Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
31



(Ceklek!")


Pintu terbuka dengan perlahan. Sharen masuk dengan wajah yang datar dan tak dapat dibaca sama sekali oleh Riega.


'Jantung gue mo copot njiir,-' batin Riega tetap berpura-pura fokus membaca buku nilainya.


Sharen berjalan terus tanpa melirik sedikitpun ke arah Riega. Dia menuju ke meja kerjanya dan membereskan beberapa buku-bukunya.


'Tuhan, berpihaklah padaku.. jangan sampe Sharen sadar!' Batin Riega berdoa berharap dia tidak ketahuan oleh Sharen telah mengambil berkas yang mungkin itu memang miliknya pribadi.


"Riega?!" Panggil Sharen memecah lamunan Riega.


Saat ini jantung Riega benar-benar terpompa dengan sangat maksimal. Baru kali ini dia merasa begitu takut. Seperti ia ingin di penjarakan jika saat ini dia ketahuan mengambil data pribadi Sharen. Karena Riega baru kali ini mengambil tanpa izin seperti halnya mencuri barang berharga milik seseorang.


"I..iya Sharen?" Jawab Riega gugup. Benar-benar dia tak bisa menahan rasa gelisahnya saat ini. Ia takut Sharen akan mengetahuin ada sesuatu yang hilang miliknya.


"Kamu..." Sharen menjedanya. Semakin membuat Riega benar-benar takut. Riega rasanya ingin segera kabur dari ruang seni itu sejauh-jauhnya.


"Ke-kenapa Ren?" Tanya Sharen lagi


"Kamu masih ada jam ngajar? Kalau ga ada, boleh antar aku sampe ke halte kemarin lagi gak?" Tanya Sharen membuat jantung Riega begitu lega dan perasaan takutnya mereda.


'HUUUFFFTT' Riega menghembuskan nafasnya begitu kencang pertanda hatinya begitu lega selega-leganya.


"Kenapa Ga? Kalau kamu ga mau ga apa-apa ko aku..."


"Eh, boleh kok boleh" jawab Riega memutus ucapan Sharen.


"Beneran ga apa-apa?" Tanya Sharen lagi memastikan.


"Iyah, ayo kamu duluan!" Titah Riega.


Akhirnua Sharen pun berjalan keluar lebih dulu untuk melakukan finger print di kantor. Selepas Sharen keluar, Riega langsung menyandarkan tubuhnya di kursi. Badannya lemas. Sebenarnya lega, hanya saja dia baru kali ini merasa ketegangan seperti seorang penjahat sedang di interogasi.


"Haiiisssh.. untung aja" Gumam Riega.


"Nganter Sharen itung-itung sebagai permintaan maaf karena udah nyuri file pribadinya" Gumam Riega lagi.


Riega pun berjalan dan menyusul Sharen. Riega menggunakan Jaketnya dan mengambil kunci motor miliknya. Terlihat dari kejauhan Sharen sudah menunggunya di gerbang bukan di motor ninjanya. Riegapun melajukan motornya mendekati Sharen untuk mengantarnya ke halte terdekat.


"Ayo naik!" Titah Riega.


"Oke" Sharen pun naik ke jok belakang.


"Nih, pake helmnya!" Suruh Riega lagi.


"Makasih Ga!" Jawab Sharen sambil mengenakan helm yang biasa di pakai oleh kekasihnya itu.


Riega tak menjawab dan dia langsung tancap gas menuju halte bis untuk mengantar Sharen ke sana. Di perjalanan tak ada perbicangan sama sekali. Sejak kembali dari toilet tadi, Sharen mulai berubah. Nada bicaranya tak semanja biasanya, dirinya pun terlihat begitu datar-datar saja seperti tanpa ekspresi.


Riega memang merasa aneh, tapi menurutnya itu hal yang bagus. Karena Sharen akan menjauhinya dan tak berdekatan lagi dengan dia. Sehingga Aruna tak akan salah paham pada dirinya.


*****


Jam pelajaran terakhir hampir saja selesai. Hanya tinggal beberapa menit lagi. Kelas Aruna sudah mulai senggang dan guru mata pelajaran sudah memberikan kebebasan. Mereka hanya disuruh membaca dengan santai.


Aruna dan Wisey sudah selesai membaca dan mereka sedang berbincang asyik tentang rencana mereka menginap nanti malam.


"Eh, gue boleh nginep sampe kapan Na?" Tanya Wisey pada Aruna.


"Sampai mamahku pulang juga boleh. Biar aku ga kesepian Sey!" Ujar Aruna manja pada sahabatnya itu.


"Siaap deh bos." Jawab Wisey gembiar karena jarang-jarang ia bisa menginap di rumah Aruna. Memang dia pernah menginap di rumah Aruna, itupun hanya saat ia mengerjakan tugas kelompok.


