Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 25 Terdampar Di Negeri Antah Berantah



Hari ini ayah sudah diperboleh-


kan untuk pulang.sebenarnya aku berencana untuk balik ke Jakarta bersama Kail tapi kakek menahan ku.masih kangen katanya,apalah dayaku ? aku tak bisa menolak permintaan kskek.


Sore ini aku mengantar Kail ke bandara.Kail menggenggam erat tangan ini membelah penumpang di bandara yang lalu lalang.Kail menatapku sendu seakan tak rela meninggalkanku.


"sana check in dulu Sayang" usirku


"masih ingin sama kamu Sayang"


"nanti Sayang ketinggalan pesawat loh"


"Sayaaaanggggg"


"jangan manja"seruku


Kail berjalan menuju counter check in.setelah menunjukkan e-tiket dan KTP petugas lantas menggantinya dengan bording pass.di depan bording room Kail mengecup keningku dan memeluk erat tubuhku sejenak.


"cepet balik ya Sayang"lirihnya


"hem"anggukku


"jangan nakal ya Sayangku" pesannya


"Sayang yang harusnya gitu" cibirku


"siap tuan putri"goda Kail


Agak jinjit kucium pipi kekasihku itu"love you Sayang"


"love you too Sayang"Kail mengecup punggung tanganku


aku hanya bisa mengawasi Kail yang memasuki ruang pengecekan.setelah tubuh kekasihku itu tak nampak lagi akupun meninggalkan terminal pemberangkatan bandara.


"Sayang benar jadi pulang besok pagi ?"tanya ayah saat makan malam


"iya yah,soalnya besok aku shif siang"sahutku sembari kunikmati makananku


Sebenarnya aku enggan menerima ajakan makan malam ayah kali ini.karna ayah mengajak istrinya tapi aku janji pada Kail untuk mencoba bersikap baik pada orang itu.


wanita itu tiba-tiba menahan piring yang sedang kupegang "jangan ambil ini,ini ada abalon nya nanti kamu alergi"sergahnya


aku terkesiap dia tau aku alergi seafood ? ini pasti ayah yang kasih tau.


"sebenarnya ayah masih kangen


"kalo ada long weekend lagi Freya usahain pulang yah"tuturku


"memang kamu tidak kerja di perusahaan Kail?"


"tidak ayah aku bekerja di F Company"jawabku


"F Company adalah perusahaan raksasa milik Frans Huang,dulu ayah pernah bekerja sama dengan perusahaan itu"terang ayah


"sekarang perusahaannya di pegang oleh putranya,yah!Demas Fabian namanya"ceritaku agak malas


"Sayang tampak tak suka gitu?"


"orangnya nyebelin yah,ada aja alasan dia buat nindas Freeya.coba ayah bayangkan dari Kepala Divisi Pengembangan Proyek Freeya di lorot jadi penjual laptop.gila kan?" ceritaku bersungut-sungut


Ayah dan wanita itu saling pandang lalu tersenyum lebar menatapku.aku menahan sendok yang masih dimulutku.bengong tak mengerti.


"dia tertarik padamu Sayang" celetuk ayah nyengir


"hah ayah sama nyebelinnya ! aku pergi dulu"pamitku seraya kucium pipi ayah


"mbok nah membuatkan Mbak Freeya camilan.besok biar diantar pak Selamet ke hotel"ucap wanita itu saat aku hendak pergi


"gak perlu,besok aku ke rumah pamitan sama kakek"ucapku datar


"hati-hati Sayang"


Dengan antusias kumasuki cafe yang katanya paling booming di kota kelahiranku ini.ku edarkan pandanganku mencari sosok yang empunya acara.kebetulan pemilik cafe ini adalah teman SMAku dulu.


Seorang gadis cantik nan anggun menghampiriku mencium pipiku dan memelukku.aku tertegun sejenak.


"Bi,pangling ya sama aku?"


aku terpaku penuh tanya di grup alumni SMAku kayaknya tidak ada wajah ini deh.


