
"bagaimana persiapannya Qal ?"tanya Haris
"sudah 95%"
"hari ini ada lomba apa saja?"
"lari dan baseball final"sahut Qalila
"Presdir tidak mau nonton?"
Aku menghela napas panjang,aku menopang dagu dengan punggung tanganku.kuawasi Qalila dan Haris yang begitu antusias melakukan persiapan pesta ulang tahun perusahaan yang akan dihelat esok hari.
"Freeya nanti ikut pesta kan Presdir?"tanya Qalila tiba-tiba
ku kernyitkan dahiku kupicingkan mataku menatap Haris yang segera mengangkat kedua bahunya.
"kau belum undang dia?"
"saya mana berani kalau belum ada titah dari Presdir"
"bukankah sudah aku katakan pesta kali ini untuk semua kalang an"
"saya akan segera mengundang mereka srmua"
"saya mau kasih tau Kinar,dia pasti senang sekali Presdir"ujar Qalila antusias
"dasar Qalila"gerutuku
***
Pertandingan lomba lari hari ini sudah memasuki babak final.aku duduk mengawasi dari tribun semua peserta lomba sudah bersiap diposisi masing-masing.
TING
Ponselku berdenting kuraih ponsel di dalam saku.SHHIITTT !!!
Agatha lagi.mau apa lagi wanita genit ini ? males banget.
Agatha ternyata mengirimkan foto undangan anniversary perusa
haan ini.bagaimana si genit ini bi-
sa mendapatkan undangan ini ?
Agatha :
pasti kamu bertanya-tanya aku
dapat undangan ini darimana?
siapa juga yang kepo dia dapat undangan itu darimana ? bodo amat lah.
Agatha :
Iswandi Groups kolegamu juga
kan ?
Aku :
Y
Agatha :
Demas
Aku ingin hubungan kita lebih
dari sekedar saling menghangat
kan
Aku :
Aku tidak bisa
Agatha :
kenapa ???
Freeya lagi ???
aku penasaran seperti apa Freeya
ini ????
kuhembuskan napas kasar Agatha ini malah makin ngelunjak,aku benci wanita yang banyak nuntut.
Aku :
haruskah selalu larinya ke Freya
aku tak bisa menjalin hubungan
lebih denganmu
Agatha :
Why ????
Aku :
Aku benci wanita yang selalu
minta lebih dari apa yang kuberi
Kuakhiri chatinganku dan kembali kumasukkan ponselku ke dalam saku.ku tonton pertandingan yang kian seru.hampir sebagian besar juara lomba adalah perwakilan dari Divisi Pengembangan Proyek.
coba ada Freya pasti akan lebih seru.
***
Malam perhelatan akbar acara annivrrsary F Company dihadiri ti
dak hanya jajaran direksi,kolega dan karyawan tapi juga perwakil an masyarakat yang terdampak oleh limbah perusahaan kami.
Kuawasi setiap pasangan yang hadir,namun tak kutemukan Freya
kulirik arlojiku.aku sudah minta supir menjemputnya.pasti dia menolak supirku.
alunan musik dari grup band yang ku sewa mulai bernyanyi.semua kolegaku menyapa dan berbincang
sesaat.mataku terus saja meng-awasi pintu masuk.
Samar terlihat dari kejauhan seorang wanita memakai very long dress empire warna merah bata dengan belahan terbuka sampai kepaha.
lagi aku mendengus saat wajahnya ditempa oleh lampu sorot ternyata Agatha.
ini adalah pesta anniversary perusahaan tapi dandanannya bak mau menghadiri acara peng-hargaan bergengsi saja.segera ku
putar langkah untuk menghindari nya.
"Sayang"panggil sebuah suara yang tak asing lagi di telingaku
malas kuputar tubuhku benar dugaanku mama dan papaku mama memelukku dan mencium kedua pipiku.
"anak mama malam ini tampan sekali"pujinya
"EO nya lumayan"sambung papa
aku hanya tersenyum kecut.sejak aku keluar dari rumah sakit baru hari ini mereka kembali.untung hati ini terbuat dari baja sudah tak mempan di dera drama melankolis
"kau tidak undang seseorang spesial untuk jadi pasangan pesta mu malam ini Sayang?"tanya mama
kugedikkan bahuku sambil lagi kuedarkan pandanganku.pasangan
??? aku ini hanya seglintir makhluk kesepian yang terjebak diantara sekerumunan orang dengan senyum dan perhatian palsu.aku ini kosong meski berada di dalam tempat ramai.
