Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
35



Tak terasa waktu begitu cepat berlalu sudah tiga hari kondisi hubungan Riega dan Aruna aman-aman saja. Tak ada gangguan dan juga hambatan. Wisey yang sudah mengetahui hubungan Aruna dengan gurunya itu sudah mulai sedikit terbiasa. Wisey sebisa mungkin menjaga rahasia Aruna dan Wisey juga menghargai privasi Aruna. Tapi tetap saja, Wisey akan ikut campur bila mana Aruna disakiti oleh orang lain. Ia akan yang pertama maju untuk melawan orang itu.


Riega dan Aruna serasa begitu bebas tanpa ada beban lagi untuk berhubungan seperti dulu sebelum kedatangan Sharen di sekolah itu. Pulang bersama dan Aruna juga sering menemani Riega di ruang seni saat ada waktu senggang. Pasalnya telah tiga hari ini Sharen tak masuk kerja. Pihak sekolah memberi kabar bahwa Bu Sharen sedang ada pekerjaan lain di luar tanggung jawab mengajarnya. Entah tugas apa itu tak penting bagi Riega, yang pasti Riega merasa senang dan sangat bebas.


Seperti halnya saat ini, hari libur yang sedang Riega nikmati bersama di rumah Aruna. Wisey kembali ke rumahnya karena Mamah Wisey meminta bantuan Wisey jika weekend tiba untuk menjadi asisten instrukture memasak alias Koki atau Chef. Jadilah saat ini Riega yang berada menemani Aruna. Itupun harus meminta izin terlebih dulu pada Mamah Riris. Dengan hasil akhir sebuah kesepakatan Riega tidak boleh menginap di rumahnya dan Aruna jelas menyetujui itu.


Bi Sumi juga ada di rumah, mereka berdua juga tak berani untuk berbuat macam-macam. Riega datang pagi sekali ke rumah Aruna bertepatan dengan Wisey yang sudah di jemput oleh keluarganya untuk ke tempat kursus memasak mamahnya.


"Eh Pa Riega? Mau ngapelin Nana yah?" Tanya Wisey menggoda Aruna.


"Ih Sey apaan sih!" Geram Aruna mencubit lengan sahabatnya itu.


"Awww... udah deh Na. Iya kan Pa Riega?" Tanya Wisey lagi.


"Ahaha, kamu tau aja Sey!" Jawab Riega santai dan itu berhasil membuat Aruna blushing karena ia merasa malu sekaligus senang Riega berkata seperti itu.


"Uluh uluh sahabatku langsung semerah tomat nih wajahnya!" Goda Wisey lagi mencolek pipi Aruna.


"Aah, sudah sana balik!" Ujar Aruna mendorong Wisey untuk segera masuk ke mobilnya. Ia sangat malu di goda seperti itu oleh Wisey.


"Iyah deh iyah Nana. Ga usah di usir juga gue pulang kalii. Kayanya udah ga sabar mau di apelin sama Pa Riega yah? Eh, yaudah Pa saya pamit pulaaaaaang..." Goda Wisey lagi semakin membuat Aruna kesal pada Wisey dan ia langsung lari menuju mobilnya.


"Uuuuh dasar Wisey awas aja yah!" Teriak Nana kesal pada Wisey yang sudah masuk ke dalam mobil .


"Hahahaha senang-senanglah kalian!" Teriak Wisey lagi dan mobilnyapun mulai melaju.


Tinggallah Aruna dan Riega berdua di teras rumah. Riega yang sudah bersiap menggunakan pakaian sportynya untuk mengajak Aruna jogging pagi ini langsung menyuruh Aruna mengganti pakaian. Karena Aruna masih menggunakan pakaian santai ala-ala dirinya biasa di rumah.


"Ayo cepat ganti baju. Kita jogging biar sehat!" Titah Riega menarik lengan Aruna dengan lembut menuju ke dalam.


"Eh ga bilang kalau mau langsung jogging!" Ujar Nana dan mereka berhenti di ruang tamu.


"Iyah kan weekend gini kapan lagi bisa jogging berdua kan? Tiap minggu aku jogging sendiri!" Ucap Riega langsung duduk di sofa dan menyilangkan tangannya di depan dada. Bibirnya sengaja ia manyunkan pertanda dirinya merajuk.


"Aah, iya iya sayang aku ke atas dulu ganti baju kamu tunggu di sini yah. Ada Bi Sumi kalau kamu mau sarapan dulu!" Jelas Aruna.


"Ga usah Na. Kita sarapan di luar!"


