Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 81 Ibu Dari Anak Anakku



Aku terus terpejam saat kurasakan Demas membopong tubuhku,Demas tak berucap apa apa ataupun menciumiku seperti biasanya.aku bisa merasakan kami sudah berada di dalam lift menuju kamar kami yang berada di lantai paling atas.


DDRRRTTT....


Lift berhenti tak bergerak lagi.nafas Demas yang harum menempa wajahku.oh god !! kami begitu dekat apa Demas menyadari kebohonganku.


Aku terus terpejam sampai ku rasakan tubuhku sudah merebah di atas tempat tidur. tubuhku meremang saat Demas mulai meremas bagian sensitif tubuhku.lembut kurasakan Demas memagut bibirku.aku berusaha tak responsif,namun lidah Demas yang terus mendorong masuk ke rongga mulutku membuatku hampir kebabisan napas.aku melengos dengan terengah engah


serta merta ku pelototi Demas yang sudah di atas tubuhku.


"Eemm...aaahhhh !!"desisku dengan bibir mengatup


"Sayang,apa apaan ini ?"seruku sembari berusaha bangkit


Demas menekan lenganku agar merebah kembali,dia tersenyum tak tau apa artinya.


"itu hukuman untuk istriku yang pura pura tidur agar terbebas dari kewajibannya melayani sang suami"ujar Demas yang masih di atasku


Aku nyengir ku kecup bibirnya sesaat,ku mainkan jari telunjukku di sudut bibirnya "maaf Sayang,boleh tidak malam ini kita langsung bubug saja," rayuku manja


"tidak boleh ! Sayang dengar tadi Helena sudah hamil dan aku juga mau agar Sayang segera hamil"katanya sambil merebah di sampingku dengan bertumpu pada satu tangan


"Sayang,kan masih ada besok"bujukku leembut


"pengennya sekarang"rengeknya manja


"besok ya Sayang"


"besok juga pengen tapi sekarang lebih pengen" ucapnya sembari mengelus dadaku


Aku tersenyum sambil ku kecup telinganya "Sayangku pantang menyerah.i love you"bisikku


"Sayangkuuuu...ayo kita ibadah" bisiknya yang membuat tubuhku meremang


Ku biarkan Demas mulai mencumbuiku.mulai dari menciumi wajah dan leherku sampai menyusu gunung kembarku bergantian seperti bayi.


Demas menyibak Dress merahku.jarinya mulai nakal bermain di area segitiga bermudaku yang masih tersegel.aku mendesah antara merasakan perih,sakit dan nikmat.namun tiba tiba Demas bangkit pelan dia menurunkan segel itu matanya membelalak akhirnya dia tau kalau lembah kesukaannya tengah membengkak.


Aku terkesiap melihat airmata Demas meleleh suamiku terguguk memelukku.hatiku trenyuh melihat suamiku yang dingin menangis dalam pelukanku.


"Sayang,apa yang telah ku lakukan?" tangisnya


"tidak papa Sayang"hiburku


"kenapa aku bisa sekejam ini ? aku begitu terkungkung nafsu sampai tak menghiraukan rasa sakitmu"


"maafkan aku "


Kuangkat wajah Demas dan ku cium bibirnya "suamiku cengeng sekali"godaku


"Istrimu ini bisa menahan rasa sakit seperti Papun juga untuk memuaskan suaminya,percayalah"ucapku tegas


"tidak Sayang"


"biar aku obati ya Sayang"


"em"anggukku


Ku buka kakiku lebar lebar dengan hati hati Demas mengoleskan salep ke bagian yang bengkak.tangan itu gemetar ketika aku berjingkat dan merintih.ku gigit bibir bawahku untuk menahan sakit.


"aku janji aku akan memperlakukanmu dengan lebih lembut"


"iya suamiku"


"ayo kita tidur sekarang"ajaknya


Malam ini aku tidur berbantal lengan suamiku.huem !! rasanya begitu nyaman berada dalam pelukan orang yang sudah di halalkan untuk kita.tak perlu ada kata was was.


\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini adalah hari pertamaku kembali krrja setelah Aku resmi menjadi Nyonya Presdir Demas Fabian,jika dulu aku yang anti pati bila di gandeng oleh Demas,maka hari ini aku yang terus saja bergelayut mesra di lengannya.setiap pasang mata .emperhatikan kami ada yang tulus ada juga yang sinis.



