
Sharen berteriak kalap, membuat seisi ruang utama markas besar milik Mr. Alexander Dex tercengang. Mis. Roselina langsung berjalan cepat menuju ke arah sumber suara yang jelas itu berasal dari anaknya.
"Ada apa baby? Sepagi ini sudah berteriak-teriak gaduh? Dadymu sedang bersantai menikmati secangkir kopi di pelataran belakang terganggu dengan suaramu!" Ujar Mis.R mendekati Sharen.
"Gadis sialan itu menyebutku jalang! Mom, bolehkah aku membunuhnya? Seperti aku membunuh Ayah dulu?"
"Jelas boleh baby, jika itu membuatmu senang, lakukanlah!" Ujar Mis.R mengelus pipi Sharen dengan lembut.
"Well Mom! Aku akan menyiksanya dengan tanganku sendiri!" Ujar Sharen penuh dengan senyum licik menampakkan bahwa dirinya begitu puas saat ini.
"Baiklah Momy ambilkan minum untukmu baby!" Ujar Mis.R hendak beranjak dari sofa ruang utama itu menuju dapur, namun tangannya tertahan oleh genggaman Sharen.
"Tidak perlu Mom, biar pelayan saja yang membawakannya!"
"Oke! Pelayan?!" Teriak Mis.R meminta pelayan menuju kesana.
Seorang pelayan menggunakan seragam hitam putih khas dengan renda-renda menghiasi rok mininya berjalan mendekat ke arah mereka berdua. Menunduk sopan tak menampakkan wajahnya.
"Ambilkan segelas anggur untuk kami!" Titah Mis.R kepada pelayan itu.
"Siap Tuan!" Jawabnya cepat. Ia hendak berbalik namun tak jadi.
"Tunggu, ambilkan juga aku sarapan. Pagi ini aku belum sarapan!" Ujar Sharen memerintah pelayan yang hendak pergi itu.
"Siap Tuan! Ada yang di butuhkan lagi?" Tanya pelayan itu dengan nada di buat sesopan mungkin dan serendah mungkin.
"Tidak! Cepatlah aku butuh energi untuk menyiksa gadis bangsatt itu!" Dumel Sharen memerintah pelayan dengan kasar.
Sang pelayan wanita itu berjalan dengan cepat. Ia menyembunyikan wajah aslinya di balik topi hitam pelayan. Sebenarnya dia adalah Caca. Mereka sudah berhasil menyelundup masuk ke dalam Gedung Putih besar itu. Caca sudah berusaha menahan amarahnya sejak tadi untuk bisa mendengar setiap kata-kata kasar yang keluar dari mulut iblis Sharen itu. Jika saja Caca tidak sedang ada dalam Misi penyelamatan, sejak tadi Sharen sudah akan mati terkapar di tangan Caca.
Caca segera masuk ke dapur mengambil makanan dan dua gelas anggur untuk ke dua wanita sialan itu. Caca sedari tadi mendumal saja di dalam hatinya. Ia membawakan makanan itu untuk mereka.
"Ini Tuan silahkan menikmati!" Ujar Caca yang menyamar menjadi pelayan itu.
"Sudah pergi sana kamu!" Usir Sharen dengan tatapan menghinanya itu. Ia bahkan tidak mengenali kalau pelayan itu adalah Caca.
"Baik Tuan, jika ada keperluan lain silahkan panggil saya!" Ujar pelayan dengan sopan.
"Tunggu! Kamu berdiri saja disini!" Titah Mis.R
"Mom! Apa-apaan sih!" Decih Sharen tak suka. Karena tak biasa-biasanya sang Momy mengizinkan seorang pelayan berada di sekitarnya.
"Baby, sudahlah makan saja yang kenyang! Biarkan dia menunggu sampai kamu menghabiskan makanan!" Ujar Mis.R melerai Sharen.
Ini adalah kesempatan baik yang didapatkan oleh Caca untuk berada dekat dengan mereka mungkin ia akan mendapatkan banyak informasi.
****
Riega dan beberapa agent lainnya sudah mulai membaur dengan para anak buah Mr.A. Riega yang memiliki badan begitu besar dan tegap menjadi sorotan beberapa anggota lainnya. Ia bahkan sempat di tanyakan oleh para anggota lain.
"Hei Kamu!" Teriak salah satu anggota yang berbadan lumayan kekar tapi masih lebih kekar Riega.
"Ada apa?" Tanya Riega.
"Apa kamu orang baru?" Tanyanya.
"Iya!" Jawab Riega singkat.
"Dari mana kamu?" Tanyanya lagi.
"Bukan urusanmu!"
