
" Hei.. adik ku yang sangat tampan.. aku sudah membatalkannya.. aku sudah membatalkannya.. aku hanya ingin bebas walau sebentar.. aku ingin mengeluarkan pikiran ini dari kepalaku.. ahhkkk.."
" Kau, tau.. dia.. benar-benar sudah menghancurkan hidup ku saat ini.. aku harus apa adik ku??" kata Alex sambil tetap meminum dan semakin mabuk.
" Kak.. kumohon sudah.. jangan minum lagi.. kakak butuh istirahat.. ayo.. Kak.. aku akan rebahkan kakak ditempat tidur yah.."
" Tidak.. aku tidak mau.. tolong dengarkan aku dulu.." kata Alex sambil menaruh botol minumannya.
" Aku bukan kakak yang baik bukan?.." dengan wajah sayupnya iya merasa sangat bersalah pada semuanya terutama adiknya.
" Aku juga tak pernah tau apa-apa tentang adik ku ini.. bagaimana dia?? kesehariannya apa?? aku pun juga ga pernah melakukan hal yang pantas buat adik ku ini.."
" Tidak.. tidak, kak.. kakak jauh lebih baik dari banyak orang yang aku kenal diluar sana. tolong kak sudah ya.."
" Maaf.. huhuhu.. maafkan kakak mu ini.. maafkan aku.." kata Alex yang perlahan ia mulai terlelap.
" Ya.. aku sudah memaafkan mu kak.. papah pun juga sama.. namun istrimu tak semudah itu ku maafkan.. walau dengan alasan apapun itu, esok pagi aku akan segera mengantar mu ke bandara kak.."
Tama pun langsung membenarkan posisi kakaknya dengan baik lalu ia menyelimutinya. Ia langsung keluar menuju ruang tamu untuk bersandar pada istrinya tersebut.
" Loh mas.. gimana kak Alex?? apa ia jadi untuk langsung pergi??" tanyanya Juli sambil melihat Tama turun dari tangga.
" Kakak.. sudah membatalkan penerbangannya malam ini. dia mabuk berat.. " kata Tama sambil ia duduk di samping istrinya itu.
" Lalu.. bagaimana keadaannya saat ini mas??" kata Juli dengan penuh khawatir pada kakak iparnya.
" Dia.. dia sangat kacau, dia merasa sangat bersalah.. padahal ini semua terjadi bukan karenanya." Kata Tama sambil menyenderkan kepalanya dipundak istrinya itu.
" Yah.. aku mengerti mas.. aku mengerti apa yang sedang kak Alex rasakan saat ini.. namun yang jelas kita tak usah terlalu ikut campur mas dalam hubungan kakak ipar biarkan kak Alex yang memutuskannya." jawab Juli sambil mengelus pipinya Tama.
" Yah.. mungkin aku tak harus terlalu ikut campur pada urusannya tapi besok pagi sebelum Kaka pergi aku ingin berbincang dengannya sebentar. "
" Yah.. terserah mas akan bilang seperti apa.. apapun itu semoga keputusan nanti akan berakhir dengan baik.. dan paman juga bisa kembali baik dibandingkan kemarin dan semoga ia juga bisa menyadari akan kesalahannya."
" Ya.. eumm.. ayo ikut aku. sementara kita menginap disini sambil menunggu kakak baikan esok pagi.."
" Kemana?? memangnya tak apa menginap disini??"
" Ayo sudah ikut saja." kata Tama sambil menarik tangan Juli lalu membawanya ke arah balkon rumah itu.
" Mas.. kita mau kemana si??"
" Aishh.. muach.. " Gemasnya Tama melihat Juli yang bertanya terus padanya hingga membuatnya langsung saja mencium tanpa aba-aba.
" Kenapa akhir-akhir ini kamu banyak bertanya.. padahal ketika di kantor kau begitu sangat serius." lanjutnya Tama.
" Aishh.. apa si mas.. aku ga seperti itu.. ya aneh aja gitu kamu tadi murung trus tiba-tiba sekarang kamu ngajak aku.."
" Ya. ya.. kita sudah sampai, coba deh kau lihat keatas.."
" Hemm.."