"Oh, oke deh Pa!" Aruna langsung berlari menuju ke kamarnya untuk bersiap jogging bersama kekasihnya.


Tak butuh waktu lama, Aruna sudah bersiap untuk berangkat bersama Riega. Sebelum pergi keluar rumah, Aruna menyempatkan diri izin ke mamahnya via telpon dan Arunapun di izinkan untuk pergi bersama kekasihnya itu. Memang, Aruna selalu terbuka terhadap Mamah tercintanya.


Mereka berduapun tak lupa untuk pamit kepada Bi Sumi dan juga Pa Ramikan yang sedang mengelap mobil di garasi. Meskipun mereka adalah pekerja di rumah Aruna, tetap saja etika izin saat ia ingin keluar rumah kepada orang yang lebih tua selalu ia jalani. Itu adalah perintah dari mamahnya. Apa lagi saat ini Mamahnya sedang tidak ada di rumah.


Nah, mereka berdua menggunakan motor ninja milik Riega untuk menuju ke CFD. Disana terdapat jogging track dan juga stadion yang lumayan besar. Riega setiap hari minggu pasti pergi ke stadion untuk sekadar hogging melatih fisik agar tetap bugar. Sedangkan Aruna bahkan ke CFD pun tidak pernah. Aruna selalu di rumah. Jikalau hari liburpun, ia habiskan bersama mamahnya di rumah. Entah dengan berbincang santai, curhat, terkadang mereka jalan-jalan hanya ke pusat perbelanjaan dan kadang ke kantor Mamahnya sekadar ingin tahu kondisi kantor mamahnya.


"Riega, kita mau kemana?" Tanya Nana membuka percakapan di atas motor sambil merangkul tubuh kekar Riega dan menghirup aroma segar yang begitu maskulin dari tubuh kekasihnya itu. Aroma yang selalu ia rindukan.


"Car Free Day!" Jawab Riega sambil tetap fokus menyetir.


"Dimana?" Tanya Aruna lagi.


"Kamu belum pernah ke sana?" Ujar Riega malah balik bertanya pada Aruna.


"Belum!" Jawab Nana.


"Ok nanti juga tau ko sayang!" Ujar Riega sambil menyetir dan merasakan pelukan hangat dari sang kekasih.


"Iyah deh Pak" Gumam Aruna semakin merangkul Riega dengan erat menenggelamkan wajahnya di punggung sang kekasih.


Setelah itu, tak ada perbincangan yang berarti di antara keduanya. Aruna hanya menikmati kesempatan memeluk Riega dan Riega fokus berkendara sambil menikmati pelukan manja kekasihnya itu.


Sepuluh menit perjalanan menuju ke jogging track sudah mereka tempuh. Saat ini mereka sduah memarkirkan motornya. Aruna melepas helmetnya seperti biasa di babtu oleh Riega. Hal kecil yang biasa mereka lakukan menjadi tontonan beberapa pasang mata disana. Begitu romantis. Bisik-bisik mereka yang menyaksikan itu.


Gadis yang begitu cantik Anggun dan imut itu berpaangan dengan seorang pria yang sangat tampan. Bagai sepasang putri dan raja.


"Naa,?"


"Hem?"


"Pemanasan dulu yah nanti, kamu kan pasti jarang olah raga kan sayang?"


"Hihihi iyah Pak"


"Jangan panggil Pam dong.."


"Iyah sayang..." Aruna melakukan kemauan Riega dan Aruna langsung menggandeng tanga Riega. Ia tak sabaran untuk melakukan pemanasan dan langsung cuss untuk jogging.


Riega memilih tempat untuk jogging bukan di jogging tracknya, tapi ia memilih di stadion saja. Disana lebih efektif dan kebanyakan disana pasangan muda-mudi yang memnuhi. Kalau di jogging track biasanya lebih banyak pengunjung yang sudah berkeluarga, karena di sana tempatnya lebih asri dan ada beberapa saung yang disediakan seperti tempat piknik.


Riega terus menggandeng Aruna hingga sampai ke dalam stadion. Disana ada pelatihan SSB untuk anak-anak juga. Pelatihan memanah yang terletak di ujung stadion, ada juga yang sedang berlatih atletik disana. Aruna yang baru pertama kali masuk ke stadion merasa sangat senang dan dirinyapun merasa terpesona dengan hal baru yang ia lihat. Ia sangat tertarik untuk ikut memanah.


"Waaah, sayang! Disana ada yang latihan memanah tuh. Aku jadi mau coba deeeh!" Teriak Nana kegirangan membuat beberapa orang yang sedang berlalu lalang melihatnya.


