King's Regrets

King's Regrets
Eps 82 [End]



Dua minggu kemudian, tepat pada hari ke 6 bulan 6. Istana kerajaan negara Ming terlihat begitu ramai dengan hiasan berwarna merah dimana-mana, petasan bersautan dan banyak lampion tergantung di semua tempat di istana kerajaan negara Ming.


Tap tap tap tap


Suara kaki enam orang pengawal istana yang membawa tandu berwarna merah telah sampai di depan istana kerajaan.


Min'er yang berjalan di depan tandu itu membuka tirai tandu, dan menatap seorang wanita yang selama ini duduk di dalam tandu tengah menundukan kepalanya di balik tudung merah yang menutupi kepalanya.


"Hari ini, aku akan mengantarmu menuju kebahagiaan yang selama ini kau impikan, kak." Ucap Min'er sambil mengulurkan tangan pada Xia Lian An.


Xia Lian An menerima uluran tangan Min'er, dan dengan hati-hati keluar dari dalam tandu.


Putra mahkota Zhang yang melihat Xia Lian An memakai pakaian serba merah seperti yang dia kenakan tersenyum, dia begitu bahagia karena hari ini adalah hari yang sangat dia nantikan selama bertahun-tahun.


Dengan pelan Min'er membawa kakaknya ke depan putra mahkota Zhang yang sudah menunggu Xia Lian An di bawah tangga istana.


Setelah berada tepat di depan putra mahkota Zhang, Min'er melepaskan tangan Xia Lian An dan memberi hormat sebelum dia mundur beberapa langkah dari kedua calon pengantin itu.


Putra mahkota Zhang berjalan beberapa langkah, lalu mengangkat tubuh Xia Lian An dan menggendongnya menaiki satu demi satu tangga istana yang cukup tinggi itu.


Hal itu dia lakukan sebagai bukti, jika seberat apapun perjalanan yang akan mereka lalui ke depannya, dia akan selalu melindungi Xia Lian An.


Setelah sampai di atas, putra mahkota Zhang menurunkan Xia Lian An dan membawanya masuk ke dalam aula dalam, dimana kaisar dan ratu sudah menunggu mereka berdua.


Kasim ketua mengikatkan tali yang menyatukan mereka berdua sebelum acara pernihakan di mulai.


Kaisar, ratu, Min'er dan semua orang yang datang di hari bahagia itu menyaksikan putra mahkota Zhang dan Xia Lian An menikah dengan bahagia.


Semua rakyat negara Ming bersorak bahagia dan memberikan selamat kepada putra mahkota dan permaisuri mereka.


"Selamat kepada yang mulia putra mahkota, selamat kepada yang mulia permaisuri. Semoga yang mulia selalu bahagia dan sejahtera." Ucap semua orang yang datang dengan penuh bahagia.


Setelah melakukan serangkaian acara, Xia Lian An yang sudah lebih dulu di bawa ke istana putra mahkota Zhang tengah duduk di atas tempat tidur.


"Ini adalah pernikahan pertamaku di dua kehidupan yang berbeda, apa yang harus aku lakukan?" Gumam Xia Lian An dengan khawatir.


Kraaak


Suara pintu terbuka, Xia Lian An mendengar suara langkah seseorang mendekat padanya setelah menutup pintu dengan rapat.


Jantung Xia Lian An berdetak semakin sangat cepat, saat suara langkah kaki berhenti tepat di depan kakinya.


Xia Lian An merasakan kain yang menutupi kepalanya terangkat dengan pelan, dan perlahan terbuka dengan sempurna.


Putra mahkota Zhang yang melihat Xia Lian An yang telah menjadi istrinya masih menunduk, menyentuh dagu Xia Lian An dan mengangkat wajahnya dengan pelan.


Di tatapnya wajah cantik Xia Lian An dengan hiasan kepala yang membuatnya semakin cantik dan anggun.


"Hari ini kau terlihat sangat cantik, istriku." Ucap putra mahkota Zhang dengan lembut.


Wajah Xia Lian An merona saat mendengar putra mahkota Zhang memanggilnya dengan sebutan istri.


Putra mahkota Zhang tersenyum.


"Apa kau tahu, aku tidak pernah merasa begitu bahagia seperti hari ini. Aku sangat mencintaimu, permaisuriku." Ucap putra mahkota Zhang lagi.


"Kau sudah sering mengatakan itu, apa kau tidak bosan?" Ucap Xia Lian An.


"Tentu saja tidak, aku tidak akan pernah bosan mengatakannya. Bahkan sampai aku matipun tidak akan bosan."


"Ucapanmu begitu manis."


Putra mahkota Zhang duduk di samping Xia Lian An dan menggenggam tangannya.


"Satu impianku telah menjadi kenyataan, dan kau yang telah membuatnya menjadi nyata."


"Benarkah?"


Putra mahkota Zhang menatap kedua mata Xia Lian An, dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya pada wajah Xia Lian An. Putra mahkota Zhang memeluk pinggang Xia Lian An, dan kemudian mencium bibir Xia Lian An dengan lembut.


Ciuman pertama bagi putra mahkota Zhang dan Xia Lian An, ciuman yang penuh cinta dan kelembutan, memulai semua tindakan malam pengantin yang mereka nantikan.


***


Esok harinya, Xia Lian An bangun dalam pelukan putra mahkota Zhang. Xia Lian An menatap wajah putra mahkota Zhang yang masih terlelap.


"Bulu mata yang begitu indah." Gumam Xia Lian An.


"Apakah suamimu ini sangat tampan, permaisuri ku?" Ucap putra mahkota Zhang yang ternyata pura-pura tidur.


