King's Regrets

King's Regrets
Eps 48



Dua hari kemudian, saat Xia Lian An dan Xiao Wei tengah berkemas untuk ke negara Ming, dia kedatangan seorang tamu yang tak di undang dan yang tidak dia kenal.


Saat di tanya, dia mengaku sebagai utusan dari putra mahkota Zhang yang di perintahkan oleh putra mahkota Zhang untuk melindungi Xia Lian An saat dia pergi ke negara Ming nanti.


Xia Lian An menatap laki-laki itu dengan curiga, karena dia tidak pernah melihat laki-laki itu di sekitar putra mahkota Zhang sewaktu dia pergi ke istana negara Ming dulu.


"Sebenarnya siapa dirimu?" Tanya Xia Lian An untuk kesekian kali.


"Saya adalah pengawal bayangan yang di perintahkan oleh yang mulia putra mahkota Zhang, untuk melindungi anda di perjalanan anda menuju negara Ming."


"Katakan yang sebenarnya."


"Saya mempunyai surat dari yang mulia putra mahkota Zhang untuk anda sebagai buktinya."


Orang yang mengaku sebagai pengawal bayangan putra mahkota Zhang itu memberikan sebuah surat pada Xia Lian An.


Xia Lian An mengambil surat itu lalu membukanya.


Setelah membaca surat itu dan melihat di akhir surat terdapat stempel putra mahkota Zhang, Xia Lian An baru mempercayainya.


"Ini memang dari tuan Jiang. Baiklah, kau tunggulah disini, pelayanku sedang berkemas di dalam."


"Baik nona."


Pengawal bayangan itu lalu menunggu Xiao Wei dan Xiao Fen berkemas dengan Xia Lian An.


Tak berapa lama, Xiao Wei dan Xiao Fen datang.


"Nona, semua sudah siap. Dan kami sudah di letakan semua barang-barang di dalam kereta." Ucap Xiao Wei.


"Iya. Xiao Fen, selama aku pergi kamu jaga rumah dan toko. Katakan pada Min'er kalau aku pergi negara Ming untuk memenuhi undangan dari putra mahkota Zhang."


"Baik nona."


Xia Lian An berdiri "Kita bisa berangkat sekarang."


"Silahkan nona." Ucap pengawal bayangan.


Xia Lian An, Xiao Wei dan pengawal bayangan keluar dari rumah Xia Lian An. Di depan rumah Xia Lian An juga melihat dua orang pengawal lagi.


"Siapa mereka?" Tanya Xia Lian An pada pengawal bayangan.


"Mereka dua pengawal yang akan menjaga barang-barang nona di kereta belakang."


Xia Lian An tidak tahu apa yang putra mahkota Zhang pikirkan, dia bukan lagi seorang permaisuri atau anak dari orang yang berpengaruh di negara Qin. Tapi putra mahkota Zhang memperlakukan dia seperti anak seorang pejabat yang sangat berarti.


"Sudahlah, kita berangkat sekarang."


Di bantu oleh Xiao Wei, Xia Lian An naik kedalam kereta. Dan setelah Xiao Wei naik dan duduk di samping Xia Lian An, kereta pun berangkat.


Selama dua hari mereka akan melakukan perjalanan dari kota Yu ke negara Ming.


Di sisi lain, kaisar Shun juga sudah siap untuk berangkat ke negara Ming. Dia akan berangkat sendirian karena permaisuri Rui tengah hamil beberapa minggu, dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh.


Permaisuri Rui yang hanya mempercayai para pelayan yang di tinggalkan oleh permaisuri Yan dulu, menolak saat kaisar Shun menyarankan untuk menambah pelayan lagi selama dia tidak ada di istana.


Kaisar Shun yang merasa ragu meninggalkan permaisuri Rui pun, meminta raja kecil dan selir Nuan untuk menemani permaisuri Rui.


"Kau, harus setiap hari datang untuk menemani permaisuri Rui disini." Ucap kaisar Shun pada raja kecil.


"Aku tahu, aku tidak akan membiarkan seseorang malakukan kejahatan pada kakak ipar dan calon keponakan ku."


"Baiklah, aku bisa tenang."


"Aku akan meminta pengawal untuk membawakan satu tempat tidur lagi untuk mu, jika di perlukan."


"Yang mulia, anda tidak perlu seperti itu." Ucap permaisuri Rui.