"Baiklah! Aku sedang mendapatkan tugas dari Tuan Ketiga!" Ujar seseorang itu sambil menepuk pundak Riega hendak berlalu.
"Tunggu! Siapa Tuan ketiga itu?" Tanya Riega penasaran. Ini adalah kesempatan baik untuk.msndapat informasi.
"Kamu masih baru! Aku sedang mendapatkan tugas penting, bertanya-tanya lah pada anggota lain! Hei, Azir!" Teriak seseorang yang mendapatkan tugas itu kepada salah satu rekan lainnya.
"Ya Panto?" Sahut seseorang menjawab panggilan org yang mendapat tugas itu ternyata adalah bernama Panto.
"Jelaskan pada anak baru bertubuh kekar ini mengenai hal penting disini! Aku ada tugas penting dari Tuan ke Tiga!"
"Baiklah!" Jawab Azir itu dan Panto berlalu pergi meninggalkan Riega bersama Azir.
"Hei, jadi apa yang mau kamu tanyakan?" Tanya Azir.
"Siapa Tuan Ketiga dan Apa tugas yang sangat penting itu?" Tanya Riega dengan polosnya.
"Ah, Tuan ketiga adalah anak dari Mr. Alexander Dex ketua Gengster A. Dia sangat keras dan kejam meskipun dia seorang perempuan... Namanya Sharenina tapi kami sering menyapanya hanya dengan sebutan Tuan Ketiga" jelas Azir itu dengan nada sedikit tak suka.
"Sharen?" Tanya Riega memastikan. Ternyata benar Caca Adiknya mengatakan hal yang benar mengenai Sharen itu.
"Iyah... Dia cantik namun kejam!" Jawab Azir lagi.
"Lalu, tugas apa yang Panto kerjakan dari tuan ketiga?" Tanya Riega lagi. Hatinya sudah sangat penasaran pasti ini berkaitan dengan kekasihnya. Mendengar kata kejam disandingkan dengan nama Sharen, membuat ia semakin khawatir dengan keadaan Aruna. Apa yang sudah Sharen lakukan pada kekasihnya. Ia akan membunuh Sharen jika saja dia melukai sesenti saja dari kulit mulus Aruna.
"Oh, mengenai tugas itu.. Kemarin malam, Tuan menyandera seorang gadis entah siapa namanya, tapi sepertinya Tuan sangat membencinya. Dia di ikat dan di taruh di penjara bawah tanah..."
"Iyah... santai saja, itu hal biasa disini. Tapi entah tugas apa yang Panto dapatkan, baru-baru ini Tadi saya dengar dari anggota lain kalau Tuan akan membawa gadis itu ke tempat lain!" Jelas Azir dengan wajah datar dan menyeramkannya itu.
"Oh, begitu. Dimana letak penjara bawah tanah itu? Dan akan dibawa kemana dia?" Tanya Riega lagi berusaha mengontrol nada bicaranya agar tak terdengar curiga.
"Dibawah tanah pastinya.. pintu masuknya ada di lantai tersembunyi ujung ruang utama. Hanya Tuan dan beberapa penjaga yang tau masuk ke sana pun harus ada tugas yang jelas! Untuk tempatnya saya pun tak tau!" Terang Azir.
"Ah, baiklah!" Jawab Riega santai.
"Apa ada yang mau di tanyakan lagi anak baru?" Tawar Azir.
"Tidak, terima kasih sudah membantu!" Ujar Riega datar.
"Baiklah!" Jawab Azir berlalu.
Percakapn itu berakhir dan Riega masih terduduk di sana. Tempat khusus berkumpulnya para anggota. Ia sedikit menjauh dari sana mencari tempat aman untuk berkomunikasi denga Caca.
"Monitor, Caca?!"
"Ya Kapten?"
"Cari tahu dimana penjara bawah tanah disana ada Aruna. Dari informasi pintunya ada di ujung lantai tersembunyi ruang utama. Aku tak bisa kesana karena tak sembarang orang bisa masuk!" Jelas Riega.
"Ya Kapten!" Jawab Caca dengan nada berbisik karena ia sedang berada di hadapan Sharen dan Mis.R ini menunggu Sharen selesai menghabiskan sarapanya.
"Mom, apa Mom ingin bersenang-senang dengan gadis itu?"
"Tidak, kamu saja baby!" Ujar Mis.R
"Hmm, baiklah Aku akan membawanya ke tengah hutan sore nanti menyiksanya dan akan bersenang-senang denganya!" Ujar Sharen dengan nada begitu bahagia yang terdengar oleh Caca.
Caca sudah benar-benar geram ia hanya bisa mengepalkan tanganya dengan kuat hingga urat-urat tangannya menonjol.
