
Selesai memasak, Wisey dan Aruna makan malam bersama. Wisey memasak beberapa makanan lezat. Wisey meskipun tomboy, tapi dia benar-benar jago sekali memasak. Ia sempat mengikuti beberapa macam kompetisi dan ia juga sejak kecil sangat hoby sekali memasak.
Wisey yang memang notabenenya berasal dari keluarga yang berkecimpung di dunia kuliner sudah memiliki bakat itu sejak kecil. Ayahnya adalah pemilik restoran W yang sangat terkenal dan mamah Wisey memiliki tempat kursus memasak juga. Jadilah Wisey anak pertama yang sangat jago sekali memasak. Wiseypun saat ini sedang sedikit-sedikit belajar berbisnis bersama Ayahnya. Setelah tamat belajar nanti, Wisey akan di kirim ke luar negeri oleh Ayahnya untuk kuliah disana untuk semakin mendalami tentang masak memasak.
Saat ini, Aruna dan Wisey sedang benar-benar lahap menyantap hidangan yang Wisey buat. Aruna sangat menikmati sekali makan malam kali ini. Meskipun hatinya sedang sedih dan fikirannya lumayan bingung dan berantakan, tapi Aruna tetap lahap makan.
"Na, janji loh cerita ke gue!"
"Iiwwyyywwaaa Sweeey!" Jawab Nana dengan mulut yang dipenuhi dengan makananya.
"Ahaha, ok-ok yaudah makan aja dulu nanti ceritanya" ujar Wisey khawatir Aruna sahabatnya itu tersedak tiba-tiba.
Setelah merasa kenyang, Aruna dan Wisey menyudahi prosesi makan malam kali ini. Mereka bersama-sama membereskan sisa-sisa prosesi itu. Aruna mencuci piringnya dan Wisey membantu membilasnya. Mereka meskipun berasal dari kalangan berada tetap harus melakukan hal itu supaya tidak terkesan malas dan jorok.
"Huufftt. Selesai Na!" Ujar Wisey mengelap kedua tangannya yang basah menggunakan tisu.
"Iyah Sey. Jadi, sekarang mau apa kita?" Tanya Nana sumringah. Nana saat ini benar-benar melupakan rasa sakit hatinya tadi. Ia tak mau terlalu memikirkan perihal Sharen dan Ayahnya. Masalah hubungan Sharen dan Riegapun ia tak terlalu khawatir. Karena Riega saja menolak Sharen. Tapi jujur Aruna saat ini sangat merindukan kekasihnya itu.
"Nonton dong. Sambil tunggu makanan diproses sama perut sebelum tidur" Usul Wisey bersemangat sekali
"Owkeey. Nontonya di kamarku atau di ruang Tv aja Sey?" Tawar Nana pada Wisey.
"Emmm.. Kayanya di kamar aja deh biar selesai nonton langsung cuss bobo" Jawab Sharen dengan cepat.
"Owkeeey!" Ujar Aruna.
Mereka berdua melangkah bersamaan menaiki anak tangga menuju kamar Aruna. Wisey membawa cd yang tadi telah mereka beli. Sedangkan Aruna membawa beberapa minuman dingin dan snack-snack yang mereka beli tadi.
Sesampainya di kamar, Wisey langsung rebahan di kasur Aruna dan Arunapun langsung menyiapkan film yang akan mereka tonton. Kali ini mereka menonton film yang benar-benar menegangkan sekaligus bikin baper. Warm Bodies. Mereka memang pernah menontonya tapi masing-masing.
Saat ini film sudah di mulai. Mereka menonton begiti seksama. Warm Bodies adalah Film yang mengisahkan sesosok zombie yang mencintai seorang wanita bernama Julie. Awal mula zombie itu bisa jatuh cinta pada Julie adalah karena si R nama yang di berikan oleh Julie kepada zombie itu memakan otak milik kekasih Julie. Si R zombie yang memakan otak kekasih Julie itu akhirnya merekam setiap kejadian indah bersama Julie yang berasal dari otak kekasihnya itu.
Alasan Julie bisa terjebak di kota penuh zombie itu adalah karena mereka adalah pemburu Zombie. Ayahnya Julie bernama Grigio adalah seorang pemimpin kelompok manusia yang sangat membenci zombie. Ketika kelompok Julie sedang memburu mereka malah terbunuh semua kecuali Julie. Si R sangat berusaha menjaga Julie hingga selama beberapa hari tinggal bersama di dalam kabin pesawat. Si R yang notabenenya adalah zombie, malahan tidak membunuh Julie melainkan melindunginya dengan darah yang dia oleskan pada tubuh Julie.
