
tak terasa aku tinggal di hutan sudah hampir 2 tahun.hari-hariku masih sama seperti biasanya.tapi aku juga ingin menceritakan bagaimana kehidupanku disana,teman ayahku bernama suroto berkunjung ke rumahku yang ada dihutan dia berasal dari lampung,bisa disingkat teman lama ayahku.dia berencana merantau di sumatera selatan untuk bekerja sebagai penggesek kayu.
note:penggesek kayu adalah pekerjaan yang menggunakan gergaji mesin untuk menghasilkan papan kayu,reng,dan bahan-bahan untuk membuat rumah lainya.
teman ayahku yang bernama suroto juga membeli sebuah kebun karet tua didekat desa.dia meminta ibuku untuk menyayati kulit pohon karetnya untuk menghasilkan getah karet.sementara itu juga ayahku menjadi teman penggesek kayunya setiap hari.tapi siapa sangka bahwa pohon karet didekat desa itu menghasilkan getah yang sangat sedikit.jika ditimbang dan dijual hanya menghasilkan 150rb/minggu.itu pun juga harus dibagi 2 dengan teman ayahku.penghasilan 75rb/minggu tidak akan cukup untuk memberi makan keluargaku.maka dari itu ayahku bekerja ditempat lain bersama temannya untuk mencari uang tambahan untuk menghidupi keluargaku.oh iya,teman ayahku itu juga tinggal di rumah yang pernah aku tinggali sebelumnya didesa,tepatnya saat rumahku dulu kebakaran,sekarang rumah itu telah ditempati oleh teman ayahku.di rumahku yang ada di hutan itu,ayahku memelihara kambing milik orang lain dan jika sudah beranak-pinak hasilnya akan di bagi 2.aku,kakakku,dan ibuku juga mencarikan rumput untuk kambing-kambing itu.tapi jika kami sedang tidak sempat mencarikan rumput. kami hanya mengikat kambing itu di pohon-pohon karet kecil milik kami dan meninggalkannya.jika sore sudah tiba kami memasukkan kembali kambing-kambing itu ke kandangnya.setelah lanjut 1 tahun kambing-kambing itu diminta kembali oleh pemiliknya.tapi siapa sangka ayahku hanya di beri 1 anak kambing yang masih menyusui untuk bagiannya.ayahku sangat marah,mengingat kerja keras kami yang setiap hari kesusahan untuk mencari rumput.tapi salah satu temannya yang ada di desa menenangkannya dan menawarkan diri untuk memeliharanya,ayahku pun mengiyakan.setelah semuanya berlalu,keluarga ku yang ada di lampung mendapatkan sebuah musibah bahwa,kaki nenekku terbakar karena ia sedang membeli bensin dan tanpa sengaja bensin itu tumpah kelantai nenekku juga segera mengelapnya dan tanpa sadar hp penjual bensin itu jatuh kelantai tepat nenekku sedang memebersihkan lantai itu tanpa peringatan apapun api langsung menyala dan memebesar.mengetahui hal itu.ibuku dan ayahku segera pergi ke lampung untuk menjenguk nenekku dan memastikan nenekku baik-baik saja.aku juga dititipkan dirumah teman ibuku yang ada didesa untuk sementara mereka pergi karena orang tuaku tidak tega meninggalkan anaknya tidur di rumah yang ada dihutan sendirian.
teman ayahku yang bernama suroto juga ingin membuat rumah di kebun karetnya yang sudah tua didekat desa itu.semua orang pun bekerja keras membantunya termasuk ayahku tapi setelah rumahnya jadi teman ayahku malah meninggalkan rumahnya yang sudah jadi itu dan kembali ke lampung,dia menitipkan rumahnya kepada ayahku.mengingat ibuku juga bekerja menyayati kulit karet di kebun karet itu,aku pindah ke rumah yang ada di dekat desa itu dan tinggal disana.mengingat juga pohon karet yang ada di rumah lamaku yang ada di hutan sudah cukup besar sekitar ±3 tahun jadi sudah aman untuk ditinggal.
terima kasih yang sudah membaca;)