Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 17 Ada Rindu



Bukankah ini konyol ? baru kemarin aku ber-yuvoria untuk merayakan kebebasanku dari batu yang menyusahkan itu.sekarang aku sudah dilanda kegelisahan.


Entah sudah berapa kali aku bolak-balik berputar dari kiri ke kanan.dari kanan ke kiri di dalam kamar.insomnia tengah melandaku.capek mondar-mandir aku duduk.capek duduk aku berbaring.menit ini aku miring kiri tapi menit berikutnya aku miring kanan.malam seolah tak bergulir sama sekali.


Aku duduk bersandar di headback sembari menggeser-geser layar ponselku.dari menu masuk ke WhatsApp.dari WhatsApp kembali ke menu begitu teruz bolak-balik tak jelas.


"tidak!tidak!aku tidak akan nge-chat dia duluan.dia bisa besar kepala nanti"gumamku dalam hati


Berharap akan ada pesan masuk darinya.kulirik bantal disebelahku.


kosong ! bukankah seharusnya aku senang ? aku tak harus berbagi tempat tidur dengan Demas atau siapapun.


Tapi kenapa kali ini terasa lain ? aku berharap menemukan sosok dingin pengantar tidurku dan sosok tenang yang ku lihat pertama kali saat aku membuka mata.


TING


Ponselku berdenting ku longok ponselku dengan penasaran.hati ini berlonjak girang tertera nama Mr.Moody disana.aku tersenyum tipis merasa dia merasakan apa yang terbersit dihati ini.


Mr.Moody :


Freeya ;(


Aku :


Apa ???


Mr.Moody :


Gak bisa tidur :(


Aku :


Kenapa ???


Mr.Moody :


Entahlah


Aku :


matikan lampunya


Mr.Moody :


Ini bahkan gelap gulita terang gak bisa tidur begitu juga dengan gelap


Aku :


bayangin yang indah-indah aja


Mr.Moody :


Aku ingat kamu Freya ^_^


Chat terakhirnya itu membuatku terpaku.ini orang kesambet setan apa ? lebay banget.karna kelamaan tak kubalas akhirnya Demas vicall.


Aku kelabakan kebingungan tak berani ngangkat.ku bungkus tubuhku yang hanya berbalut tank top dengan selimut.


"Presdir tidurlah.aku ngantuk sekali"


"temani aku sebentar saja.bicara apa saja terserah"ucapnya dengan mata terpejam


terlihat dia memeluk guling begitu erat.sumpah ! aku ingin jadi guling itu.oh goddamit !!! ini kegilaan apa ?


Hubunganku dengan Kail masih dalam tahap perbaikan dan aku malah memikirkan pria lain ku elus lembut wajahnya dari layar ponselku.


"tidurlah,aku nyanyikan sebuah lagu untukmu"lirihku


"apapun itu"


lembut kubersenandung mendendangkan lagu pengantar tidur yang biasa Ibuku dendangkan dulu.entah apa judulnya tapi setiap Ibu bersenandung aku bisa langsung terlelap, walau cuma ham hem nadanya.


Ibu !! hatiku tiba-tiba terasa amat nyeri mengingatnya.Ibu andai beliau masih sda tentu aku tak akan terdampar disini.aku tak akan menggantungksn hidupku pada Kail.aku terguguk beberapa saat.air mata ini meluncur tanpa ku komando.


Buru-buru kuseka air mataku.aku tak mau Demas melihatku menangis.tapi sepertinya dia sudah terlelap.ku matikan ponselku dan mencoba ikut tidur.


***


Entah berapa kali aku menguap kerja tak fokus karna di dera kantuk.Demas bisa tidur dengan nyenyak sementara aku harus terjaga sampai subuh.sial bener.


