
Setelah kejadian pertengkaran besar yang Aruna alami di keluarganya. Aruna dan Mamah Riris memutuskan untuk berpindah ke kota lain. Ia ingi pergi meninggalkan semua kenangan itu sejauh mungkin. Aruna tidak mau bertemu lagi dengan Ayahnya itu.
Kota ini. Kota yang akan Aruna dan Mamah Riris tempati. Kota yang akan menjadi saksi bisu perjalanan baru yang harus Aruna dan Mamah Riris jalani. Kota di mana Aruna harus berjalan menapaki kehidupan baru dan merubah diri menjadi pribadi baru lagi. Aruna yang dulu adalah gadis yang hanya tau main, piknik, hal-hal bahagia bersama keluarganya, kini dia harus menjadi kuat, tegar dan harus tahu diri. Ia harus mencari kebahagiaanya sendiri.
"Kamu harus kuat yah Nak!"
"Iya Mah.. Aruna pasti kuat"
"Mamah akan selalu ada buat kamu.."
"Begitupun Aruna Mah.. Aruna janji akan jadi wanita tegar seperti Mamah"
"Makasih sayang.. cuma kamu kekuatan Mamah"
Janji yang selama ini selalu Aruna ingat. Selalu Aruna pegang dan akan Aruna buktikan bahwa Aruna akan menjadi gadis yang kuat.
Flashback Of
*****
Sore ini tak ada ekskul Vocal Group jadi Riega bisa pulang lebih awal dan mengajak kekasihnya jalan-jalan sebentar dan menemaninya berbagi cerita. Ia berniat menelpon Aruna untuk menanyakan dimana dia berada.
Tapi barusaja dia mengeluarkan handphone dari saku celananya, Riega melihat Aruna sedang berdiri mematung dibalkon Aula sekolah sendiri dengan keadaan sepi. Tanpa berfikir lagi, Riega langsung berjalan menghampiri kekasihnya yang sedang melamun.
Dari arah belakang, Riega perlahan mendekat ketubuh Aruna. Memeluk pinggang milik Aruna dengan lembut dan intens.
"Sayang.."
"Eh.."
"Kenapa melamun disini?"
"Ga apa-apa Pak"
"Yang bener.."
"Emmm..."
"Pulang yuk" ajak Riega sambil menarik pinggul sexy milik Aruna agar lebih dekat denganya.
"Aku masih mau disini Ga"
"Ngapain? Udah ga ada jam lagi kan?" Tanya Riega mengelus pinggul milik Aruna lebih intim. Membuat bulu kuduk milik Aruna berdiri kegelian.
"Iyah, aku males pulang sayang.." jawab Aruna pelan.
"Yaudah aku ajak kamu jalan-jalan, yuk!"
"Kemana?" Tanya Aruna menatap mata Riega lembut.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Riega membalas tatapan Aruna dan posisi mereka sekarang saling berhadapan sangat dekat.
"Ga tau Pak"
"Yaudah ikut aku yah sayang..."
"Oke.." jawab Aruna lembut dan Riega memeluk Aruna mengambil kesempatan disaat keadaan di Aula sepi.
Aruna dan Riega berjalan menuju parkiran. Mereka berjalan berdua seolah guru dan siswa yang sedang berbincang biasa. Tidak ada yang tahu hubungan mereka itu sebenarnya adalah sepasang kekasih.
Mereka berdua menikmati semilir angin sore yang berhembus menerpa kulit masing-masing. Riega mengemudi motornya perlahan dengan salah satu spion sengaja ia arahkan agar bisa melihat wajah teduh milik Aruna. Riega memperhatikan Aruna yang menyunggingkan senyuman tiap kali ia melihatnya yang curi-curi pandang.
"Mau kemana kita Pak?"
"Ke taman"
"Dimana?"
"Ga jauh dari komplek perumahan kamu sayang"
"Masa sih?"
"Iyah"
"Aku belum pernah kesana. Bahkan aku ga tau"
"Yah sekarang aku kasih tau sayang"
(Cekiiit) motor Riega mendadak berhenti membuat tubuh mungil Aruna terpental kedepan menabrak punggung Riega.
"Aawww!!" Teriak Aruna sekaligus memeluk erat Riega dari belakang takut dirinya jatuh dari motor.
"Asiik di peluk" ujar Riega berbunga-bunga berhasil mengerjai gadisnya itu.
