Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 83 Panggil Aku Mas



Aku kembali ke ruanganku setelah menyelesaikan rapatku dengan tim pengembang.ku nyalakan ponselku yang sempat ku nonaktivkan saat rapat tadi.ada beberapa pesan dari Demas.kubuka chatnya ternyata dia mengirimkan foto.



Aku tersenyum sambil mengusap layar ponselku.dasar suamiku tak pernah bisa berekspresi saat berfoto.ini pasti juga Haris yang fotoin.suamiku yang,kaku,datar kayak jalan tol dan dingin bak puncak mount everest ini tetap saja mencuri hatiku.


Hatiku berdesir,Demas pasti ingin .enjaga perasaanku tak ingin membuatku cemburu karna saat ini dia sedang meeting dengan Pak Alex yang sudah pasti ada Queenara.


"lope lope suamiku"pekik batinku


Ku balas chat suamiku dengan ku kirim fotoku yang dok imut.aku beri caption cinta dan cium tanda kangen.


Aku :


Sayaaannnggg......


Kangeeeeennnnnnn......


cepet pulang



Tak lama ponselku berdenting.


My Hubby :


Awas !!! habis Sayang saat aku pulang nanti


Aku tertawa membaca pesan dari Demas


Aku :


Apa ?


Sayang mau apa ?


Mau menciumku ?


Mau melumpuhkanku seperti biasa ?


Nooooo....


lagi lagi aku tertawa mengirim pesan untuknya,biar saja dengan begini Demas akan sangat tak sabar untuk segera pulang.


My Hubby :


Awas !!! akan ada pembalasan untuk istri yang menggoda suaminya saat kerja


Aku:


siapa takut ?


Tiba tiba pintu ruanganku di ketuk segera kubuka menggunakan remote,ternyata Qalila yang datang bersama berkas di tangannya.


"selamat siang ibu Presdir !"sapa Qalila cengengesan


"nggak lucu deh Qal"seruku kesal


"gue canggung banget harus panggil elo apa ?"kata Qalila sambil menyodorkan berkas itu


"heleh...biasa aja kali bebz,nggak ada yang berubah"ujarku sambil membaca berkas darinya


"kemaren gue sama Kinar sempet keder,takut elo berubah"ujar Qalila jujur


Ku hentikan kegiatan membacaku lalu ku tatap sahabatku itu lekat lekat "berubah ? berubah apa ? jadi power ranger ? apa ultramen ?"selorohku sambil tergelak


"syukur deh...biasanya kalo orang sudah berada di puncak dia lupa melihat ke tempatnya semula"


"Phobia ketinggian kali pasti tuh orang makanya nggak ngeliat ke bawah "timpalku nyengir


"gue ngiri liat kalian mesra setiap hari jadi pengen nikah"kata Qalila


"ya ajakin nikah dong bebz, Haris nya" saranku


"nih kita lagi getol mengumpulkan recehan bakal kita nikah"sahut Qalila cengengesan


"fighting"ucapku menyemangati


Sedang asyik ngobrol kami di kejutkan oleh Demas yang tanpa kami sadari kedatangannya sudah berdirj di ambang pintu yang memang terbuka dari tadi.Qalila segera undur diri.


"gue kembali ke meja gue dulu ya bebz"pamit Qalila sambil senyam senyum


Kuawasi Qalila yang keluar melewati Demcas yang masih berdiri di ambang pintu.aku mulai gelisah terlebih saat cepat Demas menutup pintu itu dan menguncinya.


"habis gue"desisku


Waktu bergersk begitu cepat hingga tanpa sadar Demas sudah memagut bibirku dengan mencengkeram tanganku yang ada di depan dada.


"eemmpphhh...."desisku dengan mata melotot


Baru setelah beberapa saat Demas melepas pagutannya.nafasku ngos ngosan serasa mau putus.direngkuhnya tubuhku dan kembali di kecupnya sesaat.


