Life

Life
Misteri



" Hemm.. sekarang aku tak tau harus apa?? apa aku pergi saja ke rumah sekalian bertemu dengan Vian, terakhir ku bertemu dengannya pas sebelum akad, setelahnya aku sama sekali tak menemukannya."


Juli pun langsung bersiap ingin pergi. Walau ia masih tinggal di apartemen Tama untuk sementara sebelum ia nanti benar-benar pindah ke rumah utama.


Namun sebelum ia keluar, ia melihat kalung kotak itu. Benda itu tergeletak begitu saja disana. Ia pun mengambilnya, ia sedikit memperhatikan benda itu dengan serius. Hingga muncul satu kilatan cahaya yang terang berwarna merah dari lubang kecil kotak itu.


Lalu tiba-tiba cahaya itu menjadi besar dan menenggelamkan dirinya.


Setelah cahaya itu sudah mereda. Ia pun membuka matanya dan langsung melihat sekelilingnya.


" Ini, dimana??" Tanya Juli dalam hatinya.


" Sepertinya ini,.... ini seperti di masa lalu, baju orang-orang sini sangat kuno.."


" Aku dimana sebenarnya??"


" Dan gadis itu?.. dia seperti yang pernah muncul di mimpi ku dulu.. Dia.. seperti aku waktu dulu.."


" Hei.. kau, apa kau bisa melihat ku?? kau.. sangat terluka parah.. Apakah kau ingin dibawa berobat??"


Gadis itu masih saja terus bergeming dan tatapannya sangat kosong.


" Apa dia tak melihat ku sama sekali ya??"


Hingga Juli pun mencoba untuk memegang benda lain disana.


" Loh, kok aku ga bisa memegang benda ya.. sebenarnya aku kenapa si?? ini sangat aneh."


" Apa jangan-jangan gadis itu yang telah membawa ku datang kesini tapi benda itu.. Apa yang sebenarnya terjadi ini masih sangat rumit bagi ku.."


Juli pun hanya tetap memerhatikan gadis itu dengan sangat serius, ia pun juga memikirkan bagaimana ia bisa kembali ke tempatnya. Hingga ia sudah tak tahan lagi ingin membantu gadis malang itu tapi ia tak bisa berbuat sesuatu.


Juli masih terus memperhatikan gadis itu, sampai gadis itu didatangi oleh ayahnya, dan ia tak menyangka jika ayahnya itu akan berbuat sangat kejam padanya yang masih remaja itu.


" Hah! apa-apaan dia dasar anak kurang ajar! sudah berani ya.. pada ayah mu ini.. hah!! sini kau.. sini ikut dengan ku.."


Gadis itu ditarik oleh ayahnya dengan cara yang sangat kasarnya. Gadis itu hanya diam dan mengikuti semua perintahnya.


" Sini kau! lihat.. apa ini?? "


" Jawab apa ini?!!"


" I.. itu.. pisau.. "


" Ah.. kau tau.. apa gunanya pisau ini??"


" Tidak.. aku tidak tau yah.."


Pria itu langsung mendekatkan pisau itu kearahnya.


" Hoho... apa kau masih tak mengerti juga??"


"Tidak?.. "


" Owh.. hahaha.. baguslah.. sekarang cepat kau buka baju mu.. semuanya.. sekarang!.. jika tidak kau akan tau akibatnya.."


" Tidak.. aku tak mau.. aku tak bisa.."


* Ayahnya ini adalah ayah tiri. Dia menikah dengan ibu gadis ini ketika anaknya berusianya 8 tahun saat itu ibu gadis ini sudah tak sanggup untuk menghidupi hidup keluarganya hingga ia menggoda pria ini untuk dijadikan sebagai istrinya. Sedangkan ayah kandung dari gadis ini, ia telah meninggal dalam kecelakaan dan tubuhnya hangus terbakar.


" Masih belum juga kau lakukan.. sudah berapa lama ini kau masih diam saja seperti itu.. atau aku yang akan membukanya.."


" Tidak.. jangan.. biarkan aku saja yang membukanya.."


Akhirnya gadis itu pun membuka semua bajunya sampai sudah tak tersisa apapun ditubuhnya.


" Nah gitu dong dari tadi kan aku ga perlu mengancam kembali diri mu.."