"he he"


"sorry lupa,siapa ya ?"tanyaku cengengesan


"aku Roro ingat ndak Bi?cewek cupu yang selalu kamu belain tiap dibully sama geng kamu"ujarnya mencoba mengingatkanku


"Roro yang suka kepangan dua dan pake kacamata?"tebakku


Roro mengangguk dan menarikku ke sebuah private room.di dalam sini sudah ada Anya,Della,Alesha dan terakhir Ririt teman satu gangku dulu.transformasi mereka sangat mengejutkan mereka berdandan layaknya kaum jetset.


dari ujung kepala sampai ujung kaki semua branded.tapi baiknya mereka tak pernah pilih teman hanya suka iseng aja nge-bully Roro.tapi kami tak jahat.


Aku jadi saltum berada diantara mereka,aku hanya memakai peplum putih dengan heels senada.aksesorisku juga cuuma kalung pemberian Kail.masalah jam tangan tetep tak ketinggalan.gak ada persiapan tas atau apapun cuma dompet ponsel.


satu persatu mereka greeting hug dan mengapitku hangat teman yang sudah bertahun-tahun tak ketemu.hanya bersua via whatsapp.gengku yang ketinggalan cuma Arsyila.


"Bi,makin cantik aja!kangen banget nih"ujar Della


"kalian juga cantik-cantik semua apalagi Roro"


"for your information ya bebz gue nikah sama Mas nya Roro pemilik cafe ini.jadi gue gak mau dong punya ipar cupu.terus gue makeover deh"


"and taraaaaa!!!! jadi kek gini deh"terang Ririt


"Ro,jangan mau dikibulin terus sama Ririt"celetukku


"harusnya Roro terima kasih ke gue.dia udah gue bikin cantik" seloroh Ririt


"dasar lo bebz"dengusku


"ayo kita pesan minuman"ajak Della


Kami bercengkrama bersama berkaraoke ria,teriak-teriak tidak jelas.mereka menawariku untuk minum minuman mahal mereka.


"gak minum Bi?"tawar Anya


"makasih Nya,lo kan tau gue langsung demam kalau minum begituan"ujarku


"gak asyik lo bebz"cibir Della


"kalian mau sohib kalian sakit cuma gara-gara minuman itu hem?" tukasku


"sorry bebz"seru mereka


"gue ke toilet dulu"pamitku


Saat berjalan dari toilet aku melewati sebuah meja.ada seorang pria yang duduk disana.


aku tidak tertarik pada apa-apanya tapi pada jam yang dipakainya.aku seperti pernah melihatnya tapi dimana ?


aku coba ingat-ingat lagi.oh i get it !!! jam. tangan itu sama persis dengan yang dipake oleh pria mendengkur yang duduk bersebe-


lahan denganku di pesawat.


Lamban ku dekati pria itu,aku terkejut bahkan terperanjat saat aku telah melihat wajah pria itu.


DEMAS FABIAN


Mata bulatku terbelalak mulutku menganga.bagaimana bisa dia ada disini ?


"kaauuuuuuuuu!"seru kami ber-


samaan


"sedang apa kau disini?"tanyaku penasaran


"body spa"sahutnya asal


"sengaja,kamu pasti sengaja kan mengikutiku ?aku tau kamu orang yang duduk disebelahku pas di pesawat?terus ngikutin aku hingga sampai kesini"semprotku geram


Demas meletakkan gelasnya dengan kasar.dia menatapku tajam "hei bawel!kau pikir aku tidak ada kerjaan apa sampai nge- stalking kamu,hah?"dampratnya


"mau ngeles apalagi?jam tangan ini jawabannya.tidak sembarang orang punya jam ini"tudingku menunjuk jam tangan Demas


"dasar bawel kamu gak bisa menuduh orang cuma berdasar jam"kilahnya


"dasar penguntit!awas kalo sampai aku melihatmu lagi!" ancamku


Aku kembali berkumpul dengan gengku dengan wajah bersungut-sungut.


"dasar penguntit"gerutuku


"kenapa bebz wajah ditekuk gitu?"tegur Alesha


"gue gak enak badan nih,gue pulang dulu ya"pamitku


"gue anter bebz"


"gak usah"


***


Aku berdiri menunggu taksi dengan tak sabar.terlihat dari arah kejauhan sebuah taksi merendek mendekatiku.baru saja aku akan memegang gerendel pintu mobil taksi ada tangan yang menyerobot memegang gagang pintu itu.


"kauuuu!"pekikku


lagi-lagi aku harus berurusan dengan orang yang namanya Demas Fabian ini bukankah dunia ini luas kan ya ? tapi kenapa aku harus bertemu dia lagi.dia lagi.


