakan,kalau kau tidak melakukan hal bodoh tentu aku tidak bertindak bodoh"katanya dengan suara yang masih lemah


"aku panggil dokter biar memeriksamu" kataku


Dokter segera memeriksa Demas dan katanya sudah baik baik saja.untung ada Demas yang bisa menterjemahkan ucaoan sang dokter.karna aku memang tak fasih berbahasa Perancis.


***