
Aku tertegun membaca chat dari Kinar.ku lanjutkan design laptop yang baru setengah jadi.Sial !!! ada satu poin yang memaksa aku jadi gagal fokus.
Kinar :
Sejak gak ada kamu.aku sering
mergoki Presdir duduk di kursi
kerja kamu.
matanya merah kayak habis
nangis
kubaca chat itu berulang-ulang.ku geletakkan ponselku di dekat kertas gambarku.Demas Fabian benar-benar memenuhi janjinya.
dia tak lagi menggangguku tak lagi menampakkan wajah marahnya di toko.
Aku ingat kegilaanku di ruang pegawai waktu itu.kalau dia mau sudah pasti hilang keperawananku
tapi dia tidak melakukannya.aku menghela napas panjang di sudut hati ini biarpun sangat kecil jujur ada tempat istimewa untuknya.
andai saja waktu bisa kuputar kembali.
Aku beranjak saat pintu kamarku terdengar di ketuk.ku coba intip dari lubang kunci.kutilik dari perawakannya sepertinya Kail.
"bagaimana Kail tau aku disini?" gumamku
"aku buka tidak ya?" gumamku lagi
Pintu terus di ketuk aku masih saja mondar-mandir di dalam kamar.
aku belum berani membuka pintu.Kail pasti akan langsung memberondongku dengan serentetan pertanyaan.
Setelah berapa lama akhirnya kuberanikan diri untuk membuka pintu.sedikit bergetar ku buka gerendel pintu.Wajah bule kekasihku nampak manis menyambutku.
hhuufftt !!! aku bernapas lega mendapati ekspresinya.
"Sayang,bagaimana bisa tau aku disini?"sapaku seraya kucium pipinya kanan kiri
"Kinar yang kasih tau"sahut Kail yang langsung duduk di tepian springbed yang tergeletak di lantai
"jadi ini alasan Sayang tidak mau aku kunjungi?"tanya Kail menatap
ku
aku hanya tertunduk merasa bersalah.dengan lesu aku duduk di sampingnya.
"Demas lagi ? dia membuangmu disini? jangan katakan kau masih akan membelanya"tukas Kail sebal
"Sayang,tolong biarkan aku untuk menyelesaikan masalahku sendiri!"pintaku
"dengan membiarkanmu sengsara begini ? si brengsek itu perlu diberi pelajaran"geram Kail dengan tangan mengepal
kutatap Kail tajam "Sayang dengar ! bila kau lakukan itu sama artinya kau telah mempersulit posisiku.mengerti"
"tapi Sayang,aku tak tega melihatmu tinggal di tempat seperti ini,kotor,pengap,sempit banyak nyamuk"hitung Kail manyun
kuelus wajahnya lembut perlahan dikecupnya telapak tanganku yang menempel dipipinya sekejap.
"Sayang,ini pilihanku biar dekat dengan toko.kamar ini nyaman kok"
"sudah jangan bahas itu lagi Sayang.Im fine ! see !"dengan manja kusodorkan pipiku padanya
Serta merta Kail menyambar bibirku.kurasakan *******, hisapan dan sentuhannya begitu penuh nafsu.
Kuimbangi ciumannya dengan bergairah pula.tapi kenapa aku merasakan hal lain.ciuman ini kurasakan begitu hambar.tak lagi kurasakan adanya sengatan-sengatan listrik kecil yang menyapa tubuhku seperti dulu.
Kucoba bangkitkan gairahku dengan kuusap-usap bagian dalam pangkal pahanya.sementara tangan Kail kini sudah berada di dadaku yang dengan lembut mulai meremas bagian itu.
"aaaahhhh"aku mendesah
bibir Kail kini beralih di leher memaksa bulu romaku meremang.
kuremas kelelakiannya saat dia menggigit leherku.uuuuggghhh !!! seluruh tubuhku mulai bereaksi dengan perlakuan lembut Kail.napasku memburu.hatiku gelisah meronta agar kekasihku ini segera melakukan yang lebih dari ini.