"begadang sist?"ledek Kinar sembari mengundurkan kursi melongokku


"hhuueemm !! gara-gara batu sialan nih ganggu orang tengah malam"keluhku


"Presdir nelpon kamu tengah malam?wah ada sesuatu nih"celetuknya


"apaan ah ? yang ada bikin kesel iya"sahutku


"roman-romannya tuh Presdir naksir kamu deh,Ay"


"naksir dari hongkong?aku ini udah tunangan mbambang,gak usah ngaco deh yak"ku toyor lengan Kinar dengan kesal


"nih Ay,bukti konkret yak.kalo gak naksir ngapain dia nolongin kamu ? tiap kali marah sekali kamu bantah langsung diam.kalo ngeliatin kamu udah kayak gak ada orang lain"terangnya


"yang lebih konkret lagi pas kamu kejebak di Bogor.dia udah kayak orang gila.semua orang kena omelannya"imbuh Kinar


"Auuu aahh !!aku mau ke pantry siapa mau nitip ?"ujarku sembari bangkit


"gak Ay,malah ngrepotin"ucap Seno yang duduk di seberang mejaku


"heleh ! kita kan satu tim.gak ada istilah merepotkan"ucapku


"Elo kan ketua tim kita Ay,kan gak bisa main suruh aja"sahut Era


"apaan kalian ini ? ketua cuma jabatan selebihnya kita sama"


"keren Lo,Ay""biar gampang latte semua aja,OK"


"Cuuussss"sahutku sambil lalu


Sebelum ke pantry kubasuh wajahku dulu di toilet agar mata ini bisa melek.


Keluar dari pantry saat hendak kembali ke Divisi,aku berpapasan dengan Demmas dan Agatha.si genit itu benar-benar memenuhi undangan Demas.


"cuekin aja,anggap gak liat" batinku


saat mereka melewatiku, aku baru menoleh.sial!!! tanpa sengaja mataku bertemu dengan mata Demas yang juga menoleh ke arahku.aku tak mengerti pesan apa yang tersirat dari tatapan ini.aku keburu mengalihkan pandanganku.


ku berikan latte itu kepada tuannya dan khusus untukku coklat panas.ku hirup aroma coklat panas itu berbarengan dengan ku hela napas untuk mrnenangkan hatiku.


"mereka mau kemana?"batinku


Ku acak-acak berkas yang sudah ku tata.haaaah !!! sudah di ACC semua.aku tak punya alasan untuk mengganggunya.


kumainkan kursor dengan kesal otakku panas tak bisa menemukan akal mengganggu mereka.ku ambil ponselku.iseng aku kirim emot mewek padanya


tak berselang lama ponselku berdenting ada balasan darinya.


Mr.Moody :


???


Aku :


Salah kirim


Mr.Moody :


Kau pikir aku bocah yang bisa


Kau bohongi ?


Aku :


:'<


Mr.Moody :


Dasar Freya bodoh !


Kau manis kalo lagi cemburu


Aku :


Amit-amit


Gak usah GR aku bakal cemburu


Mr.Moody :


kau pikir aku bocah bisa kau


tipu dengan alibimu


Aku :


lah gak percaya up to you


Mr.Moody :


lalu apa alasanmu nge-chat gak


jelas ???


Aku :


Salah kirim mbambang :/


Mr.Moody :


KONYOL


Aku senyum-senyum sendiri membaca chat Demas.hhhaahh setidaknya aku bisa menyita waktunya bersama dokter genit itu.yyyyyeeesss !!!


"napa lo ? kesambet?"tegur Qalila pas makan siang


"enggak"


"eh tau gak Ay,Presdir dapat cewek baru lagi"tutur Qalila


"udah tau"sahutku santai


ku acak-acak makananku dengan malas.selera makanku mendadak sirna ku sesap jus alpukat di depanku.


"ceweknya cantik banget ya Ay?"


"cantikan juga gue"kelakarku


"weeiiss PD amat"


kembali ku sesap jus alpukat yang tinggal setengah ketika ponselku memekik.ku longok ID Callernya "My Beiby"


"Ya Sayang"sapaku


"sudah makan Sayang?"


"ini lagi makan sama Qalila"


"nanti malam aku jemput.kita makan malam ya Sayang"ucap Kail dari seberang sana


"iya Sayang aku tunggu"


"I love you.miss you so much Sayang"


Qalila nyengir menatapku "cie lembut bener udah kayak pantat bayi"


"yaelah Qal apaan shi?"


"kalo sama Presdir aja galak banget"


"ya iyalah.secara Kail lembut sama gue.lah Presdir kasar ya gue kasarin"bantahku


"Presdir sebenernya lembut"


"tuh batu lembut kalo ada maunya,lo kan gak 24 jam sama dia Qal.coba aja kalo lo gak sambat.berarti lo hebat"ujarku


"emang ya,kalo udah benci itu biar baik juga tetep kelihatan jelek"keluh Qalila


"gak benci Qal.ntar kalo gue naksir dia.kasian Kail kan yah ?"