"ma...pa.... aku tinggal sebentar menyambut kolegaku dulu" pamitku
"anak itu"gerutu papa
kolega ? itu hanyalah alasanku agar bisa terlepas dari pertanyaan konyol seorang Celine Natapraja yang memuakkan.aku bergabung bersama Gerrald dan beberapa kolegaku.
"ini acara yang sangat luar biasa Presdir"puji salah satu kolegaku
"terima kasih banyak!selamat menikmati!"senyumku
"Freeya belum datang juga"bisik
Gerrald
"mungkin sebentar lagi"
tak berselang lama nampak di bawah lampu sorot berdiri sosok yang dari tadi membuatku gusar didera perasaan tak tenang.
Freeya Aqila Hasbie Rasyid sungguh berbanding terbalik dengan Agatha Dinar Iswandi yang tampil glamor.
Freeya tampil sangat sederhana dengan gaun pink selututnya,gaun dengan model V neck dan lengan 7/8 itu begitu anggun membalut tubuhnya.berry flatshoes yang mempercantik kakinya dan ikat pinggang rantai gold hanya itu yang menonjol selebihnya hanya aksesoris gold dan dompet senada yang menghias penampilannya namun bagiku dia sangatlah elegan.apalagi dengan rambut coklatnya dibuat curly dia makin cute.
Aku hendak mendekatinya namun urung karena dia keburu di kerumuni teman-temannya.urung lagi rasa kangen ini tersampaikan.
Standing party malam ini makin pecah oleh penampilan para per-wakilan dari tiap divisi.aku ter-sentak saat bahuku ditepuk oleh seseorang auto aku menoleh.bibir berpoles lipstik nude itu menyung
gingkan senyum kearahku.
"Freya"
"terima kasih banyak untuk supirnya Presdir"ujarnya
"kau cantik sekali"pujiku
"tidak lebih cantik dari calon tunangan anda"
kuangkat kedua alisku dengan mata melotot.calon tunangan ????
who ?? kenapa orang lebih tahu hidupku dari diriku sendiri ???
"calon tunangan apa ?"
"bukankah malam ini selain acara anniversary perusahaan juga pengumuman pertunangan anda?"
"omong kosong apa ini ?siapa yang menyebar gosip murahan ini?"geramku
Freeya menyodorkan ponselnya dan menunjukkan kolom berita online padaku.
"Agatha"
"tetap disini"
Kutarik kasar lengan Agatha yang sedang berbincang dengan mama dan papaku.wanita itu merintih kesakitan.
"Demas stop it!"pekik mama
"what happen hah?you hurt her"
"ma...ini urusanku dengan Agatha"selaku
"Agatha bilang sama mama kalo kamu janji menikahinya.dan papanya baru sana memintamu untuk menjadi menantjnya dari mama dan papa"ujar mama celine
"jangan kalian umumkan atau kalian akan malu karena aku menolaknya"sinisku
"maaf tuan Iswandi entah apa yang sudah putri anda katakan tapi saya tidak siap menjalin hubungan dengan siapapun saat ini.saya ingin fokus di karir dulu" ucapku
"tapi Sayang......"
"Celine!jangan paksa putramu" cegah papa
"saya tidak memaksa dia Sayang.tapi kasihan Agatha"ucap mama
"saya tidak apa-apa tante mungkin Demas sudah punya pilihan"ucap Agatha sembari melirikku
"kalopun ada, tidak sekarang ma...."
"biar saja anak muda yang menentukan pilihannya sendiri"
sela Tuan Iswandi
"benar sekali"timpal papa
kubawa Agatha menjauh dari para orang tua.sungguh aku makin muak dengan wanita agresif ini.
"apa maumu?"
"kamu"
"aku sudah bilang aku benci wanita yang banyak menuntut.apa uang yang aku berikan padamu kurang banyak?akan aku tambah lagi asal kau tak menggangguku lagi"ucapku setengah berbisik
aku mau kamu"ucapnya seraya meraba dadaku
"aku tidak suka terikat"
"tak perlu ikatan kalo begitu.asal kau pastikan selamanya kau bersamaku"bisiknya
"buang jauh-jauh harapan hampamu itu"balasku
"Presdir saatnya memberi sambutan"ucap Haris dibelakang ku
"yah"
kutinggalkan Agatha yang berdiri mematung.kini aku berdiri diatas panggung untuk memberi sepatah kata sambutan sekaligus pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dan pengumuman untuk karyawa. yang memperoleh promosi jabatan.
