Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 50 Ingin Jadi Mayfly Untukmu



Aku sudah melangkah sampai ke pintu ketika Freeya kembali memanggilku.Aku berbalik dia menghampiriku dan.....


CUP


Freeya mengecup bibirku sesaat ah kilat sekali aku hampir tak menyadarinya,seperti mimpi saja.kupegangi bibirku yang kurasakan bibir sexy itu masih menempel.


Freeya menatapku dan tersenyum "hati hati di jalan"pesannya


Rasanya begitu enggan aku meninggalkan harimau yang tengah jinak ini.esok hari pasti harimau ini akan berubah menjadi liar dan buas lagi.


Dengan berat hati kutinggslkan Freeya yang masih tersenyum mengawasi kepergianku.di luar Haris sudah standby di dalam mobil.ku hempaskan tubuhku ke punggung kursi belakang mobil dengan malas.Haris melirikku dengan senyum anehnya.


"bagaimana Presdir ?"tanya Haris setelah mobil melaju cukup jauh


"gagal"


"bagaimana mungkin ? wanita manapun akan luluh kalo diperlakukan seromantis itu,Presdir"kata Haris tak percaya


"wanita manapun itu tidak termasuk Freeya ,Ris"sahutku lesu


Aku menghela napas panjang "rasanya aku ingin menyerah,Ris"


"setelah berjuang sampai sejauh ini anda akan menyerah ? tidak sayang ?"tanya Haris


lagi lagi kubuang napas kasar "tak apa asal dia bahagia"


Haris terdiam,aku terus memandang keluar jendela.mungkin saatnya aku berhenti mengejar Freeya.tak lama mobil berhenti di depan lobi sebuah hotel.Haris membukakan pintu untukku.mengajakku menemui kolega dari Jepang.


Tak lama untukku membuat orang Jepang ini menandatangani kerja sama dengan F Company.


Haris mengantarku pulang pukul 23.00 tepat lampu depan rumah Freeya sudah padam.tapi saat sampai di kamar,terlihat lampu kamar Freeya masih menyala.kuraih ponselku dan ku kirim pesan padanya.


Aku :


kenapa belum tidur ?


Aku keluar kamar menuju balkon.tirai kamarnya sudah tertutup ponselku berdenting.


Freeya :


besok mau tendermu tidak lolos kalau aku tidur ?


Aku mengerutkan dahiku nada bicara macam apa ini ? besok memang ada kesepakatan dari pihak korea.


Aku :


buka tirai kamarmu


Aku kembali ke kamar mengambil beberapa balon yang tersisa.saat aku kembali ke balkon Freeya sudah berdiri di seberang dengan baju tidurnya.ku lepas balon yang sudah kuberi pemberat kecil kuarahkan padanya.dia menunggu agak lama sampai dia bisa menangkap satu dari balon itu.


Aku terus mengawasi Freeya yang mulai


memeluk balon itu dengan girang ku isyaratkan dia untuk membuka kertas yang ada di pemberat balon.jemarinya yang lentik mulai membuka kertas itu.dia tersenyum dan kembali menatapku dengan mata berbinar.


Kembali ku kirim pesan padanya


Aku :


Fighting


terlihat Freeya menengok ponselnya dan lagi lagi dia tersenyum


Aku :


tidurlah !


kirim filenya sisanya biar aku yang selesaikan


Freeya :


sudah selesai tinggal di print


Aku :


good job


tidurlah ! biar besok tak terlambat


Freeya tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.dia melangkah masuk kamar dan menutup tirai jendela kamarnya


"Freeya"panggilku dengan voice note


"iyah"balasnya dengan voice note pula


"kamu cantik sekali malam ini"pujiku


"hem,maklum dimodali dapat gratisan nyalon tadi"selorohnya


Aku tersenyum kecut Freeya ini sempatnya bercanda.kesederhanaan inilah yang paling menghipnotisku.


Freeya :


terima kasih untuk semuanya


aku tidur dulu


Aku :


sweet dream


Kupejamkan mataku sambil membayangkan wajah Freeya.bibirku berkata ingin menyerah tapi hatiku berkata Freeya juga mencintaiku dan aku harus terus memperjuangkannya.