"minggir ini taksiku!"pekikku geram


"ini taksiku kau lihat aku yang pegang gagang pintunya duluan" bantahnya


"gak bisa,kamu nyerobot curang


lagian aku yang lihat duluan"


"tidak bisa,ini taksiku"


"taksiku"teriakku seraya kudorong tubuhnya kasar


"dasar bawel!"bentaknya"


"aaaahhhh"teriakku saat kulihat taksi itu pergi


"taksinya pergi!ini semua gara-gara kamu" tudingku


"dasar penguntit!awas kalo nyerobot lagi.aku patahkan tanganmu"ancamku


"awas jangan dekat-dekat denganku!menjauhlah dariku!"


Aku kembali mondar mandir menunggu taksi.aku berdiri ditepian saat terlihat taksi dari kejauhan.akupun bergegas masuk saat taksi berhenti.lagi aku di buat kesal karena Demas ikut masuk.


"mau kemana Mbak?"tanya supir taksi


aku dan Demas saling pandang


"hotel Permata pak"


"Hotel Symphony"


aku dan Demas menjawab serempak.supir taksi itu menoleh ke arah kami dengan raut wajah bingung.


"ini yang benar kalian mau kemana?"


lagi-lagi kami menjawab serempak


"antar si bawel ini dulu pak" putus Demas


"iyalah,aku kan yang masuk duluan"gerutuku


"aku yang lihat duluan terus kamu serobot"tudingnya


"gak usah fitnah"


"benar kan?"


"enggak"


"diam"semprot pak supir


aku duduk bersedekap disisi kiri sementara Demas duduk disisi kanan.dia melepas long coat abu-abunya.


"ini hotel permata yang mana?hotel permata ada banyak?"


"hotel permata dekat rumah sakit pak"


"yah,kelewatan Mbak.ini jslan satu arah kita tak boleh putar balik.kita ambil jalan alternatif nanti"


"ini semua gara-gara kamu"


"kamu yang ngajak aku bertengkar" bantahnya


"saya baru nemu,pengantin baru kok berantem terus"keluh pak supir


" dengar ! kami bukan pengantin baru"pekik kami sewot


"haiih ogah banget punya suami mesum" gerutuku


"apa kamu bilang?"bentaknya


"M E S U M"ejaku lantang


"Ya Alloh ndak bisakah kalian akur?"keluh pak supir


"TIDAAAAKKKK!!!"teriak kami


Aku menoleh kr kanan dan kiri jalan.kenapa yang nampak hanya prpohonan ? ini dimana ? aku lirik jam tanganku.hah !!!! jam 1 pagi ! aku mulai gusar.kuperhatikan wajah tenang pak supir taksi.


"Pak,ini kita gak nyasar kan?" tanyaku resah


"ndak Mbak,ini jalan pintas"


"jalan pintas kok pohon pohon doang pak?"


"ini kan kawasan wisata hutan Mbak"


Aku semakin gelisah kuusap lenganku yang tiba-tiba menggigil.Demas tampak begitu tenang tak ada keresahan diwajahnya.aku terdorong ke depan saat tiba-tiba taksi berhenti.Demas menoleh ke arahku.


"ada apa Pak?"


"ndak tau Mbak,biar saya periksa dulu"


Demas ikut turun memeriksa.ternyata air radiatornya habis.ditutupnya kembali kap mobil.aku penasaran ikut turun.


"bagaimana Pak?"tanyaku


"air radiatornya habis.kalian di sini saja biar saya cari air dulu" pamitnya


"hati-hati Pak"


Bisa bayangkan bagaimana horornya hanya berdua saja ditengah hutan ? paranoid sudah pasti.aku celingukan kanan kiri.ku pandangi langit malam yang begitu kelam tanpa bintang.aku mondar mandir kebingungan sementara Demas berdiri bersandar mobil sambil terus menatapku.


Ini sudah hampir setengah jam setelah pak supir pergi.tapi di tak kunjung kembali.aku semakin cemas.


"ini pak supirnya mana?" keluhku


"bagaimana kalau kita jalan pelan-pelan siapa tau nemu tempat singgah"saran Demas


"aku takut sekali"rengekku


"kan ada aku"


Demas menggenggam tanganku dan berjalan menempel di sebelah ku.dia pasti bisa merasakan kalau aku menggigil.selain takut secara aku hanya memakai peplum diatas lutut tanpa lengan pula.


