
(Hiks Hiks)
Aruna masih terisak di dada bidang milik Riega. Perlahan ia mulai mengendurkan pelukanya dan Riega yang merasakan hal itu paham kalau kekasihnya itu sudah puas meluapkan bebanya dan inilah waktunya Riega bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada gadisnya itu.
"Gimana? Udah puas nangisanya sayang?"
"Hiks.. udah ko.." jawab Nana sambil mengusap kecil ujung matanya.
"Nah, sekarang kamu cerita yah ke aku apa yang terjadi sama kamu?"
Aruna hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia tak mau cerita dengan Riega.
"Ada masalah dengan Wissey?"
Aruna menggeleng lagi.
"Ada masalah dengan guru pelajaran?"
Gelengan lagi dari Aruna.
"Dengan cowo lain? Apa mereka godain kamu?"
"Ga sayang.. aku ga papah"
"Bohong! Apa masalah dengan keluarga?"
Diam. Aruna hanya diam dan matanya mulai kembali berkaca-kaca.
"Apa aku benar sayang?"
Hening
"Kalau iyah, mari ceritakan semuanya padaku. Aku akan mendengar tanpa menyela"
Hening
"Sayang..." Riega mengangkat dagu Aruna.
"Riega?..." panggil Aruna.
"Iyah?"
"Apa aku ini anak yang nakal yah?"
"Ga ko. Memang kenapa?" Tanya Riega mengerutkan keningnya karena bingung dengan pertanyaan kekasihnya itu.
"Lalu kenapa Ayah pergi sama wanita lain? Apa dia ga sayang lagi sama aku karena aku nakal yah?"
"Ga sayang, kamu ga nakal ko!"
"Terus kenapa? Apa aku sama mamahku nyusahin Ayah yah? Sampai dia cari wanita lain dan mengusir aku dari kehidupanya?"
"Sayang, kamu sama mamah kamu ga salah dan ga akan mungkin nyusahin Ayah kamu. Aruna, dengar! Tuhan kasih kamu cobaan seperti ini tandanya Dia sayang sama kamu. Dia mau lihat, seberapa tangguhkah kamu menghadapinya. Bisa ga sih kekasihku yang cantik ini lewatinnya? Jadi, kamu jangan sedih. Ingat akan ada kebahagiaan setelah kesedihan sayang!" Jelas Riega menggenggam tangan Aruna.
"Tapi... kapan kebahagiaan itu datang Ga?"
"Pasti datang! Percayalah sayang.." ucap Riega menangkup wajah Aruna. Mengusap jejak-jejak air mata di pipi Aruna.
"Eem..." Aruna mengangguk ragu sambil menatap kekasihnya itu. Belaian lembut yang Riega berikan pada wajah Aruna sangat ia nikmati. Ini lah salah satu alasan Aruna menjadikan Riega sebagai kekasihnya.
"Jangan menangis yah sayang. Arunaku harus tegar dan kuat!" Ujar Riega langsung mengecup bibi Aruna perlahan. Aruna yang sedari tadi sesenggukan dibuat kaget oleh kelakuan Riega langsung mendorong dada bidang milik Riega.
"Kenapa sayang?"
"Yasudah.. sekarang, aku boleh tanya sesuatu ga sama Nana sayang?" Tanya Riega memeluk pinggang Nana.
"Tanya apa? Selagi aku bisa jawab, maka akan aku jawab Riega sayang" ujar Nana mendongakkan kepalanya menatap Riega dan membalas pelukan Riega di pinggangnya. Jadilah mereka sekarang sangat dekat.
"Na... aku mau tau alasan kamu pilih aku ini apa? Padahal di luar sana lebih banyak cowo yang jauh lebih tampan, lebih muda, lebih berada dari pada aku Na. Contohnya aja si Ringgo kapten basket yang nembak kamu secara life di lapangan dengan berbagai....."
"Sssst.. apaan sih sayang?" Kata Aruna memotong ucapan Riega dengan menempelkan jari telunjuk di bibir sexy kekasihnya itu.
"Kamu tanya alasan, kenapa malah bahas yang lain-lain sih sayang?"
"Hehe iyah-iyah maaf cantik. Yaudah sekarang jawab yah.." rajuk Riega mengeratkan pelukanya pada pinggang Aruna.
"Sayang.. jawabanku simple. Karena kamu mengerti aku dan kamu selalu bisa buat aku tenang saat ada di sisi kamu. Aku merasakan ada kesungguhan di mata kamu sayang. Kamu tahu?"
"Engga?!" Jawab Riega melongo.
"Cuma kamu yang nyatain cinta ke aku dengan tanpa embel-embel harta atau apapun. Ga... aku takut kalau nanti yang jadi pendamping hidup aku punya banyak harta, dia bakal ninggalin aku sama wanita lain. Sama seperti Ayah aku. Kenapa selama ini aku selalu nolak mereka? Karena aku ga mau cinta karena harta atau sesuatu. Mereka cuma lihat fisik aku Ga, mereka hanya tau aku ini cantik. Tapi, kalau suatu saat terjadi sesuatu sama aku dan aku ga cantik lagi apa mereka mau sama aku? Aku yakin mereka akan buang aku!" Aruna menarik nafas sebentar dan menghembuskannya perlahan.
"Aku pilih kamu karena kamu selalu ada buat aku meskipun kamu ga tau alasanya. Riega, aku cuma mau satu hal. Cintai aku karena kelemahanku supaya kamu bisa menguatkan aku dan aku bisa tau seberapa kuat cinta kamu ke aku Ga" ujar Aruna lalu memeluk lagi kekasihnya itu.
Riega yang mendengar jawaban kekasihnya itu jadi terdiam dan berfikir ternyata itulah alasan Nana memilihnya. Gadisnya ini sangat tulus, ia begitu traumanya akibat kepergian Ayahnya yang memilih wanita lain.
Hari ini di bangku taman dengan saksi senja yang semakin memudar, di dalam pelukan erat Aruna sang kekasih. Riega berjanji..
'Aku akan selalu menjaga kamu sayang. Aku akan perlahan menghapus rasa trauma itu sayang. Kita akan bersama selamanya dan ga akan ada yang bisa pisahin kita selain maut yang menjemput' Batin Riega megikrarkan janji pada dirinya sendiri.
"Terima kasih sayang" ujar Riega
Riega melepaskan dekapan Aruna dengan sangat lembut, ia menangkup wajah mungil Aruna menatap ke manik matanya yang sebening embun. Ada kesedihan disana dan menurunkan pandangannya menuju bibir mungil nan indah milik Aruna. Ada kenikmatan yang harus Riega miliki sekarang juga.
(Cup) berawal dari kecupan lembut antara keduanya dan berlanjut menjadi lumatan-lumatan kecil yang membuat mereka terbuai menikmati senja yang hari ini akan berakhir.
(Hufft huffft) nafas mereka saling beradu satu sama lain. Kening mereka bersatu dan tatapan mata mereka saling beradu.
"Sudah?"
"Iyah"
"Kita pulang sekarang?"
"Iyah"
Hanya kata "iya" yang bisa Aruna ucapkan. Hatinya menghangat, selalu seperti itu saat ada di samping Riega. Mereka akhirnya beranjak dari taman itu dan meninggalkan kenangan indah disana.
To be Continue...
Terima kasih sudah setia membaca novelku iniiii😊
Beri aku cinta dan kasihmu dengan menekan Like dan mengetik coment positive😍 Jika kalian baru baca maka subscribelah😉 Jika kalian punya koin maka votelah aku 😄
Thank you so much readerssss😚