"Iya sayang nanti selesai pemanasan dan jogging kita kesana ya cantik!" Jawab Riega mengelus pipi Aruna mesra.


Mereka seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Membuat pasangan muda-mudi yang lain tersaingi dan melihat dengan tatapan iri.


Riega memimpin pemanasan bersama Aruna. Mereka melakukannya dengan baik. Setelah menghabiskan delapan menit pertama untuk pemanasan, Aruna langsung meneguk air mineral yang sempat ia beli di depan stadion tadi. Keringat Aruna mulai menetes menghiasi leher putih yang mulus itu. Riega yabg melihatnya langsung mengelap keringat Aruna dengan handuk kecil yang ia bawa.


"Baru pemanasan udah segini banyak keringat yang keluar yang?" Gumam Riega sambil mengelapnya dengan lembut.


"Iyah aku kan jarang olah raga begini sayang" ujar Aruna.


"Yaudah nanti tiap minggu di biasain yah sayang. Aku siap temenin kamu"


"Pasti! Kamu tenang aja sayang" tutur Riega yakin.


"Iyah deh sayang!" Jawab Aruna menutup kembali botol air mineral itu dan mereka mulai jogging bersama.


Riega yang sudah biasa melatih fisik memang kuat untuk berlari mengelilingi stadion itu berkali-kali. Tapi Aruna, ia selalu berhenti di tengah-tengah. Ia sangat terengah-engah. Nafasnya tak karuan san keringatnya mengucur deras. Tapi Riega tak meninggalkan Aruna sendiri melainkan Riega menemani Aruna disampingnya. Jika Aruna berhenti, maka Riega juga berhenti sekedar memberikan semangat agar Aruna terus melanjutkanya. Mereka sudah terhitung enam kali mengelilingi lapangan meskipun kadang berhenti.


"Sayang, sekali putaran lagi kita udahan yah?" Ujar Riega.


"Iyah sayang!" Jawab Aruna.


"Kasian kamu udah cape gini. Aku takut kamu malah nanti sakit!" Ucap Riega lagi khawatir.


"Ga akan sayang." Tegas Aruna.


Mereka akhirnya berlari menyelesaikan putaran terakhir dan setelah itu mereka duduk di tempat mereka tadi meneguk air mineral untuk mengisi cairan dalam tubuh agar tidal dehidrasi.


Selesai mereka istirahat sebentar, Aruna langsung minta untuk ikut latihan memanah. Ia penasaran sekali bagaimana caranya memanah.


"Sayang ayok kelapangan memanah disana!" Ajak Aruna.


"Oh mau sekarang?"


"Iyah Pak ayoo!" Ajak Aruna menarik-narik lengan Riega.


"Iyah iyah sayangkuuu sabar doong" ujar Riega tersenyum melihat sikap manja Aruna. Sambil berjalan ia terus menggandeng Aruna dan mengelus puncak kepala Aruna dengan lembut.


"Nanti kalau udah di sana aku ajarin kamu yah"


"He'eum" jawab Aruna tersenyum senang.


Mereka sampai di lapangan memanah. Aruna loncat-loncat kegirangan seperti anak kecil yang baru saja mendapatkab mainan. Pasalnya Aruna tidak pernah merasakan seperti itu. Sedangkan Riega bertanya-tanya pada guide yang memandu pelatuhan itu. Pelatihan memanah itu dikenakan tarif 250 ribu untuk orang dewasa seperti mereka sudah mendapat dua busur dan beberapa anak panah serta guide yang mengajarkan.


Aruna tanpa bertanya-tanya langsung mengambil satu buah busur yang terletak di samping guide ia mencoba memegangnya ternyata itu lumayan berat dan ia mencoba menarik tali busurnya belum dalam posisi lengkung yang sempurna, Aruna malah tidak kuat menariknya. Tanganya begitu mungil dan kecil jelas saja Aruna belum kuat dan duapun baru pertama kalinya mencoba.


Tapi Riega tuba-tiba saja memeluknya dari belakang, membantu Aruna menarik tali busurnya dan..


(Splaashh!") Suara tali busur yang di tarik dan di lepas begitu saja tanpa ada anak panah. Nana yang mendengarnya bergidik ngeri. Ia berani-berani takut juga mencobanya. Tapi ia malah merasa tertantang.


"Nah, gitu sayang. Tangan kamu harus kuat saat narik busur. Jangan goyah sedikitpun. Saat kamu membidik juga fokus ke satu titi k biar tepat sasaran. Oh iya, badan kamu juga harus dalam posisi bener yang!" Jelas Riega.