"takut?"tanya Demas yang menoleh kearahku


"hem"anggukku


Demas merangkul bahuku.kini rasa takut sirna.rangkulannyapun menerbitkan hangat disekujur tubuhku bak hangatnya mentari pagi.baru berjalan sebentar tiba-tiba terdengar suara lolongan anjing.


dari suaranya terdengar begitu dekat.kami terperanjat saat menoleh segerombolan anjing tepat berada di belakang kami.


wajah panik dan ketakutan tak lagi dapat kusembunyikan.tak perlu komando pada hitungan ke-3


LLLAAAAAARRRRRIIIIIIIIIII


Kami lari pontang panting tanpa sadar jauh memasuki hutan Demas sama sekali tak melepas tanganku.setelah dirasa suara anjing itu semakin menjauh kami baru berhenti.


napas kami tersengal sengal,aku menunduk memegangi lututku yang mau lepas.


"sialan tuh anjing"umpatku


"kita istiranat xulu"


aku memandangi sekeliling.kanan pohon kiri pohon depan pohon belakang pohon.aku mendongak ke atas tak nampak langit yang terlihat hanyalah rimbunnya dedaunan.


"kita dimana?"desisku serak


"entahlah"


"apa kita tersesat di hutan?" tanyaku yang hampir menangis


"tenanglah,kita akan cari jalan keluarnya"hibur Demas


"kalo tidak ketemu gimana?" tangisku


"aku yakin sekali pasti ada jalan keluarnya,Freya"hibur Demas sembari memelukku


"aku mau pulang"tangisku tersedu


"kita jalan pelan-pelan kita ingat kita lewat jalan mana tadi"


Pohon yang dilewati hampir sama bagaimana bisa memastikan arah yang mana ? baru berjalan sebentar hujan deras mengguyur


kami tak punya tempat berteduh.kondisi tanah yang becek membuatku tak bisa berjalan memakai heels.kutinggalkan heels itu dan berjalan tanpa alas kaki.sesekali aku berjingkat karena kakiku tertusuk duri ditambah makin perih karena lukanya terkena tanah becek.


"aku tak tahan lagi.kakiku sakit sekali"keluhku


"aku gendong ya,lihat di depan sana ada gubug"


Aku digendong belakang oleh Demas.kami singgah disebuah gubug.aku duduk disebuah batu besar.Demas tampak sibuk mengumpulkan jerami kering digubug.dia celingukan mencari sesuatu.dia menemukan sesuatu di soko guru.korek api ! Demas mulai menyulut jerami itu.api mulai berbendar hawa hangat menyeruak diantara derasnya hujan.sedikit mengikis dingin yang mengungkung tubuh kami yang basah kuyup.


Demas menggosok-gosok telapak tanganku dan sesekali meniupnya.tangisku makin pecah.


"kita akan pulang kan?"isakku


"tentu saja Freya"ucapnya sembari mengelus wajahku


"aku takut sekali"


"its okay,everything will be fine soon"biburnya


Demas melepas kemejanya ditaruhnya pada sebilah kayu dan di ganggang diatas bara api.khilaf kunikmati tubuhnya yang kekar atletis itu.sungguh bodynya itu jauh lebih macho dari Kail.


terlebih dalam keadaan basah kuyup begini iman siapa yang tak akan jebol.


Sepertinya dia sadar kalau aku perhatikan.dia ganti menatapku tak berkedip.ku turunkan pandanganku.kuamati tubuhku sendiri karena basah kain dressku nyetak dengan sempurna bra putih yang ku pakai.serta merta ku silangkan tanganku di depan dada.


"berhenti menatapku begitu!" semprotku


"kenapa baru nyadar sekarang?nyeplaknya kan udah dari tadi" cemoohnya ringan


"jadi.....jadi....kamu udah liat dari tadi?dasar mesuuummm" tudingku menahan malu


"siapa suruh pakai pakaian sexy"


"hadap sana!"pekikku menunjuk arah jarum jam 9


Demas menurut saja.aku kembali menghangatkan tubuhku di dekat api unggun.kuawasi sekeliling mataku melotot ketika kudapati seonggok benda mengerikan dengan kepala tegak menyongok menatapku dengan sorot mata hijaunya.ular ! iya ular bibir ini kelu tak mampu bersuara.