"Sa.....yang!"desahku parau
dengan bibir masih berpagutan Kail menarik tubuhku dalam pangkuannya,segera kulingkarkan tanganku dilehernya sementara tangan kanannya menyelusup ke dalam kaos longgarku.tangan nakal itu meremas puncak dadaku berirama.sungguh hasrat ini berada di ujung.
Kail merebahkan tubuhku yang begitu lembek seolah tanpa tulang
kembali dihujani wajah ini dengan ciumannya.aku hanya terus terpejam dan mendesah.hasrat yang menggebu-gebu ini tengah menguasaiku.ku buka mataku saat Kail menyatukan kedua tangannya dengan tanganku.wajah yang tengah diliputi oleh hasrat itu tersenyum menatapku.
"I Love You"ucapnya diatasku
"I Love You Too"balasku dengan sendu
Sedikit ku angkat kepalaku agar bibirku bisa menyentuh bibirnya.
Kail dengan lembut menghisap lidahku yang baru saja terjulur.
kutepis segala bayang kufokuskan untuk Kail.aku siap bila harus pupus mahkota yang selama aku hidup kupertahankan dengan segenap jiwaku.
akan lebih baik daripada aku kehilangan karena orang lain.tapi lagi-lagi hasratku seketika raib manakala wajah Demas menari di pelupuk mataku.
Kecupan-kecupan basah Kail di area leherku tak lagi memberiku kejut listrik.bahkan ketika bibir itu memainkan puncak dadaku layaknya EMPENG bayi.yang tersisa hanya rasa geli.yang membuatku menggeliat bak cacing kepanasan.
tok tok tok
Suara pintu kamarku di ketuk.aku membuka mata Kail menatapku seolah bertanya "siapa?" aku menggeleng lemah dan tersenyum.
Kail bangkit dari kegiatannya diatasku.kurapikan kaosku dan menghampiri pintu.
Saat pintu terbuka berdiri di depan pintu wanita tambun dengan rambut cepak memasang wajah tak bersahabat.yah dia adalah Mpok Lis yang empunya kosan.
"Mpok Lis,ada apa?"tanyaku ramah
"mobil mewah diluar entu punya pacar lo ?"tanya Mpok Lis sambil menatap Kail
"iya Mpok kenapa ?"
"ngalangin jalan mobil lain noh,sono suruh pinggirin!" titahnya ketus
"iya Mpok.maaf ya"ucapku yang masih berusaha tersenyum
"eh....bentar!nih kosan bukan kagak ada aturan ye,lo kagak boleh bawa pacar lo nginep di mari"sinisnya sebelum pergi
"enggak Mpok,dia udah mau pulang kok"sahutku
"bagus"
Kail kembali merengkuh pinggangku dari belakang saat Mpok Lis sudah pergi.mencium rambut dan leherku.
"aku masih sangat merindukan kamu Sayang"bisiknya
"Sayang dengar kan Mpok Lis ngomong apa tadi?"selaku
"biarkan saja"
"Sayang,kita bisa ketemu lain waktu.aku gak enak sama penghuni kos lain"rayuku
Dengan raut wajah kecewa Kail melepasku.lagi dia mencium bibir ini sesaat dan keluar.aku ngekor dibelakangnya.entah Kail nampak mengawasi sekeliling.aku pun juga sama.mobil Kail berada ditempat yang benar.tidak menghalangi mobil manapun.dasar Mpok Lis!!!!
"emm..aku pulang dulu Sayang" pamitnya
"take care Syang"kucium bibir Kail kilat
Kail lalu tersenyum dan memutar menghampiri sisi pintu mobil yang terdapat kemudi.setelah duduk di belakang kemudi Kail kembali me-
natapku dan dia membunyikan klakson.kulambaikan tangan ini mengiringi laju mobil Kail ketika mobil menghilang ditikungan aku kembali ke kamar.
Kurebahkan tubuhku malas.ku pandangi langit-langit kamarku yang masih berupa atap asli dari genting tanah liat.dengan jengah ku itarkan pandanganku.huft ! aku terhimpit disebuah kamar sempit berukuran 2mx3m yang di dalamnya hanya ada springbed yang tak lagi tinggi dan lemari plastik 2 sap yang aku gunakan untuk menyimpan pakaian.dilantai yang aku gelari karpet sendiri berserak kertas gambar dan juga bulpoin.
