
Saat suasana sedang panas-panasnya. Tiba-tiba saja suara ketukan pintu itu terdengar dan membuyarkan semua kegiatan panas mereka.
“ Mmhhh.. mas.. tunggu sepertinya ada yang mengetuk pintu?? “
“ Aiihh.. siapa yang berani mengganggu ku saat ini.. dasar..”
“ Tapi, yang dibawah sana masih belum tenang Yank.. Hemm..” rengeknya Tama.
“ Iiihhh.. mas.. sudah, tahan dulu.. nanti saja.. mumpung belum kebuka semua kan.. sudah nanti dulu.. mas, apa disini ada ruangan lainnya??”
“ Ada.. kau, masuk saja ke sana.. Hemm..” dengan cemberutnya Tama menunjuk ke arah ruang pribadinya itu.
Juli pun masuk ke dalam ruang pribadi itu dengan membawa jilbabnya dan merapihkan dirinya didalam ruangan itu.
“ Hem! Siapa si yang ganggu ditengah-tengah gitu.. aiihh.. awas aja klo ga penting..”
Tama pun akhirnya membuka pintunya dan sungguh snagat menyebabkannya ia melihat jika yang datang adalah orang yang tak terlalu penting baginya. Namun walau begitu ia juga sangat menyayangi orang itu.
“ Kak Alex??..”
“ Ka.. kakak ngapain ke kantor ku??”
“ Kau ini ya.. kakaknya dateng bukannya langsung disuruh masuk malahan nanya kaya gitu..” kata Alex sambil nyelonong masuk ke dalam ruangan Tama.
“ Eh.. eh.. tunggu kak.. kakak sebenernya mau ngapain si??”
“ Kakak mau lihat keadaan mu saja.. jadi, sekarang apa kau sudah baik-baik saja?? Emm.. tapi kalau dilihat kau memang baik-baik saja..”
“ Ya.. aku memang baik-baik saja.. kan aku ada yang ngerawat sekarang.. emang kakak..”
“ Hah.. Pfftt.. iya juga ya.. hah.. rasanya aku snagat iri saat ini..”
“ Maksud kakak??”
“ Ya.. masa harus dikasih tau, kau pasti taulah.. ku dengar si Juli itu sekarang bekerja di sini ya sebagai asiten atau apa gitu dengan mu??”
“ Ya, seperti itu.. awalnya juga aku kaget.. dan ga nyangka jika Papah mengijinkannya untuk kerja menjadi sekretaris pribadi ku.. aku masih belum tau, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa papah mengijinkannya..”
“ Kak.. kakak, dari tadi sebenernya ada perlu apa si dateng kesini?? Kakak dari tadi berbicara seperti ga tau arahnya tuh mau kemana.. apa kakak ada masalah?? “
“ ....... “ Alex hanya terdiam saat Tama mencoba untuk membuatnya menjawab pertanyaannya itu.
“ Kak.. kakak jawab, kenapa apa kakak ada masalah dengan Kak Devina??”
“ .......” Alex hanya terdiam dan menatap adiknya itu sangat dalam seakan ia berkata bahwa yang adiknya itu katakan adalah kebenaran.
“ Yah.. kau benar Tam.. aku sedang ada masalah dengannya, dan sekarang, kami benar-benar seperti sudah tak ada kecocokan lagi.. bahkan ia sekarang lebih memilih untuk keluar dari rumah.. hanya untuk pekerjaannya itu..”
“ Kak.. apa Kakak masih tetap menginginkannya??” tanya Tama sangat dalam.
“ Aku tak tahu.. dan aku masih tidak mengerti bagaimana perasaan ku saat ini..”
“ Aku tak bisa berbuat apa-apa karena ini urusan kakak dan istri kakak.. aku hanya bisa mensupport kakak dan mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kakak...”
“ Yah.. kau benar, adakalanya kau seperti adik ku yang dulu.. adik kecil ku yang selalu ku perhatikan dan ku jaga.. tapi sekarang sepertinya terbalik.. mungkin ini terlambat.. tapi harus ku katakan, maafkan Kakak ya.. yang selama ini sibuk dan semakin jarang memperhatikan diri mu.. tapi mungkin sekarang itu tak ada artinya lagi karena sekarang kau sudah memiliki kekasih dan dia akan selalu ada disisi mu.. “
“ Kak.. kakak tau, sebenarnya aku sangat membenci kakak..ya, aku sangat membenci kakak yang sangat sibuk dengan pekerjaan Kakak.. namun, setelah aku memegang pekerjaan yang sama dengan mu, aku mengerti jika itu sangatlah berat bebannya. Walau terkadang kakak tuh sangat nyebelin.. tapi, kakak tetap memperhatikan diri ku secara diam-diam.”
“ Hah.. hahaha.. bagaimana kau tau jika kakak memperhatikan mu diam-diam??”
“ Ya.. tau saja lah.. tuh kan mulai deh nyebelinnya.. haha..”
Dua orang itu terus saja saling menghibur dan bercanda satu sama lain. Hingga tak merasa jika ada seseorang yang terus memperhatikan mereka berdua yang tertawa itu.
“ Syukurlah, hubungan mereka membaik dan Kak Alex pun juga terlihat membaik.. tapi, memangnya Kakak ipar kerja sebagai apa si?? Sampai Kak Alex tuh ngerasa kesepian gitu.. ya semoga keluarga ini semuanya dilimpahkan kebahagiaan dan kesejahteraan hingga keselamatan dunia akhirat.. amiinn..” Doanya Juli dengan sepenuh hatinya.
Pertemuan itu seperti pertemuan sapaan terkahir bagi mereka berdua, walau kenyataan belum tentu sperti itu. Tama yang merasa sudah semakin dekat dengan kakaknya dan istrinya bahkan keluarganya pun juga sudah memperbaiki segala ikatan yang ada.. tapi tetap saja, ada kekurangan didalamnya. Satu yang kurang, Pamannya sendiri.
Tama sadar jika pamannya itu hanya baik diluar tapi, walau bagaimanapun dia tetaplah orang yang selalu ada saat ia masih kecil dulu..
Namun, sekarang keadaan menjadi semakin berubah dan Tama sangat menyadari hal itu di diri pamannya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya yang jelas mereka semua harus terus berusaha agar perdamaian ini bisa terwujud.
°°°