'Sharen, kamulah yang akan menderita bukan Aruna!' Batin Caca geram mendengar ucapan Sharen.
"Bagaimana kamu bersenang-senang dengannya sayang?" Tanya Mis.R pada Sharen.
"Gampang saja Mom, aku akan berbagi kisah pahitku denganya, menceritakan kematian ayahnya yang tragis, sambil menyiksanya dengan sesuka hatiku, tapi sebelum aku bercerita, aku harus memberikannya segelas susu putih agar dia lebih nyenyak tidur saat aku selesai bercerita dan lebih menderita lagi saat aku bercerita karena di dalam susu putih itu ada racun yang sudah aku atur efeknya dalam beberapa jam. Terakhir, saat aku sudah bersenang-senang menyiksanya?..." sharen berhenti sejenak.
"Lalu sayang?" Tanya Mis.R tersenyum iblis.
"Lalu, aku akan ledakkan tempat kosong tersebut bersama tubuh gadis jalang sialan itu agar jasadnya tidak dapat ditemukan oleh siapapun. Hahahahahahhahah!" Tawa puas Sharen menggema di ruangan utama Gedung Putih itu diaambut dengan tawa kencang dari Mis.R.
"Good job Baby, kamu benar-benar jenius. Lakukan apa yang harus kamu lakukan. Jangan sia-siakan moment itu!" Ujar Mis.R.
Caca mendengar itu langsung benar-benar memanas. Ia benar-benar ingin sesegera mungkin menghancurkan Sharen sialan itu. Tapi, ia harus menahan amarahnya. Yah, saat ini dia hanya bisa mendapatkan informasi penting itu. Selesai Sharen menghabiskan sarapannya, Caca langsung segera menuju dapur menaruh piring kotor itu dan langsung menghubungi Kakaknya dan Aslan serta semua agent lainya. Mereka semua terhubung. Caca bersembunyi di kamar mandi menghindar dari beberapa pelayan lainnya.
Ia menyebutkan semua rencana Sharen. Riega yang mendengar hal itu langsung meninju kap mobil jip yang sedang ia duduki. Tanganya yang memar itu tak terasa sakit, tapi saat ini hatinya lah yang sakit. Kekasihnya sedang dalam bahaya besar. Tapi, ia masih belum bisa bertindak lebih.
'Ternyata tempat itu adalah hutan' batin Riega geram.
"Kapten! Bukan disini saat untuk kita beraksi. Di hutan nanti, anak buah mereka pasti akan lebih sedikit. Penjagaan tak seketat di gedung ini. Plane kita harus di rubah!" Jelas Caca bersemangat dengan sorot mata yang membara.
"Oke, plane kita berubah. Kita ada dua misi. Menyelamatkan Aruna dan membumi hanguskan Geng ini. Saya, Caca dan Aslan akan pergi ke hutan. Disana tidak begitu berbahaya untuk tiga orang saja sudah cukup. Urusan markas, saya serahkan kepada delapan belas agent pegulat lainnya!" Terang Riega melalui alat komunikasi yang terhubung.
"Kapten, kami telah menelisik! Disini lebih kurang ada hampir lima ratus anak buah sedangkan jumlah kami dan senjata kami kurang!" Sela salah satu agent itu.
"Gampang! pukul lima sore nanti, setelah rombongan itu menuju hutan, lima puluh agent lain akan datang menyusul kesini. Saya akan meminta team intelijen menghubungi markas besar untuk mengirim ke sini. 68 orang agent kita sudah cukup menghabisi 500 anak buah rendahan seperti mereka. Amunisi perang akan mereka bawa dengan lengkap!" Terang Riega dengan mantap matanya penuh amarah. Ia sudah tidak sabar untuk bertarung.
"Siap Kapten!"
"Oke! Aslan, rubah kostum dengan pakaian hitam! Kamu temui saya di sayap kanan gedung ini. Ada tempat parkir mobil jip dan saya sedang duduk di salah satu mobil itu. Segera!" Titah Riega.
To be Continue...
Ini lanjutanya karena kemarin aku ga update π
Eh iyah, Sharen terlalu kejam ga sih? Tapi ya ga apa-apa kali yah kan seruuu! π
Oke guys jangan lupa likenya π
Beri saran juga untuk aku di coment.
Ah iyah aku meminta sebentar waktu kalian untuk beri aku rating yah.. Bintang-bintang yang ada di deskripsi novelku ini..
Diisi bintangnya sesuai dengan penilaian kalian. π
Ada bintang satu sampai lima..
π π π π π
β¦ β¦ β¦ β¦ β¦
Terima kasih Readerskuuuh π
Kuharap kalian tetap senang dengan novel ku iniiπβ€