
Tak tak tak.
Suara heels wanita terdengar nyaring. Tapi tak mengganggu seorang pria tampan yang sedang tidur pulas di sofa empuknya itu. Ya, Riega sedang tertidur pulas dan suara heels itu sudah jelas milik Sharen yang juga sama-sama menempati ruang seni.
Sharen membuka knop pintu perlahan. Ia tahu jika Riega hari ini memiliki banyak jam kosong, sedangkan dirinya hampir semua jam hari ini dia mengajar tapi tidak di awal dan di akhir. Kebalikan dari Riega. Ia melihat pria tampan itu sedang terbuai oleh mimpi-mimpi dan disampingnya tergeletak gitar akustik klasik yang tertera nama sang empunya. Di depanya terberai kertas-kertas putih dengan penuh coret-coretan not dan lirik.
Sharen yang melihat itu mulai penasaran dan berjalan mendekat kearah Riega sedang terlelap.
"Apa yang kamu buat sayang?" Gumam Sharen penasaran. Ia duduk di sebelah Riega dengan perlahan takut membangunkan Riega dari tidurnya.
Satu persatu kertas itu ia bereskan sejajar dan sama rapih. Setelah ia rasa lumayan rapih, ia mulai membaca kata demi kata yang bersatu menjadi sebuah kalimat dan tersusun dalam sebuah bait.
Ternyata itu adalah sebuah lagu. Lirik lagu lebih tepatnya. Sharen merasa itu adalah hasil karangan atau ciptaan dari pria tampan di sebelahnya. Ia membaca dengan saksama betapa dalamnya makna lagu itu jika nanti di nyanyikan ileh sang penulisnya. Disana tertera di baris pertama dengan ukuran huruf yang lebih besar, berbeda dengan ukuran huruf dibaris lainya. 'Kuingin Kau'. Itulah judul yang Riega berikan dalam lagu itu.
"Untuk siapa lagu ini Ga?" Tanya Sharen dengan suara lembutnya dan mulai menghadap kearah Riega dan menatapnya intens. Sharen tak mengharapkan jawaban dari Riega karena dia tahu pria tampan itu sedang tertidur lelap. Ia ingin menikmati kaindahan yang berasal dari wajah pria itu dari jarak paling dekat seperti ini.
Sharen mulai terbuai suasana diruangan itu, atmosfer dalam ruangan seni dimana Sharen dan Riega berdua disana mulai berubah. Sharen yang tersadar dan Riega yang sedang terlelap tidur. Sharen mulai merubah posisi duduknya menjadi lebih dekat dan lebih nyaman lagi bersandar di pundak Riega. Perlahan dan pasti, kepala Sharen sudah mendarat empuk di pundak Riega untuk bersandar. Tangan Sharen mulai melingkar di lengan kekar pria tampan itu dan matanyapun mulai terpejam menikmati ksnyamanan berada di samping pria idamanya itu.
Sharen sengaja mengambil kesempatan itu untuk merasakan bagaimana nyamanya berada di samping Riega. Betapa nyamanya bila nanti Riega menjadi kekasihnya dan ia selalu bisa bersandar manis di pundak Riega. Sharen sangat menikmati moment-moment indah itu. Matanya yang sedari tadi terpejam, mulai merasakan kantuk yang begitu menyerang ditambah rasa lelah yang menyelimuti tubuhnya karena seharian ini tak ada jam kosong sama sekali selain saat ini.
Sharen menyusul Riega ke alam mimpi. Berdua bersama pria pujaan hatinya itu dengan posisi seperti seorang kekasih yang saling menemani saat sedang tertidur.
****
Aruna, Wisey, dan teman-teman dalam satu kelasnya sedang melakukan latihan praktik komputer di Laboratorium Komputer untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian yang akan tiba sebentar lagi. Aruna yang memang murid terpintar dan tercantik dikelas selalu menjadi yang pertama menuntaskan setiap tugas dan soal-soal yang diujikan.