Demas Fabian dengan tega dan tak berperikemanusiaan dia telah mendeportasiku ke tempat seperti ini.huufftt !!! aku tersenyum getir mengingat semua kata-katanya.
pela**r ? sok suci !!!
tapi dia benar,apalah aku ini ? aku ini tak lebih baik dari pela**r itu sendiri.aku kekasih Kail tapi aku tidak hanya terus memikirkan Demas.bahkan membiarkan lelaki itu menikmatiku.sungguh IRONIS.
***
"Terima kasih telah berkunjung!
mampir kembali lain waktu" ucapku tersenyum manis mengiring kepergian seorang pembeli
"Aya,makan siang dulu!"titah Yesha
"Iya Mbak,nunggu pergantian shif sekalian"jawabku
"kenapa kok buru-buru banget pingin pulang?"tanya Yesha
"heee.....biasa Mbak,semangat weekend"sahutku cengengesan
"eehh,besok kamu libur ya?hem pasti mau kencan nih"ledek Yesha
Aku hanya tersenyum tipis sambil ku corat coret kertas gambar di depanku.sedikit kulirik sepertinya Yesha sedang memperhatikan coretanku.kutarik kertas itu agar tak lagi di lihat olehnya.
"itu tadi kayak design laptop" ujar Yesha penasaran
"iseng Mbak"
"kamu kok bisa shi kerja disini Ay,aku lihat kamu gak melamar kerja disini?"
Aku tertegun sesaat aku sedang mencari alasan yang tepat yang masuk akal yang bisa diterima olehnya.aku menghela napas.
"kan aku melamarnya di kantor pusat.terus dikirim kemari"
"yaelah Mbak,kan ada gadget" elakku
"Mbak,aku pulang dulu tuh Sandra sudah datang"pamitku buru-buru
Kutinggalkan Yesha yang tak bergeming dari duduknya.aku tenteng tas tanganku keluar dari toko.Matahari bersinar begitu terik aku berdiri di trotoar menunggu angkutan.aku ada janji dengan Arsyila hari ini.dari kejauhan nampak mobil sport hitam keluaran Jerman melaju melambat dan berhenti di depan tempatku berdiri.
Kuawasi yang empunya mobil keluar dengan arogan.ternyata Gerrald Aldiano dengan kacamata hitamnya menghampiriku.
menggodaku dengan lesung pipinya.
"Selamat siang tuan putri!mau kemana?"sapa Gerrald
"kepo"sinisku
"hemm...so bitchy but so sexy" pujinya
aku melengos sambil mendengus sebal.nih bocah gak ada kapoknya aku jutekin,aku sinisin,aku kasarin tetep saja getol nyamperin.
"mari saya antar"
"terima kasih saya sudah ada janji dengan teman"tolakku
"tak masalah,daripada kamu kepanasan nunggu sngkuran lebih baik aku antar"rayunya
"enggak...malah merepotkan"
"seriusan?kamu tega apa nolak cowok setampan aku,hem?"tanya Gerrald seraya mengerlingkan matanya
"sssshhh,,,,genit banget"batinku
aku sedikit terganggu dengan mata tiap orang yang melintas di jalan.pandangan sinis mereka seolah melecehkan.Gerrald membuka pintu mobilnya.dengan terpaksa akupun masuk.
Gerrald duduk di belakang kemudi bersiap untuk melajukan mobilnya.dengan kecepatan normal mobil melaju membelah kepadatan jalanan kota Cawang.
sesekali Gerrald terlihat melirikku sejurus kemudian kembali fokus ke depan.
"btw mau kemana kita?"tanya Gerrald memecah keheningan
"saya ada janji dengan teman di cafe jalan Tamrin"
"cowok?"
"cewek"
"besok ada waktu?"tanya Gerrald
"gak ada"jawabku sekenanya
"emang kamu gadaikan kemana kok sampe gak ada ?"kelakar Gerrald
"apa?"tanyaku bingung
"waktu kamu"
Auto aku terkekeh mendengar jawaban lugas Gerrald.bocah satu ini emang paling bisa membuat lelucon kecil.
