
Mobil Demas berhenti di parkiran bawah tanah apartment,Aku segera memegang gagang pintu mobil berniat membuka pintu namun di tahan oleh Demas.Aku sedikit terkejut dengan perilaku Demas,pria itu turun dari mobil memutar langkahnya menuju pintu di sebelahku.lagi lagi aku terkejut oleh perlakuan Demas,whaattt ??? Demas membukakan pintu mobil untukku ? ini hal menakjubkan yang di lakukan Demas untukku.
Pintu terbuka,Demas mengulurkan tangannya dan ku sambut dengan sedikit canggung.kami berjalan beriringan memasuki lift menuju apartment kami.
Demas mengantarku sampai di depan pintu yah walaupun memang pintu apartment Demas berada di sebelahku.
"sudah,pulang sana!"usirku
"masuklah dulu"pintanya
Aku baru saja menempelkan jariku ke sensor ketika kurasakan Demas merengkuh pinggangku,desah nafasnya yang memburu terasa tepat berada di telinngaku.
"Freeya"bisiknya
Aku terpejam sesaat mencoba mengatur napas.ada apa dengan Demas ? begitu lembut dan penuh perhatian.kesambet setan apa coba ???
"singkirkan tanganmu dari pinggangku" hardikku
"kenapa ?"
"malu dilihat orang"desisku
"orang yang mana ?"
Demas semakin mempererat rengkuhannya perlahan bibir lembut Demas mendarat di tenggukku.
SSSEERRRRR
Sekujur tubuhku merinding ku pegangi tangan Demas yang masih melingkar di pinggangku.bibir itu terus mengendus leherku dan sesekali di kecupi.
Demas membalikkan badanku,kini kami saling berhadapan,tak dapat lagi kuelakkan mataku darinya,tatapannya membiusku hingga tak kusadari bibirnya telah berpagut dengan bibirku.lembut bibir itu ******* bibirku.aku berada pada posisi antara kaget dan bingung,ku pejamkan mataku dan tanganku yang semula menggantung bebas kulingkarkan di lehernya sementara tangannya mantap merengkuh pinggangku.
Kunikmati permainan lidahnya di dalam rongga mulutku sambil sesekali kutarik lidahnya yang terjulur dan langsung kuhisap,uuuggghhh !!! rasanya tulang tulangku seakan ikut tertarik.tangan Demas kurasakan mulai nakal,tangan itu mulai menelusuri bagian belakangku.meremasnya lembut yang membuatku tersentak.
Kulepas pagutanku kutatap tajam kearahnya namun dia kembali menyambar bibirku bahkan kali ini lebih rakus membuatku hampir kehabisan nafas.ku palingkan wajahku,namun segera ditahan dengan kedua tangannya dan kembali dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu.
Kudorong tubuh kekar itu sekuat tenagaku. kucoba melepaskan diri namun Demas keburu menarik tubuhku dan dipeluknya erat.
"I Love You Freeya"bisiknya
lagi tubuhku bergetar mendengar 3 kata itu.hati ini serasa tersiram bunga kasturi,begitu sejuk dan menenangkan.
"I Love You"
Demas memegangi wajahku seraya menatap mataku lekat.tatapan yang sangat berbeda dari tatapannya sebelum ini yang hanya tersirat merendahkanku.kali ini ? jni begitu TULUS
INI TEMBAKAN MEMATIKAN
Tembakan yang tepat mengenai ulu hatiku merangsang jantungku bekerja lebih keras.
menerbitkan sesak di dada.aku yakin dia merasakan jantungku yang berdetak tak berirama.
Kulepas tangannya dari wajahku "apa yang kau inginkan dariku ? tubuhku kah ? setelah kau berhasil meniduriku kau akan memberiku sejumlah uang dan meninggalkan aku sama seperti gadis gadismu sebelumnya bukan ?"tukasku
"akan aku pikirkan jika kau bisa memberiku tawaran yang lebih menarik"
Aku berbalik dan kubuka pintu apartmentku,namun langkahku terhenti oleh kalimat Demas.
