King's Regrets

King's Regrets
Eps 43



Keesokan harinya, para pelayan yang di perintahkan oleh kaisar Shun untuk membantu membereskan barang-barang selir Zhu datang.


Para pelayan itu adalah pelayan yang dulu dengan setia melayani permaisuri Yan di istana Yue Ji. Selir Zhu melihat mereka begitu sederhana dan patuh, seperti penampilan permaisuri Yan dulu.


"Terima kasih atas bantuan kalian semua, aku yakin dulu permaisuri Yan sangat menghargai kerja keras kalian." Ucap selir Zhu pada para pelayan itu.


"Selir Zhu, kami hanya menjalankan perintah yang mulia kaisar. Jika yang mulia permaisuri Yan terdahulu mengetahui anda yang akan menggantikan posisinya, yang mulia permaisuri pasti senang."


"Iya, aku berharap aku tidak akan membuat kalian kesulitan nanti."


"Selir Zhu tidak perlu memikirkan hal itu. Kami pasti melayani anda dengan baik."


"Terima kasih."


Para pelayan itu lalu mulai membereskan barang-barang selir Zhu yang akan di bawa ke istana Yue Ji.


Kepala pengawal datang bersama beberapa bawahannya dan sebuah tandu di luar paviliun.


"Selir Zhu, kami di perintahkan oleh yang mulia kaisar untuk menjemput anda."


Selir Zhu terkejut, jarak antara istana kerajaan dan paviliun tempat dia tinggal tidak begitu jauh. Tapi kaisar Shun mengirimkan kepala pengawal untuk menjemputnya dengan tandu.


"Sepertinya yang mulia kaisar akan melakukan yang terbaik padaku untuk penerusnya."


Selir Zhu membawa satu buah kotak yang dia simpan selama ini, lalu dia berjalan keluar bersama dengan pelayan setianya.


Dengan hati-hati selir Zhu duduk diatas tandu, yang kemudian di angkat oleh beberapa orang menuju ke istana kerajaan, dimana kaisar Shun sudah menunggu.


Pagi ini kaisar Shun telah mengumumkan kepada para pejabat istana, jika selir Zhu akan naik ke posisi permaisuri untuk menggantikan permaisuri Yan.


Awalnya para pejabat menentang, terutama dari tugu keluarga selir Ning. Tapi setelah kaisar Shun menekan mereka dengan mengatakan jika selir Ning tidak bisa lagi memberikan keturunan, para pejabat akhirnya terpaksa menerima keputusan kaisar Shun.


Sementara selir Zhu sedang berada di atas tandu yang akan membawanya ke istana kerajaan, di paviliun He selir Ning sambil memegangi perutnya yang sakit menahan emosinya.


Pelayan selir Ning memberitahu keputusan kaisar Shun untuk mengangkat selir Zhu sebagai permaisuri beberapa hari lagi, dan itu membuat selir Ning marah.


Posisi yang selama ini dia inginkan, tidak bisa dia dapatkan. Terlebih dia tidak akan pernah bisa mempunyai anak.


"Seharusnya Qing Lian yang mengalami hal ini, bukan aku! Seharusnya dia yang tidak akan pernah bisa mempunyai anak!" Ucap selir Ning penuh dengan emosi.


Pelayan yang ada di samping selir Ning merasa takut, karena setelah mengetahui keputusan kaisar Shun, selir Ning sudah memecahkan beberapa guci yang ada di dalam kamarnya.


Setibanya selir Zhu di istana kerajaan, dia di sambut oleh para pejabat kerajaan di depan aula istana.


Selir Zhu tidak pernah melihat mereka begitu menghormatinya seperti hari ini.


"Memang, kekuasaan adalah segalanya. Mereka akan menjilat orang yang berkuasa."


Kasim ketua membawa selir Zhu memasuki aula istana untuk menerima titah dari kaisar Shun.


Selir Zhu ikuti oleh pelayan setianya memasuki aula istana, diatas singgahsana dia melihat kaisar Shun duduk menunggu kedatangan dirinya.


"Salam pada yang mulia kaisar, semoga yang mulia selalu sejahtera." Selir Zhu memberi hormat pada kaisar Shun.


"Itu cukup. Kasim ketua, kau bacakan titah yang aku tulis ini." Ucap kaisar Shun.


Para pejabat istana yang sudah ada di dalam aula istana akan menyaksikan titah itu di bacakan.


Selir Zhu di bantu oleh pelayannya berlutut untuk mendengarkan titah kaisar Shun yang akan di bacakan oleh kasim ketua.


Semua orang yang ada di dalam aula mendengarkan titah itu dengan seksama, tidak ada yang berani bersuara saat titah itu di bacakan.