Benih-benih cinta mulai muncul. Mereka saling jatuh cinta. Ayah Julie mencari keberadaan Julie yang ia yakin pasti masih hidup. Dengan bersusah payah, Grigio Ayah Julie berhasil menemukan putrinya. Tapi ia malah membawa seorang Zombie bernama R itu. Awalnya Ayah Julie tidak setuju dan akan membunuh R. Hingga R akhirnya berubah menjadi seorang manusia karena kekuatan cintanya. Berakhir di sebuah bendungan Air besar mereka berciuman dengan sangat romantis. Kisah cinta mereka sungguh romantis dan penuh dengan perjuangan. (Ayoo nonton yang belum pernah nonton:v)
Aruna dan Wisey benar-benar di buat baper dan mereka sangat menikmati sekali film yang mereka saksikan. Mereka meneteskan air mata, tegang, hingga mereka senyum-senyum sendiri. Pokonya film itu membuat mereka berdua terkuras emosinya dan perasaanya bercampur aduk.
"Na.. saking kuatnya cinta mereka si R berubah jadi manusia. Gue kira dia bakal mati" ujar Wisey menyeka air matanya baper.
"Iyah Sey aku beneran baper" jawab Aruna.
"Huhuhu iyah nih. Eh, udah ah bapernya jangan berkelanjutan sekarang nontonya udahan dan giliran lo cerita ke gue dong Naaaaa!" Pinta Wisey manja sambil memeluk Aruna dengan erat.
"Oke oke aku bakal ceritain Sey" Jawab Aruna menyeka air matanya yang sudah lumayan kering.
"Jadi awal mula aku ketemu sama Pa Riega itu waktu di trotoar dia ga sengaja nabrak aku gitu Sey. Dia itu bener-bener Mas-mas ngeselin banget waktu itu. Nabrak orang ga ada tanggung jawabnya sama sekali. Waktu itu aku ga kenal dan ternyata pas masuk sekolah dia itu guru seni kita. Aku tau juga pas waktu seleksi padus. Anehnya pas itu aku bener-bener ga ada niatan buat ikut padus dan pas seleksi juga asal-asalan gitu setelah tau Pa Riega itu coach kita. Ga disangka aku malah keterima dari seleksi itu Na. Sejak itu Pa Rieha mulai deketin aku dengan dalih minta maaf karena kejadian itu. Pas waktu aku sedih, dia selalu paham sama keadaan aku. Sampai di satu waktu, aku nangis di pelukan Pa Riega karena waktu itu aku bener-bener lagi terpuruk. Aku nangis sejadi-jadinya dia dengerin semua keluh kesah aku. Sampai keesokan harinya dia nyatain cinta ke aku dan.."
"Eh beneran nembak Na?" Ucap Wisey memutus pembicaraan Aruna.
"Iyah."
"Terus kenapa lo terima? Bukannya banyak banget yah cowo yang sampe rela-relain nembak lo secara live di lapangan? So, dia juga kapten basket terganteng menurut gue Na." Cerocos Wisey.
"Aku belum selesai bicara Wisey sayang.."
"Hihi iya deh iyah Na"
"Nah, Pa Riega juga nyatain cinta ke akunya benar-benar awkward banget Sey hihihi" Aruna terkekeh geli mengingat kejadian dimana kekasihnya itu menembak dirinya.
"Masa? Terus kenapa lo terima jendol!" Gerutu Wisey kesal dengan fikiran sahabatnya itu. Kenapa ia malah memilih Pa Riega yang malah jauh lebih dewasa umurnya dibandingkan Aruna. Padahal banyak sekali coker-coker di sekolahnya yang jatuh hati pada Aruna.
"Ahahah, itu yang buat aku malah ngerasa kalau Pa Riega itu tulus dan ga main-main sama aku. Wisey, Pa Riega beda!"
"Beda? Maksud lo?" Ujar Wisey mengerutkan alisnya merasa bingung.
"Ah lo Na. Tapi lo demen kan sama tu guru?"
"Ahahah awalnya ga Sey. Dia ngeselin banget. Tapi lama kelamaan karena dia bener-bener peduli banget sama aku jadi aku mulai nyaman sama Pa Riega"
"Emmm, okey. Ceritain doong gimana dia nyatain ke lonya Na. Seawkward dan seabsurd apa sampe lo kegelian gitu? Emmm, jangan-jangan?..." Ujar Wisey melirikkan matanya ke arah Aruna dengan Aneh dan menyunggingkan senyum dengan curiga.
"Iiiiih, jangan-jangan apaan Sey?"
"Jangan-jangan.... Pa Riega nyatain cinta ke lo dengan ciuman yah? Aaaahhhhh sosweet banget siiih Pa Riega ituuuuu... Uuuuuuh Pa Riega cocweeeet" Ujar Wisey dengan mata yang ditunjukkan seolah ia membayangkan hal yang begitu romantis.