"Aku tak pernah sekalipun mengumbar kata kata cinta untuk bisa meniduri gadis gila harta seperti mereka"
"Aku Demas Fabian bukan orang yang gampang berucap cinta" tuturnya
Aku terdiam tak menoleh
"seperti katamu mencium dan meniduri wanita tak harus karna cinta.namun karna nafsu"
"tapi saat ini Aku Demas Fabian,aku katakan padamu Freeya Aqila Hasbie Rasyid,aku mencintaimu tidak untuk demi bisa menidurimu"tandasnya
"Aku Demas Fabian tulus ingin menghabiskan sisa hidupku ini brrsamamu"imbuhnya
Tubuhku bergetar hebat,kupejamkan mataku sungguh aku tak mau mendengar kalimat ini darinya.Aku melangkah masuk dan kututup pintu serampangan.
Aku masih tak percaya kalimat itu terlontar dari mulut seorang Demas Fabian yang dingin,kaku dan suka berlaku kasar kepadaku.ku tengok Demas dari layar monitor dekat pintu.dia masih terduduk di lantai bersandar dinding.
***
Aku sedikit berlari menghampiri Haris yang sedang asyik ngobrol dengan Qalila sambil berpegangan tangan,kutimpuk kepala Haris dengan tas kerjaku.
"apaan shi,Ay"seru Haris sembari memegangi kepalanya
"jangan coba coba deketin sohib gue" semburku
"kita cuma ngobrol,Ay"bela Qalila
"nggak ada ceritanya ngobrol sambil berpegangan tangan kalo nggak ada apa apa"
"Haris,lo denger ! lo tuh satu server sama bos lo,jadi gue nggak mau lo sampe nyakitin Qalila,mengerti"solotku
"engak,Ay"kilah Haris
"elo tuh makan apa sih tadi pagi,cabe ya ? pedes banget"kedumel Qalila
"diem lo Qal,lo mau aja di bodoh bodohin sama tuh garangan"semprotku yang membuat Qalila langsung bungkam
"udah sana kerja!"usirku
tanpa bersuara Qalila kembali ke mejanya sementara Haris melangkah menuju ruangan Demas.
Demas ??? setelah hari itu Aku dan Demas auto menjaga jarak terlebih sudah beberapa hari ini Demas melakukan perjalanan bisnis ke Amerika.perusahaan sementara di handle oleh Gerrald yang baru balik dari Paris dan juga Haris.
Jujur. di relung hatiku yang paling dalam aku merindukan sosok dingin itu.tanpa sepengetahuan yang lain aku sering melirik ruangan Demas yang kosong.
Kubereskan pekerjaanku hari ini agar cepat kelar karna Aku sudah janji hang out dengan Qalila dan Kinar malam ini.
tok tok tok
Pintu ruanganku diketuk saat ku buka wajah tampan Gerrald yang nongol
.wajah tampan yang selalu berhias senyum itu menghampiriku dengan penuh percaya diri.
tangannya mengulurkan sebuah paper bag kecil kepadaku.
Aku menatap paper bag itu lalu ganti kearah Gerrald "apa ?"
"buka saja"jawab Gerrald
kurogoh isi paper bag itu dan ternyata sebuah parfum branded.
"parfum ?"
"yups,parfum branded untuk cantikku"
"makasih"seruku sumringah
"cantikku,bersediakah menerima undangan makan malam bersamaku malam ini"kata Gerrald
"kemana ?"
"paling karaoke"jawabku
"oke,aku ikut gabung aja"putusnya
"tapi ini kan geng cewek"elakku
"nggak masalah,daripada ntar aku malah dinner sama onta arab kayak dulu"sahut Gerrald
Aku terkekeh teringat dulu aku pernah minta Yesha temanku untuk menggantikanku dinner dengan Gerrald.kasihan !!!
"oke kalo gitu,nanti jam 8 kita ketemuan"ujarku
"siap cantik"ucap Gerrald seraya mengerling genit
"dasar Gerrald"dengusku setelah si tampan itu pergi
Pukul 20.00 tepat
Aku sengaja berangkat lebih awal bersama Qalila dan Kinar agar aku tak harus pergi bareng Gerrald.kami segera memesan room untuk berkaraoke ria sambil mskan cemilan.
Qalila dan Kinar beda dengan Roro cs yang suka minum alkohol dan nongki di tempat mewah dan memakai barang barang branded.