Aruna keluar ruangan paling awal dan disusul oleh Wisey sahabatnya itu. Mereka berdua kembali menuju kelas untuk mempersiapkan diri menuju jam pelajaran terakhir yang memang akan segera dimulai. Aruna duduk di kursinya dengan Wisey dan beberapa teman lainnya yang sudah selesai dari Lab. Komputer.
Mereka asyik membahas beberapa soal yang menurut mereka sulit dan mendiskusikannya bersama. Jelas saja Aruna yang menjadi patokan bagi teman-teman sekelasnya, karena dia lah yang selalu menjadi pemilik predikat nilai tertinggi di kelas. Aruna tidak hanya memiliki nilai plus pada parasnya, tetapi ia memiliki nilai plus-plus di otaknya. Meskipun begitu, Aruna tidak pernah menyombongkan diri dan ia selalu berusaha sebisa mungkin berbagi dan menjelaskan suatu hal yang teman-temannya belum bisa dan bertanya pada dirinya. Bahkan ia selali menanyakan siapa saja yang belum paham dan mengerti dalam materi yang baru saja di ajarkan oleh guru di kelas setelah sepulang sekolah. Aruna yang menduduki Koordinator Sekbid Pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk hal itu.
Karena, ketika sedang ada ujian, maka orang terpelit di dunia adalah Aruna. Ia tak mau sedikitpun memberikan jawaban pada temanya barang satu nomor pun. Karena menurutnya mencontek dan memberi contekan, itu tandanya dia tidak percaya pada diri sendiri dan ia meragukan kemampuan dirinya sendiri. Bukan karena dia ingin menjadi yang paling perfect dan tidak mau membantu orang lain dalam kesusahan, tapi Aruna selalu berfikir bahwa perilaku mencontek itu sama saja menanamkan bibit-bibit yang unggul dalam Kecurangan.
Mamahnya selalu memberi nasihat sama bila Aruna ingin berangkat sekolah saat ujian.
"Jangan pernah berbuat curang. Itu nanti yang akan menentukan bagaimana kamu kedepanya. Jujur lebih baik Na! Yang di nilai bukan Hasil Akhirnya, tapi bagaimana Prosenya! Mengerti sayang?!" Begitulah petuah yang selalu Aruna ingat bahkan sampai kapanpun bukan hanya untuk masa-masa ulangan saja, tapi untuk setiap hal dalam kehidupannya ia selalu tanamkan petuah itu dalam hatinya.
Ditengah-tengah perbincangan mereka, Zein yang baru saja tiba di kelas langsung menyambar tempat duduk di samping Aruna. Menarik Wisey yang sedang dengan tentramnya duduk dalam posisi wuenak. Zein lalu duduk tanpa ada tampang berdosa.
"Nana ini gimana rumus Multi If Kombinasi Mid, Right, dan Leftnya? Aku masih belum begitu paham. Tadi aku sampe ada beberapa cell yang belum keisi nih! Ajarin aku dong. Pala ku udah mumet banget nih!" Cerocos Zein dengan wajah yang begitu khawatir dan rambut yang sedikit acak-acakan.
"Ih, dateng-dateng main nyamber aja lo Nih! Kesel gue ah!" Rutuk Wisey pada Zein sambil pergi mengambil alih kursi Zein yang tak jauh dari bangku mereka dan Wisey duduk tepat di samping Aruna.
Aruna yang melihat wajah Zein yang begitu kusut dan rambutnya sedikit berantakan merasa aneh dan berusaha menenanglan Zein.
"Udah tenang aja dulu Zein, nanti aku ajarin. Nih, aku ada air mineral minum dulu. Benerin rambut kamu jangan berantakan gitu!" Ujar Aruna penuh kelembutan.
