
Pagi tiba membuat seluruh insan dibumi ini kembali pada rutinitas mereka masing-masing. Tak terkecuali Riega Ali Daniel. Pagi ini dirinya terjaga dari tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Membersihkan diri dan setelah itu bersiap untuk kembali ke aktivitas mengajarnya.
Ia keluar dari kamarnya dan menuruni beberapa anak tangga dengan perlahan. Ia yang notabenenya sudah biasa tinggal sendiri dan mandiri, hendak pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi seperti biasa untuk dirinya sendiri. Riega hanya bisa membuat nasi goreng memang, hanya saja pagi ini dia ingin memakan roti saja. Tak mau makanan yang berat.
(Klontang, klontang) (Praang!)
"Eh surara apaan itu?" Gumam dirinya dan berjalan cepat menuju arah suara itu berada.
Riega mulai mendekat ke arah dapur dan ternyata..
"Eh, Caca? Ngapain lo disini dek?" Tanya Riega terkejut melihat adik kesayangannya itu ada di rumahnya sepagi ini. Riega tak heran jika Caca bisa masuk ke dalam rumahnya. Karena memang dia memberikan kunci ganda pada Caca agar bisa keluar masuk ke dalam rumahnya sesuka hati Caca. Seperti halnha pagi ini.
"Ya masak dong Ka!" Jawab Caca kesal.
"Iya tumben lo masak apaan? Nanti gosong lagi kaya waktu itu." Ledek Riega.
"Eh, enak aja yah. Gue udh ikut kursus masak tau ga?" Ujar Caca menyombongkan diri
"Yaudah yaudah buruan selesain Kaka lo yang tampan ini mau sarapan! Awas aja kalai ga enak!" Ancam Riega berlalu dari dapur dan menuju ke meja makan.
"Iya tenang aja bentar lagi juga kelar Ka" Ucap Caca dengan suara lantang supaya terdengar oleh Kakanha itu.
Beberapa menit kemudian. Dengan suara desingan desingan wajan dengan spatula, akbirnya Caca selesai memasak menu sarapan pagi ini.
"Taraaaaa... Nasi goreng ala Caca sudah ready..." ujar Caca dengan senyuman sumringah.
"Hmmm, coba sini gue makan enak kaga?"
"Enak dong pasti... Silahkan makan Kaka!" Caca mempersilahkan Riega untuk mencoba maskannya.
"Emmm.... en-nak kok!" Ujar Riega
"Bener Ka?" Tanya Caca mengkerutkan dahinya.
"Bener ko enak dek!" Jawab Riega menyuapkan kembali sesendok nasi goreng buatan Caca itu.
"Aaaaah, senengnya akhirnya aku berhasil masak enak. Jadi bisa doong jadi menantu idaman nantinya.... Yeaaaaay!" Teriak Caca dengan hebohnya sambil jingkrak-jingkrak kegirangan.
"Aah baru buat nasgor aja bangga banget de. Udh duduk makan sini lo!"
"Huu, seenggaknya gue udah bisa. Wleeeee" ejek Caca menjulurkan lidahnya pada sang Kaka yang sedak asyik menyantap sarapan hasil buatan Caca.
"Iya deh iya. Tumben lo kesini de?" Tanya Riega.
"Gue pengen jadiin lo sebagai kelinci percobaan. Hahahah"
"Huuuu, kenapa ga cowo lo aja sono."
"Enak aja. Kalau ga enak nanti gue yang malu. Mau taro di mana muka gue Ka?"
"Halaaah dasar bocah!"
"Emang gue bocah kalee" jawab Caca.
"Selain itu apa lagi alasan lo dateng kesini? Ga biasa-biasanya?" Tanya Riega lagi masih merasa curiga pada adik kesayangannya itu.
"Ah elo nih tau aja gue punya maksud lain"
"Iyah tau lah lo emang gitu orangnya"
"Hilih dasar lo kak. Gue dateng kesini mau ngomongin guru baru itu tuh, sapa sih namanya, lupa gue?" Tanya Caca.
"Sharen, maksud lo?"
"Nah, iyah Sharen lampir itu Ka"
"Hahaha, jangan gitu dek!" Ujar Riega tertawa geli melihat tingkah Adiknya yang sangat ceplas-ceplos itu.
"Iyah kesel gue denger namanya. Apalagi mukanya"
"Yaudah terus kenapa?"
"Masa? Info apaan?" Tanya Riega mengerutkan keningnya dan masih menikmati suapan-demi suapan Nasi goreng itu.