Serta merta ku dorong tubuh kekar itu "Sayang apa apaan ?"semburku seraya mengusap bibirku


"kenapa ? Sayang pingin ini kan ? siapa yang menggodaku saat meeting tadi,hem ?" tukasnya bernada menggoda


Aku tersipu Demas kembali mendekatiku yang tadi sempat menjauh "i want you baby" lirihnya dengan suara nakal


"enggak...enggak...ini kantor Sayang"tolakku seraya menyilangkan kedua tanganku di depan dada


Aku terus merangsek mundur sementara Demas terus maju sampai aku tersudut di depan rak buku,mentok tak dapat bergerak lagi.terlebih saat Demas menghalangi tubuhku dengan kedua tangannya menjejak di rak buku.aku tak berani menatap matanya yang berkobar oleh gairah.


"you make me very horny,baby"bisiknya sambil mengendus leherku


tubuhku meremang.ini mah senjata makan tuan niatnya menggoda malah jad8 beneran. aku tak suka bercinta di kantor selain tidak nyaman hatiku juga selalu was was.nafas Demas yang harum hangat menerpa pipiku ku tatap dia dengan gusar.Demas tersenyum simpul matanya benar benar menginginkanku.dekat....dekat.....semakin dekat bibir Demas ke bibirku hampir menempel dan......


Aku melorot dan melepaskan diri dari kungkungan suamiku.aku bergegas membuka pintu dan ku kiss bye dengan mata genit.


"dah Sayang....eeemmmuuaacchh !"


~Malam Hari~


Selesai sholat dan makan malam Demas tak langsung naik ke kamar kami.dia berada di ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaannya yang belum kelar.aku gunakan kesempatan ini untuk bersiap.aku segera memakai gaun tidur warna ungu yang amat transparan,aku sedikit bersolek dan menyemprotkan minyak wangi ke tubuhku.


Ku nyalakan aroma teraphi dan ku matikan lampu utama ku sisakan lampu tidur yang temaram.Aku tau Demas agak kesal dengan penolakanku tadi siang jadi aku berencana menggodanya malam ini.


"uumm....you will like it baby"gumamku


Pintu kamar berderit pintu terbuka,Aku berpose menggoda dengan ku dilangkan kakiku hingga baju tidurku membelah.what !! Demas cuek bahkan tak melirikku dia malah nggeloyor ke kamar mandi.


Aku menunggu Demas keluar dari kamar mandi dengan tak sabar.aku mondar mandir seperti setrikaan.ku pegang gagang pintu.di kunci,ah sial !!! apa Demas beneran ngambek ?


Sebenarnya aku sangat ngantuk tapi aku tahan.aku harus mendapatkan dia malam ini. tak lama Demas keluar hanya mengenakan handuk.diapun tak melihatku yang duduk di tepian ranjang.dia lurus menuju almari.membukanya dan berdiri cukup lama disana.


Aku sudah tak sabar ku hampiri Demas dan aku peluk dari belakang.ku sandarkan kepalaku di punggungnya,Demas membeku diam tak berujar ataupun bereaksi sama sekali.


"Sayaaaannnggg...ma'aaaff"kataku dengan manja


Demas melepas pelukanku memutar badan menghadapku.aku mendongak menatap wajahnya yang serius,perlahan Demas mulai mendekatkan wajahnya.hatiku bersorak girang auto mataku terpejam.lama kutunggu tak kunjung ku rasakan bibir Demas memagut bibirku.serta merta ku buka mataku dan....


Ku dapati Demas malah duduk di tepian tempat tidur sambil memainkan ponselnya. huh ! hatiku makin gremet gremet ingin ku cabik cabik monster dingin di hadapanku ini.


Ku dorong tubuh Demas hingga terjerembab jatuh telentang diatas tempat tidur.segera ku tindih badan kekarnya dan mulai ku cumbui dari wajah sampai ke perutnya ku sapu bersih.Demas tak bereaksi.baru ketika ku mainkan benda bengkaknya dengan mulut dan tanganku dia mulai mengerang.


"sssshhhh..."


Aku semakin mempercepat ritme pergerakan mulutku tak lama gunung itu berdenyut denyut meledak dan memuntahkan lahar hangat di dalam mulutku Demas melenguh panjang seraya menekan kepalaku semakin dalam.


"aaaaarrrggghhh....."


