Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
2



Teeet,...



Bel pulang sekolah berbunyi. Menandakan waktu pelajaran berakhir dan akan disambung esok hari. Tapi masih ada jam tambahan hingga pukul lima sore untuk ekskul. Riega harus melatih vocal group.



Riega sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan pujaan hatinya yang sudah sedari tadi menunggu di ruanganya karena jam pelajaran dia kosong.



"Aruna sayang.." Riega membuka pintu perlahan. Dilihatnya Aruna sedang tertidur pulas dengan kepala bersandar di atas meja.



"Sayang bangun"



"Emm... iyah. Udah ngajarnya Pa?" Tanya Nana sambil mengusap matanya yang berat.



"Udah sayang.. sini bobo sini cantik" ujar Riega bersandar di sofa.



"Ada jadwal latian kan Pa?"



"Iya sayang" sambil membelai rambut indah milik Nana yang sudah menidurkan kepalanya di paha milik Riega.



"Apa ga papa aku tidur gini?"



"Ga masalah sayang. Jadwal latihan masih ada setengah jam lagi" dengan masih terus membelai rambut Aruna, Riega memandangi wajah gadisnya itu.



"Oke" Aruna mulai memejamkan matanya dan mulai terbuai oleh mimpi-mimpi.



Riega duduk bersandar di sofa sambil membelai rambut Aruna dan memandanginya begitu takjub. Ia tersenyum dan mulai mengingat masa-masa dimana dia dan Aruna bertemu.



Saat itu....




Flashback On



Gubraak!!



"Aaaww. Kalau jalan pake mata donk" rintih Aruna



"Ii.. iya. Ma.. maaf saya buru-buru" kata Riega terbata sambil menunduk membersihkan bajunya.



(Glek) Riega menelan salivanya dengan sulit.



'Cantik banget' batinya melihat gadis yang saat ini tergeletak jatuh di hadapanya.



"Ga bisa gitu dong Mas. Kaki saya sakit"



"Aduh, yasudah sini bangun biar saya antar kamu ke klinik. Mana yang sakit" ucapnya datar sambil terus memandanginya.



"Ga usah!"



"Ih, tadi bilang kakinya sakit?"



"Buruan bantuin" rengek Aruna



"Katanya ga usah?"



"Cerewet banget sih Mas. Mau nolong apa ga?" Cibir Aruna



"Iyah sini saya bantu. Dasar cewe!" Riega mengulurkan tanganya agar bisa di raih oleh gadis berseragam SMA itu.



"Mas kalo jalan tuh ya sambil liat dong!" Berusaha berdiri



"Iyah yaudh saya buru-buru nih. Maaf yah" Riega langsung berlari tergesa-gesa meninggalkan Aruna yang berdiri sambil membersihkan rok abunya itu.



"Cantik-cantik ngeselin" gerutunya sambil berjalan.



"Dasar yah mas-mas sialan" rutuk Aruna setelah tubuh itu menghilang dari hadapannya.



Aruna berjalan sedikit pincang karena ada luka kecil di bagian mata kakinya yang tergesek dengan trotoar tadi. Ia masih mendongkol karena kejadian tadi.



"Awas aja yah kalo ketemu lagi sama mas-mas sialan itu, bakal aku bejek-bejek tuh orang" gerutu Aruna.



Flashback Of





"Dasar gadis ngeselin, gadis lugu, gadis yang selalu buat aku khawatir tau gak! Aku belum tau alasan kamu pilih aku Na. Padahal banyak banget siswa yang tertarik sama kamu sayang"




"Emmm.. Pa, latihannya udah mulai?"



"Belum sayang... bangun dulu gih!"



Aruna mengangkat tubuhnya, mengubah posisi menjadi duduk sila di sofa dan berhadapan dengan Riega.



"Pa.."



"Hemm.."



"Bapak ga akan ninggalin aku kan?"



"Kenapa tanya gitu?" Riega mengerutkan keningnya. Tak mengerti kenapa gadisnya itu bertanya seperti itu.



