Life

Life
Apapun itu mari tetap bersama.



" Lalu..??"


" Apa kau juga sudah berbicara dengannya?? kenapa kau menanyakan, lalu?? seakan kau sudah tau??" tanya Juli.


" Hemm.. baiklah, aku akan bicara jujur pada mu.. Sebenarnya, Aku bertemu dengan Mamah melalui diri mu.."


" Hah.. maksudnya??" Juli sangat terkejut mendengar pernyataan itu.


" Ya.. itu benar.. aku bertemu dengan mamah karena dirimu. Waktu itu, ketika kita pergi ke rumah paman.. Lalu kau tiba-tiba pingsan dan tergeletak dilantai. Aku mencoba membangunkan mu, tapi kau masih tetap tak bangun juga. " ceritanya Tama.


" Dan ketika aku sudah sadar, kau pun mengajak ku untuk kembali, tapi, ditengah perjalanan tiba-tiba kau menunjukan hal yang sangat aneh, kau seperti bukan dirimu dan itu memang benar, Mamah masuk kedalam tubuh mu karena ia masih ada yang ingin ia tunjukan dan masih ada misteri yang belum terungkap di keluarga kami ini.."


Juli masih terus mendengarkan cerita dari Tama. Ada saatnya ia sangat terkejut dengan apa yang Tama ceritakan. Walau seperti itu, ia memang sudah tau dari awal jika ada satu rahasia yang masih belum ke ungkap dan masih menjadi misteri di keluarga ini..


" Jadi, itu semua benar.. Ibu itu memang mamahnya Mas Tama, dan waktu itu ia bilang ingin meminjam sebentar tubuh ku ini, hanya untuk memberi tahu Mas Tama jika masih ada hal.yang belum terungkap.. Hemm.. semoga ini takkan menjadi masalah yang besar.. amiinnn.. semoga saja.." batinnya Juli.


" Sudah.. mas.. aku sangat memahami perasaan Mas, dan Mamah mungkin jika aku berada di posisi Mamah, aku pun akan mengambil jalan itu.. agar semuanya tak menjadi masalah yang besar.." kata Juli sambil menenangkan Tama.


" Ya.. kau benar.. ku harap jika suatu saat nanti, ada hal yang memang memaksa kita untuk melakukan suatu hal yang kita tidak inginkan.. kita, harus tetap terus terang.. apapun resikonya kita harus hadapi bersama.. ya.. aku sudah mengikhlaskan semuanya.. walau masih sesak.." kata Tama dengan wajah tersendu-sendu.


" Ya.. mas.. aku mengerti.. semoga baik-baik saja kedepannya.." Kata Juli sambil terus membelai pipi Tama.


Karena itu juga, Tama pun akhirnya memeluknya dengan erat. Hingga..


Kruyuukk.. ( suara perut yang sudah meminta di isi makanan )


" Hemm.. sepertinya ada yang sudah sangat lapar.." kata Tama menggodanya.


" Eh.. mas.. Iihh.. malu tau.. Iihh.. jangan gitu deh.." Malunya Juli saat Tama terus saja menggodanya.


" Baiklah, hari ini aku akan masak untuk mu.. kau diam disini.. aku akan siapkan.." kata Tama yang berdiri dan segera menuju dapur.


" Eh.. aku ingin membatu juga.." kata Juli memohon.


" Kau, ingin membantu.. Hemm.. baiklah.. tak apa.. ya sudah.."


" Ya.. tunggu dulu.." kata Juli sambil mengejar Tama.


Dan mereka pun akhirnya memasak bareng, seperti halnya pasangan baru.. mereka memasak berdua dengan penuh semangat dan tak luput dengan Tama yang selalu menggoda Juli disana.




Di waktu yang bersamaan, Feli yang baru saja sampai di rumahnya. Ia sudah disambut dengan wajah suram sang kekasihnya didepan ruang tamu.



Bryan yang sedang duduk di sofa pun terus melihat Feli dengan wajah yang sangat suram seperti akan memangsanya.



