
Aku menunduk saat tanpa sengaja mataku dan mata Demas bersitatap.aku segera memasuki lift diikuti oleh Qalila,Demas tak berani ikut masuk.dis mungkin akan memakai lift untuk karyawan.
"bebz,mau sampai kapan kalian dieman kek gini ?"tanya Qalila
"entahlah"
"nggak adil kalo elo nggak maafin dia hanya karna masalah ini ?"
"hanya katamu ? berbohong kamu bilang hanya ? kalo aku nggak nanya apa dia mau jujur"semburku
"elo aneh,masa Presdir bilang jujur kalo dia yang membuat Kail terlihat menghianati lo" sergah Qalila
"pembohong biar sekecil apapun tetaplah bohong dan akan jadi kebiasaan hal yang katamu hanya saja dia berbohong apalagi hal besar"tukasku tak kalah
"elo jangan egois bebz,elo ingat kasus Queen Bie ? jangankan menghakimi Presdir bahkan tak menanyakan alasan lo atau sekedar minta penjelasan lo,sepenuhnya dia percaya sama elo bebz"bujuk Qalila
"elo liat wajah Presdir tadi,pucat,lusuh tak seperti biasanya,karna kata Haris Presdir tidak mau makan,tidak tidur,tidak mau ngspa ngapain"
"kata Haris sepanjang dia bekerja untuk Presdir,baru kali ini Presdir seperti ini" imbuh Qalila
Aku terdiam tak merespon ocehan Qalila,lift terbuka aku segera keluar menuju ruangan Gara.
"kita jadi meeting ?"tanyaku
"lah,kamu tidak di konfirmasi Presdir kalau beliau membatalkan semua janji untuk beberapa hari ini?"Gara balik bertanya
Aku terbrlalak "di sudah tidak waras"seruku
Aku berlari menuju lift untuk kembali ke ruangan Demas,serta merta kudoromg pintu ruangan Demas yang tidak tertutup rapat.
Demas menatapku nanar,matanya sembab Demas menangis lagi ?
"Kamu sudah tidak waras ya ? kenapa kamu batalkan semua janji yang bernilai ratusan milyar hah ? kamu mau menghancurkan perusahaanmu sendiri ?"semprotku geram
"aku memang sudah tidak waras,aku memang sudah hancur.kehilangan milyaran tak sebandong dengan aku kehilangan kamu"jawabnya
"kita pergi meeting sekarang"
Ku tarik tangan Demas dengan kasar namu. Demas menarikku dalam pelukannya.Demas terguguk dalam pelukanku.hatiku bergetar begitu sakit bagai di sayat sembilu.
"Jangan tinggalkan aku Sayang"
"maafkan aku"
"jangan begini,jangan hancurkan dirimu sendiri"bisikku
"aku mencintaimu Sayang,aku bersalah aku menyesal"tangisnya
"hapus air matamu kita cari makan"ujarku
"aku tidak mau makan"
Kubawa Demas ke sofa,ku telpon Haris kuminta untuk membeli makanan.aku ambil tisu di kamar istirahatnya dan ke
bali untuk ku seka air matanya.
Ponselku berdenting kulihat ternyata dari mama Celine.
Mama Celine :
Sayang
mama tunggu di rumah mama
nanti mama sharloc
Aku :
Iya mama
"Haris akan membawakanmu makanan,aku pergi dulu"pamitku sambil ku tepuk bahunya
"***
Aku celingukan kanan kiri sambil mengawasi ponselku,memang benar ini alamatnya.yang ada di hadapanku sekarang bukanlah rumah tapi lebih mirip istana.aku terlihat sangat kecil berada di halaman rumah ini.
Seorang wanita muda dan seorang security berlari lari kecil menghampiriku.
"non Freeya mari ikut saya"ajaknya
Aku mengekor saja tanpa berbicara,dia memanduku memasuki ruang tamu yang sangat megah.di dinding terpajang foto keluarga besar Frans Huang.aku pandangi foto itu satu persatu,mulai dari foto kecil Demas sampai sekarang.
Dari kecil Demas memang sudah terlahir tampan.mataku tertuju pada sebuah foto yang nampaknya pas Demas masih kuliah.tapi bukan itu fokusku,fokusku tertuju pada jam tangan yang di pakainya.aku seperti pernah melihat jam tangan itu.
Mataku terbelalak jam tangan itu mirip jam yang sekarang ada di dalam tasku.cepat kurogoh tasku dan ku samakan dengan jam di dalam foto.ini sama !!! seketika air mataku meleleh ,ternyata pemilik jam tangan yang selama bertahun tahun ini kucari adalah Demas.
Demas adalah Malaikat tanpa nama yang telah menolongku.yang telah mendonorkan darahnya untuk menolongku saat aku kecelakaan waktu di Amerika.
tuk. tuk. tuk
terdengar derap heels di tangga sebelahku berdiri.terlihat mama Celine menuruni tangga dengan anggun.buru buru ku seka air mataku.
"maaf menunggu lama Sayang"ucapnya sambil memelukku
"tidak apa apa,ma"
"kau sedang melihat foto Demas ya ? ini semua kumpulan foto Demas old to now"kata mama Celine
"Demas kecilnya imut ya,ma"celetukku
"Dia anak yang kurang kasih sayang,dia tampak kuat tapi sejatinya dia rapuh"kata mama Celine
"sini ikut mama ! mama perlihatkan lebih banyak barang barang Demas"
Mama Celine menarik tanganku menuju sebuah ruangan,aku terkesima dengan isi ruangan ini.dekorasi dan penataan ruangnya sangat cantik.mama Celine duduk di bangku kecil.
