
Hari selasa,26 maret 2012 adalah musibah yang tidak dapat aku lupakan seumur hidupku,hari itu sekeluarga adalah hari yang sangat menyakitkan di hati sekeluarga kami semua.
Hari itu,suasana pagi hari yang cerah benderang seakan hari itu adalah hari yang biasa aku lewati dengan kakakku,kakakku telah pindah ke rumahku yang ada di hutan itu,karna kakakku telah lulus sd.
Aku masih ingat hari itu,di mana aku membayangkan sedikit hal aneh.
"kak,apa menurutmu saudara kita yang tinggal di lampung akan berkunjung ke rumah kita yang ada di "sini" Suatu hari nanti?" Tanya aku." Mungkin"jawab kakaku."mungkin akan menyenangkan bukan,rumah kita akan jadi sangat ramai nanti" Tanya aku dengan sedikit senyuman polos."tapi,di mana mereka akan tidur,rumah kita hanya memiliki 3 kamar saja"tanya kakakku.aku yang menyadari hal itu hanya menjawab "oh iya-ya".dengan sedikit rasa bodoh yang aku miliki sampai membayangkan hal yang seperti itu.kami pun telah sampai di desa dan menuju sekolah masing-masing.
Sekitar jam 08.30 tragedi itu terjadi,ayah dan ibuku sedang bekerja menyayati kulit karet untuk menghasilkan getah yang cukup untuk di jual.saat itu ada seorang perempuan yang lewat depan rumah kami.perempuan itu lewat hanya untuk pergi ke ladangnya.kebetulan ladangnya juga tidak begitu jauh dari rumahku yang ada ditengah hutan.betapa kagetnya dia melihat bahwa atap rumahku telah di banjiri API yang sangat besar.wanita itu berteriak.orang tuaku berpikir perempuan itu ketakutan saat melihat anjing di rumah ku.dengan pas kebetulan anjing peliharaan ku menggonggong terus tanpa berhenti.tapi betapa kagetnya orang tuaku mengetahui bahwa rumahnya telah terbakar dengan api yang besar.ibuku jatuh lemas melihat rumahnya yang di lahap oleh api yang besar itu.tapi salah satu teman ayahku yang juga bekerja sebagai penyayat batang karet menolongnya dan mengambil barang-barang yang penting di sekitar luar rumah.setelah kejadian itu,ibuku di antar ke desa untuk menenangkan diri.
Aku yang masih di sekolah itu,di beritahui oleh guruku yang kebetulan ia adalah teman orang tuaku. aku yang sedikit tidak mempercayai apa yang di ucapkan oleh guruku itu,ketakutan dalam hatiku itu semakin meluap ketika aku melihat ibuku sambil menggendong adikku muncul dan duduk disebuah kursi didepan rumah.tempat itu merupakan rumah kenalan ibuku.tapi saat itu aku bingung kenapa ibuku tidak menangis,dia terlihat biasa saja,aku pikir itu hanyalah sebuah lelucon april mop yang dikatakan oleh guruku.aku penasaran akan hal itu,apakah benar rumahku terbakar??
Setelah aku bertanya "itu" pada ibuku beliau hanya mrngangguk.anehnya saat mendengar kejadian itu aku tidak bisa menangis,air mataku tidak keluar.setelah itu ibuku tetap menyuruhku segera masuk kelas.
Siang hari sekitar pukul 12.30 semua orang berkumpul,termasuk aku,ibuku,adikku,kakakku,dan ayahku.mereka merencanakan dimana keluarganya akan tinggal.setelah itu mereka sepakat untuk tinggal sementara di rumah sudaraku yang ada didesa,rumah itu adalah rumah yang beli saudara ibuku yang ada di lampung,
Kemudian para warga berdatangan,mereka membantu ibuku membersihkan rumah yang akan keluargaku tinggali,selanjutnya ada yang datang dengan sumbangan,ada yang menyumbang baju,pelaratan masak,bantal,kasur,celana,dll.
Ibuku sangat berterima kasih pada mereka
Setelah keesokan harinya rumah yang akan aku tinggali dihutan dibangun lagi,warga yang terus bergotong royong membantu ayahku membangun rumah di hutan.ibuku merasa lega,ternyata masih ada orang yang peduli pada keluarga kami dan tanpa keberatan membantu temannya yang ada kesulitan,ibuku beryukur dan berterima kasih kepada allah SWT.
Sebelum kejadian kebakarannya rumahku ada satu hal yang aneh yaitu,anjing peliharaan orang tuaku tidak selera makan.aku sangat bingung kenapa anjing-anjingku tidak ingin makan,padahal ada 1 baskom penuh makanan sisa,tapi mereka tidak mau menyentuhnya sama sekali,aneh bukan.tapi orang tuaku tidak berpikir itu hal yg aneh,mereka hanya menganggap itu hal yang biasa dari seekor hewan.orang tuaku memiliki alasan memelihara seekor anjing yaitu untuk menjaga kebun mereka dari serangan binatang liar seperti monyet dan **** hutan.tapi yang di luar nalarku anjing-anjing itu sangat setia,kadang di saat aku berangkat kesekolah sendirian melewati hutan.mereka dengan sengaja mengikutiku dan menjagaku,sungguh anjing yang sangat setia,aku tau mereka seekor anjing tapi mereka sangat baik tapi mereka sudah tiada sayang sekali,aku sangat juga sangat sedih bila mengingatnya;(,tapi aku juga berterima kasih.
Thanks for reading