Xia Lian An langsung berbalik membelakangi putra mahkota Zhang karena malu pada putra mahkota Zhang.


Melihat istrinya begitu manis, putra mahkota Zhang memeluk tubuh Xia Lian An dari belakang.


Xia Lian An hanya mengangguk.


Putra mahkota Zhang terkekeh melihat istrinya yang pemalu, bahkan setelah apa yang sudah mereka lakukan tadi malam.


"Baiklah, aku akan meminta koki istana untuk membuatkanmu sup gingseng. Kau bisa meminumnya nanti."


Putra mahkota Zhang mencium pipi Xia Lian An sebelum dia bangun dan pergi ke ruangan samping untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.


15 menit kemudian, Xia Lian An bangun. Dia memakai kembali pakaian yang tadi malam putra mahkota Zhang lepas.


"Yang mulia, saya Xiao Wei. Saya membawakan air untuk membersikan wajah anda." Ucap Xiao Wei dari luar kamar.


"Masuklah."


Xiao Wei yang mendengar ucapan Xia Lian An, membuka pintu dan masuk ke dalam kamar yang di hias begitu cantik, untuk malam pengantin Xia Lian An dan putra mahkota Zhang.


Xiao Wei tersenyum penuh arti menatap wajah Xia Lian An yang tengah duduk di tepi tempat tidur.


"Ini adalah air dengan sari bunga mawar, yang mulia putra mahkota berkata jika yang mulia permaisuri sangat menyukai aroma bunga mawar."


"Baik, aku mengerti."


Xiao Wei lalu membawa wadah berukuran sedang di depan Xia Lian An, Xia Lian An lalu mencuci wajahnya dengan air yang sudah di beri sari bunga mawar itu.


Setelah selesai, Xiao Wei memberikan kain pada Xia Lian An untuk mengeringkan wajahnya.


"Yang mulia, yang mulia putra mahkota berkata jika pagi ini kalian harus memberi hormat kepada yang mulia kaisar dan yang mulia ratu. Jadi saya akan mendandani anda dengan cantik, sesuai dengan pakaian dan aksesoris yang sudah di antarkan oleh yang mulia putra mahkota untuk anda."


"Baik, terima kasih Xiao Wei."


Xiao Wei mengangguk, dia lalu pergi mengambil pakaian yang dia katakan.


Tak berapa lama Xiao Wei datang membawa pakaian, dan membantu Xia Lian An berganti pakaian. Xiao Wei juga membantu Xia Lian An merias diri dengan berbagai aksesoris dari emas menghiasi kepala Xia Lian An.


"Anda benar-benar sangat cantik yang mulia." Ucap Xiao Wei mengagumi kecantikan Xia Lian An.



Kraaak


Pintu kamar terbuka, putra mahkota Zhang yang sudah memakai pakaian kerajaan melihat Xia Lian An yang juga telah siap.


"Kau seperti seorang dewi yang datang dari langit." Ucap putra mahkota Zhang melihat Xia Lian An yang begitu cantik.


"Berhentilah menggodaku, apa kau tahu aku sudah sangat gugup akan bertemu dengan ayah kaisar dan ibu ratu pagi ini."


Putra mahkota Zhang berjalan mendekati Xia Lian An lalu meraih tangannya.


"Ada aku di sampingmu, lagi pula ayah kaisar dan ibu ratu akan sangat bahagia melihat kita berdua bersama memberikan salam pada mereka pagi ini."


"Baik."


Putra mahkota Zhang menatap wajah wanita yang telah lama mencuri hatinya, wanita yang saat ini telah menjadi istrinya.


"Kita akan terlambat jika tidak berangkat sekarang." Ucap putra mahkota Zhang.


"Iya."


Putra mahkota Zhang menggandeng tangan Xia Lian An, dan mereka berjalan bersama menuju istana kerajaan untuk memberi salam pada kaisar dan ratu.


Sesampainya di depan kaisar dan ratu, Putra mahkota Zhang dan Xia Lian An membungkukan tubuh mereka.


"Salam kepada yang mulia ayah kaisar dan yang mulia ibu ratu. Semoga yang mulia panjang umur dan sejahtera selalu." Ucap putra mahkota Zhang dan Xia Lian An pada kaisar dan ratu.


"Baiklah, sudah cukup kalian membungkuk. Kalian sudah sangat membuatku bahagia hari ini." Ucap kaisar.


"Terima kasih atas kebaikan yang mulia ayah kaisar." Ucap putra mahkota Zhang.


"Hari ini, aku akan memberikan gelar kepada permaisuri. Karena dia telah menjadi istri dari putra mahkotaku."


Para menteri yang juga masih berada di dalam istana mengangguk mengerti.


"Aku akan memberi permaisuri gelar, Permaisuri Jing, yang akan selalu bersinar dan membawa kemakmuran juga kebahagiaan untuk negara Ming kita."


"Salam kepada yang mulia permaisuri Jing, semoga yang mulia permaisuri panjang umur dan di penuhi dengan kebahagiaan." Ucap semua para menteri yang ada.


Permaisuri Jing mengangguk dan tersenyum, karena mereka menerima dirinya dan begitu menghormatinya, meski dia pernah menjadi permaisuri negara Qin.


Kehidupan Xia Lian An yang dulu di penuhi dengan ketidak adilan, akhirnya berubah menjadi kebahagiaan yang tidak pernah dia bayangkan.


"Terima kasih yang mulia kaisar, terima kasih yang mulia ratu, dan terima kasih suamiku. Kalian telah membuatku merasa di hargai dan di cintai di istana ini."