Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
4



Hari-hari berlalu dengan semestinya Aruna tiap berangkat kesekolah selalu di antar oleh supirnya. Ia hidup hanya berdua bersama mamahnya. Mamah kesayanganya, mamah terkuat yang pernah Aruna kenal. Wanita terhebat yang rela tersiksa, dihina, dipukuli demi anaknya. Mamahnya adalah Malaikat tanpa sayap bagi Aruna.



Yah, Aruna Melati Defandra adalah salah satu dari berjuta-juta anak yang harus menerima takdir sebagai anak dari keluarga broken home.



Aruna menghabiskan masa remajanya dengan kesedihan, keterpurukan karena harus menyaksikan bagaimana keluarganya hancur berkeping-keping karena seorang wanita jalang. Manusia terlaknat yang pernah Aruna kenal adalah wanita yang dengan teganya menghancurkan keluarga kecilnya yang bahagia.




Flashback On



Lima tahun lalu tepatnya saat hujan menyirami bumi. Petir menyambar dengan suara yang begitu gemuruh. Dibawah derasnya hujan, di dalam rumah yang sederhana. Pertengkaran berlangsung dengan hebatnya. Saat itu, usia Aruna menginjak 13 tahun.



Dia menangis terisak dipojok sudut ruang tamu. Ia menyaksikan secara langsung pertengkaran itu. Melihat dengan mata kepalanya sendiri. Wanita yang sangat ia cintai di hajar habis-habisan oleh seorang pria yang jelas-jelas selalu ia sebut sebagai 'Cinta Pertamanya'.



Ayah. Lelaki yang selalu dia bangga-banggakan, yang selalu memberikan kehangatanya pada Aruna, sekarang telah berubah menjadi iblis yang begitu bejat.



(Plak!) Tamparan mendarat keras di wajah wanita tak berdaya itu.



"Mamaaaaah..." jerit Aruna mendekat



"Diam kamu! Masih kecil jangan pernah ikut campur"



"Nana sayang, mamah ga papah. Kamu pergi ke kamar dulu"



"Ga mau mah, mamah pasti sakit kan?" Ujar Aruna sambil menangis menangkup wajah mamahnya yang memerah bekas tamparan Ayahnya.



"Anak sialan! Pergi kamu dari sini!"



"AYAH! INI AKU ARUNA ANAK AYAH!" Teriak Aruna menghalangi aksi ayahnya untuk menyiksa mamahnya kembali.



"PERGI! Ke kamar sekarang!" bentak Tuan Defandra pada anak tunggalnya itu.



"Mas cukup! Ini anak kamu. Dia buah hati kita Mas! Apa karna wanita jalang itu kamu sampai lupa kalau kamu punya seorang putri yang begitu cantik, putri yang selama ini kita dambakan, putri yang selama ini menjadi motivasi kita untuk berjuang Mas! Apa kamu lupa Mas? Jawab Aku Mas!" Teriak Mamah Riris dengan air mata yang mengalir deras dan memeluk erat putri tercintanya Aruna.



"Bukan urusan kamu! Sekarang, kamu fikirkan lagi penawaran saya tadi. Kalau kamu masih mau bersama anak kamu, silahkan angkat kaki dari rumah ini. Kalau tidak anak kamu akan saya bawa bersama ibu barunya!" Ujar Tn.Defandra sambil menunjuk-nunjuk ke araha Riris dan Aruna sambil perlahan berlalu.



"Mas.. kamu ga bisa gitu mas..." Isak Mama Riris melepas pelukanya pada Aruna, sambil memohon dan memeluk kaki suaminya dari bawah, bersujud pada suaminya berharap ia dapat merubah penawaranya itu.



"Pikirkan baik-baik! Jangan sampai saya berubah pikiran dan memisahkan kamu dari anak ini!" (Duakk!) Tn. Defandra menendang Mamah Riris hingga tubuhnya terpelanting terbentur meja.



"MAMAAAAH!" Teriak histeris Aruna melihat Mamahnya tersungkur dan terbentur meja yang menyebabkan luka memar dan darah segar mengucur melalui keningnya. Ia memeluk tubuh mamahnya yang lemah.