"Aku, takut Ga" ujar Aruna lirih sambil menunduk



"Takut kenapa sayang? Hemm, mimpi buruk?" Tanya Riega khawatir dan menarik Aruna kepelukanya



"He'em" jawab Nana mengangguk.



"Aku ga akan tinggalin kamu sayang"



"Jangan janji kalau kamu belum tentu bisa nepatin Ga!" lirih Nana



"Aku bakal berusaha Na. Sebisa mungkin"



"Makasih Ga"



"Kembali kasih, sayang" Riega mengeratkan pelukanya, seolah dia tidak mau meninggalkan gadisnya dan dia akan menjaganya. Sejak bertemu, dia rasanya seperti tidak bisa kalau tanpa Nana. Nana bagaikan sebuah kebutuhan untuknya.



Nana memang cantik, sexy, sempurna sebagai seorang wanita. Tapi bukan hanya itu alasan Riega mencintainya.



Dia mencintai Aruna karena sejak pertama bertemu, Aruna cewe yang berbeda. Sejak dia mulai dekat dengan Aruna, dia bisa benar-benar tahu bagian luar dan dalam Aruna. Bukan! Bukannya dia sudah menyentuh Aruna lebih intim. Tapi dia tahu isi hati Aruna, kehidupanya, semua alasan dirinya seperti itu. Ada rasa iba, tapi lebih besar rasa cinta padanya.



Aruna adalah gadis yang hangat. Tubuhnya benar-benar hangat. Hatinya, sifatnya semuanya bisa membuat hangat Riega. Tubuhnya selalu bisa membuat Riega merasa nyaman, tubuhnya bisa membuat Riega kecanduan bahkan dimabuk olehnya. Tapi dia selalu menahan semuanya demi menjaga kesucian gadis lugunya itu. Hingga saat ini, hanya interaksi bibir yang sudah mereka lakukan. Itupun, Aruna masih malu-malu.



"Sayang, 5 menit lagi latihan di mulai. Kamu siap-siap gih" Aruna menarik tubuhnya dari pelukan Riega dan mereka beradu pandang.



"Temanin aku yah" Riega membalas tatapan mata indah itu dengan lembut dan dalam. Sangat dalam. Hingga Riega secara tidak sadar mendekatkan wajahnya memungkas jarak mereka berdua.



"Ehhmmm..." desahan Aruna membuat Riega semakin membuncah nafsunya.



Nafas mereka terengah-engah, Riega melumat bibir Nana dengan sangat lembut, perlahan ia melumat, ******** seluruh bibir Aruna, membuat Aruna mau tak mau membuka bibirnya untuk mengambil nafas dan Riega berhasil menembus pertahanan bibir Aruna. Ia berhasil menyatukan lidah mereka saling menikmati satu sama lain. Lidah Riega mulai mengabsen setiap inci mulut Nana.



"Hmmm, Riega..." desahan Aruna membuat Riega semakin bersemangat. Ia mencengkram kuat pinggang Nana semakin mengeratkan tubuhnya menempel dengan tubuh Aruna.



Aruna yang mulai terbawa suasana mulai menautkan tanganya di tengkuk milik kekasih sekaligus gurunya itu. Perlahan Aruna malah menekan tengkuk Riega berusaha menikmati setiap lumatan-lumatan nikmat yang Riega berikan.



Semakin ditekan, Riega semakin bersemangat. Gigitan kecil mulai ia lakukan. Membut bibir Nana memerah sexy.



Tiga menit sudah mereka berbagi kenikmatan di bibir. (Hoosh,, hossh,,) nafas mereka memburu satu sama lain. Jantung mereka berdetak tak karuan. Kenikmatan itu membuat mereka benar-benar saling terbuai. Hingga tak sadar...



(Ceklek)



Pintu terbuka perlahan...








To be Continue...



Beri cinta kalian untuk akuu❤


Coment positive yah😊