***


Beberapa hsri ini aku sibuk wara wiri keluar kota hingga benar benar membuat waktuku tersita total.Aku hampir tak bertemu Freeya,saat pulang rumahnya sudah gelap.


Pagi ini aku baru selesai meeting.baru saja ku selesaikan kontrak kerja sama.Aku duduk mengawasi Freeya yang sibuk dengan laptopnya.namun sesaat dia meraih ponselnya dan mulai mengetik sesuatu.tak lama ponselku berdenting.


"ah dia ngechat aku"girang batinku


Freeya :


sudah balik kantor


Aku mengulum bibir tak biasanya dia seperti ini ? beberapa hari ini bahkan sama sekali tak ada pesan darinya.


Aku :


sudah


Freeya :


apa sekarang kamu sedang memperhatikanku ?


Pertanyaan apa ini ? kenapa hari ini dia begitu aneh.


Aku :


Ya


Aku sangat merindukanmu


Freeya :


sekarang fokus padaku


lihat aku !


Aku sungguh tak mengerti apa maksudnya tapi kuturuti saja apa maunya.Freeya berdiri di depan cermin,melepas sepatunya dan mulai bergerak.Aku tersentak Freeya begitu gemulai menari balet.


Aku memang sangat awam soal balet tapi sedikit aku pernah dengar soal Giselle atau juga Swan Lake yang legendaris.


yang menuangkan perasaan cintanya dengan sebuah tarian balet.Aku benar benar terpukau dengan penampilan Freeya.inikah cara Freeya mengungkapkan perasaan cintanya padaku.


"iya pasti ini"tegas batinku


sebelum mengakhiri penampilannya Freeya merangkai jari jarinya membentuk huruf I sebuah bentuk hati dan huruf U.sontak aku bersorak kegirangan.sampai berlonjakan


Aku :


I love You too Freeya


Freeya :


Miss you so much


Andai aku wanita aku pasti sudah menangis membaca pesan Freeya,ini adalah kalimat yang sangat aku rindukan.kalimat yang aku tunggu dan aku dambakan selama ini.


Aku :


Aku lebih dari sekedar rindu


Aku sekarat memikirkanmu


Freeya tersenyum menatap cermin.ingin rasanya aku hancurkan dinding kaca ini dan memeluknya.akan kutumpahkan segala kerinduanku selama ini.tapi ini kantor.aku yang membuat peraturan mana mungkin aku juga yang melanggar ? akal sehatku bereaksi.


Freeya tampak keluar ruangan ini kesempatanku,akupun segera keluar.aku mengekor Freeya yang memasuki lift,Freeya cuek.di dalan lift hanya ada aku dan Freeya.


lift tertutup serta merta kupeluk tubuh mungil itu dengan erat.kuhirup wangi rambutnya sepuasku.kuusap punggung dan rambut Freeya lembut.


Kuangkat wajahnya dan kupandangi lekat lekat,dia membalas tatapanku begitu sendu kedua tangannya terangkat menyentuh tanganku.


"I love you"kataku dengan bibir bergetar


"I love you too"


serta merta kuraup bibirnya yang ranum.ku habiskan layaknya secawan madu sama sekali tak kuberi sisa.Freeyapun begitu teramat buas memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku.kedua tangannya yang semula ditanganku kini beralih yang satu di bawah daguku dan yang satunya berada di tenggukku.menekannya seolah tak mau melepas ciuman kami.


napas kami saling beradu,sesekali kami saling bergantian mengambil napas.kami sampai tak sadar jika lift terbuka sampai tertutup lagi.


kulepas ciimanku dan kembali kurengkuh Freeya dalam pelukanku.


"Tuhan.....terima kasih telah hadirkan hari ini"desisku


kukecup pucuk kepalanya lama,Freeya masih melingkarkan tangannya di pinggangku.dia begitu manja menyandarkan kepalanya di dadaku.


"Freeya"


"hem"sahut Freeya dengan mata terpejam


"ini bukan mimpi kan Sayang ?"tanyaku masih tak percaya


Freeya menatapku kemudian menggeleng dan kembali membenamkan kepalanya di dadaku.


lagi lagi kuelus rambutnya.