"Iiih, Bapak nakal deh"
"Tapi kamu sayang kan sama Guru nakal ini?" Goda Riega membantu Aruna melepaskan helmnya.
"Hehe yaudah yuk" ajak Riega menggandeng lembut tangan Aruna dan menuntunya perlahan duduk di bangku taman itu.
"Pa..."
"Iyah Na..."
"Bapak tau tempat ini dari mana?"
"Bisa ga yang, kalo ga di sekolah ga usah panggil aku 'Bapak' aku ngerasa bener-bener tua kalo gitu.." ucap Riega merajuk.
"Ahaha.. iyah iyah aku panggil Riega aja yah"
"Jangan dong"
"Terus apa?"
"Sayang aja yah!"
"Hemmm, pengenya kamu itu mah. Dasar yah!" Ucap Nana sambil menjiwit kecil lengan Riega.
"Ahahah, iyah gh iyah boleh kan sayang..." rajuk Riega lagi.
"Iyah boleh ko sayang. Ah, iyah tadi aku tanya belum dijawab. Kamu tau taman ini dari mana sayang?" Tanya Aruna.
"Aku dulu sering kesini"
"Ngapain kesini?"
"Hmm,, ga ngapa-ngapain sih cantik"
"Yang bener?"
"Kamu kepo banget sih cantiik?"
"Ga boleh yah?"
"Yah ga papah. Sekarang aku deh tanya. Tadi kamu kenapa ngelamun di balkon Aula sayang? Hem?"
"Ga papah Pak. Eh, Sayang maksudku" jawab Aruna langsung menundukkan pandanganya melihat kebawah.
"Yang bener? Ko langsung murung gitu siih?"
"Bener kok..."
"Sayang.. aku tau kamu lagi bohong kan sama aku?" Tanya Riega mengangkat dagu Aruna perlahan agar mereka bisa saling tatap.
"Emm.." Nana membalas tatapan Riega dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan ia langsung mendekap Riega dengan cepat.
Riega yang melihat gadisnya menangis merasa tak tega dan membalas pelukanya. Ia tahu gadisnya itu sedang memikirkan sesuatu. Aruna selalu memendam perasaanya sendiri.
Aruna sering sekali seperti ini. Melamun sendirian dan kadang didepan Riegapun ia seperti itu. Pernah satu waktu, di ruang seni setelah selesai latihan Vocal Group.
"Sayang kamu kenapa sih selama latihan ga fokus gitu?"
"Ga apa Pak"
"Yang bener, kalo ada masalah atau apapun yang mengganggu pikiran kamu ceritain. Jangan ada yang di sembunyiin dari aku. Kalau kamu butuh pendengar, aku bersedia jadi pendengar setia buat kamu. Kalau kamu butuh dada aku untuk bersandar dan meluapkan rasa sedih kamu, aku akan selalu siap sedia sayang, jangan pernah sungkan sama aku!" jelas Riega mengelus rambut indah Aruna yang sekarang sedang ia dekap dan mulai terisak.
"Menangislah Na, sampi kamu lega. Selagi menangis itu bisa buat beban kamu jadi ringan, maka menangislah sayang..." dekapan Riega semakin erat membuat air mata Nana semakin mengalir deras.
Tapi saat itu, Nana tak sedikitpun membagi keluh kesahnya pada Riega. Nana hanya menangis sesenggukan sampai kemeja yang Riega gunakan basah karena air mata Nana.
Saat ini, di bangku taman. Di tempat favorite Riega. Aruna menangis kembali di pelukan Riega. Menangis tanpa sebab yang jelas menurut Riega. Tentu saja Riega tak mau mengganggu kekasihnya itu. Riega hanya ingin Aruna tenang terlebih dahulu baru ia menanyakan kembali apa yang sebenarnya Aruna fikirkan. Dan Riega yakin seyakin-yakinya kalau suatu saat nanti Aruna pasti akan bicara semuanya.
Aruna masih manjadi teka-teki bagi Riega. Meskipun Riega hanya tahu sedikit tentang Aruna kalau dia adalah gadis cantik yang ramah, pendiam, cerdas, baik hati, dan dia tahu kalau keluarga Aruna adalah keluarga berantakan. Tapi Riega tidak tahu detail masalahnya seperti apa.
To be Continue..
Terima kasih antusias kalian semua membaca novelku iniπ
Beri aku like dan coment doong pendapat kalian tentang novel ini π pleaseeee.... aku butuh bangey masukan yah π