" Loh, kau disini.. kenapa kau disini?? bukannya kau tadi sedang sibuk?? dan kau pun juga sudah menelfon ku kan.. untuk pulang.. lalu, kenapa kau ada disini??" tanya Feli beruntun seperti tabrakan beruntun.



" Aku, hanya memastikan apakah kau pulang dengan selamat atau tidak.. sebenarnya aku ingin mengajak mu makan malam bersama.. tapi sayangnya, kekasih ku ini sangat sibuk dengan temannya.. Hemm.. padahal aku sudah berusaha keras agar dia kembali dan takkan bisa ke luar negeri lagi atau ingin pindah lagi sekolahnya." kata Bryan dengan wajah melasnya agar Feli merasa terharu.



" Ah.. maaf.. maafkan aku.. aku janji takkan kelewat waktu lagi.. jadi, sebagai permintaan maaf.. kau ingin apa??"



" Jika aku ingin menikah dengan mu apakah kau akan bersedia??"



" ...... "



Tanyanya Bryan yang membuat Feli sangat terkejut dan tak bisa berkata-kata.



" Gimana?? apakah kau bisa memenuhi permintaan ini??"



" Aku.. aku.. " gugupnya Feli saat mendapat pertanyaan itu.



" Apakah ini sangat terburu-buru?? jika seperti itu baiklah aku akan menunggu??" kata Bryan dengan wajahnya kembali lesu.



" Aku, ingin.. tapi aku baru saja memulai semua ini.. dan umur ku masih muda.. apakah tak apa??"



" Aku akan menerima apapun itu.. jika kau sudah bersedia.. bukankah, teman mu itu menikah diumur yang sangat muda seperti diri mu??"




" Jika itu terbaik.. aku akan terima.. "



Doorrr.. (Suara pletusan party yang meledak. )



Dan lampu pun tiba-tiba menyala dengan sangat terang dan hiasan semuanya serta buket bunga yang tiba-tiba ada digenggaman Bryan.



Lalu, ada tulisan..



"Maukah kau menikah dengan ku ??Eci..???" 🥺❤️



" Hah.. Kau, membuat semua ini?? kenapa kau harus bersikap seperti tadi sih.. Huhu.." terharunya Feli yang mendapatkan surprise seperti ini.



" Jadi.. gimana??" Kata Papahnya Feli dan yang lainnya yang juga ikut menyerukan itu.



" Diterima ga nih??" kata Kakak perempuan Feli yang sudah menikah dan memiliki anak.



" Emm... " Kata Feli sambil menganggukkan kepalanya yang berarti bersedia dan menerimanya.



" Hah.. Yes!! yeyyy.. Hah.. aku ga percaya ini nyata.. benarkah, kau menerima ku.." tanya Bryan tak percaya akan jawaban Feli..



" Ya.. aku mau.. dan menerimanya.."



" Woooo!!.. wiihhh.. " suara sorakan kegembiraan di dalam rumah tersebut.



" Jadi, apakah kita bisa menikah besok??" tanya Bryan.



" Woohh.. sabar dulu kali.. ga harus seperti itu.. dah ngebet banget si.." Kata kakaknya Feli yang langsung menepuk keras pundak Bryan.



" Hehe.. maaf, Kak.. ya siapa tau.. gitu langsung nikah besok.. aku justru sangat bersemangat atas hal itu.. hehe.."



" Hilih.. sabar dulu kali Pak.. kaya ga ada hari aja.." Kata yang lainnya.



" Hahaha.. ya.. itu benar.. sudah.. kau harus bersabar dulu.. kita harus membicarakan ini semua dan rencana kan dulu dengan sebaik mungkin.." Kata papahnya Feli.



" Iya, benar itu Ayan.. kita harus rencanakan dulu dengan matang persiapannya.. " cetusnya ibunya Feli.



" Ya.. aku mengerti Tante.. hehe.."



Mereka pun dengan penuh rasa bahagia dan berkumpul dengan penuh canda tawa dari semua keluarga. Mereka pun makan malam bersama disana dengan penuh kebahagiaan..



°°°



Happy reading..🥰