Semua nama yang di panggil antusias menaiki panggung dan berdiri berjajar.ku buka amplop terakhir di tanganku bola mataku berputar mencari sosok yang nama nya tertera diatas selembar kertas putih itu.
"atas kinerja dan kontribusinya yang luar biasa Freeya Aqila Hasbie Rasyid diangkat menjadi Manager Pengembangan"bacaku dengan semangat
lampu sorot kontan menyorot Freya yang berdiri tegak bersama Divisinya.wajah keterkejutannya sungguh kentara dia naik ke atas panggung masih diikuti lampu sorot.
Dia berdiri tepat di hadapanku kusodorkan surat pengangkatan
nya dan diterima dengan senyum lebar agak lama kutahan tangan nya yang ku jabat.
"beri tepuk tangan untuk rekan beruntung kita,semoga tahun depan kita yang akan berdiri dan berjabat tangan dengan CEO muda kita"ucap sang MC
Tepuk tangan bergemuruh aku bergeser berdiri sejajar dengan Freya.nampak Agatha merampas mikrophone yang dibawa oleh sang MC.aku menghela napas kasar ini bukan hal baik Agatha ini sungguh nekat.
"perhatian masih ada satu lagi pengumuman penting"ucap Agatha
lagi lampu sotot terpusat padanya
setiap orang saling pandang.kulirik Freya yang nampak cuek hanya sesekali tersenyum tipis.
Agatha melangkah naik keatas panggung dan langsung menggaet tanganku.
"malam ini selain acara anniversary perusahaan tapi juga pengumuman pertunangan kami
Presdir Demas Fabian dengan saya Agatha Dinar Iswandi"ucapnya seraya bergelayut mesra di lenganku
puluhan kamera pers menjepret dan menyorot kami.hadirin riuh bertepuk tangan dan saling ber-bisik.SIAL !!! Agatha ini benar-benar tak memberiku celah sama sekali.lagi kulirik Freya yang terlihat menggembungkan pipinya dan membuang napas.
Aku berada di dalam posisi yang sulit.aku tolak ini akan memperma
lukan kedua belah pihak.kalau aku terima ini merugikanku.aku sama sekali tak punya perasaan pada Agatha.
Tiba-tiba papa naik ke panggung
dan merampas mikrophone yang dipegang Agatha.kontan hadirin tercengang tak terkecuali aku.
"hadirin mohon perhatiannya ini acara ulang tahun perusahaan.
Demas Fabian adalah 0utra Frans Huang yang terhormat.tentu tidak akan mencampur adukkan antara anniversary dan perunangan"
"
kalopun ada pertunangan tidak malam ini.kami akan merancang nya dengan spektakuler"tandas oaoa tegas
Agatha nampak begitu kecewa dia turun panggung dengan amarah dan meninggalkan tempat pesta.
seumur hidupku sebagai putra papa baru kali ini aku berterima kasih dalam hati.papa mengambil keputusan disaat ysng tepat.
Papa tersenyum simpul sambil menepuk bahuku lalu menatap Freya dan turun.apa artinya ?? aku mengikuti papa turun psnggung dan bergabung bersama yang lain.
mama terlihat mempercepat langkahnya kupikir dia akan meng
hampiriku.heh !!!! dia justru melewatiku sontak aku menoleh.
"Freeya Sayang kau cantik sekali"
seru mama seraya memeluk Freya
Freeya tampak tersipu
"pemilihan gaun yang sempurna
simple tapi elegan.menonjolkan usia mudamu"puji mama
"terima kasih"
"kau manis sekali"
lagi-lagi Freya tersipu
"by the way selamat ya atas promosinya"
"terima kasih"
Aku merasa geli dengan dialog keduanya Freeya apa segitu gugupnya hingga dari sekian banyak kosa kata yang terlontar hanya terima kasih.
"ayo Sayang kita makan"ajak mama
"ayo Freya, kamu ikut mama Celine juga"seru mama
Mama begitu antusias mengam
bilkan Freya ini dan itu.sementara Freya hanya bisa senyum manggut manggut saja menampakkan rupa imutnya.
"sudah tante ini kebanyakan"
"kok tante shi?panggil mama celine"ralatnya
"he he"
"terima kasih banyak Pa"ucapku disela makan kami
"untuk apa?"