"balik yuk !!deadline nih gue"


***


Ku keluarkan semua dress milikku yang tergantung di lemari.


aku bingung mau pakai yang mana?aku coba satu persatu.ini salah itu salah.yang ini kelonggaran yang itu terlalu pendek.ku lempar dress yang sudah ku coba ke atas tempat tidur.


Akhirnya ku jatuhkan pilihanku pada bodycon dress - less shoulder setinggi lutut warna navy.


dress itu kupadukan dengan heels warna abu-abu.ku poles wajahku secantik mungkin.kuisi leherku yang kosong dengan kalung berliontin berlian hadiah dari Kail yang serasi dengan antingnya.


Rambut coklat panjangku ku gerai dan ku letakkan didepan dada.ku patut diriku di depan cermin aaahh jam tanganku kelupaan.ku sambar dompet persegi panjang warna hitam diatas nakas dan keluar.


Kail sudah menunggu di lobi.dia tak bergeming beberapa saat seperti orang yang tengah terhipnotis.


"Sayang cantik sekali!"pujinya


"terima kasih"


dengan sigap Kail membukakan pintu mobil untukku "silahkan masuk tuan putri"


Aku tersenyum kecil sembari masuk mobil.Kail memutar ke sisi yang lain dan duduk di belakang kemudi.


lagi-lagi Kail menatapku lekat di remasnya jemariku lembut.reflek ku cium pipinya dan kembali melihat ke depan.


"Sayang"


"iya Sayang"sahutku


"love you so much"lirihnya


aku hanya tersenyum.mobilpun melaju.sesekali Kail melirikku dan tersenyum.


"fokus lihat ke depan Sayang"tegurku saat Kail kembali menoleh ke arahku


"iya Sayang"


"eh Sayang tau ? tadi Shanum minta ikut"


"Sayang tadi mampir ke yayasan ?"tanyaku


"hem.aku kesulitan membujuk dia tadi.dia nangis,Uma sampe harus ngungsiin dia biar aku bisa pergi"ceritera Kail


"Shanum memang begitu Sayang dia itu ngegemesin"imbuhku


"nanti kalau kita punya baby pasti jauh lebih ngegemesin karna Sayang lebih cantik"ucap Kail


"sudah pasti karna Sayang ganteng juga"tawaku


"Sayang jangan pernah lagi berkata ingin berpisah dariku"pintanya


wajah Kail mendadak begitu serius begini ini yang membuatku tak tega bila menyakitinya.


Kail menarik kursi untukku sungguh aku berasa bak seorang putri.ku edarkan pandanganku ke segala penjuru.ada sekelompok band musik di panggung kecil di seberang mejaku.restoran ini begitu mewah didominasi dengan design eropa klasik dengan hiasan lampu temaram.


Tumben Kail tak memboking restorannya.selain kami masih sda beberapa pasangan lain.walaupun jarak antar meja cukup jauh.


Dua orang waitress menyajikan pesanan untuk kami.iringan lagu syahdu menambah suasana semakin romantis.


"seperti makan malamnya ABG yang baru jadian saja Sayang"


"bagiku kita memang seperti baru jadian Sayang.biar itu 5 tahun,10 tahun kedepan bahkan selamanya kita akan tetap romantis,manis dan hot seperti ini"


Aku terkekeh mendengar kalimat Kail yang terdengar begitu ldbay.


tak biasanya Kail seromantis ini.


"aku akan berusaha menjadi seperti yang kau impikan.agar kau tak perlu berpaling kepada pria lain"ucapnya seraya mengecup punggung tanganku


"maafkan aku Sayang"


"Sayang tidak salah"


"aku yang belum bisa memberikan waktu sepenuhnya kepada Sayang"


"kita mulai dari awal"


Kail menjentikkan jarinya dan band musik mulai memainkan sebuah lagu.sebuah lagu milik Evie Tamala yang di buat orkestra


mengiringi kami menyantap hidangan.


Ada rindu dimalamku


Ada resah di tidurku


Ada tangis di hatiku


Ada hasrat yang menggebu


Ingin Segera bertemu


Walau sekedar di mimpiku


Aku tak bisa ku tak kuasa


Lama tak bertemu


Lama ku tanpamu


lirik lagu ini membuat hatiku nyeri.wajah Demas membayang dipikiranku.apakah ini rindu ? mengingat wajahnya saja membuat hatiku sakit sampai ingin menangis.