"manis"
"manis?emang waktu manis ?" timpalku
"senyum kamu Freya"ucap Gerrald seraya menoleh ke arahku
"iyalah,secara bapak gue juragan madu"selorohku
Gerrald sesaat menoleh kearahku dan tergelak "kalo bapak lu juragan madu.maka gue kumbang pencari madunya"imbuhnya
"Mr.Germany tidak lupa sama gombalan anak alay Jakarta ya?" gurauku
"entahlah,bila deket kamu bawaannya pengen ngegombal terus"ujarnya
"lah,bukannya udah bawaan bayi"tudingku cengengesan
"makin parah kalo sama kamu" ungkapnya
"why?"
"karena aku tertarik sama kamu,maybe"ujarnya
"yyyaaahh,aku kan bukan magnet yang bisa narik kamu"
"Im seriously"
"are you kidding hah?i have been told you that i have a fience.that's it"ucapku dengan suara agak keras
"baru tunangan kan?belum menikah?its okay"
"but its not be okay for me"
"okay,how about just be a friend?"tawarnya
"tidak lebih"sinisku
"hem...kita lihat saja nanti"
"kauuuuuu!!!!"seruku dengan mata melotot
"just jokes Freeya,aku tidak mau kehilangan senyum kamu"gombal Gerrald
"le...bay....."cibirku
"aku ingin lebih mengenalmu bolehkan?"tanya Gerrald tanpa menoleh
"about?"
"all of you"
"tanya sama paranormal sana!" candaku
Kutengok lokasi yang di share oleh Arsyila sudah cukup dekat.aku melongok keluar jendela tampak Arsyila berdiri di depan cafe.
"stop!"pekikku
"sampai?"
"tuh temanku udah nunggu.btw thanks a lot yah"ucapku seraya keluar dari mobil
"tidak berniat nawarin aku buat gabung?"ledek Gerrald
"sorry,its girl zone.yang ada kamu entar ganggu rumpi cantik kita"
"see you next time!bye!" lambaiku
Arsyila menciumku kanan kiri dan menarikku masuk ke dalam cafe.
kami mengambil duduk di dekat jendela.seorang waitress datang membawa 2 gelas minuman.
"silahkan"suguhnya
"jus kesukaan gue nih"seruku
"miss you beb"
"miss you too"balasku sumringah
Kusesap jus kesukaanku sambil ku pandangi wajah Arsyila yang mendadak murung.
"why?"tanyaku heran
"bokap lo sakit,Bi"ucap Arsyila sedih
"kan udah ada istri sama anak barunya,dia gak butuh gue" sahutku ringan
"Bi,dia satu-satunya orang tua lo.entar lo nyesal kalo beliau meninggal"
Arsyila menyodorkan foto ayahku yang tergolek lemah di ranjang rumah sakit dengan selang bantu pernapasan.hatiku nyeri mrnatap wajah ayahku yang begitu kurus.
airmataku sudah berjejalan ingin keluar.
"beliau anfal,Bi"
"aku akan menjenguknya tapi katakan sama Om Salman.aku tidak mau melihat wanita itu ada disana!"titahku
"okay.perlu aku temani?"
"gak usah,gue akan segera kembali"
Tanpa pikir panjang aku kembali ke kosan untuk mengambil beberapa dokumenku.aku pesan tiket penerbangan ke Yogyakarta lewat aplikasi.tak lupa aku mengabari Kail saat aku sudah di dalam taksi menuju bandara.
Aku :
Sayang aku pulang ke Yogya
Ayah anfal :'(
Kembali ku masukkan ponselku ke dalam tas.hatiku berkecamuk.aku tak bisa membayangkan kalau sampai hal buruk terjadi dan aku belum berbaikan dengannya.aku pasti akan menyesal seumur hidup.
Taksi sudah memasuki bandara.
aku bergegas menuju bagian keberangkatan.ku tunjukkan e-tiket via aplikasi kepada seorang pegawai wanita di belakang meja counter.
Aku berjalan antri bersama penumpang lain melewati ruang pemeriksaan.aku berjalan mulus karna aku tak membawa barang sama sekali.hanya tas tanggung di tanganku yang hanya berisi ponsel dan dompet
YOGYAKARTA IM COMEBACK
***