Aku merasa sangat puas aku bangkit menyeka lahar hangat di sudut bibirku.ku awasi sekujur tubuh suamiku yang bermandikan keringat.matanya terpejam dengan mulut sedikit terbuka.nafasnya tersengal sengal jika seperti ini suamiku terlihat sangat sexy.


Aku terkesiap saat tiba tibs Demas menarik kemudian membanting tubuhku ke atas tempat tidur kini Demas ganti berada di atasku,menindihku.melucuti semua yang melekat di tubuhku.dia menghela ekor poniku yang jatuh menutupi sebagian wajahku.dia tersenyum menatapku yang masih terkaget kaget.


"I love you my wild wife"bisiknya sembari membungkuk mulai mencumbuku.


Kecupan dan sentuhan Demas di sekujur tubuhku membuat tubuhku mengejang dan bergetar hebat.apalagi saat lidahnya menjelajahi lembah nikmatku,kontan aku menjerit jerit.


"aaahh...eemmhh...aashhh"


Demas memintaku tiarap aku menurut saja bahkan ketika dia menuntunku menuju lautan nikmat.aku pasrah tenggelam bersama desahan dan jeritan yang membaur bersama tetesan peluh yang menghiasi pergulatan kami.


lagi lagi aku menjerit saat dengan sedikit kasar Demas menjambak rambutku.dalam posisi ini sungguh sangat menguras tenagaku. untuk kesekian kalinya kami mendapatkan klimaks kami bersama sama.Demas menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.dengan nafas terengah engah.


"I love you sexy,aku puas sekali"bisiknya seraya mengecup bibirku


aku tersenyum sembari kuelus wajahnya lembut "i love you too suamiku"balasku


"aku gila karna desahanmu Sayang"


Aku kembali tersenyum dan bangkit untuk membersihkan diri,aku kembali sudah berganti dengan piyama terlihat Demas sudah segar.dia pasti dudah membersihkan diri di kamar mandi sebelah.ini yang aku suka dari suamiku.dia sangat cinta kebersihan.sekali selesai bercinta dia akan langsung mandi tidak langsung tidur.


Aku menyusul dia yang sudah lebih dulu diatas tempat tidur.aku merebah berbantal lengannya.


"Sayang...."panggilku


"iya sexy......"


"Qalila ingin menikah tapi uang mereka belum cukup"ceritaku


"Sayang bisa tidak membantu mereka ?" tanyaku sembari mendongak menatapnya


Demas menghela napas panjang "itu bisa di atur Sayang"


"Haris itu berharga diri tinggi Sayang,aku takut nanti kalau aku membantunya secara terang terangan dia akan tersinggung"katanya


"kenapa tidak memberinya bonus atau apa gitu ?" saranku


"siap laksanakan Ibu Bos"katanya seraya mengecup keningku


"terima kasih suamiku"seruku sumringah


"Sayang,,,,"panggilnya sembari mengelus bahuku


"dalem..."


"kemarin pas di Jogja ada sepasang suami istri.aku senang sekali saat sang istri memanggilnya Mas"cerita Demas


"teruuuuss...."kumainkan jariku di dadanya yang bidang


"aku ingin Sayang panggil aku dengan sebutan Mas"pintanya


Aku terdiam.Mas ? aku sangat canggung bila harus memanggil Demas seperti itu.aku sudah terbiasa memanggilnya Sayang.


"Sayaaanngg ayolaaahh..."rengeknya


"kaku sekali rasanya Sayang"ucapku


"coba sekali saja"bujuknya


"Emmm....Maaaassss !"panggilku


Serta merta Demas mengecup bibirku dan memainkan pipiku dengan gemas. "merdu sekali sampai membuatku merinding"serunya


"lebay "


"lagi dong Sayang"rajuknya


"Masku...."panggilku manja


"masyaalloh indahnya"


Entah pada akhirnya aku dan Demas tidur jam berapa ? kami ngobrol dan bercanda berdua. Ya Rabb langgengkan hubungan kami ini. jangan biarkan badai menerpa biduk rumah tangga kami.


\=\=\=\=\=\=