"Ah, iyah Na maaf yah aku khawatir banget nilaiku jelek. Makasih yah minumnya, kamu nih udah cantik, baik, pinter pula. Jadi makin sayang!" Ujar Zein sambil menunjukkan senyum manisnya pada Aruna dan Aruna hanya tersenyum kikuk menanggapi perkataan Zein.
"Apaan sih Lo Zein. Ga usah goda-goda Aruna deh!" Wisey langsung menyambar ucapan Zein dengan ketus.
Zein hanya diam sambil menenggak habis air mineral itu. Ia tak mau berdebat dengan Wisey karena otaknya sedang lelah dan memikirkan bagaimana nanti nilainya.
"Apa sih Sey. Udah gue mau belajar dulu nih. Jadi gimana Aruna? Cpba dong jelasin penggunaan rumus itu. Aku cuma lemah di bagian Excel aja" ujar Zein meminta pencerahan.
"Paham Na, terus-terus?"
"Nah, kalai penggunaan Mid atau nilai tengah, itu biasanya kamu ngambil sebuah data yang berada di tengah. Misalnya kamu mau ambil kode barang dari data di cell B2 yang isinya [2019-05-150] maka rumusnya itu \=MID(B2;6;2). Sampai sini paham?"
"Belum Na, dalem rumusnya kenapa bisa ada angka 6 sama 2 gitu?"
"Kalau angka 6 itu artinya (digit keberapa angka yang mau kamu ambil) jangan lupa spasi, tanda strip, titik, atau simbol lainnya di itung yah dalam digit. Kalau angka 2 itu artinya (berapa banyak angka yang mau kamu ambil) karena disitu kode barang adalah 05 maka yang kamu ambil dan tulis dalam rumus adalah 2. Gitu udah paham Zein?"
"Oh iyah aku ngerti Na. Terus terus kalau Right sama Left?"
"Nah, kalo kedua rumus itu bisa diliat aja dari pengertian ke bahasa indonesia. Berarti mereka ambil data dari kiri atau kanan. Data di cell B2 tadi [2019-05-150] kalo kita di suruh ambil tahunya berarti rumusnya kita pakai left karena letak tahun ada dikiri. Rumusnya \=LEFT(B2;4). Kalau yang mau di ambil jumlah barang maka rumusnya pakai Right. Rumusnya \=RIGHT(B2;3). Masih bingung?" Tanya Nana penuh ketelatenan dan kesabaran.
"Belum Na" jawab Zein dengan wajah memelasnya.
"Oke jadi rumus left sama right gampang ko. Angka 4 sama 3 itu adalah jumlah berapa banyam angka atau huruf yang mau kamu ambil. Kenapa rumus Left angka 4, itu karena tahun ada 4 angka sehingga yang dimasukkan ke rumus itu 4. Kalau Right, itu adalah jumlah barang di mana angka 150 itu jumlahnya ada 3 angka sehingga yang dimasukkan ke rumus itu 3. Paham kan Zein?" Tanya Aruna kembali.
"Oh begitu yah oke aku jadi paham kalo begini. Tapi kalo penggunaan Multi If Kombinasi bagaimana?"
"Itu contohnya yang mau kamu cari adalah harganya dengan ketentuan kode barang 02 harganya 1000000. Kode barang 05 harganya 1500000. Kode barang 06 harganya 2000000. Dengan data cell B2 [2019-05-150]. Maka rumus yang harus kamu ketik dulu adalah \=MID(B2;6;2). Setelah itu kamu lihat dulu hasilnya benar 05 atau ga? Baru kamu tulis lagi rumusnya tambahin fungsi If begini nih. \=IF(MID(B2;6;2)\="02";1000000;IF(MID(B2;6;2)\="05";1500000;2000000)). Nah, sampai sini mau ada yg di tanyain Zein?" Tanya Aruna sambil menyunggingkan senyuman.
"Kenapa If nya cuma dua Na? Padahal disini ada tiga kemungkinan kan? Terus kenapa di nominal kode barang ada kutip sedangkan di nominal harga ga ada kutip?"