Lalu, Juli pun melihat keatas.. ya, terlihat sangat jelas bintang-bintang diatas berkelap-kelip dalam kesunyian malam dan kegelapan malam itu. Dengan pemandangan yang bagus serta semilir angin yang sepoi-sepoi membuat nuansa yang sangat indah dan menenangkan.
" Mas.. ini sangat indah.. wahhkk.." kata Juli sambil terus menatap keatas dengan takjub Juli melihat indahnya malam hari itu.
" Ya.. apa kau sangat suka hal sederhana seperti ini?' tanya Tama dengan tatapan lurus pada Juli.
" Yah.. aku sangat menyukainya mas.. ini sangat indah.. mas tau.. ketika aku masih kecil.. waktu itu rumah ku masih sederhana dan juga masih banyak rumput pendek dan alang-alang yang dekat dengan rumah ku waktu itu. "
" Namun walau banyak alang-alang, ketika malam hari itu sangat indah.. bintang-bintang disana yang terlihat kelap-kelip saat malam, lalu udara yang sejuk saat malam hari itu sangat menenangkan, walau terkadang yang tak terduga itu muncul. ya, pasti mas taulah apa itu." Lanjutnya Juli bercerita.
" Memang apa yang muncul tak terduga itu??" tanya Tama.
" Ya.. jadi gini, dulu waktu aku kecil aku memiliki teman.. ya setiap kali aku melihat keatas saat malam hari dan memandangi langit yang penuh bintang. Ia selalu muncul saat itu juga secara tiba-tiba. Lalu, aku berfikir.. kenapa ia tetap muncul terus dihadapan ku? hingga akhirnya disaat terakhir masa waktunya, dia bilang, " Kau, teman terbaik yang pernah ku temui, kau mampu melihat ku yang sudah seperti ini, dan kau tak segan untuk mendoakan ku selalu, terimakasih.. ini saatnya aku kembali padanya.." saat itu juga aku merasa hal yang tak terduga berturut-turut itu akan sangat menjadi hal berharga pada akhirnya." ceritanya Juli hingga tak sadar ia meneteskan air matanya.
Tama yang melihat itu pun, langsung mengecup air matanya yang mengalir di pipi gadis yang akhirnya sangat ia sayangi.
" Cup~..."
" Aku mengerti, sebab aku merasakannya juga dari apa yang selama ini kau kasih kepada ku.. kau sabar. dan entah kenapa ada saat, yang tak terduga juga datang kepada ku." kata Tama sambil menempelkan keningnya pada Juli.
" Ya.. " mengangguk nya Juli dengan perkataan Tama pada saat itu.
" Ya sudah, ini sudah malam.. ayo kita tidur.. besok kita harus mengantar kak Alex ke bandara."
" Ya.. baik mas.."
Mereka pun beranjak dari tempat itu, lalu pergi menuju kamar tamu yang ada dirumah Alex.
***
Pagi harinya.....
" Kak, apa kakak baik-baik saja pagi ini??" tanya Tama pada Alex yang sudah membuka matanya dan duduk terdiam sambil memegang kepalanya.
" Emmhh.. ya.. aku sudah sedikit membaik.. makasih sudah disini.. dan kuenya.."
" Eittss. tunggu dulu kau harus minum air dulu... "
" Ya.. baiklah.. thanks bro.."
" Ya.. kak.. aku akan mengantar kakak ke London pagi ini.. aku sudah ga bisa ngelihat Kakak seperti ini lagi. Dan urusan disini, biar aku saja yang mengurusnya. Kakak kembali lanjutkan saja urusan kakak di London."
" Ya.. kau benar.. aku harus pergi dan meninggalkan kota ini.. aku sudah muak dengan semua yang disini. Ini kue siapa yang bikin?? Kau beli memangnya Tam??"
" Tidak.. ini kue, istri ku yang bikinin untuk sarapan pagi ini.. dia membuatnya untuk mu kak sekaligus untuk kakak bawa nanti."
" Ya.. thanks buat Kuenya.. ini enak.. "
( " Bahkan aku tak pernah dibuatkan hal seperti ini saat bersama Devina." ) ucapnya dalam hati.
" Oke.. aku akan keluar kakak segera bersiap-siap nanti jam 9 aku akan mengantar kakak."
Beberapa jam kemudian...