"u..uu...ular ! Demas ular"aku berteriak dan meloncat ke dalam pangkuan Demas


sigap Demas meraih kayu yang masih menyala dan mengobat ngabitkan kayu itu ke arah ular cobra itu.perlahan ular itupun menjauh.


Tangan kanan Demas mantap merengkuh pinggangku sementara kedua tanganku masih bergelayut dilehernya.mata kami saling ber- sitatap tangan kirinya lembut me- nyibak poniku yang basah.dielusnya wajahku perlahan.


Ya Rabb bibir merah mudanya bak buah naga yang siap disantap.wajah kami makin dekat....dekat...dekat sekali sampai bibir kami saling mengait.lembut sekali kurasakan Demas meletakkan lidahnya di sudut bibirku lantas disesapnya perlahan.mataku menatapnya sayu tak ada kata yang tersampaikan.


bibir kami hanya terus saling ******* menimbulkan suara decapan-decapan nikmat membarengi derasnya hujan.lidah kami bergantian bermain di langit-langit rongga mulut kami.kumainkan rambutnya dengan gemas sementara itu tangan kirinya yang semula berada dibelakang leherku kini turun ke dadaku.


CCCCCCRRRRREEETTTTT


Tubuhku mengejang hebat seolah mendapat sengatan listrik ratusan ribu volt.tak lagi kurasakan ini dari Kail.kegilaanku semakin menjadi-jadi saat bibirnya yang basah turun ke leher memberi kecupan-kecupan dahsyat disana.semakin ku tekan kepalanya di dadaku


aku bahkan tak sanggup lagi untuk mengendalikan bibirku agar tak mendesah.


Tangannya menurunkan tali peplum yang menggantung di bahuku.diremasnya dadaku gemas.sungguh tubuhku serasa melayang


dihujani banyak kecupan yang me-ngandung sengatan dahsyat.


Demas mengangkat wajahnya dan tersenyum menatapku.kembali di kecupnya bibirku lagi lagi dan lagi.tak lagi kami pedulikan guntur yang menggelegar.


Aku merangsek turun dari pangkuan Demas kubenahi dressku yang mengering dengan sendirinya.lagi ? aku melakukan kegilaan lagi ? aku sungguh tak berani menatapnya aku merasa begitu rendah tak berharga sama sekali.


"kita jalan lagi ? hujan mulai reda"ucap Demas memecah sunyi


nya hutan belantara


"kakiku masih sakit"rengekku manja


kuperlihatkan kedua telapak kakiku yang penuh dengan luka.Demas memakai kemejanya asal dan jongkok membelakangiku dia mengisyaratkan agar aku naik ke punggungnya.aku menggabruk punggung Demas dan melingkarkan tangan di lehernya ku hirup wangi tubuh Demas sepuasnya ini inikah namanya mendua ? merasa jauh lebih bahagia bersama pria lain.merasa lebih bergairah di cumbu oleh pria lain.ini kegilaan apa ?


"kamu berat sekali Freya"keluh Demas


Aku sungguh bagai disambar petir mendengar pernyataan Demas.aku berat ? tidak hanya Demas yang mengatakan itu tapi juga Kail.


kekasihku itu juga mengatakan kalau aku ini berat.


mungkin itu karena aku kesering- an makan mie instan dan juga junkfood.


"aahh masa aku gendut?" teriakku


"ini pasti gara-gara kamu makan sembarangan"


"siapa yang suruh di Cawang makanannya enak semua"celoteh


ku


"ampun ah Demas Fabian letoy ah gendong aku yang beratnya gak ada 70 kilo ngeluh"cibirku


"gila ! kamu bilang gak ada 70?"


"badan udah kayak gajah bengkak gini"cemoohnya


"hhhaaa gajah bengkak! enggak! turunin aku!"rontaku yang membuat keseimbangan Demas oleng


"diam Freya!kita bisa jatuh"


Untung Demas segera memegang tanganku sehingga kami tak jadi terjatuh.hangat sekali tangan itu.kusejajarkan wajahku dengan pipi


nya.sumpah !!! kenapa aku harus bertemu dengan Demas di waktu yang salah.


Sayup kudengar suara deru mobil.sedikit kumiringkan telingaku untuk memastikan sumber suara itu.