"AKU DAN MAMAH AKAN PERGI DARI SINI! KALAU ITU KEINGINAN AYAH! JANGAN PERNAH TEMUIN KITA LAGI! AKU DAN MAMAH AKAN BUKTIIN SAMA AYAH DAN WANITA JALANG ITU, KALAU KAMI AKAN HIDUP LEBIH BAIK DENGAN ATAUPUN TANPA AYAH!"



Teriak Aruna sekencang-kencangnya agar bisa terdengan oleh Ayahnya yang sekarang menjadi lelaki yang paling ia benci sedunia. Ia meluapkan segala rasa sakitnya melihat betapa tersiksanya Mamahnya, berjuang sekuat tenaga mempertahankan kebahagiaan untuk Aruna. Ia rela disiksa demi Aruna. Kalau saja Aruna tahu sesakit ini Mamahnya berjuang, lebih baik sejak dulu saja Aruna mengajak Mamahnya untuk pergi.



Tidak sekali dua kali kedua orang tuanya bertengkar hebat. Tapi baru kali ini pertengkaran itu memuncak hingga Aruna memberanikan diri ikut campur tangan di dalamnya.




"Nana... sayang, mamah ga apa-apa. Jangan nangis yah sayang!" Ujar mamahnya mengusap lembut pipi Aruna dengan sisa tenaganya.



"Mah.. kita pergi aja dari sini. Aku ga mau liat mamah harus disiksa begini mah. Aku benci Ayah mah! Aku benci sama wanita itu mah!" Teriak Aruna terisak sambil memeluk erat mamahnya itu.



"Sayang, jangan pernah membenci. Bagaimanapun dia Ayahmu, jangan pernah membenci nak. Ayah dan Nana adalah satu darah. Mamah ga mau kamu membenci Ayah hanya karna mamah begini yah. Nana harus jadi anak yang tegar sayang" nasihat Mamah Riris sambil mengelus rambut Aruna lembut.



"Nana mau tetap keluar dari rumah ini sama Mamah seperti yang Ayah bilang"



"Tapi sayang..."



"Jangan pikirin kebahagiaan Nana mah.. Sekarang kebahagiaan Nana adalah mamah. Cuma mamah yang Nana sayang, cuma mamah yang Nana punya. Kita harus buktiin mah, kalau kita bisa hidup jauh lebih baik tanpa Ayah mah! Dia pasti akan menyesal Mah memilih wanita murahan itu!" Jelas Nana menatap wajah mamahnya.



"Iyah sayang.." angguk Mamah Riris menangis dengan sesenggukan menatap wajah anaknya yang ternyata jauh lebih tegar dari pada yang ia kira. Gadis kecilnya kini telah mengerti. Gadis kecilnya sekarang jauh lebih bijak dari dirinya.



Mamah Riris memeluk erat Aruna. Setelah itu Aruna menuntun Mamahnya ke kamar dan membaringkan tubuh Mamahnya di atas ranjang. Perlahan ia mengobati luka benturan di kepala Mamahnya. Mengolesi salep dibekas luka tamparan yang memar tadi. Berharap mamahnya segera kembali seperti sedia kala. Aruna menemani Mamahnya beristirahat.



"Aku akan selalu cinta Mamah. Sampai akhir nanti Mah" (Cup!) Aruna mengecup kening Mamahnya yang sedang beristirahat dengan teduh.



Sepanjang malam ia tidur dengan terus memeluk Malaikat tanpa sayapnya itu dengan erat. Berharap ada kebahagiaan akan kembali menghampirinya suatu hari nanti.












To be Continue..




Menguras Emosi banget nih nulis Eps. ini๐Ÿ˜ญ


Beri cinta kalian kepadaku yah...๐Ÿ˜ข



Jujur aku sama seperti Aruna ๐Ÿ™ƒ


Mon maap jadi curhat๐Ÿ™‚



Terima kasih untuk readers ku yang selalu setia menunggu aku update karena aku juga sibuk kerja๐Ÿ˜Š jadi ga bisa selalu update tiap hari..



Ah iyah, jumlah like coment ataupu vote dan tip bisa mempengaruhi moodku update ๐Ÿ˜„



Jadi beri aku sedikit kebahagiaan guyysss๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š