Love the Sexy Coach

Love the Sexy Coach
22



Dua insan yang sedang sama-sama terbuai dalam mimpinya masing-masing. Mereka saling menyandar pada sofa empuk yang sekarang menjadi ranjang pengganti di ruang seni itu. Wanita cantik itu bersandar manja di dada bidang Riega. Jika dilihat, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang sama-sama melepas lelah. Mata mereka masih sama-sama terpejam indah. Pria yang menjadi tempat bersandar wanita cantik itu tak sadar dengan posisi mereka yang begitu dekat dan intens.


Riega merasakan nafasnya mulai berat seperti ada yang menghambat saluran pernafasanya. Tepat dibagian dadanya terasa berat, seperti ada beban yang menimpanya. Hal itu mengganggu tidur lelapnya. Riega mulai terjaga dari tidurnya, meninggalkan indahnya alam mimpi di siang hari menjelang sore itu. Dirinya mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia mulai tersadar dari buaian indah itu. Ia melihat ada seorang wanita yang bersandar di dadanya memeluk dirinya dengan erat. Ia pikir Aruna yang melakukanya, tetapi saat ia melihat baju yang wanita itu kenakan, ia langsung tersadar dan mendorong dengan lumayan kencang wanita itu menjauh dari tubuhnya.


"AAAAAAWWW!" Teriak wanita itu dengan kerasnya hingga memekakan telinga Riega dan memecah keheningan didalam ruang seni itu.


Kepalanya terbentur dengan sandaran sofa, meskipun teksturnya empuk, tetap saja terasa nyeri dan itu benar-benar mengejutkan sekali untuk Sharen. Ia bahkan belum tersadar dari tidurnya, malah di dorong dengan begitu kencangnya ke arah belakang dan dirinya berusaha menahan beban tubuhnya agar tak terjatuh dari sofa. Sharen benar-benar terkejut, kepalanya benar-benar terasa nyeri. Rasanya jika ia tak kuat mungkin sudah jatuh pingsan.


Begitupun Riega, ia benar-benar tak menyangka bahwa dirinya akan tidur dalam posisi yang seperti itu bersama Sharen, posisi yang bila orang lain lihat, bahkan bahayanya adalah jika Aruna melihat mereka tadi, pasti akan salah paham dan akan menjadi sebuah bencana dalam hubungan mereka.


Riega takut dan benar-benar tak menyangka jika hal tadi bisa terjadi. Ia masih dengan jiwanya yang sadar dan belum sadar. Ia masih termangu memikirkan bagaimana jika Arunanya tahu dan melihat dirinya seperti tadi. Pasti kekasihnya itu akan menangis, bahkan tidak hanya itu, Aruna pasti akan membencinya dan mengira dia bersama wanita lain.


"Kamu JAHAT banget sih GA! Aku nih cewe, kenap kamu kasar gitu? Kepalaku sakit tau! Ini pusing banget!" Ujar Sharen dengan memegang kepala menggunakan kedua tanganya menahan nyeri yang menyerang di kepala karena benturan dan keterkejutannya di bangunkan dari tidur dengan seperti itu.


Riega yang merasa bersalahpun mulai merasa khawatir dan kasihan juga melihat Sharen seperti itu karena ulah dirinya. Riega mulai mendekati Sharen.


"Apanya yang sakit? Maaf yah aku kaget banget. Lagian kenapa sih kamu ikut tidur di samping aku?"


"Yah mau dimana lagi Riega? Masa iya aku tidur dilantai?" Tutur Sharen sambil menahan pening di kepalanya.


"Iya tapi ga seharusnya kan, kamu sampe pelukin aku dan sandaran kedada aku Sharen. Kalau ada murid atau guru lain masuk bisa-bisa mereka salah paham dan akan ada gosip lagi!" Jelas Riega dengan wajah yang masih lumayan mengantuk.


"Iyah aku kan cape Ga, tapi itu juga aku lakuin tanpa sadar. Jadi, jangan salahin aku gitu dong ini kepalaku sakit banget tau Ga!" Ujar Sharen dengan suara manja yang terkesan seperti benar-benar sakit sekali. Padahal sakitnya sudah lumayan berkurang, hanya saja ia ingin diperhatikan oleh Riega. Ia ingin mengambil kesempatan emas ini.


"Yaudh aku minta maaf yah Sharen. Yaudah sekarang aku antar kamu ke UKS aja yah, supaya kamu bisa istirahat juga disana" tawar Riega pada Sharen sambil memegang bahu Sharen khawatir Sharen tiba-tiba jatuh pingsan.


"Gak mau Riega. Aku mau disini aja deh." Jawab Sharen manja.


"Tapi katanya kamu sakit? Lebih baik ke UKS aja yah?" Tawar Riega lagi.


"Yasudah kalau kamu maksa, tapi kamu bantu aku jalan ya? Ini kepala aku pusing banget!" Pinta Sharen lagi.