"beberapa hari ini aku hsmpir tak melihatmu aku kira kamu menjauhiku.aku takut sekali" ujarnya


"ada aku disini,apa yang kamu takutkan ?"


"aku....aku...aku takut...aku takut kehilangan kamu,Demas"lirih Freeya


"apa Sayang ? coba ulangi lagi !"pintaku


"iiihhhhhh...aku tau kamu denger,dasar nakal"seru Freeya seraya mencubit perutku


"aaauuuhhh..."aku mengaduh


"aku bohong"seruku sambil cengengesan


Setengah melotot Freeya memukul dadaku "dasar nakal"makinya


kembali kupegangi wajahnya dan kucium bibirnya sesaat,tak kuduga dia membalas ciumsnku lagi.aku kecup lagi dia balas lagi.kami saling balas cium sambil tertawa.untung ini sdalah lift khusus hanya untukku dan juga tamu penting saja.


"ya ampun....aku lupa,aku mau smbil foto copyan di bawah"seru Freeya seraya melepas pelukannya


"aku masih ingin sama kamu"cegahku


"nanti lagi,ini urgent"katanya


Freeya meneksn anak panah ke bawah,Aku masih merengkuh tubuhnya dari belakang sebelum lift trrbuka.


"nanti malam kita makan malam ya,aku share lokasinya"bisikku lembut


"iya Sayang"sahut Freeya sembari mengelus pipiku dengan tangan kanannya


"apa ?"


"iya Sayaaaaaannggg"ulangnya


Pintu lift terbuka dengan berat kubiarkan Freeya melenggang pergi.Tuhan !!! akhirnya kau kabulkan harapan dan doaku.


***


Pukul 19.30 Aku sudah duduk menunggu Freeya di restoran mewah yang sengaja aku boking untukku dan Freeya saja.suasana romantis begitu kental menghiasi restoran ini.tepat sesuai requestmu,bunga,lilin,ornamen ornamen cantik menjadi saksi kencan pertamaku dan Freeya.disudut ruangan seorang pianis dan vokalis melantunkan lagu romantis yang begitu mendukung perasaanku saat ini.


Tiba tiba sorot lampu tertuju kearah pintu,sesosok makhluk Tuhan memasuki restoran.sorot lampu itu menempa wajah Freeya yang ayu Freeya begitu anggun memakai dress biru dengan less shoulder dan lebih panjang bagian belakangnya.dipercantik dengan hiasan yang melingkari perutnya.sudah begitu rambut panjangnya yang di gerai semakin menyempurnakan penampilannya.



Aku bangkit dan melangkah menghampirinya aku berlutut dengan satu kaki dengan buket mawar terulur di tanganku.Freeya menatapku dengan mata berbinar binar.


"Freeya Aqila Hasbie Rasyid aku ingin menjadi mayflymu,yang hidup dan mati untuk satu tujuan,yaitu mencintaimu"kataku tegas


Freeya tersenyum dan meraih buket mawar ditanganku,dihirupnya dan kembali tersenyum.dia kembali mengulurkan tangannya yang segera kusambut dan kubawa duduk di kursi yang sedari tadi menunggu pemiliknya.Aku tarikan kursi untuknya dan duduk menghadap Freeya.


"Sayang cantik sekali"pujiku"


Freeya hanya tersenyum


Tiga orang pelayan datang menyajikan makanan.kini meja dihadapan kami ini penuh dengan makanan.alunan piano mengiringi kencan pertama kami.


Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


'Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah


Satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Sungguh lagu itu sangat mewakili perasaanku saat ini.Aku memanglah sangat beruntung memiliki dia.ratu di hidupku.aku menatapnya hampir menangis.


"kenapa ?"tanya Freeya


Kuraih tangan Freeya kemudian aku cium punggung tangannya.dia tersenyum hatiku serasa tersiram air surga.


"aku bahagia sekali"kataku jujur sejujur jujurnya


Freeya ganti menarik tanganku dan di kecupnya,Tuhan !!! andai aku tidak duduk pastilah aku akan jatuh karna tulang penyangga tubuhku terasa lumur semua.


