
Bel pulang sekolah berbunyi menandakan berakhirnya pelajaran hari ini.
Seluruh murid mulai merangsek keluar kelas untuk kembali ke rumah masing-masing. Tapi beberapa murid masih betanh untuk tinggal mengikuti ekskul tambahan yang mereka gemari.
Aruna dan Wisey serta anggota vocal group lainnya sudah bersiap-siap di ruang seni. Biasanya sudah ada Pa Riega disana, tetapi hari ini Coachnya itu entah kemana perginya. Mereka semua, bahkan Aruna pun tak tahu.
Wisey mulai merasa bosan dan mulai mengeluarkan smartphonenya membuka sosial media miliknya. Menscroll siapa tahu ada berita bagus yang layak untuk diperbincangkan dan dikupas secara tajam, setajam. Silet! :v
(Eh, author jadi presenter) π
"Woy Na!" Wisey refleks memukul Aruna yang sedang asyik melamun memukirkan sang kekasih.
"Apaan sih Sey! Kamu selalu aja buat aku tuh kaget!" Gerutu Aruna kesal pada Wisey.
"Iya deh sorry sorry. Nih liat deh liat siapa nih?" Ujar Wisey benar-benar bersemangat dan menyodor-nyodorkan handphonenya ke arah wajah Aruna.
"Siapa sih Sey?" Kesal Aruna merasa diganggu ketenangannya oleh Wisey. Arunapun mulai melihat layar ponsel milik sahabatnya itu. Ia melihat dengan saksama foto yang sedang Wisey pertunjukkan padanya.
"Itu loh Pa Riega. Dia sama Bu Sharen. Ya ampuun mereka sosweet banget yah Na?" Wisey terus nyerocos tanpa memperdulikan ekspresi Aruna sekarang setelah melihat gambar yang Wisey tunjukkan.
Aruna melihat Riega sedang memapah Bu Sharen dengan posisi yang begitu dekat, bahkan tangan kekar kekasihnya itu melingkar indah dipinggang Bu Sharen. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka?
'Tidak, Nana kamu ga boleh berburuk sangka dulu sama mereka Na!" Batin Aruna berusaha menepis fikiran-fikiran buruk terhadap Riega kekasihnya tercinta.
"Eh, Na! Lo ko diem aja sih! Liat deh ini ada lagi liat liat liat. O M G Na! Pa Riega gendong Bu Sharen gini sih? Iih mereka sosweet banget sih? Aku jadi iri deh!" Wisey mengucapkannya dengan heboh. Wisey baper melihat kemesraan antara kedua guru seninya itu.
Aruna melihat gambar itu merasa hatinya dipenuhi dengan rasa sesak. Panas sekali hati dan fikirannya saat itu. Matanya mulai mengeluarkan cairan bening yang bila Aruna berkedip sekali saja, sudah pasti akan meluncur dipipinya.
Tapi ia berusaha menahan tangisnya, ia masih bisa berfikir jernih. Bisa saja yang ditangkap oleh kamera tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
"Siapa Sey yang sebarin foto itu?" Tanya Aruna berusaha biasa saja. Padahal hatinya sudah begitu merasakan sesak yang sungguh luar biasa.
"Kalau yang sebarin pertama itu Andika Na. Di captionnya sih, 'ga sengaja liat kemesraan dua guru seni'. Kalau yang kedua itu postingan dari Bu Zeze yang di kirim ke snapp captionnya 'Kisah Cinta Anak muda. Antara Pangeran dan Putri' itu sih Captionnya. Emang beneran cocok banget yah mereka." Tutur Wisey dengan tanpa dosanya ia mengucapkan hal itu. Semakin membuat Aruna sakit, hatinya tercabik-cabik tetapi dia tidak bisa berbuat apapun.
Aruna bangun dari posisi duduknya dan mulai beranjak pergi, berlari menuju keluar ruang seni dan.. (BRAAAKK!)
Aruna menabrak seorang pria yang bisa dengan jelas ia kenali itu adalah kekasihnya. Riega Ali Daniel. Aruna hampir saja terjatuh jika saja Riega tak segera menahan bahu Aruna. Tetapi dengan segera Aruna menepis kedua tangan Riega dengan begitu kasar. Air matanya sudah tumpah meruah sejak ia bangun dari duduknya. Hanya saja tak ada yang menyadarinya.