"Eh, pulang nanti sama Pa Ramikan ke supermarket dulu yah Sey, biar malem nanti kita masak berdua. Bi Sumi biar sore ini aja baliknya." Jelas Aruna antusias mengajak Wisey.


"Oke deh Na gue mh ngikut tuan rumah aja deh!" Ujar Wisey mengembangkan senyumnya.


"Siap Sey. Eh, Wisey.."


"Hemm?"


"Nanti malem juga bakal kedatengan tamu. Kamu jangan kaget yah. Aku juga sekalian mau curhat sama kamu nih, banyak banget yang aku rahasiain dari kamu Sey selama ini!" Ujar Aruna merasa bersalah dan murung.


"Aaaah, Aruna. Lo kok gitu sih sama gue?" Jawab Wisey pura-pura ngambek.


"Maaf Sey. Aku selama ini cari waktu yang tepat buat ceritain semuanya ke kamu." Ujar Aruna menggenggam jari sahabatnya itu.


"Iya deh gue maafin Na. Tapi lo harus cerita yah!"


"Iyaa Sey. Kamu jangan kaget dan harus bisa jaga rahasia yah?" Pinta Aruna.


"Siap deh Na. Aku bakal jaga rahasia kamu apapun itu Na." Janji Wisey mengacungkan kelingkingnya sebagai tanda perjanjian dengan Aruna.


"Oke Sey" sahut Aruna menautkan jari kelingkingnya juga pada Wisey. Mereka berdua tersenyum dan tertawa bersama.


Tak terasa bel pulang berbunyi dengan nyaringnya mengisyaratkan seluruh murid boleh kembali ke rumah masing-masing. Begitupun Aruna dan Wisey.


****


Farissa Ila Daniel. Biasa di sapa dengan Caca. Adik kandung Riega yang begitu tomboy namun selalu tampak cantik. Dirinya begitu cerdik. Ia memiliki insting yang kuat terhadap beberapa orang yang memiliki niat tak baik bagi orang-orang tersayngnya.


Caca dan Aslan sudah memiliki niatan untuk jalan berdua setelah pulang sekolah. Aslan mengajak Caca untuk pergi ke mall bersama. Aslan ingin membelikan Caca sesuatu yang dia rasa Caca akan suka sekali.


"Sayang?" Panggil Caca pada Aslan.


"Hemm? Apa yang?" Tanya Aslan.


"Jadi kan?"


"Jadi dong. Ayok naik!" Titah Aslan pada Caca untuk menaiki jok belakang motornya.


"Ke mall cinta. Kamu kemarin lagi mau beli apa tuh, aku lupa?" Tanya Aslan mulai menyalakan motornya.


"Emm... apa yang, aku juga lupa?" Ujar Caca.


"Yaudah nanti di inget aja lagi pas udah sampe mall" jelas Aslan langsung tancap gas agar segera sampai ke tempat tujuan.


-


Sedangkan Aruna bersama Wisey sudah sampai terlebih dahulu di mall. Untuk membeli bahan makanan mereka nanti malam. Rasanya Aruna senang sekali bisa bersama dengan Wisey. Sampai di mall Pa Ramikan hanya menunggu di mobil saja tidak mengikuti mereka berbelanja.


"Nana, lo mau makan apa ntar malem?"


"Aku mau makan banyak pokonya nanti malem!" Ujar Aruna kegirangan.


"Oke, oke gue bakal masakin lo banyak-banyak! Tapi inget, lo harus abisin semuanya!"


"Ahaha, siap deh Sey siap!" Jawab Aruna mantap dengan senyuman yang begitu mengembang.


Mereka berdua memilah dan memilih bahan makanan untuk mereka buat dengan begitu girangnya. Setelah selesai memilih beberapa bahan belanjaan, mereka berdua berpindah tempat ke toko buku dan toko penjual kaset.


Niatnya mereka ingin menonton bersama beberapa film drama yang baper dan beberapa film horor untuk beberapa hari kedepan. Mereka pikir, dari pada nonton di bioskop yang harganya jauh lebih mahal, lebih baik menonton lewat cd saja tidak ada bedanya.


Saat mereka sedang asyik memilih kaset atau cd film tiba-tiba saja Aruna melihat sekilas ada wajah Caca disana bersama Aslan kekasihnya. Lalu Caca mencari keberadaan Caca. Benar saja, itu adalah Caca dan kekasihnya itu.


"Caca?" Teriak Aruna kegirangan melihat Caca adik dari Riega itu. Pasalnya, Caca ingin memberikan sebuah informasi dan menjelaskan suatu hal pada dirinya perihal Riega. Ia sudah sangat tak sabar dengan apa yang akan di ceritakan oleh Caca.


