Life

Life
Belanja kebutuhan



Di Swalayan terdekat.


" Hemm.. akhirnya bisa keluar juga.. Hemm, ga papa deh.. pake uang ku dulu.. Lagi pula kemarin juga sempat dapat uang dari Emak.."


" Oke.. saatnya kita belanja bahan keperluan.. mungkin ga usah banyak-banyak kali ya.. lagi pula kata Pak Adirata, kami akan segera pindah ke rumah utama.. Hemm, ketika memikirkan itu aku jadi semakin tak menentu batin ku.."


" Sudahlah, tak usah dipikirkan dulu.. aku ingin puas dulu.."


Ia pun segera ke bagian sayuran. Ia memilih dan mengambil sayuran yang ia butuhkan. Namun sesuatu terjadi saat ia ingin mengambil sebuah sawi hijau yang berada diujung rak sayuran itu.


Brruukk..


Salah satu barang seseorang terjatuh karena bersenggolan dengannya.


" Eh, maaf.. ini barangnya tadi terjatuh.." kata Juli sambil memberikan barang tersebut.


" Owh, ya.. terima kasih.." kata pria yang punya barang itu.


" Hemm.. orang itu terlihat aneh, Hemm.. Auranya sangat misterius.." Batinnya.


Namun Juli pun langsung tak memperdulikannya sebab ia harus cepat menyelesaikan belanjaannya ini.


Tak lama ia berkutat dalam swalayan itu. Ia pun segera membayar semua yang ia butuhkan itu. Setelahnya ia keluar dari sana dan berjalan kaki menuju Apartemen Tama untuk kembali dan memasak makanan untuknya dan dia.


" Orang tadi sangat negatif auranya.. Walaupun aku tak bisa melihat hal yang tak kasat mata namun dalam soal merasakan aura aku sedikit sensitif.. "


" Tapi, kenapa aku memilki firasat ga enaknya soal kedepannya."


" Aiihh.. sudahlah.. Lanjut saja masak.."


Ia pun melanjutkan masaknya, ia memasak hidangan yang sederhana dan sangat umum untuk para lidah orang Indonesia. Yaitu, Nasi goreng ia membuatnya tak terlalu pedas karena ia tak tau Tama suka pedas atau tidak. Dan sampai sekarang pun ia tak tau apa saja kebiasaannya ini sangat terasa asing sekali.


" Hemm.. sudah beres deh, semoga dia suka.. ya, aku pun tak mengharapkan lebih jika ia tak suka.. atau berkata kasar lagi pada ku.. aku seakan sudah sedikit terbiasa akan perubahan sikapnya."


Ia pun segera duduk di dekat jendela saat semuanya sudah ia siapkan di meja makan kecil itu.


" Hemm.. kapan ia akan pulang ya.. aku tak bisa makan malam duluan tanpa ia belum memakannya sedikit pun.. Emm.. ya sudahlah, ku tunggu saja.. daripada aku kena semprot lagi.. hii.. auranya itu loh semakin menyeramkan.."


Ia menunggu sangat lama sampai kantuknya datang menghampirinya. Ia tertidur di sofa tersebut dengan menghadap langsung ke depan jendela. Lamanya ia tertidur disana hingga jam menunjukkan pukul 11 malam.


Ia masih terus tertidur lelap disana.


Pagi pun tiba.


" Hooaamm.. euunghh... Duh! owh ya.. hah! dah pagi!.. apa dia semalam ngga pulang ya.. loh, kok.. aku ada di ranjang?? bagaimana aku bisa pindahnya.."


Juli pun langsung bangun dari sana dan menuju ruang makan. Tapi, ia sama sekali tak melihat siapapun. Lalu ia kebagian pintu kulkas dan melihat sebuah memo disana.


" Emm.. aku yang memindahkan mu.. tak tega melihat mu terus tidur disana, makanannya sudah aku makan dan aku menghangatkannya tadi sebentar.. terimakasih.."


Pesan yang ia tinggalkan itu membuat ia sangat senang, entah apa yang terjadi tapi menurutnya walaupun aura gelap yang masih menyelimutinya tetap saja ia orang baik.