Aku membuka buka buku yang tertata rapi.ini semua kumpulan buku yang jarang di temukan.sangat langka.
"Demas menyukai benda benda langka seperti itu.sepertinya Sayang tak pernah di ajak kemari"terka mama Celine
aku menggeleng
"Demas tak pernah bercerita apapun tentang hidupnya"kataku getir
"tapi dia sangat memperhatikan hidup orang orang di sekitarnya"sambung mama Celine
Hatiku berdesir,aku bahkan tak tau apapun tentang Demas.ku raih buku tebal dengan cover hitam yang ternyata sebuah diary.
"Sayang,mama telpon sebentar ya"
Aku mengangguk
Aku duduk di bangku kecil dan mulai ku buka diary itu.hatiku bergetar diary ini berisi curahan hati Demas.ku gigit bibir bawahku sendiri.seorang Demas Fabian punya diary ?
28 oktober 2015
Queenara meninggalkanku
Aku berhenti membaca diary itu Queenara ? Queenara yang mana ini ? tahun itu aku masih kuliah.ku lanjut lagi membaca diary itu
makin masuk ke dalam hatiku semakin hancur.
30 oktober 2015
aku menabrak seorang gadis,tapi aku tak sempat melihat wajahnya karna aku keburu kembali ke Indonesia karna papa anfal
aku masih terus mencari gadis itu*
Tangisku makin pecah berarti selama ini Demas terus .encariku sama sepertiku yang juga mencarinya.kuteruzkan membacaku dengan berlinang air mata.
25 nopember 2019
akhirnya aku menemukan gadis itu
Freeya Aqila Hasbie Rasyid yang ternyata jadi karyawan di perusahaan pak antoni
29 nopember 2019
aku merekrut dia jadi karyawanku.
dia beda,dia tegas dan sangat berkarakter
hatiku hancur karna ternyata Freeya sudah punya tunangan
aku tak punya kesempatan untuk memilikinya.
Freeya yang kasar namun berhati malaikat
dia penolong bagi ratusan anak yayasan*
lagi lagi aku menangis Demas dari awal telah mengenaliku tapi takut berteruz terang karna aku tunangan Mikail Machalister.
"*maafkan aku Sayang*"
ku baca lembar demi lembar coretan tangan Demas yang menyayat hatiku.rasa bersalahku semakin membuncah Demas begitu tersakiti oleh hubungsnku dengan Kail.dan aku terus saja menyakitinya dengan penolakan dan kata kata kasarku.
Demas menulis segalanya disini.hatiku hancur berkeping keping.
Apakah sama sepertiku deritamu.....
Terbelenggu oleh rindu....
Yang menggebu gebu...
Hancurkanku....
Apakah sama sepertiku meranamu...
terkekang oleh hasrat yang bergelora....
Yang buatku tak kuasa
Tak berdaya...
Menahan segala gejolak jiwa...
Rinduku padamu...
Tak akan bisa sirna
Hanya dengan menyebut nmamu
Meski kali 1000
Rinduku padamu...
Tak akan bisa lekang
Hanya dengan menayawangmy
Dalam setiap sketsa mimpiku
Apakah sama sepertiku Kekasihku
Yang terjadi padamu
Atau...
ini hanya perasaanku saja ???
Freeya Aqila Hasbie Rasyid
Ya rabb bagaimana bisa ku sia siakan makhluk ciptaanmu yang satu ini ? Demas sangat mencintaiku bahkan lebih besar dari rasa cintaku padanya.dia mencintaiku bahkan tanpa sedikitpun keraguan atasku.
"Sayang"panggil mama Celine
serta merta ku peluk erat tubuh mama Celine
aku menangis terguguk di dadanya.
"Freeya salah ,ma,Freeya telah menyakiti Demas"isakku
"Demas telah mencintaimu bahkan jauh sebelum kau mencintainya Sayang"jelas mama Celine
"kenapa dia tidak jujur padaku,ma ?"
"karna dia takut kehilangan kamu Sayang,dia mendapatkan apa yang tidak dia dapat dari kami padamu Sayang"
"aku malu,ma"
"dia sangat mencintaimu,pergi dan temui dia"tutur mama Celine
Aku mengangguk
ku sambar tasku dan berlari keluar rumah tanpa lagi kupedulikan mama Celine.mobil yang membawaku melaju dengan kecepatan sedang.
Aku :
Dimana ?
Cintaku :
L Company
Aku:
kita ketemu di taman dekat L Company
Cintaku:
Y
Baru saja kuakhiri chattinganku dengan Demas,sudah ada pesan baru.ternyata dari Kail.
Kail:
aku ada di Indonesia
aku ingin bertemu denganmu
Aku:
maaf aku ada urusan
Kail:
sore nanti aku kembali
sebentar saja please !!
Kail:
kamu ada dimana ?
Kail:
cafe Strowbery
Aku:
OTW
Aku ingat cafe itu bersebelahan dengan taman untukku bertemu Demas nanti.aku bisa mengajak Demas sekalian menemui Kail.
Mobil berhenti di pinggiran jalan,aku segera turun kuminta pak supir untuk memarkir mobilnya di cafe strowbery.baru sebentar meniti trotor terlibat KIl berdiri di depznku.
setelah lama tak bertemu Kail terlihat sedikit berbeda dengan jambang dan kumis di wajahnya.namun dia tetap tampan.dia tersenyum.
aku terhenyak saat dia tiba tiba memelukku. aku mencoba melepaskan diri tapi pelukannya begitu erat.namun tiba tiba terdengar bunyi dentuman yang sangat keras.suaranya begitu dekat dengan tempatku berdiri sekarang.spontan aku menoleh......
\\*\\*\\*