"selamat pagi Bapak dan Ibu Presdir "sapa mereka


"pagi !"


"selamat pagi Presdir !"sapa seorang karyawan yang dengan genitnya mengulurkan tangannya kepada Demas


Demas tersenyum sambil melirikku,ragu Demas menjabat tangan mungil itu.Uuugghh !!! sumpah rasanya ingin ku patahkan tangan si ganjen itu.berani beraninya dia menyentuh tangan suamiku.


Ku hempaskan tubuhku kasar ke atas sofa di ruangan Demas.ku kerucutkan bibirku sebal.hatiku gondok setengah mati.Demas terkekeh menatapku yang cemberut.


"Sayang kenapa ?"tawanya


setengah hati aku memandangnya "kenapa aku merasa Sayang tak lagi mencintaiku sebesar dulu ?"protesku


"kenapa berkata begitu ? kian hari rasa cintaku pada Sayang justru makin besar"ujar Demas


"bohong"


"aku merasa disini cuma aku yang berjuang dulu kamu begitu memperjuangkanku apa setelah mendapatkanku lalu aku jadi tak berharga dan tak menarik lagi ?"keluhku


Demas diam menatapku sambil menggembungkan pipinya "hebat sekali ! Sayang selalu sukses menemukan alasan untuk pertengkaran kita,"ucap Demas sambil bertepuk tangan


"ini pasti karna karyawan tadi.lihat saja mulai besok aku akan membuat peraturan baru khusus karyawati tidak perlu memberiku salam biar kau puas"ucap Demas seraya melempar berkas ke meja


"kenapa jadi Sayang yang marah ? disini aku yang tersakiti"tukasku mengkal


"tolong Sayang jangan membesar besarkan masalah"bujuk Demas seraya melonggarkan dasinya


"aku tidak mau bicara sama Sayang,uugghh !" gerutuku sewot


Aku keluar dari ruangan Demas dengan menahan tawa,aku senang sekali bisa menggoda Demas.kalau tidak seperti ini hidupku dengan Demas akan datar datar saja. dengan aku ngambek Demas jadi ada usaha untuk merayuku dan aku merasa jika aku di perjuangkan.


aku sengaja tak menggubris Demas yang terus mengawasiku.


~Malam hari saat perjalanan pulang~


Demas membelokan mobilnya ke sebuah restoran.Demas bergegas membukakan pintu mobil untukku.malas aku mengatur langkahku agar seiring dengannya.


Suasana restoran begitu romantis dengan pernak pernik cantik sebagai hiasannya.aku bersorak dalam hati,akhirnya Demas keluar romantismenya juga.dia mrngulurkan buket lili putih untukku dan mengajakku duduk di kursi yang sudah di dekor sedemikian cantik.


"silahkan duduk istri sexyku"bisiknya


Aku tersenyum lalu duduk.


Seorang pelaya. datang membawa nampan yangg di tutup penutup aluminium.Demas mengisyaratkan agar pelayan membuka penutup saji itu.aku terkejut saat tau isi tutup itu adLah kotak perhiasan berbentuk hati.


Demas meraih kotak itu dan dibuka terpancarlah kalung berlian yang begitu cantik.


"kalung cantik untuk istri tercintaku"katanya


"thank you Sayang"seruku sumringah


Demas bangkit dan berdiri di belakangku memakaikan kalung di iringi alunan lagu yang begitu merdu


Betapa bahagianya hatiku saat


Ku duduk berdua denganmu


Berjalan bersamamu


Menarilah denganku


Namun bila hari ini adalah yang terakhir


Namun ku tetap bahagia


Selalu kusyukuri


Begitulah adanya


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian kesana-kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkanku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau temani diriku


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian kesana-kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkanku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau temani diriku


Sudilah kau menjadi temanku


Sudilah kau menjadi istriku


Ku sentuh kalung itu dengan haru,bukan kalungnya yang membuatku terharu tapi perhatian Demas yang begitu .nyata.aku sampai menitikkan airmata.


Lembut Demas menghapus airmataku lalu mengecup keningku lembut.


"jadilah ibu untuk anak anakku kelak" lirihnya


"em...."


Kami melanjutkan makan malm romantis kami.Ya Rabb terima kasih telah engkau kirimkan seorang hamba yang penuh cimta kasih seperti suamiku ini.


\=\=\=\=\=\=\=