" Mulai sekarang aku akan berusaha untuk membantu mu.. Apapun yang akan terjadi nanti aku akan membuat mu kembali ke diri mu yang baik itu.." ucapnya saat ia menyimpan memo itu dalam kotak kecil miliknya yang di koper.


....


Di Kairo, Mesir.


" Hemm.. baru saja kemarin pulang sampai sini, aku sendiri lagi.. tapi, jika aku tetap disana itu tak baik untuk ku dan dia.."


" Karena aku tak bisa terus bertemu dengannya, jika aku terus bertemu dengannya, aku akan semakin terluka.."


" Mungkin memang lebih baik disini.. aku bisa memperdalam ilmu ku dan terus belajar dengan baik.. "


Namun, tak berapa lama ia duduk untuk merilekskan dirinya, ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelahnya ia kemudian keluar untuk membeli stok makanan. Ia terus berjalan sendiri tanpa ada yang menemaninya. Hingga ada seorang pria yang seperti ingin berbuat jahat padanya.


" Orang itu seperti ingin berbuat jahat pada ku.. aku harus cepat-cepat menghindar darinya agar ia tak bisa menjegat ku.." batinnya.


" Kumohon, tolonglah hamba mu ini ya Allah.. hamba hanya bisa memohon pada mu lindungilah hamba dari orang yang ingin berbuat jahat pada hamba.." Doanya Feli dalam hatinya.


Ia berlari sampai ke dekat sebuah persimpangan jalan. Dan....


Brruukk...


" Eh.. maaf.. maaf.. aku tak sengaja.. " kata seorang pria. ( Dalam bahasa Arab )


" Ah... apa kau baik-baik saja?? kau seperti habis dikejar oleh seseorang..."


" Hah!! huh!! Huhh!!.. iya.. iya.. aku.. baik-baik saja.."


" O.. okey.. tenang-tenang lah.. orang itu sudah tidak mengejar mu lagi.."


" Huh.. syukurlah.."


" Memang kau ingin kemana??"


" Aku ingin kembali ke tempat ku.."


" Emm.. apa kau seorang mahasiswa??"


" ya.. kenapa kau bisa tau.. "


" Owh itu.. aku sepertinya pernah melihat mu di kampus dekat sini.."


" Loh.. aku memang kuliah disana.. "


" Ah.. begitu ya.. apa kau orang Indonesia??"


" Ya.. aku orang Indonesia.. Atau jangan-jangan kau pun juga orang sana??"


" Ah, iya.. aku campuran.. hehe.. mau ku antar kembali sampai depan tempat mu??"


" Ah.. tak usah terimakasih.. aku sudah bisa kok sendiri.. makasih juga ya.. yang tadi.."


" Ah.. iya sama-sama.."


Feli pun langsung pergi dari sana, tapi ada seseorang juga disana yang terus memperhatikannya dibalik suatu tembok. Orang itu masih tak bergerak dari sana tatapannya seakan tak terima dan sangat kesal akan keadaan yang ia alami.


Esoknya, Masih di Mesir.


Feli yang sudah selesai dengan agenda kuliahnya ingin bersantai dulu di sebuah cafe yang tak jauh dari kampusnya. Saat ia sedang asiknya mendengarkan musik sambil melihat jadwalnya kembali untuk esoknya.


" Hai.. Gimana kabarnya?? kayanya udah lama ga duduk seperti ini..."


Feli yang belum sadar saat Bryan sudah ada didepannya pun seakan benar-benar mengacuhkannya. Lalu, Bryan melihat ada kabel earphone.


" Hemm.. ternyata aku di acuhkan ini.. dia lagi asik dengarkan musik di ponselnya.. huh!.. Baiklah, sabar Bryan.. oke.. "


Brruukk..


Bryan sengaja menjatuhkan salah satu buku milik Feli yang sangat besar dan tebal itu.


" Hei.. kau apa-apaan si!??.. " ( dalam bahasa Arab ) Feli pun melihat ke orang yang sudah menjatuhkan bukunya itu.


" Ouppss.. sorry.. Maaf.."


" Kau.. kenapa kau bisa ada disini?? "


" Aku, hanya ingin bertemu dengan mu saja.."


.....


Please like coment and vote.. 🥰