Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
3



(Ceklek)



Suara pintu terbuka membuat kegiatan memadu bibir antara Aruna dan Riega berakhir dengan terpaksa. Mereka berdua melihat kearah pintu yang terbuka dan..



"Kalian apa-apaan ini?"



"Emmm..." Aruna menggeleng tak bisa menjawab.



"Kita cuma ciuman aja ko"



"Jangan disini lah dodol!" Ujar Caca menjitak ubun-ubun milik kakanya itu.



"Awww.. sakit de"



"Ya elu mesum di tempat ginian"



"Ya inikan ruangan gue de. Jadi suka-suka gue dong"



"Ini ruangan kaka, tapi inget! Ini juga ruang seni yah Ka!"



"Yaudh, Ca. Mereka udah pada kumpul?"



"Udah, untung aja gue dulu yang masuk Ka. Coba mereka, lo sama Nana bakal kena masalah"



"Iyah deh iyah Ca. Suruh mereka masuk gih"



"Oke bentar"



Caca memanggil semua anggota vocal group yang berkumpul di aula. Sedangkan Nana merasa gugup sekaligus malu karna aksi ciumannya itu ketahuan oleh adiknya Riega.



"Sayang,.."



"Aku malu Pak"



"Santai aja sama Caca"



"Tapi aku malu Pak"



"Ga papah Caca ga akan bergosip"



"Iyah, tapi..."



"Udah yah ga ada tapi-tapian. Sekarang aku mau siapin keyboard dulu yah, dan kamu siap-siap juga"



(Muaach) satu kecupan lembut mendarat di pipi Aruna.



Nana juga salah satu anggota vocal group. Ia adalah drigen yang biasa memimpin dan memberikan intrupsi kepada para anggotanya. Sedangkan Riega sudah pasti dia adalah pelatihnya.



Caca kembali ke ruang seni bersama anggota vocal yang lainya. Mereka mulai mengatur barisan seperti biasanya. Ini adalah anggota group pilihan yang telah diseleksi dari berapa ratus orang hingga sekarang hanya ada sekitar 25 orang sudah termasuk Caca dan Aruna.



Caca dan Riega tak beda jauh, merek sama-sama memiliki suara yang indah dan memiliki ciri khas masing-masing. Mereka sering kali berduet dan sampai mereka pernah memiliki lagu ciptaan sendiri.



Seperti biasa Riega memulai sesi latihan dengan streaching pernapasan. Dimulai dari tarik nafas berulang-ulang. Bersenandung sesuai dengan tangga nada agar melatih diafragma. Streaching diakhiri dengan menyanyikan lagu



'Marina menari di atas menara. Di atas menara Marina menari'



Dimulai dari nada terendah Do hingga nada tertinggi Do oktaf.



*****



Latihan berjalan dengan lancar mereka menggarap satu lagu dalam sehari untuk perlombaan yang akan datang. Tapi latihan kali ini Aruna merasa tidak bisa fokus. Memikirkan hal yang terjadi tadi. Dirinya terpergok ciuman dengan gurunya. Meskipun Caca adalah Adik Riega, tapi tetap saja itu membuat dirinya malu sekali.



Riega keluar ruangan untuk meletakkan keyboardnya lagi. Anggota lainya sudah keluar dan tersisa Caca dan Aruna disana.



"Nana.."



"Iyah Ca?"



"Lo ga papa kan?"



"Emm,, aku ga bisa fokus karna kejadian tadi"



"Na, santuy aja keles. Ka Riega kan pasti yang mulai?"



"Iyah Ca..."



"Gue tau Riega gimana. Tenang aja gue bakal jaga rahasia lo sama dia. Gue ga mau jadi Ade durhaka"



"Hahaha, iyah deh Ca makasih banyak yah"



"Kalo Kaka gue nakalin lo, bilang aja!"



"Oke deh Ca"



"Gue balik duluan yh Na. Bilangin ke Riega"



"Tiati Ca"



"Siap"



Caca berlalu pergi meninggalkan Nana disana. Tak berapa lama kemudian Riega datang dengan mengagetkan Aruna.



