Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 102 Ikut Campur



"Sayang sedang apa ?"


Aku menoleh saat seseorang menepuk bahuku lembut "Demas" Aku berbalik ku lupakan apa yang baru saja ku lihat.


"Haris dan Qalila akan tukar cincin Sayang"


"oh iya...ayo Sayang" kataku gugup


Aku menurut saja saat Demas menarik tanganku.Aku lupakan apa yang baru saja aku lihat.Ah ! bodo amat ! itu bukan urusanku.


Haris menyematkan cincin di jari manis Qalila,setelah itu ganti Qalila yang ganti menyematkan cincin di jari manis Haris.para hadirin bertepuk tangan.wajah keduanya nampak begitu berseri.


"selamat ya,bebz !" kataku seraya memeluk Qalila


"huhuhu tinggal aku yang belum ada ikatan" keluh Kinar


Demas dan Haris tertawa bersamaan.Aku berada di tengah kedua sahabatku itu dan ku rangkul kebahagiaanku rasanya begitu berlipat lipat.kebahagiaanku dan Demas menular kepada Qalila dan Haris semoga setelah ini Kinar juga akan menyusul.


"sabar bebz,sebentar lagi pasti elo juga bakalan nyusul" hibur Qalila


"amiiiinnnn..."sahut kassetelah acara selesai kami segera pulang.di dalam perjalanan aku kembali teringat pemandangan yang aku lihat di taman tadi.Aku bergidik ngeri ! ku lirik Demas yang fokus nyetir.


"Sayang !" panggilku


"Dalem Sayang"


"menurut Sayang faktor apa yang membuat suami mencari wanita lain ?" tanyaku hati hati


Mendadak Demas mengerem dan menepikan mobilnya,dia duduk miring menatapku serius " kenapa tiba tiba Sayang menanyakan itu ?" selidik Demas


"jawab saja"


"relatif Sayang,pria punya seribu alasan sebagai pembenaran atas apa yang dia lakukan" ujar Demas


"kenapa selalu wanita yang di tuntut untuk memperbaiki diri ketika hubungan mereka bermasalah ?"


"kenapa hanya wanita yang harus berjuang ? sementara di awal pernikahan pasangan komitmen untuk berjuang bersama,"


"apakah ketika sebuah hubungan menjadi hambar itu salah wanita ?" tanyaku getir


"Sayang bicara apa ? apa yang terjadi ? apa aku telah membuat kesalahan ?" tanya Demas bingung


Aku menggeleng cepat ku balas tatapan mata suamiku "katakan ! apa jika aku tidak memperhatikanmu lagi ? Sayang akan ninggalin aku ?" tanyaku gamang


"Sayang dengar ! aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan ninggalin kamu.ada yang ngomong sesuatu sama kamu ?"


"aku tadi lihat Kendra sama sekertarisnya di taman,Sayang.aku tak habis pikir bagaimana bisa seorang suami main gila dengan wanita lain sementara ada istrinya di sekitarnya"


Demas menatapku seolah tak percaya "dan Sayang takut aku seperti itu ?" tanya Demas


Suamiku itu mengelus wajahku dan tersenyum "Sayang,aku ini ibarat makan,hampir semua sudah aku makan.jadi aku sudah tak tertarik lagi dengan makanan di luar,aku sudah jatuh hati dengan makanan rumahan" katanya


"aku percaya Sayang akan mencintaiku sampai akhir seperti aku mencintai Sayang" imbuhnya


Sekarang ganti Aku yang tersenyum


"pria yang selingkuh itu karna istrinya tidak seperti kamu Sayang yang bisa memanjakan suami dengan berlebih" bisiknya


Mata kami saling bertubrukan.Aku lagi lagi luluh dengan gombalan suamiku.lembut Demas memagut bibirku,dikulum dan disesap lama.Aku terpejam menikmati pagutan suamiku yang membuatku ketagihan.


Tiba di rumah kami langsung bersih diri,tak seperti malam sebelumnya kami hanya bercumbu sesaat dan tidur.


\=\=\=\=\=\=


"selamat siang Pak Kendra saya perwakilan dari F Company" kataku seraya menyalami pria itu


"disini Saya Menejer Pengembangan,Pak" kataku


"luar bisa,profesional sekali"


"bisa kita mulai presentasinya,Pak ?"


"mari !"


Aku melirik sekertaris Pak Kendra sekilas.tidak lebih cantik,tidak juga memiliki badan yang lebih bagus dari Jiya,lalu apa lebihnya dari wanita ini ?


Selesai presentasi aku menyempatkan diri ke toilet kebetulan aku bertemu dengan sekertaris Kendra.Ah,tapi untuk apa aku harus mencampuri urusan orang lain ?


"tapi kasihan Jiya" batinku


"untuk apa peduli ? Jiya saja tak berusaha memperjuangkan suaminya" pekik suara hatiku


Tapi jiwa wanitaku meronta,Aiu harus memikirkan nasib anak-anak mereka.tapi kalau nanti terbonfgkar terus mereka malah bercerai bagaimana ? Aku berjalan mengikuti wanita itu yang kini memasuki ruang znti.hatiku berdesir.Kendra sudah ada di dalam ? apa mereka biasa melakukannya di kantor ? dasar gila !


Aku menggenggam gagang pintu dengan sangat hati-hati,Aku putar perlahan Aku longok ruangannya kosong.


"apa aku tadi salah lihat ?"gumamku


Aku melangkah lebih dalam lagi dan terlihatlah pemandangan seperti kemarin.sebelum mereka sadar segera ku jepret beberapa kali dan keluar.


Kulempar tubuhku ke sofa dan ku hela nafas panjang.Demas menatapku tak mengerti dari kursinya.perlahan ia menghampiriku dan duduk di sebelahku.


"Kendra lagi ?" tebak Demas


Aku mendesah kasar,ku sodorkan ponselku yang terdapat foto panas Kendra dan sekertarisnya.ganti Demas yang mengelus dada.


"jangan biarkan diri Sayang terjebak dalam urusan orang lain" nasehatnya


"tapi Sayang,jiwa wanitaku merasa tak terima melihatnya"


"Sayang dengar ! aku tidak mau Sayang kenapa-kenapa.cukup Queenara jangan yang lain lagi" sergah Demas sembari memegangi wajahku


Aku terdiam


"jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain,kita pura-pura saja tidak tau"


"lalu foto ini bagaimana ?"


"berikan saja pada Xena,biar dia yang urus,oke" tutur Demas


"hem"Aku mengangguk


"kita makan !" ajak Demas


"Aku mau kepiting !"seruku


"kepiting check" seru Demas sembari merangkulku


Aku nyengir sambil merengkuh pinggangnya.Haris membawa kami menuju restoran langganan kami. ini ajaib sekali ! aku jadi menyukai makanan yang dulu tak kusukai.aku yang dulu cuek dengan urusan orang lain jadi baperan dan mau ikut campur saja.


\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING


JANGAN LUPA LIKE KOMEN N VOTE


THANK YOU