"Demas"batinku


Kail berdiri dan melangkah ke arahku dia berhenti di belakangku.


"pejamkan matamu"


Aku menurut saja ku pejamkan mataku.kurasakan sesuatu menggantung di leherku ku raba perlahan kalung ? ini bahkan lebih besar dari yang kupakai.ku buka mataku


"Sayang ini terlalu mewah" gumamku


"ini sangatlah pantas untuk kekasihku yang cantik"ujarnya


"kau tau aku tak suka yang berlebihan"


"Sayang simpan untuk anak kita kelak"


"jangan lepas"cegah Kail saat aku memegang kalung itu


Ku simpan kalung yang sebelumnya ku pakai ke dalam kotak perhiasan berbentuk cinta.


aku baru akan menyuap kembali makananku saat mataku tak sengaja bersitatap dengan orang yang begitu familiar.


"Demas,"batinku


Dia datang bersama Agatha yang begitu anggun memakai peplum dress warna merah dengan tali spagetti menggantung di leher.


Aku menurunkan pandanganku saat Demas menatapku tajam.dia duduk tepat disamping mejaku.


Kail sama terkejutnya denganku dia sudah menampakkan wajah tak senang.


Aku begitu gusar terus di perhatikan Demas.ingin rasanya aku menghilang dari tempat ini.


"Sayang kita dansa!"ajakk Kail


"sebentar saja ya"


Kami dansa Demaspun mengikuti Tuhan pertama aku merasakan seperti pesakitan ditatap begitu menyeramkan.


DDDEEEPPPP


tiba-tiba lampu padam aku terlepas dari rengkuhan Kail.semua gelap pasangan di sebelahku kembali ke meja mereka.ku cobba mencari Kail.


kurasakan tubuhku direngkuh seseorang.dari wangi tubuhnya aku tahu ini bukan Kail.


desah napasnya lembut menempa wajahku.


"Presdir"desisku


"kau cantik sekali Freya"bisiknya


"lepaskan aku Presdir,aku tak mau Kail melihatnya"ucapku berbisik pula


"biar aku menikmatimu dulu baru Kail"


"jangan Presdir ku mohon"


"bagaimana kalau aku katakan aku menyukaimu Freya"tuturnya


"jangan gila,aku adalah tunangan Kail dan aku tidak menyukaimu"balasku.


Demas merengkuh pinggangku makin kuat membuatku sama sekali tak berjarak dengannya.aku terus menunduk terbenam di dadanya agar dia tak bisa menciumku.sementara tanganku terus berusaha berontak.


Tepat saat lampu menyala aku bisa terlepas dari Demas.aku melangkah menghampiri Kail yang ternyata mengambil ponselnya untuk senter.


"Sayang,aku ke toilet sebentar"


Ku basuh wajahku berulang-ulang ku pandangi wajahku di cermin.


ku hela napas sebal.apa-apaan si batu itu ? menyukaiku ? bullshit ah kalau hanya mengerjaiku iya.


Mataku terbelalak saat balik badan Demas sudah berdiri diambang pintu.dengsn serampangan dia menutup pintu dan langsung memelukku.


"Presdir ini toilet wanita"seruku


"aku sangat merindukan kamu Freya"bisiknya


"ini salah Presdir.saya sudah punya tunangan"


"aku tak peduli.aku bahkan bisa membuatnya meninggalkan kamu sekarang juga"


Kudorong tubuhnys sekuat tenaga "kau mungkin bisa membuatnya meninggalkan aku.tapi kau juga harus tau.aku tidak akan lari dalam pelukanmu"


"kau urusi saja dokter genitmu itu.maaf aku tidak ada waktu main-main denganmu"ucapku sambil lalu


Kail mengejarku yang berjalan melewatinya.aku masuk mobil tanpa bicara apapun.hatiku nyeri sekali apa-apaanini ?


"jangan bicara apapun kita pulang!"


"OK aku tak akan bertanya"


lagu "Ada Rindu" menjadi back sound di kepalaku.hatiku bertambah nyeri.coba disini tidak ada Kail aku akan menangis sejadi-jadinya.


***