"Eh Nana?" Sahut Caca terkejut melihat Aruna berada di sana dan di belakangnya ada sahabat dekat dari Aruna yang Caca kenal namanya Wisey.


"Iyah Ca, kamu bisa disini sih? Aku kira tadi salah liat loh!" Ujar Aruna heran.


"Iyah nih, Aslan mau beliin aku cd action terbaru. Kemarin aku bener-benr pengen banget beli itu. Tapi Pa Riega ga mau beliin aku. Dia pelit banget tuh Na. Kesel. Padahal duit di atm aku udah menipis dia masih aja pelit." Ujar Caca kesal dan menjelek-jelekan Riega di depan Aruna.


"Ahahah, yasudah mungkin Pa Riega ga mau beliin kamu itu karena bentar lagi ujian. Hihihi" jawab Aruna terkekeh lucu sambil menutup mulutnya yang imut itu.


"Mungkin juga sih Na heheheh" balas Caca dengan kekehannya.


"Eh, Na cdnya udah ketemu semua nih. Mau di bayar sekarang aja atau gimana?" Tanya Wisey pada Nana yang malah keasyikan mengobrol dengan Caca.


"Eh iyah. Ayok bayar sekarang!" Ajak Aruna pada Wisey.


"Ayok" jawab Wisey bersemangat.


"Caca, Aslan. Kita duluan yah. Ca, sampai ketemu nanti malam!" Ujar Aruna menyatakan perpisahan pada sepasang kekasih itu.


"Oke Aruna dan juga Wisey. Kalian hati-hati!" Ujar Caca.


Akhirnya Aruna dan Wisey berjan menuju kasir untuk membayar Cd yang telah mereka pilih. Selesai membayar mereka langsung berjalan menuju parkiran dan menghampiri mobil yang di dalamnya ada Pa Ramikan.


Mereka bergegas pulang dan bersiap untuk malam nanti. Saat di mobil Wisey mempertanyakan tentang ucapan Aruna tadi pada Caca.


"Na apa lo ngundang Caca ke rumah nanti malam?" Tanya Wisey penasaran.


"Emmm, sebenarnya engga sih. Dia yang mau mampir ke rumah. Tadi jam istirahat dia bilang gitu ke aku"Jawab Nana santai.


"Oh begitu. Terus lo mau curhat tentang apa sama gue?"


"Ada deh panjang pokonya!" Ujar Aruna santai.


"Oke gue siap dengerin Na!" Balas Wisey.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di pelataran rumah Aruna. Di sana sangat rapih dan asri. Bi Sumi sedang menyapu teras saat itu. Mereka masuk dan menyapa Bi Sumi dengan ramah.


"Bi?"


"Eh, udah pulang Non?" Tanya bibi dengan senyuman khasnya.


"Udah Bi. Wisey malam ini mau nginap bareng sama aku. Bibi ga usah masak ga apa-apa biar Wisey yang masak nih. Dia jago banget Bi" ujar Aruna mengedipkan sebelah matanya dan nyengir kegirangan.


"Oh, non Wisey pandai masak yah. Yasudah nanti malam kalian makan yang enak yah dan janagn lupa hati-hati di rumah Non"


"Uh She Up Bibi" jawab Wisey sambil menaikkan tangannya memberi tanda hormat pada Bi Sumi.


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak akan kelakuan Wisey. Bi Sumi akhirnya pamit pulang lebih awal karena pekerjaannya sudah terselesaikan dengan baik. Aruna dan Wiseypun masuk ke rumah dan mereka sama-sama mandi.


Eits, bukan berarti mereka mandi dalam satu kamar mandi yang sama. Tapi mereka mandi di kamar mandi yang berbeda yah :v


(Author ga sekotor itu pikirannya Hahahahah)


To be Continue...


Oke kawan-kawan tercintaaaah 😍


Aku kembali update dengan isi yang lumayan panjang nichπŸ˜…


Kalian penasaran ga sama Kepribadian Sharen?


Guys.. aku tunda dulu yah sampe update selanjutnya..


Maaf nih yah, aku updatenya telat ga seperti biasany. Badanku pegel-pegel alhasil aku harus di urut πŸ˜‚πŸ˜‚ Aduh, pengobatan terampuh saat badan pegel yah itu.πŸ˜‚πŸ˜‚


Ah iyah.. kebetulan hari ini juga ada pemadaman listrik yang menghambat proses penegetikan. Batre hp ku low.. alhasil saat aku mau ketik-ketik manjah, malah ga bisa dan semua inspirasiku buyar seketika. 😝


Doakan semoga besok mood ku baik guyssπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Berikan Like kalian dan coment untukku.. 😍😍


Beri aku semangat guysssπŸ€—