Aruna berlari dengan sekuat yang ia bisa menuju ke toilet. Aruna berlari dengan air mata yang masih meleleh dipipinya. Hatinya sakit, melihat betapa kekasihnya sekarang berani menyentuh wanita lain, bahkan di depan umum. Bahkan sahabatnya sendiri mengatakan hal yang benar-benar membuat dirinya semakin sakit.
Jika saja dirinya berani, ia pasti langsung menjawab dengan kencang di depan semua teman, guru bahkan seluruh duniapun akan Nana beri tahu kalau Riega adalah miliknya seorang! Bukan Sharen apalagi wanita lainnya.
Aruna dengan air mata yang tumpah langsung membuka pintu toilet dan menguncinya dari dalam. Ia menangis sejadi-jadinya meluapkan segala kekesalan dan rasa sakitnya dengan air mata. Tanpa Suara. Aruna tak bisa mengeluarkan suaranya ia hanya membanjiri pipinya membuat aliran-aliran kecil yang lumayan deras.
'Kenapa? Kenapa Na? Kenapa kamu jadi cengeng begini Na?' Batin Aruna terisak
'Kenapa hatiku sesakit ini saat liat Riega sama Bu Sharen seperti itu? Pa Riega, kenapa? Kenapa kamu lakuin itu? Saat orang lain bilang kalian cocok, hatiku rasanya seperti teriris dengan belati. Hatiku terluka Ga!' Batin Aruna benar-benar terluka mengingat gambar yang ditunjukkan Wisey tadi dan terngiang semua ucapan Wisey yang benar-benar tak bisa Aruna elak sedikitpun.
Riega merasa bingung ada apa sebenarnya dengan kekasihnya itu. Ia berfikir untuk mengejar Aruna, tetapi ditahan oleh Caca.
"Ka, lo mending urusin anak vocal group dulu. Biar gue susul Aruna" bisik Caca.
"Oke de. Jagain dia, gue takut dia kenapa-napa!"
Caca berlari menyusul Aruna, dia tahu kemana Aruna akan pergi. Pasti ke toilet. Batinnya yakin.
Sedangkan Riega dengan hati yang terbagi-bagi saat ini mulai membuka sesi latihan dan mengucapkan permohonan maafnya dan kembali menutup sesi latihan itu. Ekskul vocal group pun di liburkan sementara oleh karena itu mereka segera pulang dan bergegas. Wisey yang masih menunggu kehadiran sahabatnya yang tiba-tiba saja pergi setelah melihat foto gurunya itu merasa bingung.
"Nunggu apa Wisey?"
"Aruna Pa. Dia lari tiba-tiba tadi"
"Kenapa bisa seperti itu?"
"Tadi, tadi..."
"Tadi apa Wisey?"
"Tadi aku ga sengaja liat foto Bapak dan Bu Sharen di sosmed terus Aruna juga liat tapi dia ga berkomentar sama sekali terus dia lari gitu aja!" Jelas Wisey dengan nada takut-takut.
"Oh, begitu Sey. Yasudah kamu pulang duluan saja. Nana biar saya yg telponin supirnya" jawab Riega dengan nada yg dibuat begitu datar dan biasa. Padahal dalam hatinya sangat terkejut. Bak disambar petir. Ternyata kekasihnya tadi menangis dan berlari penybabnya adalah dirinya.
'Bodoh sekali kamu Ga!' Batin Riega merutuki dirinya sendiri.
"Yasudah Pa saya balik duluan. Salam aja sama Aruna kalau sudah kembali kesini Pa!"
"Ya Wisey!" Jawab Riega pelan.
Dirinya langsung membantingkan tubuhnya di sofa. Lemas sekali tubuhnya memikirkan kekasihnya ternyata telah mengetahui kejadian antara dirinya dan Sharen. Matanya terpejam dengan kuat terngiang betapa sedihnya Aruna sekarang.
To be Continue...
Haissh, lelah yah ketik-ketik guys... π
Besok aku ukom doakan ya lancar dan lulus dengan nilai memuaskan aku ingin update saja π
Terima kasih telah membacaπ
Jangan lupa tinggalkan jejak like yah di ceritaku jangan semakin berturun likenya, aku jadi sedih nih :')
Coment dong guys... π