"Jika kau bisa ikut, tentu aku tidak akan khawatir seperti ini."


Permaisuri Rui tidak menyangka, jika dia akan melihat wajah khawatir kaisar Shun padanya. Entah itu karena dia sedang hamil atau tidak, dia akan memanfaatkannya untuk membuat kaisar Shun tidak lagi peduli pada selir Ning.


"Kalau begitu kakak tidak perlu pergi, biar aku saja yang kesana."


Kaisar Shun terdiam sejenak "Baiklah, kalau begitu kau..."


"Yang mulia, saya sungguh tidak apa-apa. Putra mahkota Zhang adalah teman baik yang mulia, yang mulia pergi saja. Disini ada selir Nuan dan raja kecil. Orang yang akan melukai ku tidak akan berani."


Permaisuri Rui sengaja mengatakan itu, karena dia tahu permaisuri Yan pasti akan datang juga di acara ulang tahun putra mahkota Zhang nanti. Dan saat selir Ning mengetahui jika kaisar Shun akan bertemu dengan permaisuri Yan, dia tentu tidak akan peduli dengan dirinya di istana.


Dan permaisuri Rui juga tahu, jika selir Ning tidak akan bisa berbuat apa-apa di luar negara Qin. Sehingga permaisuri Rui ingin memancing selir Ning agar menjauh dari istana dan tidak melakukan hal yang membahayakan nyawa dan calon bayinya.


"Kau sungguh tidak apa-apa?" Tanya kaisar Shun pada permaisuri Rui.


Permaisuri Rui mengangguk "Iya yang mulia, saya berjanji pada yang mulia, saya akan baik-baik saja."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan segera kembali setelah semuanya selesai."


"Baik, yang mulia."


Kaisar Shun keluar dari istana Yue Ji, dan naik kedalam kereta kerajaan yang akan membawnya ke negara Ming.


"Kakak ipar, kenapa kakak membolehkan kakak kaisar untuk pergi ke negara Ming?" Ucap raja kecil.


"Sttttt, seseorang akan memberitahu berita kepergian yang mulia kaisar ke negara Ming pada selir Ning. Kalian pasti tahu bagaimana reaksi selir Ning saat mengetahui yang mulia akan pergi ke negara Ming dan bertemu dengan permaisuri Yan disana, bukan?"


"Maksud kakak ipar, kakak ingin menjadikan permaisuri Yan sebagai umpan?"


Permaisuri Rui menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku mana mungkin menjadikan permaisuri Yan sebagai umpan. Selir Ning tidak akan bisa menyakiti permaisuri Yan. Bahkan aku yakin sebelum dia sampai di negara Ming, seseorang akan melakukan sesuatu padanya."


Selir Nuan dan raja kecil tidak mengerti apa maksud dari perkataan permaisuri Rui.


Melihat selir Nuan dan raja kecil bingung, permaisuri Rui duduk dan menatap mereka berdua.


"Seorang wanita biasa berkeliaran seorang diri di luar wilayah kerajaan Qin, bukankah itu akan mengundang para orang jahat?"


"Tapi dia adalah selir Ning, selir kerajaan. Mereka pasti tidak akna berani."


"Selir Nuan, selir Ning tidak akan mengambil resiko dengan keluar dari istana menggunakan pakaian dan identitas asli. Apa kau lupa, jika kaisar Shun tidak memperbolehkan dirinya keluar dari paviliun He selama satu bulan?"


"Ah, yang mulia benar. Yang mulia kaisar menghukum selir Ning selama satu bulan."


Permaisuri Rui menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Dia sudah banyak melakukan kejahatan pada permaisuri Yan, aku hanya membantu diriku sendiri dari orang yang akan mencelakaiku kelak dan membantu permaisuri Yan untuk membalas apa yang pernah dia lakukannya selama ini."


"Yang mulia." Ucap raja kecil dan selir Nuan bersamaan.


Permaisuri Rui tersenyum, dia tidak akan merasa menyesal karena telah melakukan itu. Dan lagi pula, dia tidak merencakannya secara sengaja. Dia hanya bergantung pada keberuntungan yang ada di luar wilayah negara Qin saja, untuk membalas semua perbuatn jahat selir Ning pada permaisuri Yan dan orang-orang yang pernah dia sakiti.


"Permaisuri Yan, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikanmu selama ini padaku. Aku berharap kau akan selalu bahagia."