Qalila dan Kinar sama sepertiku yang suka kesederhanaan.itulah sebabnya aku merasa klik dengan kedua sahabatku ini.
"pesen sepuasnya bebz,gue yang traktir" ucapku sambil duduk
"puas puasin yuk !"seru Kinar
"kemarin gue sempet kuatir,kita takut lo ga bisa move on dari Kail secara elo kan cinta banget sama dia"tutur Kinar
"gue ga bakalan tumbang cuma gara gara masalah ginian"sahutku
kuraup wajahku kasar
"udahlah bebz,jangan bahas itu ya,kasian Freeya"ucap Qalila seraya mengelus lenganku
"nyanyi yuk"ajakku
kami bernyanyi nyanyi ria seperti orang gila. yah dari kami bertiga tidak ada satupun yang beres.tak ada suara merdu.kalau merusak dunia iya wkwkwkwkwk
"hai cantik !!!"sapa Gerrald dari ambang pintu
"hhhaaaa....Pak Gerrald !"pekik Qalila dan Kinar histeris
keduanya langsung bergelayut manja di lengan kanan dan kiri Gerrald.aku hanya duduk sambil menikmati camilanku.
"kok nggak bilang kalo ada Pak Gerrald shi,Ay"ujar Kinar sumringah
"kejutan"sahutku ringan
Gerrald mengambil duduk di sebelahku.dia mengeluarkan makanan yang di bawanya.
"ini akan lebih seru"ucap Gerrald
Aku senyum kecut
Malam semakin panas dengan canda tawa kami.sungguh malam ini kulepas segala gundah yang selama ini menggelayut berat di bahuku.
kami kembali bernyanyi ria memecah keheningan malam.
Pukul 24.00 malam aku naik taksi kembali ke apartment,aku sibuk memainkan ponselku sambil sesekali mengawasi jalan.
"kenapa berhenti Pak ?"tanyaku saat mobil jalan merendek
"macet non"jawabnya
"kenapa itu pak ?"tanyaku menunjuk kerumunan di depan sana
"sepertinya ada kecelakaan,non"
Benar kata pak supir taksi ada kecelakaan.ada dua mobil polisi dan sebuah ambulance serta mobil mewah yang ringsek bagian depannya.
Mataku membelalak aku begitu familiar dengan mobil itu.yah itu mobil Demas.
Demas ??? tidak mungkin di pakai Haris.
"pak.... pak...tolong berhenti pak"pintaku
""ada larangan berhenti non"ucap pak supir
"tolong berhenti pak"
Akhirnya taksi berhenti.aku turun setelah membayar sejumlah uang.aku berlari menghampiri TKP kecelakaan itu.
Sirine mobil ambulance dan mobil polisi meraung bersaingan.polisi dan paramedis nampak lalu lalang.aku coba memastikan plat nomor mobil ringsek yang kini sudah di beri garis kuning.
Benar ini mobil Demas,ketakutan menyergapku aku berlari mencari petugas kepolisian.ku abaikan orang yang berjalan di sekitarku.aku hanya tertuju pada Demas.
"pak...kemana pengemudi mobil yang ringsek itu ?"tanyaku
"mungkin di bawa ambulance ke rumah sakit"jawab pak polisi
"korbannya lelaki atau perempuan ?"tanyaku lagi
"laki laki"
hatiku mencelos,tangis tak dapat ku bendung,aku berlari kesana kemari mencari mobil ambulance yang tiba tiba raib.
Sirine mobil polisi masih meraung raung.
"Demas dimana kamu ?"tangisku
"pak...tau ambulance disini tadi ?"tanyaku pada polisi yang sedang membersihkan pecahan kaca
"sudah pergi ke rumah sakit mbak"
"rumah sakit mana pak ?"tanyaku masih berurai air mata
"Central mbak"
"terima kasih"
Aku kembali berlari ke tepi jalan untuk menyetop taksi.tapi tak ada satupun yang mau berhenti.aku baru ingat jalan ini terdapat larangan berhenti.aku kembsli berlari menuju tempatku turun sebelumnya.
Suara sirine masih terdengar aku gelisah menunggu taksi yang belum juga muncul.pikiranku kalut memikirkan Demas
***
As Gerrald Aldiano