"Demas Fabian mayflyku"kata Freeya sambil tersenyum manis


"Terima kasih Tuhsn ! karna engkau jodohkan aku dengan makhluk kecil ini untukku"


"kecil ? aku tidak kecil kamu yang ketinggian"kata Freeya dengan raut wajah yang langsung berubah manyun


"yah,peri kecil yang pas dalam pelukan pangeran tampan"selorohku sambil nyengir


"hhuuerkk...tampan darimana coba ?" cemoohnya


"mau bukti ? biar aku tanya mbak yang nyanyi disana"usulku sembari bangkit


Freeya buru buru menahan tanganku "jangan ! jangan ! tidakkah kau sadar itu terlalu narsis"tukas Freeya


Aku kembali tersenyum sambil kumainkan kedua pipinya dengan gemas "dasar ya nakal"


"uugghh....sakit tau,nanti pipiku jatuh terus jadi jelek"kedumelnya seraya menyangga pipinys yang memerah


"biar saja jelek,biar tidak ada yang mau" sahutku cengengesan


Freeya melotot dengan wajahnya yang makin merah,lucu sekali "kamu mau punya pacar jelek ?"semburnya


"mau,kalau yang jelek itu kamu.aku suka hatimu bukan karna wajahmu,kalau ternyata kamu cantik berarti itu bonus"terangku


"gombal"cibirnya


"sepertinya sejak menyukaimu aku jadi lebay"


"emang dasarnya lebay"


"ahhhh....jangan ajak aku bercanda,aku mau makan"potongnya


"makanlah Sayang"


Aku selalu menyukai gaya Freeya saat makan dia itu kecil tapi nafsu makannya besar,dia tak pernah sok jaim saat makan dihadapanku.ku seka sudut bibirnya yang terdapat sisa makanan.


"Sayang"panggilnya setelah selesai makan


"iya Sayang"sahutku


"aku ada beberapa persyaratan "ucap Freeya tiba tiba


"persyaratan ? memang mau melamar kerja ?"selorohku


"alaaaahhh...aku serius"serunya manja


"iya Sayang,apa ?"


Aku menopang daguku mengawasinya


"aku mau kita backstreet,jangan menggodaku saat di kantor,jangan menciumku dan mengumbar kemesraan di tempat umum,aku mau hanya kita yang tau"terang Freeya


"kenapa begitu Sayang ?"protesku


"mana boleh pacaran satu kantor,kamu yang buat peraturan dan kamu sendiri yang melanggarnya,lalu bagaimana karyawan akan memandangmu kelak"tandas Freeya


Aku tertegun sesaat


"kalau begitu kita menikah saja Sayang" putusku berikutnya


"menikah ? tidak ! tidak ! aku tidak mau"tolaknya cepat


"Sayang tidak mau menikah denganku ?"


"bukan tidak mau tapi tidak secepat ini juga" katanya


"daripada untuk mencium dan bermesraan denganmu aku harus sembunyi sembunyi seperti orang selingkuh"


"Sayang,kan cuma sementara"


Aku tak menjawab lagi,hatiku jadi kacau apa Freeya terpaksa menerima cintaku ? Freeya menatapku sayu dia bangkit dan melangkah berdiri di belakangku,tangannya merangkul leherku dan d8a mensejajarkan wajahnya denganku.


"aku tidak merasa terpaksa mencintaimu,tapi aku tak mau kekasihku ini punya imej buruk karna aku.kita jalani semua seperti air mengalir,oke"tuturnya


Kurasakan Freeya mencium pipiku lembut sekali.dia menarikku dan mengajakku berdansa.dengan manja Freeya menyandarkan kepalanya di dadaku sementara tangannya melingkar erat di pinggangku.nyaman sekali,kucium rambutnya berulang ulang.


Kuantarkan Freeya sampai ke depan pintu rumahnya.kugenggam tangannya dan kukecup bibirnya sesaat.Freeya membalasnya


aku kecup lagi dia balas lagi.wajah kami terus berhias senyum.


****