Life

Life
angin



banyak hal yang terjadi padaku.hidupku selalu dipenuhi dengan cobaan tapi aku masih bersyukur karena aku masih memiliki keluarga yang lengkap dan sederhana.meskipun ekonomi keluargaku semakin menurun sepanjang waktu.


hari hariku sama seperti biasanya,tidak ada yang spesial. rumahku menjadi sedikit ramai hari itu karna teman ayahku berkunjung ke rumahku dan sempat menghiburku karna ada sedikit lelucon dari obrolan mereka,cuacanya mendung putih dan gerimis pun turun,saat itu aku sedang makan nasi + lauk nangka muda buatan ibuku,sayurnya sangat enak hingga aku tambah sampai 2 piring,aku makan sangat santai dan lambat,tak terasa hari sudah mulai sore dan teman ayahku ingin bergegas pulang tapi sebelum pulang teman ayahku berkata "itu adalah pusaran inti angin(sambil menunjuk ke arah hutan yang ia maksud dari kejauhan),orang tua ku menganggap omongan temannya hanyalah sebuah candaan semata hingga,ayahku berkata" alah kayak dukun aja"kemudian mereka semua tertawa.setelah itu teman ayahku pulang.sesudah mereka pulang selang 5 menit pusaran angin menghantam daerah disekitarnya termasuk rumah ku yang ada di hutan itu semuanya menjadi warna putih bagai kabut yang melintas,air gerimis yang aku lihat bukan turun ketanah melainkan jatuh dengan datar.mengatahui hal itu ayahku mengambil kain dan mengikatnya di tiang rumah ku sambil mengucap "astaghfirullah" berkali kali.sambil memegangi rumahku,ibuku berdiri yang karna habis mengangkat jemuran pakaian,aku yang berdiri konyol karena ketakutan sambil memegang piring sehabis aku makan,adikku yang ketakutan sambil menggandeng tangan ibuku,kakak ku berdiri di belakangku,saat kejadian itu ibuku berkata"jika rumah kita rubuh siap-siap kita lari" kejadian itu berlangsung sekitar 5 menit dan selang beberapa detik setelahnya ada angin susulan juga yang sama kuatnya dengan angin pertama tapi hanya memakan waktu sekitar 3 menit.


setelah angin yang menerpa itu berlalu,pemandangan di sekitar rumah ku tampak berbeda dan aku pun menjadi tidak selera makan lagi.yang sangat menyedihkan adalah atap rumah seng ku yang sebagian terbang sampai jarak 300 meter dari rumahku menjadikan kamar ganti baju dan kamar tidurku tidak memiliki atap sama sekali untunglah atap kamar tidur orang tuaku dan atap ruang tamuku tidak terbang terbawa angin.setelah itu aku mengumpulkan buku buku sekolah yang basah karna kehunjanan,mengingat atap kamar ku yang terbang tapi ada hal yang janggal dari kejadian itu,dimana saat aku mengumpulkan buku buku ku yang ada di kamarku aku menemukan beberapa es batu kecil.kakakku juga menemukannya.ia berkata "wi,kamu tadi beli es batu" aku menjawab "tidak".ayah ibuku juga melihatnya dan berkata mungkin itu es salju tapi apa di indonesia bisa turun salju??.hanya kejadian itu saja yang membuat aneh,kenapa bisa ada es batu yang jatuh dari langit.tapi setelah itu mereka menjadi tidak peduli lagi.karena kejadian itu kami se keluarga harus tidur satu kamar yang dimana itu kamar orang tuaku.


selang beberapa hari aku merenung sejenak.dimana aku melihat pohon-pohon yang rimbun dan dingin dalam sekejap lenyap begitu saja hanya karna tiupan angin tapi aku juga harus menerimanya karena semua itu adalah kehendak dari yang maha kuasa.