
Kuawasi Freeya yang tengah mengecek truk yang keluar masuk gudang dari kejauhan.dia bahkan tak pernah mengeluh meski berada di titik terbawah.dia begitu anghuh meski sekedar untuk memintaku kembali.aku masih terngiang pesan Kakek untuk tidak mengumumkan perihal kandasnya hubungsn kami kepada pers.
Aku tersenyum kecut melihat tingkah Freeya yang naik turun truk dengan konyolnya.dia seolah tak punya beban sementara hatiku ini rasanya nano nano.melihatnya setiap hari membuatku sakit mengingat dia berpelukan dengan Kail.kepasrahannya dipeluk Kail menjadikanku mati rasa.
Aku berlari secepat kilat menyambar tubuh Freeya yang hampir terserempet truk yang baru keluar dari gudang.tubuh kami terguling di tepian jalan.tubuh Freeya menindihku.tanpa sengaja mata kami saling bertubrukan.mata indah itu menatapku sedemikian teduhnya.kurasakan sesuatu di bawah sana bereaksi dengan menggeliat. tanpa sadar kurengkuh tubuhnya erat.Freeya sepertinya menyadari hingga menarik tubuhnya bangkit.
"kau sudah gila ya !"semburnya geram
"kau yang gila ! kau mau mati apa ? kau hampir terserempet tadi,kenapa ceroboh sekali"semburku sama geramnya
Aku bangkit sedikit terhuyung karnsa kurasakan pening di kepalaku
"kau...kau mengawasiku ? sudah aku katakan jangan biarkan aku melihatmu"tukasnya
"aku bisa menjaga diriku sendiri"ucap Freeya dengan angkuhnya
"dasar sombong"
Aku berbalik hendak melangkah namun tiba tiba aku kehilangan keseimbangan.aku hampir terjatuh kalau aku tidak srgera bersandar pada Freeya.
Freeya membawakuu duduk di kkursi di deoan gudang.kupegangi belakang kepalaku.aku terperanjat saat tanganku penuh darah,Freeya serta merta menyentuh tanganku.
"darah ! jahitanmu terbuka lagi"serunya panik
"ini pasti karna jatuh tadi"
Kuraih ponselku ,kuarahkan mulutku pada sensor ponsel"telpon Haris" kutunggu beberapa saat sampai telponku di angkat
"cepat ke gudang selatan,Ris !"titahku
Freeya me.gusap darah di tanganku dengan sapu tangan.dengan lembut dia membersihkan darah di belakang telingaku. kucium wangi tubuh Treeya yang bak candu
Haris berlari lari kecil menghampiriku dengan gugup dia segera me.apahku di bantu oleh Freyamemasuki mobil.
"Ris,jaga Presdir ya ! aku harus kembali kerja"pesannya sebelum mobil melaju
"siap Ay,"sahut Haris
aku merebahkan tubuhku di kursi belakang mobil.kurasakan sakit yang teramat sangat di kepala bagian belakangku.aku ingat Freeya kenapa untuk menjauhimu harus kurasakan sakit yang teramat.
,_\=_\= _\=_
Hari ini aku ada meeting dengan Pak Alex,heh ! sudah pasti nanti Queenara akan turut serta.malas sekali rasanya bila haris berurusan dengan gadis itu.
"minta Edward .enggantikanku, Ris"lintaku
"ini tender kakap Presdir"kata Haris mengingatkan
"shiitt....!!!";umpatku
Saat keluar daro parkiran kulihat Freeya sedang bercengkrama bersama teman sesama karyawan gudangnya.Haris melirik kearahku yang langsung kubuang pandang.
"mau sampai kapan seperti ini ? sampai Freeya bener bener membenci Presdir;?" sergah Haris
"bukankah itu yang dia inginkan agar bisa kembali kepada Kail,dia begitu tersakiti dengan hubungan kami karna dia masih punya rasa dengan Kail"tukasku
"maaf Presdir,sepertinya ada yang salah dengan diri anda setelah kecelakaan kemarin" celetuk Haris terdengar kesal
"tutup mulutmu !"bentakku
Selesai meeting,Aku mengiyakan saja saat Queenara mengajakku makan siang.aku minta Haris kembali ke kantor sementara Aku pergi bersama Queenara.
"aku senang srkali akhirnya kamu mau aku ajak makan siang"ujar Queenara sumringah
"Freeya tidak marah bukan ?"
"tidak"jawabku singkat
"dia sangat pengertian"
"eemm...mau pesan apa ?"
"kau pesan saja aku ikut"sahutku acuh tak acuh
Queenara memanggil pelayan dan memesan makanan sedangkan aku hanya sibuk memainkan ponsel.
"Mas,pesanan saya sudah siap ?"
Aku menoleh saat kusadari aku mengenal suara itu "Freeya" aku menghela napas tentu saja ini adalah restoran favoritnya.spaghetti carbonara restoran inilah yangg menjad8 magnet untuknya selalu datang kemari.dasar Freeya padahal sudah kularang dia untuk makan makanan sejenis pasta.
"sepuluh menit lagi,mbak Freeya" jawab sang pelayan
"terima kasih akan saya tunggu"sahut Freeya lembut
Terlihat Freeya mengedarkan pandangannya dan lagi mata kami saling bertemu.segera Freeya menurunkan pandangannya dan mengambil duduk yang cukup jauh dariku.tapi aku masih bisa melihatnya.mata indah itu memerah.aku bahkan tak sanggup lagi melihatnya.
"aku ke toilet sebentar ya"pamitku
Queenara mengangguk
Aku basuh wajahku dengan air kupandangi diriku di cermin.apa yang terjadi 0adaku ? kenapa aku jadi seperti ini ? hatiku begitu sakit melihat Freeya seperti ini.
Aku kaget saat keluar Freeya sudah menungguku di depan pintu toilet.matanya yang sayu menatap teduh kearahku.mata itu seilah bertanya padaku ? apa ini ?
"seperti inikah ?"tanya Freeya ketus
"apa ?"
"tak haruskah menjelaskan ?"tukas Freeya
"apa kau juga pernah terpikir menjelaskan sampai semuanya menjadi seperti ini ?" hardikku
"aku jelaskan apa ? aku lebih memilihmu tapi kau meragukanku"
"ternyata cinta kita begitu rapuh"
"aku pikir,kita telah melewati dahsyatnya badai.lalu kenapa di dera gerimis senja kita menggigil ?"ucap Freeya getir
"aku merasa kau berubah tapi nyatanya tidak.silahkan nikmati hari barumu itu bersama gadis tidak jelas itu"semburnya
"benar kata orang pria baik untuk wanita baik pula"sinis Freeya sambil lalu
"apa kau tau aku sakit Freeya ?"desisku sembari kutinju dinding di sebelahku
"Freeya Aqila Hasbie Rasyid !"teriakku
_\=_\=_\=_\=_