Pria itu kembali mendekati gadis itu namun kali ini lebih dekat dan intens.


" Emm.. kau tau.. dulu, kenapa ibu mu yang gak berguna itu bisa mendekati ku dan membuat aku bisa menikahinya. Kau mau tau.."


"........"


" Kenapa diam saja.. ah, aku tau pasti kau sudah tau.."


Pria itu pun kembali mendekatinya dan membisikkan sesuatu yang membuatnya terkejut. Saat pria itu membisikkan terlihat jelas wajahnya menjadi merah padam dan terlihat gemetaran hingga ia mengencangkan kakinya.


" Gimana?? Apa kau sudah mengerti.. "


" .........."


" Ah, kurasa kau sudah mengerti.. jadi, tolong layani aku.. bukankah kau seperti ibu mu itu.. jadi sekarang layani lah aku ini.. jika tidak, kau sudah tau apa yang akan terjadi.. bukankah aku sudah bilang tadi.."


Gadis itu tampak sangat gemetaran dan ia merasa takut. Sangat takut hingga ia mencoba untuk kabur dari sana. Namun, ia tak bisa lari dari sana sebab ia sudah ditahan oleh pria itu dan melakukan sesuatu pada tubuhnya, hingga membuatnya tak bisa berkutik lagi.


" Hei.. tubuh mu ternyata sangat menikmati ya.. tak ku sangka, reaksinya akan seperti ini.. owh ya, sampai lupa.. kau kan masih perawan. Wah, bukankah ini sangat nikmat.. tak ku sangka akan bisa menikmati anak gadis ku ini dengan seperti ini.. haha.." Tawa jahatnya pun keluar.


" Tidak.. jangan, berhenti.. kumohon aku akan melakukan apapun untuk mu asalkan jangan seperti ini.. Ku mohon.. " Mohon-nya gadis itu dengan suara bergetar ketakutan.


" Teruslah.. memohon pada ku.. tapi sayangnya, aku tak bisa mengabulkan permohonan mu itu.."


Hal itu terus berlanjut sampai ke tahap yang lebih parah dan tak terbayangkan oleh Juli saat melihatnya. Antar ia kasihan dan ia sangat ingin membantu gadis itu dari sana, namun ia tak bisa.. Ia hanya bisa menyaksikannya. Walaupun ia hanya menutup matanya saat-saat tertentu.


" Ahhkk.. Dasar kau b*d*bah sialan.. Aku tak terima.. aku benar-benar tak terima.. Ahhkk.. Hah.. hah.. Hikss.."


" Apa kau bilang! kau mengatai ku b"d*bah justru kaulah.. dasar J***ng, pantas saja ibu itu berani menggoda ku waktu itu.. Hah!.. "


Pria itu terus memasukkan milikinya sampai gadis malang itu terkapar tak berdaya dibuat olehnya. Gadis itu masih terus menangis.


" Aku, sudah ternodai.. hikss.. Kenapa hidup ku harus seperti ini? Jika seperti ini akhirnya mengapa aku harus hidup dan mengapa aku dilahirkan?? Tuhan! Jika sampai nanti, aku tak bisa membalaskan dendam ku ini.. Aku akan melampiaskan semuanya pada orang yang berbuat jahat di hidup ku selanjutnya, entah itu akan menjadi apa.."


Saat gadis itu berkata seperti itu, Juli langsung dibuat merinding ia sangat merinding atas ucapan itu. Lalu, tak lama gadis itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lalu tiba-tiba ia mengambil sebuah kalung kotak itu yang ia simpan di lacinya. Ia membawanya dan terus mendekap kalung itu.


Ia berendam dalam bak besar yang terisi air. Sambil berendam ia pun juga terus menangis. Hingga tak terasa Juli yang melihatnya pun merasa sedih juga.


" Kalung itu, kenapa bisa ada disini.. apa jangan-jangan itu miliknya?.. Dan.. Hah!" Juli sangat syok saat pikirannya sudah menduga-duga yang tak masuk akal.


Dan saat itu juga, ia pingsan tak sadarkan diri dan ia kembali ke dunianya. Saat itu juga tanpa sengaja Tama pulang dan melihat Juli sedang terbaring dilantai depan pintunya.


....


Please like dan Comentnya.. untuk membantu author agar semangat dalam menulisnya..😍😉