King's Regrets

King's Regrets
Eps 55



Part ini bercerita tentang masa kecil Qing Lian (Nama Xia Lian An sebelumnya) lewat mimpi Xia Lian An (Nama dia sekarang).


Menjelang pagi entah kenapa tiba-tiba Xia Lian An merasa terusik tidurnya, dia terbangun dengan keringat bercucuran dari keningnya.


Sebuah mimpi buruk yang entah kenapa menyapa tidur lelapnya malam ini.


"Apa ini, kenapa tiba-tiba aku bermimpi tentang kehidupan Qing Lian (nama pemilik asli dulu) di masa lalu?" Gumam Xia Lian An.


Xia Lian An lalu berdiri dan berjalan menuju meja untuk meminum air dari teko keramik kecil yang ada di atas meja.


Setelah meninum air itu, Xia Lian An duduk di kursi. Dia mencoba mengingat kembali mimpi yang telah membuatnya bangun sebelum matahari mengintip dari peraduannya.


Ingatan dalam mimpi Xia Lian An.


Qing Lian, duduk di tepi danau buatan yang ada di dalam kediaman perdana menteri Qing. Saat itu dia baru berusia 4 tahun dan masih belum mengerti banyak hal.


Saat dia sendirian sedang duduk sambil bermain bola lembut yang dia bawa, dia melihat seorang wanita yang tengah menangis sambil di seret masuk kedalam sebuah ruangan di dalam rumah perdana menteri Qing.


Gadis kecil yang tidak lain adalah Qing Lian itu berdiri dan dengan rasa penasaran yang tinggi, dia mengikuti kemana wanita itu dibawa.


"Tolong lepaskan saya tuan, ampuni saya. Tolong biarkan saya dan putri saya pergi, saya mohon." Ucap wanita yang tengah di seret itu sambil menangis.


"Diam kau wanita j*lang! Kau dengan berani datang dan memintaku untuk mengurus anak itu, hah!" Seru seorang pria yang berusia mungkin 5 tahun lebih tua dari wanita itu.


"Ampun tuan, dia adalah anak tuan. Saya hanya ingin tuan menjaganya. Tuan saya mohon, ampuni saya. Saya tidak akan mengganggu tuan dan nyonya Qing lagi."


"Tidak akan mengganggu kau bilang! Setelah kau membawa anak haram dari hasil perselingkuhanmu kemari, kau berkata tidak akan menggangguku! Dasar j*lang tak tahu diri!"


"Aaakh! Ampun tuan, ampuni saya. Dia adalah anak tuan, saya tidak berbohong tuan."


Suara jeritan wanita itu terus menggema di dalam ruangan yang tidak begitu terang itu. Dan gadis kecil itu melihat semuanya dengan jelas lewat celah jendela yang terbuka.


Wanita itu terus di pukul dengan rotan oleh pria itu dengan keras, hingga tubuhnya penuh dengan luka dan darah.


Jeritan dan tangisan memohon ampun, tidak di hiraukan oleh laki-laki yang memukulnya.


Gadis kecil yang melihat itu menangis dalam diam, wanita yang tengah di pukuli itu adalah ibunya dan pria yang tengah memukulinya adalah perdana menteri Qing, dan tidak lain adalah ayahnya sendiri.


Ya, Qing Lian adalah anak dari wanita lain dengan perdana menteri Qing.


Mereka menjalin hubungan cukup lama, hingga akhirnya meraka melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Namun saat tahu jika ibu Qing Lian hamil, perdana menteri tidak mau bertanggung jawab, dia justru menikah dengan nyonya Qing yang sekarang.


Qing Lian di usir dari rumahnya karena ketahuan hamil di luar nikah, dan dia pun dengan bersusah payah membawa kandungannya sampai akhirnya melahirkan seorang putri yang di beri nama Lian (nama sebelum masuk kedalam keluarga perdana menteri Qing).


Dan saat ini, dia ingin meminta perdana menteri Qing untuk bertanggung jawab dan menjaga Qing Lian karena itu adalah anaknya.


Namum perdana menteri Qing yang tidak mau bertanggung jawab sejak awal, malah menuduh ibu Qing Lian berselingkuh, dan akhirnya ibu Qing Lian di siksa oleh perdana menteri Qing sampai dia mati di depan kedua mata putrinya yang masih sangat kecil.


Wanita itu menatap ke arah celah jendela yang terbuka, dia melihat gadis kecil tengah menatapnya dengan air mata yang mengalir deras. Wanita itu masih sempat tersenyum pada gadis kecil itu sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di dalam ruangan itu.


Ingatan dalam mimpi Xia Lian An berakhir.


Saat itu setelah ibu Xia Lian An meninggal, Xia Lian An tinggal di kediaman perdana menteri Qing dengan status yang rendah hingga dia dewasa dan di kirimkan ke dalam istana oleh rencana licik perdana menteri Qing.


Dulu, setiap hari bahkan seorang pelayan di kediaman perdana menteri Qing berani menginjak pakaiannya, sampai dia tidak bisa berjalan dan akhirnya jatuh.


Semua karena perintah dari nyonya Qing, untuk tidak memperlakukan Qing Lian dengan baik disana.


...----------------...


Xia Lian An mengepalkan tangannya mengingat mimpi dan ingatan pemilik tubuh asli itu.


"Ternyata kau bukanlah anak kandung dari nyonya Qing yang jahat itu. Dan ibu kandungmu mati di tangan perdana menteri yang kejam tepat didepan matamu. Qing Lian, tragis sekali hidup mu." Ucap Xia Lian An pada dirinya sendiri.