"Uuuh, apaan sih Sey. Ah, itu bukan romantis tapi mesum! Pikiranmu kotor harus di bersiin dulu nih kayaknya" Teriak Aruna sambil melemparkan bantal ke arah Wisey yang sedang berkhayal tak jelas dan seolah-olah saat ini matanya menunjukkan lambang love dan air liurnya menetes banjir ke bawah. Eewwh:v
"Aw Na! Sakit ah! Buruan ayo cerita gimana? Gimana? Gimana Nana?" Bujuk Wisey pada Aruna sambil menarik-narik lengan baju tidur Aruna. Aruna yang mendapatkan tarikan itu langsung menyelusup masuk ke dalam selimut tidurnya yang berwarna pink itu. Ia malu jika harus menceritakan moment saat Pa Riega menembaknya itu.
"Aah, udah malam Sey Tidur ah tidur!" Teriak Aruna terus bersembunyi dalam selimut dan suaranya terdengar mendam.
"Nana jahat ih, ceritanya gantung. Kalau ga mau cerita yah aku tanya langsung aja ke Pa Rieganya."
"Sok aja kalau berani."
"Aaah, ga berani siih!" Ujar Wisey menaikkan keduanya bola matanya dan telunjuknya ia tempelkan ke bawah dagunya seraya berpikir.
"Nah yaudab tidur Sey!" Titah Aruna pada Wisey yang sudah mulai menyerah untuk mendesak Aruna bercerita lagi.
"Iya deh iya. Lain waktu aku paksa kamu lagi"
"Iya terserah!" Saut Aruna di balik selimutnya.
"Selamat tidur Na!"
"Selamat tidur juga Wisey"
Merekapun akhirnya mulai tertidur. Terbuai dalam belaian mimpi-mimpi indah mereka. Waktu menunjukkan jam sepuluh malam. Keadaan rumah Aruna sudah sepi. Malam itu sepasang sahabat tertidur dengan nyenyaknya.
*****
Di waktu yang sama tetapi di ruang yang berbeda. Riega yang malam ini sedang sangat galau dan gundah gulana. Penyebabnya siapa lagi kalau bukan kekasihnya itu. Menghilang tanpa alasan. Aruna bahkan menonaktifkan handphonenya. Sama sekali tidak menghubunginya, tidak memberi kabar sama sekali. Membuat hatinya benar-benar khawatir. Apa lagi Riega tahu kalau Mamah Aruna sedang berada di luar kota. Meskipun ia tahu Wisey sedabg menginap di rumahnya, tetap saja ia khawatir dan benar-benar merindukan Aruna.
Sejak sore berganti malam, Riega sudah mengecek handphonenya berkali-kali hingga sudah tak terhitung berapa kali juga ia mondar-mandir di kamarnya itu. Ia frustasi sekali dengan hati dan fikirannya yang tidak bisa tenang karena tak ada kabar dari Aruna.
"Aaah, Nana kamu dimana sebenarnya? Apa kamu baik-baik aja?" Gumam Riega yang saat ini sudah terduduk di sofa balkon rumahnya sambil menghisap puntung rokonya.
"Apa aku ke rumah kamu? Luapin semua rasa rindu aku ke kamu Na? Aaarrrrgh tapi di sana ada Wisey" Gerutu Riega dan dia menghembuskan kepulan Asap rokok itu dengan kasar.
"Aruna...." Riega benar-benar merasakan rindu yang tak terbendung.
Ia pergi menuju dapur membuat secangkir kopi untuk ia nikmati bersama sepuntung rokok itu. Biarkan dirinya semakin tak bisa tidur karena merasakan rindu yang teramat dalam pada kekasihnya yang saat ini ternyata telah tertidur lelap.
Riega kembali ke balkon. Menikmati secangkir kopi dan sepuntung rokok. Tidak biasanya ia sekacau ini. Riega terus menghabiskan rokonya, menyulutnya lagi satu demi satu. Tak terasa sudah tiga batang rokok habis ia hisap sambil menikmati kopi dan memikirkan Aruna. Nafasnya sudah mulai berat. Ia akhirnya menyudahi semua kegiatan tak sehatnya itu.
"Aruna, kamu harus memberikan aku ganti rugi atas semua ini sayang! Lihat saja besok!" Gumam Riega dengan mata yang berat tetapi sulit untuk di pejamkan.
"Aruna..." Gumam Riega lagi di temani dengan udara malam yang semakin dingin.
To be Continue...
Hai hai... 😘
Malam sekali yah aku upnya 😅 Hihihi sorry sorry aku baru ada mood ngetik setelah pergi jogging tadi 😋
Like dan coment yah guysss❤❤😚😚😚😚