"Ya sudah aku juga sekalian pergi kelas. Ada jam ngajar juga" jelas Riega. Ia langsung bergegas bangun dari tempat duduknya dan mengambil beberapa buku untuk mengajar.


"Iyah Ga. Aku tunggu" Sharen merasa menang karena kejadian tadi, langsung mengembangkan senyuman dibalik telapak tangannya yang terus berpura-pura memijat bagian kepalanya yang sebenarnya tak sakit itu.


'Kali ini gue menang Ga. Lo bakal luluh sama gue!' Batin Sharen puas.


"Ayo Ren. Sini aku bantu kamu berdiri!" Riega mengulurkan tangannya.


Sharen berusaha meraih tangan Riega.


"Aaw, shhh Ga. Kepala aku sakit bangeet!" Rintih Sharen berusaha terlihat benar-benar tak berdaya.


"Sharen, bertahanlah aku bantu kamu jalan" Riega berusaha memapah Sharen sambil membawa beberapa buku mengajarnya.


"Pelan-pelan aja Sharen" ujar Riega masih terus menuntun Sharen.


"Iyah Ga" jawab Sharen.


Keluar dari ruang seni dan berusaha menuruni tangga, mereka berdua berjalan perlahan. Sharen yang merasa sakit itu berjalan dengan tertatih-tatih. Sedangkan Riega berusaha menuntunya dengan begitu telaten. Disana tidak terlalu ramai karena memang jam pelajaran memang masih ada, tapi ada beberapa murid yang berlalu lalang entah mau kemana mereka. Tetapi saat melihat kedua guru seninya itu berjalan berdua semesra dan sedekat itu, mereka langsung saja berbisik-bisik dan bahkan ada beberapa murid mengabadikan hal itu dengan handphonenya.


"Eh eh liat, tadi pagi Pa Riega sama Nana cantik, sekarang sama Bu Sharen juga tuh!" Salah satu suara siswa yang melihat kejadian itu berkomentar.


"Yah wajar sih, dia ganteng gitu loh"


"Iyah juga yah?!"


Begitulah desas-desus yang terdengar dari beberapa murid yang melihat kejadian itu. RIega dan Sharen telah sampai di depan UKS dengan begitu susah payahnya mereka melalui jalan akhirnya sampai juga dan langsung di sambut oleh Bu Zeze petugas UKS.


"Eh, ada apa sama Bu Sharen?" Tanya Bu Zeze.


"Tadi dia ga sengaja Bu kebentur sofa"


"Oh, baiklah sini masuk biar saya periksa"


Riega masih terus memapah Sharen, dan sampai saat di brankar pasien, Riega merasa tak tega dengan Sharen. Ia langsung menggendong Sharen ke atas brenkar hitam itu. Sharen yang merasa terkejut dengan perlakuan Riega itu langsung refleks melingkarkan keduatangannya di tengkuk Riega. Sekarang mereka saling tatap dalam beberapa menit.


"Emm... udah yah, aku mau ngajar. Biar Bu Ze yang periksa kamu!" Ujar Riega menggenggam kedua lengan Sharen dan melepaskan tanganya yang melingkar di tengkuknya itu.


"Euumm,, iya Ga. Makasih banyak udah mau bantu aku ke UKS" jawab Sharen gugup tetapi hatinya benar-benar meledak-ledak. Jantungnya benar-benar berdebar kencang saat dirinya diangkat oleh Riega ala bridal style. Rasanya ia tadi ingin berlama-lama digendonga Riega. Rasanya tak mau dia melepas lingkaran tangannya daru pria tampan itu.


Riega langsung bergegas pergi dari UKS untuk segera mengajar ke kelas. Tanpa mereka sadari, Bu Zeze yang melihag kejadian langka yang sangat romantis itu langsung mengambil handphone canggihnya dan mengambil beberapa foto yang bila di sebarkan akan menjadi gosip yang meledak.


Setelah kepaergian Riega, Bu Zeze langsung mendekati Sharen dan menanyakan bagian mana yang terasa sakit setelah itu Bu Zeze memberikan beberapa butir obat pereda nyeri dan penghilang sakit kepala. Sharenpun langsung meminum obatnya dan ia beristirahat di brankar itu.


Sharen berusaha memejamkan matanya. Tapi difikiranya selalu terbayang wajah tampan Riega. Ia berharap moment tadi bisa berlangsung lebih lama lagi dan bisa Riega lakukan setiap hari pada diringa. Sharen menyunggingkan senyuman sambil memejamkan matanya.


Bu Zeze hanya melihat dan memaklumi hal itu sebagai hal yang lumrah.


'Kisah cinta anak muda' batin Bu Zeze sambil berlalu ke ruanganya memberikan ruang pasien untuk Sharen beristirahat.


To be Continue...


Gimana gimana pendapat kalian guys?


Jangan lupa tekan like dan ketikkan comentan kalian yah mengenai ceritaku ini 💛😉