Life

Life
Teori dan sisa



hari-hari ku setelah kejadian itu biasa saja,dan aku telah kembali ke rumah ku yang ada di hutan itu.karna berkat bantuan warga desa yang secara suka rela itu,ayahku dapat membangun rumah dengan cepat.dan satu lagi,atap rumahku yang baru beratapkan seng bukan lagi alang-alang kering yang di anyam.orang tua ku juga takut kejadian "itu" menimpa keluarganya lagi.mengingat atap rumah ku yang dulu terbuat dari alang-alang kering yang di anyam itu adalah faktor yang masuk akal untuk menyebabkan rumah ku yang dulu mudah terbakar.tapi apakah mungkin atap alang-alang rumah ku terbakar dengan sendirinya??lalu dari manakah asal api itu yang menyebabkan rumah ku terbakar??orang lain pun bertanya-tanya siapakah orang yang membakar rumah ku itu.tetanggaku juga berteori ada yang membakar rumahku tapi orang tuaku tidak percaya karna orang tuaku tidak memiliki musuh ataupun pernah menyinggung orang lain??apakah "perempuan lewat" yang berteriak itu??itu juga tidak mungkin karna ibuku tau sendiri kalau perempuan itu lewat selang beberapa menit sebelum rumah ku terbakar dan api itu sudah membesar.dan jika benar "perempuan itu" yang membakar rumah ku,ia juga tidak akan teriak dan memberitahu keluargaku jika rumah ku terbakar mungkin ia akan langsung kabur begitu saja.jadi siapakah yang membakar rumahku itu??


dalam teori keluarga ku sendiri orang yang membakar rumah ku adalah adikku.apa kalian percaya itu?ya mungkin tidak.tapi tenang saja keluarga ku memiliki alasan untuk masalah ini.yaitu mungkin saja adikku bermain api kecil dan tidak sengaja api itu terbang ke atap terbawa angin mengingat alang-alang kering mudah sekali terbakar walaupun hanya terkena percikan api kecil dan membakar rumah ku karna pada saat sebelum kejadian itu ibuku mengambil air ke sungai dan adikku saat itu sendirian di rumah dan saat sesudah itu ibuku pulang dan masih belum ada kejadian apapun mungkin apinya masih kecil dan ibuku tidak terlalu teliti dengan hal itu dan setelah mengambil air ibuku langsung menyusul ayahku bekerja untuk membantunya menyayati kulit karet karna tempatnya tidak jauh dari rumahku.itu lah teori keluarga ku meski itu teorinya tapi tidak ada bukti apapun mengenai adikku yang membakar rumah ku karna adikku saat itu masih terlalu kecil dan pastinya dia tidak akan mengingatnya.


tapi sudahlah,keluarga ku juga sudah mengikhlaskan semuanya,semua itu sudah menjadi kehendak allah SWT.dan tidak ada seorang pun yang dapat mengubahnya.semua itu pasti ada hikmahnya dan tetap bersyukur apapun yang terjadi