"Yah gue dapet info aja sih dia pindahan dari kota X. Kayanya gue pernah denger deh tentang kota itu dan namanya hampir sama kaya Aruna"
"Kota X? Itu kan tempat dulu Aruna waktu SMP. Sebelum pindah ke kota ini dek. Namanya sama? Emang siapa nama panjang Sharen?"
"Ko bisa gitu yah Ka? Lo kan temenya masa iya g tau nama lengkapnya Sharen sih Ka?"
"Heemm, gue ga terlalu perhatiin sih de."
"Ah, yaudh lo coba cari tau dulu nama aslinya siapa, bener apa ga nih temen gue ngasih infonya. Kalau lo udah tau kasih tau gue."
"Emm, ok deh dek" ujar Riega menyuapkan satu sendok terakhir makanannya.
"Yaudah. Oh iya gue mau lo jangan kasih tau ke dia kalau gue adek lo. Gue mau pura-pura jadi saingan dia. Dia suka tuh sama lo. Lo jangan kepincut sama dia Ka" terang Caca dengan mata dan senyuman liciknya.
"Siap deh dek. Biar Aruna juga ga sedih mulu gegara gue dek."
"Eh iya, kemarin udab maafan lo?"
"Udah dek. Seperti biasa, ketampana wajah kaka lo ini bisa naklukin wanita!" Ujar Riega manyombongkan diri.
"Huek..hueeek! Pengen muntah gue Ka!"
"Ahahha, makanan lo ga enak sih, jadi pengen mutah kan lo!" Ledek Riega berdiri dan kabur dari hadapan Caca yang sudah memerah wajahnya dan hendak melempar Riega dengan gelas minumanya.
"Aaaaaah.. Dasar lo Kaka durhaka. Riega awas lo yah!" Teriak Caca geram dengan kelakuan kakanya yang ngeselin.
"Wahhahahaha. Yaudh buruan lo mau berangkat ga?" Ajak Riega hendak keluar dari pintu.
"Iya Ka. Tunggu gue!" Teriak Caca.
Akhirnya mereka berduapun segera pergi ke sekolah bersama dengan satu motor yang Riega kenakan. Caca memang sengaja ingin berangkat bersama Riega agar si Sharen yang seperti nenek lampir itu semakin panas dibuatnya.
*****
Riega dan Cacapun sampai di sekolah dan seperti biasa Riega memarkirkan motornya. Banyak mata memandang, tapi hanya biasa saja ke arah mereka berdua. Tapi ada satu tatapan tajam yang tak suka melihat mereka berdua datang.
'Gadis itu. Siapa sebenarnya dia?' Batin Sharen kesal dan hatinya panas melihat Caca dan Riega datang bersama. Padahal sebenarnya mereka adalah adik kakak. Hanya saja, Sharen tak mengetahuinya.
Sharen langsung berjalan cepat menuju ke ruangannya. Menunggu Riega hingga tiba di ruang seni dan Sharen ingi menanyakan hal itu.
Riega dan Caca berjalan bersama menuju ke ruangan masing-masing. Tak seperti biasanya mereka berdua datang bersama. Murid dan guru-guru tak heran jika mereka berdua datang bersama. Karena mereka tau kalau Riega dan Caca adalah Kaka beradik.
Mereka berpisah saat Riega hendak sampai ruang seni. Cacapun melanjutkan perjalananya menuju ke kelasnya.
'Ah, berhasil!' Batin Caca. Ia sempat melihat Sharen dengan tatapannya yang sinis pada dirinya dan langsung berlari tadi. Hanya saja Riega dan beberapa orabg tadi tidak memperhatikan gerak-gerik Sharen.
Caca masuk ke ruang kelas dan duduk dengan santai. Membuka smartphonenya dan mengirim pesan singkat pada Ka Riega.
"Ka, lo cari tau nama asli Sharen!" (Send)
Pesan itu langsung di baca oleh Kakanya itu dan mendapat balasan singkat.
"Siap dek!" (Read)
Caca hanya membacanya saja dan langsung menutup kembali handphonenya. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi dan tak beberapa lama kemudian terdengarlah suara bel yang membuat seluruh siswa dan siswi masuk ke dalam ruangan kelas masing-masing bersiap untuk belajar.
To be Continue...
Hai-haiii....
Aku update lagi nih๐
Jangan lupa beri like dan comentnya...
Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk update-update ceritaku secepatnya supaya kalian senaaaang๐๐๐๐๐