Mereka pun sudah bersiap-siap ingin mengantarkan Alex ke bandara. Barang-barang pun sudah dimasukkan ke mobil semua.
" Kak.. sudah semuanya?? tak ada yang ketinggalan kan??"
" Ya.. sudah siap semua." jawabnya Alex.
" Ayo, mari kita langsung berangkat penerbangan kakak kan jam 10... ayo sayang masuk.."
" Baiklah.. " Jawabnya Juli.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. lalu melajukan mobilnya keluar pagar rumah. Hingga mobil itu keluar satpam disana pun langsung menutup dan mengunci pagar tersebut.
" Makasih ya pak.. tolong, saya titip rumah ini.." kata Alex pada pak satpam biasanya itu.
" Ya.. sama-sama pak.. akan saya jaga rumahnya dengan baik.. nanti juga akan datang setiap harinya mbok yang membersihkan rumah.."
" Ya.. wa'allaikumsalam.."
Mobil pun melaju meninggalkan rumah Alex itu.
Disaat yang bersamaan...
Dirumah utama..
" Pah.. ku mohon pah.. beritahu aku kemana Alex?? aku semalam mencari Alex, tapi aku tetap tak menemuinya.. kumohon pah.. aku sangat minta maaf atas kejadian kemarin aku sangat menyesal.. namun, aku pun juga tak bisa disalahkan dalam hal ini, ya.. aku memang salah.. tapi aku langsung menyadarinya, dan tak ingin ikut dalam permainan itu."
" Jadi apa yang kau inginkan??" tanya Adirata dengan tegas pada mantunya.
" Aku hanya ingin kembali padanya dan memperbaiki semuanya dengan baik padanya.. aku akan berusaha mungkin untuk tetap mempertahankan pernikahan ini.. sebab aku mencintainya pah.. ku mohon tolong beri tahu aku dimana Alex pah.." mohon-nya Devina pada Adirata sampai ia bersujud di kaki papah mertuanya.
" Yah.. ayo.. bangun Vina.. bangun.. papah akan memberi tahu pada mu.. ayo bangun." kata Adirata sambil mencoba untuk menyuruhnya untuk tak bersujud di kakinya.
" Alex.. akan berangkat ke London siang ini jam 10.. kau harus cepat menyusulnya jika tidak.. semua akan berakhir pada hari ini juga.. dan soal paman Vadi kau tak perlu berfikir.. itu akan menjadi urusan papah." lanjutnya Adirata.
" Yah.. yah.. pah.. terimakasih.." Kata Devina sambil bergegas pergi menyusul Alex di Bandara.
Devina sangat buru-buru hingga ia menginjak pedal gas itu sangat kencang, yang ada dipikirannya sekarang ini hanyalah. Ia harus menemui Alex walau apapun yang terjadi pada akhirnya.. ia harus tetap menemuinya.
Hingga akhirnya ia sampai di Bandara, sebuah tempat dimana kita dapat mengantar dan menjemput seseorang yang sangat kita sayang.
" Aku akan menjemput mu kembali sayang.. tunggu.. tunggu sebentar ijinkan aku untuk tetap mempertahankan pernikahan kita ini.. aku sudah sadar dan aku benar-benar sangat sadar bahwa aku sangat mencintai mu aku tak bisa ditinggalkan oleh ku Lex.." dalam hati Devina berkata sambil ia terus berlari dan mencari suaminya itu.
" Alex!??...." Teriaknya Devina pada seseorang yang sedang duduk di bangku tunggu Bandara.
Sontak Alex pun melihat ke arah pemanggil namanya tersebut.
" Devina.. mau apa lagi kau datang ke mari??" tanya Alex dengan nada tak suka. Ia seperti sudah muak dengan Devina.
" Maaf.. maaf sayang.. maafkan aku.. maafkan aku yang sudah kurang ajar dan tak berbakti ini.. hiks.. maafkan aku, aku masih belum bisa jadi sosok istri yang baik bagi mu dan bahkan pernikahan ini.." kata Devina sambil menunduk dan menangis dihadapan Alex.
" Maaf untuk apa Vina??"
" Maafkan aku atas semuanya Lex.. aku mengakui semuanya.. aku salah.. aku sangat salah.. tapi aku hanya memohon pada mu.. aku tak bisa kau tinggalkan dan aku tak bisa melepaskan diri mu.. hikss.. hikss.."