"Demas kau dengar itu?suara deru mobil dengar tidak?"seruku kegirangan


"iya,tapi gak usah kayak gini juga,kamu masih digendongan Freya"solot Demas


"maaf"


"Kita akan pulang!"pekikku


Tak seberapa lama kami akhirnya tiba di tepi jalan.aku duduk bersimpuh menunggu Demas menyetop kendaraan.sudah ada beberapa kendaraan yang lewat tapi tak ada satupun yang berhenti.


"biar aku aja yang nyetop"


"Demas payah"


kurapikan rambutku kemudian ku pasang pose menggoda tak butuh waktu yang lama untuk membuat sebuah kendaraan berhenti ternyata mobil pick up yang berisi buah dan sayur.


"Mas...Mas...boleh numpang ndak?"tanyaku genit


"boleh"


"ini daerah mana shi Mas?"


"Kalibiru Mbak ayu"


Kalibiru ? Kalibiru adalah kawasan hutan wisata Kulon Progo yang letaknya cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta.sialan tuh supir taksi.membuat kami terdampar di negri antah berantah seperti ini.hampir mati jadi santapan segerombolan anjing liar pula.


"Mas kami ikut ke kota ya"


"iya Mbak,silahkan naik"


"kami dibelakang aja Mas"tolak


ku saat sang kenek hendak turun


Demas membantuku naik keatas pick up dengan susah payah.saat mobil melaju angin malampun berhhembus kencang.hawa dingin tak tertahankan aku membekap tubuhku sendiri.tapi ini benar-benar dingin aku bisa membeku.


Demas memelukku dari arah belakaang melingkarkan tangan nya pada lututku yang bersedekul dia bahkan menempelkan pipinya ke pipiku.tubuhnya yang besar ini benar melindungiku dari dinginnya angin malam dan me- nulariku rasa hangat.


"begini hangat?"bisiknya


aku terpejam seraya menggigit bibir bawahku.aku hanya bisa mengangguk lemah.


"bertahanlah"


"dingin sekali"desisku dengan suara. bergetar


Aku masih terpejam,lagi kurasai


bibir Demas lembut mengulum-ngulum kecil bibirku yang seolah membeku.ku sandarkan kepalaku di lengannya.di lepas sesaat di kulum lagi dilepas lagi dikulum lagi begitu berulang sampai tubuhku semakin hangat.


benar kata orang kulit ketemu kulit adah pengusir dingin terhebat.


Mobil pick up perlahan lahan melambat dan berhenti.ku buka mataku kuawasi sekeliling ada banyak lampu pijar bulat.ada bebe


rapa laki-laki berseragam polisi keluar masuk sebuah bangunan.


polisi ? ini kantor polisi ?


"kenapa supir pick up berhenti disini?"batinku


"ayo turun!"teriak sang supir seraya menggedor gedor badan pick up


"cepat"teriaknya ketika kami tak juga turun


Kedua orang itu menggiring kami memasuki kantor polisi.Demas menurunkan aku dari gendongannya.2 orang polisi jaga menatap kami dengan sinis.


"Pak kulo badhe nglaporake pasangan mesum niki"


Pasangan mesum ? aku memicing memandangi 2 orang itu dan pak polisi bergantian.aku memang tak terlalu bisa berbahasa jawa tapi aku tahu apa arti perkataan supir itu.


"pasangan mesum?"ulang sang polisi


"enggih pak.tiyang kalih niki wau tumut kulo saking alas.lha terus teng mobile kulo rangkul-rangkulan,ambung-ambungan mboten ngertos isin"ujarnya


Pak polisi menatapku dari atas sampai bawah terus ganti mengawasi Demas.


"Pak,ini salah paham pak.kami bukan pasangan mesum.kami ini pengantin baru yang sedang berlibur"


"beberapa jam yang lalu kami naik taksi.tiba tiba taksinya mogok.supir taksinya pamit cari air.karena lama kami berinisiatif menyusul tapi ditengah jalan kami dikejar anjing kami lari tak sadar masuk hutan.kami kehujanan sampe njedindil gini pak.terus saat kami keluar hutan kami numpang naik pick up Mas ini malah dibawa kemari"ceritaku tanpa titik koma


Bapak polisi masih melongo


"kami ini pasangan pengantin iya kan Sayang?"seruku


Demas hanya mengangguk


"kalau kalian memang pasangan pengantin mana kartu identitas kalian?"tanya Pak polisi


"yah Pak,dompet mantel semuanya tertinggal di dalam taksi"terangku


"kalian mau membohongi polisi?"bentaknya


"bapak urus mawon tiyang niki.kulo pamit riye."pamit supir itu


"silahkan"


"kami akan mendata kalian baru nanti kalian kami pulangkan pada keluarga kalian"terangnya


"ini Indonesia bukan Korea ataupun Amerika yang kalian bisa bebas berbuat asusila"


"ini salah paham pak"teriakku


"pak boleh saya pinjam telepon?saya mau telepon kakek saya"hibaku


"siapa nama kakekmu ?"