"Nah, karena kalau di soal ada tiga kemungkinan berrti ada dua If, soalnya yang satu kemungkinan kita jadikan Value is False dan yang dua laginya kita jadikan Value is True. Kalo ada 5 kemungkinan berrati hanya ada 4 If Zein." Terang Aruna dengan senang hati menjelaskanya sehingga teman-teman yang lainnya juga ikut mendengarkan dan berharap mereka semua paham dan sama-sama mendapat nilai memuaskan.
"Kalau masalah tanda kutip itu biasanya kalau angka ga pake tanda kutip Zein, tapi kenapa di angka 05, 02, dan 06 ada? Karena kalau angka dengan di sanding angka 0 didepannya rumus akan berubah jadi ### biasanya karena itu ga kebaca rumusnya tapi kalau pake tanda kutip itu sebagai backingan aja biar kebaca. Kalau nominal rupiah biasanya memang ga pake kutip karena dia anka mata uang nanti kalau pake kutip biasanya ga kebaca mata uang dan hasilnya nanti kehitung nol Zein"
"Oooh, begitu toh Na. Ya ampuun aku langsung paham deh kalau kamu yang ajarin Na. Maksih banget loh yah Na. Semoga aja kita sama-sama dapet nilai yang memuaskan yah Na. Makasih banyak sekali lagi Nana Cantiiiiik. Jadi makin sayang sama Aruna Melati Defandra!" Ujar Zein dengan nada lebaynya yang dibuat-buat membuat Semua teman sekelas Aruna yang mendengarnya langsung bersorak meledek Zein.
"Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu. Dasar Lo Zein BUCIN!" Teriak semua teman Aruna serentak.
"Ahahahah iri aja lo semua!" Teriak Zein sambil berdiri dan kembali menuju tempat duduknya. Bertukar posisi dengan Wisey.
Beberapa menit setelah itu, datanglah guru jam pelajaran terakhir yang akan mebgajar di kelas Aruna. Guru mata pelajaran Sejarah. Guru yang jika mengajar membuat seluruh murid-murid mengantuk. Mengapa tidak? Karena usia Pa Arsyad ini sudah mencapai 65 tahun. Yang seharusnya ia menjadi pensiunan, tapi ia masih harus mengajar karena memang kurangnya guru mata pelajaran sejarah. Ia mengajar hanya menerangkan-menerangkan dan menerangkan. Tugas tidak pernah ada, tetapi jika ada yang mengobrol saat ia menerangkan, pasti ada saja benda yang melayang ke arah sumber suara. Entah penghapus, kemoceng, bahkan gagang sapu saja pernah melayang ke arah meja murid bagian belakang:v
'Tua-tua masih saja berenergi seperti itu' batun Aruna yang selalu berusaha mengagumu setiap guru-guru yang mengajarnya.
To be Continue....
Haloha guys.. ya ampuun jiwa-jiwa User Excelnya meronta-ronta nih aku.. π
Bisa buat ilmu juga buat kalian guys.. π
Mon maap kepanjangan di sana yah ini lagi sesi pembelajaran. Biar kalian ga bosen sama Riega dan Aruna terus yang aku ceritain. Biar kalian juga makin penasaran sama kelanjuta kisah cinta mereka yah π
Tolong beri aku semangat dengan menekan like dan coment juga kalau bisa beri aku Rate bintang yang baik yah π terus baca ceritaku, promosikan juga ke teman-teman kalian sesama readers supaya ikut membaca dan mengetahui keseruan hubungan Riega dan Arhna bersama-sama. Agar jumlah readersku juga bertambah karena novel ini aku ikuti contest semoga saja bisa menangπ walaupun hanya kemungkinan 0, sekian-sekian persenπ
Ah, pokonya jangan lupa like. Karena aku hanya meminta itu dari kalian bukan minta uang jajan, emas berlian apalagi harga diri kalian πππ
Salam cinta dari aku.. AISH_art π