"untuk penyelamatan tadi"ucap
ku datar
"aku hanya menyelamatkan diriku sendiri,Iswandi itu sudah pasti hanya mau mendompleng keluarga kita"
"ditambah anaknya itu seperti tak laku saja.Papa tidak mau putra ku satu-satunya memilih istri yang bukannya mendukung tapi malah menghancurkanmu drngan karakter buruknya"imbuhnya
Sepertinya kami sedang melihat kearah yang sama.Freya !!! gadis itu sekarang sudah terlihat lebih santai ngobrol dengan mama.
"Papa lebih suka gadis pekerja keras seperti dia"ucap papa seraya menoleh ke arahku
aku tersenyum getir "Papa,aku masih ingin berkarir"
"yakin kau tak tertarik padanya?
Papa bisa melamarkannya untuk mu"ujar papa
kuperhatikan Freya yang tertawa lepas bersama mama dan teman-temannya.tawa itu akankah menjadi milikku ??
"dia sudah milik orang lain,Pa"
gumamku dalam hati
"jaman muda Papa dulu tidak lemah sepertimu.Papa selalu ber-
juang untuk mendapatkan apa yang Papa inginkan"
"fighting"ucap papa seraya menepuk bahuku
ini papaku bukan ? atau karena intensitas pertemuan kami dan komunikasi kami yang kurang jadi kami seperti orang asing.
"Sayang pulang yuk"ajak mama celine
"sudah puas ngobrolnya?"tanya papa
"mama sama papa pulang dulu ya Sayang.jangan lupa anter Freya"pesan mama sembari menepuk pipiku
"mama celine pulang dulu ya Freya Sayang"pamit mama celine
"iyaaahhhh"
"kita pulang?"tawarku
"emm...aku mau pulang sama" ucap Freya sembari menoleh
aku tersenyum geli saat tak Freya dapati siapapun dibelakangnya wajahnya langsung berubah gusar.
"sengaja mereka kusuruh pulang duluan"
"Presdir ahh"serunya manja
"ayo kita pulang!"
***
Sesekali kulirik Freya yang duduk disebelahku.dilihat dari sisi manapun Freya tetap menawan.
"kenapah?"tanya Freeya
"beautiful"
"btw aku kaget saat pengumuman promosi jabatan tadi.ini bukan suap agar aku mau sama kamu kan?"selidik Freeya
kutoyor lengan Freya pelan "kau terlalu percaya diri Nona"solotku
"aku menilai karyawanku secara obyektif.sesuai dengan kinerja kalian"sahutku
"thank you kalo gitu"
"eh...kenapa kearah sini?"tanya Freya saat tahu kubawa ke apartemen
"besok kan kamu sudah kembali
ke perusahaan kalo harus kembali ke Cawang kejauhan.besok biar supir yang ambil barangmu" ujarku
"merepotkan lagi"
"tenang saja Freya aku tidak minta imbalan.masalah aku menyukaimu aku akan menunggu
sampai kau membuka hatimu"
"hah malas banget bahas ini lagi
tadi aku sempat seneng banget kamu mau tunangan.kenapa pake dibatalin papa kamu segala coba"
kedumelnya
"itu karena papa lebih milih kamu"sahutku datar
Freeya terlihat gelagapan dan membuang pandangannya jauh keluar jendela.
"eh...mama kamu seru banget ya orangnya,masih berjiwa muda gokil lagi"ucap Freeya berikutnya
"mama dari dulu pengen anak peremmpuan.tapi mama jarang bisa langsung dekat dengan orang baru"ceritaku
"dari kecil Ibuku sudah meninggal jadi bisa deket sama mama Celine aku seneng banget"
"anggap saja mamamu juga"
Freeya tak menjawabku dia duduk miring menghadapku entah tak tahu apa artinya.
"why ?"
"malam ini tenang banget"
"terbius sama kecantikan kamu"
"ampun ah virus lebay Gerrald nular ke kamu deh kayaknya" keluhnya seraya tertawa
"bisa jadi"
"ha ha ha ha"
kami memasuki apartemen bareng.Freya tak menolak saat kugenggam tangannya.lembut ku remas jemarinya dia sedikit menarik tangannya namun ku tahan.
"gak usah ngelunjak"solotnya
"just a little Freya"
"bisa gak shi kita berdialog tanpa berantem?"
"bisa"
***