"Imran Rasyid"


aku terkejut saat polisi itu menggebrak meja dan melotot ke arahku.


"kalian ini,sudah berbuat mesum malah beraninya membawa nama orang terpandang di kota ini"semprotnya


"dia memang kakekku,siniin teleponnya" sengolku


kurampas gagang telepon yang dipegangnya.untung dalam posisi darurat aku bisa ingat nomor kakek.jam segini biasanya kakek bangun sholat subuh.


telepon tersambung tapi belum juga diangkat.pak polisi shdah menatapku tajam.telepon diangkat.


"kakek tolongin Freya"


"sayang dimana?"


"di kantor polisi resort Kalibiru,kek"


"sudah jangan banyak tanya cepat kemari"pekikku


"berikan teleponnya pada pak polisi"titahnya


"ngomong sendiri sama kakek"kusodorkan telepon ke pak polisi


Polisi itu hanya manggut-manggut sbil menatap kami.aku kesal sekali aku panik setengah mati tapi Demas malahh duduk cuek.


"kau bisanya duduk santai sementara kita terancam ditahan"bentakku


Demas hanya mengulas senyum menatapku.dasar bikin aku makin dongkol.


Seorang polisi datang menyuguhi kami coklat panas tumbenan polisi ini mendadak baik.


"bisa minta obat luka pak?kaki istriku terluka"


istri ? aku melotot kearahnya dengan gigi bergemerutuk


"sebentar"


"istri dari hongkong?"geramku


"kita ini pengantin baru kan Sayang"ledeknya


"jangan coba cari kesempatan" ancamku


"tidak Sayang aku hanya mau mengobatimu"ucapnya saat polisi datang membawa obat luka


Demas meluruskan kakiku memberihkan lukaku dengan tisu pelan dia mengoles lukaku.


"aaahhhhh"aku berjingkat kesakitan


"tahan"


Demas melepas taplak meja disebelahnya dan dilemparnya ke pangkuanku.kontan kugelar taplak itu untuk menutupi pahaku.


"mari saya data.siapa nama kalian?"


"Freeya Aqila Hasbie Rasyid dan Demas Fabian"sahutku


"benar kalian pasutri?"


"menurut anda?"


"pasutri kok pelotot pelototan gitu?"


"lah tadi ambung ambungan dibilang mesum"cibirku


"kan ya tidak ditempat umum cah ayu"


"lah bak terbuka kan bukan tempat umum"sanggahku


polisi itu geleng kepala dan meng


hela napas sengaja kuelus manja paha Demas di hadapannya.


"apa semua pasangan muda seperti kalian?"keluhnya


Terdengar suara deru mobil berhenti dipelataran kantor polisi.


tak lama kakek masuk segera ku kerlingkan mata kearahnya.


"kakek"


"pak kenapa cucuku bisa anda tahan?"tanya kakek


"maaf Pak Imran saya tidak tahu.tadi supir pick up membawa mereka mengatakan mereka pasangan mesum"


kakek menatapku.aku segera menggeleng dan melambaikan tanganku.


"kami ini kan pasangan pengantin ya,kek"


"iya pak polisi"


"maaf atas ketidaknyamanan ini Pak.maafkan kami"ucap sang polisi


"boleh saya bawa cucu saya pulang?"


"oh tentu Pak"


"terima kasih coklatnya ya pak"ucapku seraya ku kerlingkan mataku genit


polisi itu nampak salah tingkah


"Sayang gendooonnggg"rajukku


Sigap Demas membopongku keluar dari kantor polisi.kakek duduk di samping supir sementara kami duduk di kursi belakang.


****** ! kalimat pembelaan apa yang harus aku berikan pada ayah dan kakek.masa aku harus bilang kalau aku TERDAMPAR DI NEGRI ANTAH BERANTAH BERSAMA PANGERAN TANPA NAMA ????


***