"Door!"




"Ahhahahahahha" Riega tertawa pecah.



"Iih ngeselin ah.. Bapa ngeseliiiin..." rengek Aruna memukul lengan pelatihnya itu.



"Aw.. iya iya sayang maaf deh maaf. Lucu deh kagetnya" ujar Riega mencolek ujung hidung milik Aruna.



"Iyah jangan gitu lagi. Kalo aku jantungan gimana"



"Ahahah, iyah sayang iyah. Caca mana?"



"Udah balik duluan Pa"



"Yaudh yuk kita balik"



"Yuk"



Mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran sekolah untuk mengambil motor ninja merah yang telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh Riega.



****



"Sampai!"



Aruna yang duduk di jok belakang motor milik Riega masih belum mau turun dengan poisisi memeluk punggung milik lelakinya itu.



"Turun sayang. Udah sampe loh"



"Sebentar aku mau peluk kamu"



"Oke aku tunggu sampai kamu puas peluk aku sayang"



"Iyah Ga..."



Sudah hampir 5 menit mereka dalam posisi seperti itu. Dengan Riega yang mengelus punggung tangan Aruna yang mendekap dari belakang. Aruna merasa ada hal buruk yang akan menimpa mereka. Tapi entah apa itu dia pun tak mengerti.



Karena sudah merasa lebih tenang, Aruna mulai melonggarkan pelukanya itu.



"Eh, udah Na?"



"Iyah Pa"



"Padahal mau sampe malem di peluk kamu gini"



"Heheh, kelamaan atuh Pa Riega sayang"



"Iyah deh sayang, yaudah turun sekarang?"



"Iyah lah Pa masa besok?"



Aruna melompat turun dari motor ninja milik kekasihnya itu. Riega membukakan kunci helm yang di kenakan Aruna perlahan dan membantu melepaskannya. Diletakkan helm itu di atas tangki bagian depan. Riega membuka helmnya yang full face.



Perlahan Riega menarik jari jemari milik Aruna berusaha mendekatkan tubuh gadisnya itu dan...



(Cup) kecupan hangat di daratkan di bibir mungil Aruna. Perlahan Riega mencecapi bibir gadisnya itu membuat Aruna tergelitik seperti ada ratusan kupu-kupu yang terbang di perutnya. Untuk pertama kalinya Aruna di cium di depan umum. Ada rasa aneh dan malu dalam dirinya, tapi ia tak bisa menolak hal itu dan dia sangat menikmatinya.



Riega terus menikmati dengan begitu perlahan ia melepas lumatanya. Aruna yang malu terus menundukkan kepalanya takut ada yang melihat kejadian itu. Riega sebenarnya tau, kalau komplek perumahan Aruna itu sepi jadi dia berani mencium Nana seperti itu.



"Sudah jangan menunduk terus cantik"



"Aku malu"



"Ga ada yang liat"



"Tapi malu Ga"



"Yasudah aku mau pulang yah sayang" ujar Riega mengelus rambut indah Aruna.



"Hati-hati Pa Riega sayang" ujar Aruna menatap kekasihnya itu yang sedang mengenakan helm. Ia melontarkan senyum yang merekah sebagai tanda perpisahan sementara karena mereka besok bertemu lagi.



Sepeninggal Riega, Aruna berjalan masuk membuka gerbang rumahnya. Tanpa mereka berdua sadari, ada sepasang mata indah nan tajam yang menyaksikan kejadian itu di balik kaca mobil.




'Hah, dasar gadis bodoh! Lihat saja nanti' Gumamnya











To be Continue..






Thanks buat kalian yang bener-bener antusias sama novel aku yang ini😊



Buktikan rasa penasaran kalian dengan Like, Coment, dan beri Tip ke cerita Aku ini yah..



Jumlah Like bisa mempengaruhi mood ku untuk terus update😍❤