" Ckckck!!.." decak nya Alex saat melihat Devina seperti itu padanya.
Entah kenapa saat ia melihat Devina seperti itu, dia merasa bahwa keputusannya itu tak adil bagi istrinya. Hingga, ia pun memeluk tubuh istrinya itu yang sudah berderai air mata.
" Sudah.. sudah, aku sudah memaafkan mu Vina.. aku takkan pergi dari sini.. "
" Apa.. apa kau bilang?? apa kau serius?? benarkah kau takkan meninggalkan ku Lex??"
" Ya.. benar Vina.. aku takkan meninggalkan mu.. " kata Alex, yang segera membatalkan jam keberangkatannya ke London.
" Terimakasih. makasih sudah mau tetap berada di samping ku, makasih sudah mau memaafkan ku sayang.."
" Ya.. ayo kita kembali.. "
Tak lama mereka berpelukan, Tama dan Juli pun datang di waktu yang sangat tepat.
" Loh.. kalian, ada apa ini sebenarnya?? "
" Tidak.. kami akan kembali.. makasih bro.. ku sudah menemukan apa yang selama ini ku cari.."
" Loh.. kak.. keberangkatannya gimana??"
" Ushhhtt.. mas.. apa mas masih tak menyadari sesuatu.."
" Memang apa yank.?"
" Itu loh.. mereka sudah baikan.. lihat deh. mereka pelukan sambil jalan gitu."
" ahsshh.. iya ya.. yah. kuharap kedepannya akan bahagia.."
Disaat yang bersamaan. Rivaldi, pun dijemput paksa oleh para polisi yang sudah meringkus rumahnya itu.
" Pak.. aku tak bersalah.. aku tidak bersalah.."
" Mas.. sudahlah.. kau harus menjalankan semua yang kau perbuat."
" Apa-apaan kau.. siapa kau. kau sudah bukan lagi bagian dari hidup ku. kau tak berhak atas diri ku.."
Namun, apapun yang semua sudah dikatakan oleh Rivaldi.. itu sudah tak berarti lagi bagi semuanya.
Perempuan yang sebenarnya masih mencintainya itu, ia hanya terdiam melihat orang yang sangat ia cintai itu harus terkurung didalam jeruji besi..
" Maaf mas, aku melakukan ini semua demi kamu.. agar kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi tidak seperti kemarin maafkan aku.. hiks.. hikss.."
Semuanya sudah selesai.. begitupun dengan akhir yang sangat sederhana namun memiliki banyak arti bagi mereka semua.
Takkan ada seseorang yang bisa melakukan semuanya seorang diri.. bahkan ketika salah satu dari mereka sudah meninggalkan nya.. walau ia bisa tetap saja ada kekurangan didalamnya.
Tamat~.....
Ouppsss.. lagi-lagi saya minta maaf atas kekurangan yang telah saya lakukan dinovel ini.. tapi berkat kalian pembaca setia novel saya.. saya sangat berterima kasih dan bersyukur atas apa yang sudah saya berikan dan atas apa yang sudah sangat setia kepada novel saya ini. Luv you forever guys..π₯°ππ
Sebagai bentuk rasa terimakasih saya dan permintaan maaf saya.. saya kasih best picture yang saya pilihkan.. dan mohon maaf jika picture nya saya main ambil saja di G**gle gitu ya sebab saya tak bisa menggambar.. jadi I'm sorry.. tapi ya sebagai mewakili saja adegan gitu yah..ππ π
* Alex&Devina β€οΈ
Saat mereka sudah dirumah mereka menghabiskan kue yang sudah dibuat oleh Juli tersebut.
* Tama&Juliβ€οΈ
Thank you very much.. luv you semua yang sudah rela baca novel ini.. bahkan setia nunggu novel ini up.. makasih semuanya. dan saya akan kembali lagi dalam cerita baru lagi.. π₯°ποΈ
dah.. bye.. bye..ππ
#Spill art..
Untuk kisah selanjutnya.....
Hemm.. akan gimana ya ceritanya?? π§
Yang jelas.. cerita selanjutnya akan penuh rintangan dan halangan.
Bye.. sampai bertemu di kisah selanjutnya.. dadah.. heheπ€£