"Emmm, apa harus di peluk gini?"


"Yah ga lah sayang, aku curi kesempatan aja heheheh" kekeh Riega memeluk Aruna semakin erat. Padahal banyak sekali mata yang memandang mereka dengan kagum dan juga iri.


"Uuh, yaudh aku sekarang mau coba pakai anak panahnya!" Aruna melepas pelukan Riega dan berjalan menuju guide meminta satu anak panah padanya dan mencoba.


Aruna berusaha keras untuk mencoba, tetapi selalu melesat dengan rendah. Kekuatan tanganya masih lemah. Aruna sekarang mulai pasrah dan meminta bantuan Riega mengajarinya. Riega sengaja tidak menyuruh guide mendampingi Aruna karena ia yang mau menjadi guide khusus untuk Aruna.


"Oke aku nyerah, ayo bantu aku sayang. Aku mau sekali coba biar tepat sasaran" ujar Aruna lesu.


"Ahahah, oke oke sayang. Ayo sini" Riega terbahak melihat kekasihnya akhirnya menyerah juga dan meminta bantuannya.


"Nah, gini yah sayang, tubuh kamu tegap, pandangan mata lurus kedepan. Anak panah sudah siap diantara kedua jari ini dan tarik busurnya perlahan dan pasti, udah full over kamu tarik lalu.. Lepas!"


(Splash! Suuuut! Tak!) Suara busur dan anak panah yang melesat lalu menancap tepat di tengah sasaran.


"WAAAAA! Tepat sasaran sayang!" Teriak Aruna gembira sekali langsung memeluk sang kekasih hati.


"Ahahah, iya dong siapa dulu yang ngejarin!?" Ucap Riega membalas pelukan Aruna dengan menyombongkan diri.


"Huuu, gitu aja sombong. Yaudh ayok pulang. Bajuku keringetan banget nih yang udah kecut" Ajak Aruna pada Riega melepaskan pelukannya dan meletakkan kembali busur pada sang guide. Ia berterimakasih dan pergi untuk pulang bersama kekasihnya. Riega tak lupa membayar tarifnya selepas itu mereka kembali pulang.


*****


Riega tak menyadari sejak awal mereka berangkat dari rumah Aruna, hingga mereka sampai di stadion, jogging bersama dan melakukan pelatihan memanah itu dengan begitu mesranya, ada seseorang dengan menggunakan kaos hitam, celana hitam, topi serta masker serba hitam. Begitu mencurigai, tetapi karena mereka begitu mesra dan romantisnya sampai-sampai mereka tak menyadari itu.


Sepasang mata dengan tatapan tajam dibalik kaca mata hitam itu menatap dengan sinis kemesraan mereka. Ia membuntuti mereka hingga sampai mereka kembali ke rumah Aruna. Di telinganya sudab terpasang earphone kecil sebagai penghubung informasi dengan seseorang yang jauh disana.


"Mereka sudah kembali ke rumah. Target A dalam keadaan gembira!" Seorang misterius itu melaporkan situasi dan keadaan yang ia lihat sekarang.


"Haha! Tak akan lama lagi mereka akan hancur. Tetap pantau mereka. Jangan sampai lepas dari jangkauan. Sampai saatnya tiba. Target A segera kalian bawa. Rencana selanjutnya akan ku kirim secepatnya"


"Siap Tuan!" Jawab orang berpakaian serba hitam itu. Sambungan mereka terputus dan seseorang di seberang sana sedang meredam amarahnya.


"Aarrgh. Ternyata mereka pasangan sebenarnya. Cepat cari tahu informasi tentang target B delengkapnya. Jangan ada yang terlewat!" Titah pemimpin mereka dengan menggebrak meja sekencang-kencangnya.


"Siap Tuan!" Bawahannya langsung bergegas melaksanakan tugas.


To be Continue...


guyssss aku lupa masukin visual Riega dan Aruna niih...



Nah guysss kalo ini Arunanya yah sory nih aku ganti Arunanya karena menurut kalian kemarin kan kurang pas jadi aku ganti dia niih yg lebih imuuuuut😍 ini pas Aruna nelpon mamahnya minta izin buat jogging bareng Riega 😍



Halohaaaaa...... 😊


Up lagi nih, ga mau ketik malem-malem sambil ngantuk lagi ah.. jadi ngebleng akuu😂


Ya sudah like aja dan coment jangan lupa guys selalu beri kebahagiaan pada Author ini 😍