Xia Lian An melihat cahaya kecil yang menyapa dari balik jendela kamarnya yang tertutup, dia lalu berjalan dan membuka jendela itu.


Udara segar di pagi itu menerpa tubuhnya yang di penuhi oleh keringat dingin akibat dari mimpi masa kecil pemilik tubuh asli (Qing Lian) yang sangat mengerikan bagi Xia Lian An.


"Kau tenanglah, aku pasti akan membalas kematian ibumu. Aku tahu kau memperlihatkan mimpi itu untuk memberitahuku, jika kau ingin aku mengadili kekejaman mereka padamu dan ibumu."


Xia Lian An mencengkeram jendela kayu di depannya, dia masih tidak menyangka jika di zaman kuno pembunuhan demi sebuah kedudukan sangat mudah di lakukan.


Kraaaakk


Pintu kamar terbuka, dan terlihat Xiao Wei masuk kedalam kamar.


Xia Lian An tidak menjawab Xiao Wei, dia hanya tersenyum tipis.


Melihat wajah nona nya yang sangat pucat dan pakaian pada bagian bahu terlihat basah. Xiao Wei berjalan mendekati Xia Lian An dengan cemas.


"Nona, apa yang telah terjadi? Kenapa wajah anda terlihat tidak baik, dan pakaian anda ini... kenapa basah seperti ini, nona?"


"Aku tidak apa-apa, hanya bermimpi buruk saja."


"Nona duduklah dulu, saya akan mengambilkan air dan kain untuk menyeka wajah nona."


Xia Lian An mengangguk "Iya."


Xiao Wei bergegas keluar untuk mengambil air dan kain. Sementara Xia Lian An duduk di kursi.


Tak berapa lama, Xiao Wei datang dengan wadah berisi air bunga dan kain untuk mengelap wajah Xia Lian An.


Xia Lian An membasuh wajahnya dengan air yang di bawa oleh Xiao Wei, lalu mengelap wajahnya dengan kain.


"Nona, saya tidak pernah melihat wajah nona seperti tadi. Apa yang sebenarnya nona mimpikan?" Tanya Xiao Wei yang masih khawatir pada Xia Lian An.


"Aku... bermimpi tentang masa kecil ku (masa kecil pemilik tubuh asli)"


"Anda bermimpi masa kecil anda sampai anda seperti ini, nona?"


"Benar, itu karena mimpinya.... terlalu mengerikan."


Xiao Wei tertegun mendengarnya.


"Nona, sebenarnya apa yang nona mimpikan itu?"


Xia Lian An menatap Xiao Wei.


"Xiao Wei, aku bermimpi tuan Qing membunuh ibuku."


"Nona, apa yang nona katakan?" Ucap Xiao Wei dengan terkejut.


"Iya Xiao Wei, aku melihatnya dalam mimpi. Saat itu aku masih berusia 4 tahun. Ibuku dengan kejam di pukuli oleh perdana menteri Qing dengan sebuah rotan sampai akhirnya mati."


Xiao Wei memegang tangan Xia Lian An.


"Nona, itu hanya sebuah mimpi. Saat ini nyonya Qing masih hidup, dan dia juga yang telah membesarkan nona."


Xia Lian An menggelengkan kepalanya "Bukan dia, Xiao Wei, ibuku bukan nyonya Qing yang saat ini."


Xiao Wei menatap Xia Lian An dengan bingung, dia tidak mengerti apa yang Xia Lian An katakan.


"Nona."


"Ibuku, ibu kandung ku. Dia... dia telah di bunuh oleh perdana menteri Qing saat aku berusia 4 tahun, Xiao Wei. Dia di bunuh dengan sangat kejam."


"Nona, itu hanya sebuah mimpi. Ibu nona adalah nyonya Qing."


"Tidak Xiao Wei, dia bukanlah ibu kandung ku. Sejak kecil dia memperlakukan aku seperti seorang pelayan. Bahkan seorang pelayan pun berani menginjakku, akankah seorang ibu memperlakukan anaknya seperti itu?"


"Tapi saya melihat nyonya Qing sangat baik pada nona dulu."


"Itu karena aku secara tidak sengaja bertemu dengan ibu suri saat aku berusia 11 tahun, dan dia berkata sangat tertarik padaku. Setelah itu, nyonya Qing berubah padaku, dan membawamu pulang untuk menemaniku di dalam kediaman perdana menteri Qing, saat usiamu 10 tahun."


Xiao Wei memang dibawa ke rumah itu saat usianya 10 tahun, dan usia Xia Lian An saat itu 12 tahun. Itu adalah masa-masa para perempuan untuk mengasah kepandaiannya untuk di tampilkan saat ada acara pemilihan wanita berbakat di dalam istana kerajaan.


"Saya benar-benar tidak tahu jika tuan perdana menteri Qing begitu kejam pada ibu kandung nona." Ucap Xiao Wei.


"Aku ingin membalasnya Xiao Wei, aku ingin mendapatkan keadilan untuk ibuku yang bernasib tidak baik karena bertemu dengan keluarga Qing itu."


Xiao Wei mengangguk, tidak terasa air mata Xiao Wei jatuh karena merasa kehidupan Xia Lian An sangat menyedihkan.


"Nona pasti bisa melakukannya."


Xia Lian An mengangguk. Bagaimana pun saat ini dia telah berada didalam tubuh orang lain, dan apa yang di rasakan oleh pemilik tubuh asli, dia juga bisa merasakannya dengan sangat baik.


Jadi saat ini, ketika pemilik tubuh asli merasa sangat sedih dan terluka. Xia Lian An juga meraskan hal yang sama. Karena itu, dia akan membalaskan semua rasa sakit itu.