Setelah titah itu selesai di baca, kasim ketua kembali menggulungnya dan menyerahkan gulungan berisi titah kaisar Shun kepada selir Zhu.


Tiga hari yang akan datang, kaisar Shun akan mengadakan acara pengangkatan selir Zhu sebagai permaisuri negara Qin yang baru di istana kerajaan.


Selesai menerima titah dari kaisar Shun, selir Zhu di antar ke istana Yue Ji yang letaknya tidak jauh dari istana raja.


Selir Zhu melihat setiap jalan saat menuju ke istana Yue Ji, dia mengingat jalan yang saat ini dia lewati pernah di lewati juga oleh permaisuri Yan.


"Aku akan menulis surat pada yang mulia, bagaimana pun aku ingin berbagi kabar bahagia ini padanya."


Meskipun Xia Lian An bukan lagi seorang permaisuri di negara Qin, tapi bagi selir Zhu dan selir Nuan. Dia akan selalu menjadi permaisuri Yan.


Sampai di dalam kamar istana Yue Ji, selir Zhu melihat sekeliling kamar yang pernah permaisuri Yan tempati. Sampai akhirnya dia berdiri di depan tempat tidur permaisuri Yan dulu.


"Dia seorang permaisuri, tapi kamarnya tidak lebih mewah dari kamar seorang selir. Permaisuri Yan, kau memang wanita yang kuat."Ucap selir Zhu ketika melihat tempat tidur permaisuri Yan.


Kaisar Shun yang baru saja sampai di istana Yue Ji mendengar perkataan selir Zhu, dia merasa tidak nyaman dengan perkataan itu. Meski pada kenyataannya dia yang memberi perintah agar kamar permaisuri Yan tidak perlu bagus dan mewah, tapi ada perasaan seperti tercubit dalam hatinya.


"Jika kau tidak suka dengan tempat tidur itu, kau bisa menggantinya." Ucap kaisar Shun sambil berjalan mendekati selir Zhu.


Selir Zhu memberi hormat pada kaisar Zhu, dia kemudian melihat ke arah tempat tidur permaisuri Yan lagi lalu menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu yang mulia, hamba ingin semua barang yang pernah permaisuri Yan gunakan tetap disini. Dia sengaja tidak membuangnya atau membawanya, karena dia ingin salah satu di antara kami merasakan bagaimana kehidupan dia di istana Yue Ji ini."


Selir Zhu menyentuh tempat tidur yang ada di depannya "Bukankah tempat tidur ini terlalu sederhana bagi seorang permaisuri, yang mulia? Aku lihat, seorang selir mempunyai tempat tidur yang lebih bagus di kamarnya."


"Maaf."


Selir Zhu terdiam saat kaisar Shun mengatakan maaf, dia lalu berbalik menatap kaisar Shun.


"Kenapa yang mulia tidak pernah mengatakan itu pada permaisuri Yan, dia yang sudah banyak menderita. Kenapa harus hamba yang menerima perkataan maaf ini dari yang mulia?"


Kaisar Shun diam, dia sendiri tidak tahu kenapa hanya perkataan maaf pun tidak bisa keluar dari mulutnya saat berada di depan permaisuri Yan. Seolah dia tidak sanggup untuk mengatakan itu.


Tangan kaisar Shun mengepal.


Selir Zhu melihat kediaman kaisar Shun dan emosi yang dia pendam, selir Zhu berjalan mendekati kaisar Shun lalu memberanikan diri meraih tangannya.


"Bisakah yang mulia memperlakukan hamba seperti yang mulia memperlakukan permaisuri Yan, hamba tahu yang mulia sangat mencintai permaisuri Yan. Hanya saja, yang mulia tidak menyadari dan tidak tahu harus bagaimana bersikap pada permaisuri Yan."


Kaisar Shun menatap kedua mata selir Zhu, mata jernih yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Mata yang selalu menatapmya dari jauh, yang selalu memperhatikan dirinya diam-diam.


Tiba-tiba kaisar Shun memeluk tubuh selir Zhu, dia merasa sangat rapuh karena rasa bersalahnya pada permaisuri Yan.


Kaisar Shun memeluk selir Zhu dengan erat.


"Aku adalah kaisar terbodoh di dunia ini, aku telah menyia-nyiakan orang yang benar-benar peduli dan perhatian padaku, dan lebih memilih seseorang yang selalu menyenagkan ku, tapi hanya demi kekuasaan."


Selir Zhu diam, dia mengerti kaisar Shun sangat menyesal. Jika dia di beri kesempatan untuk memperbaikinya dia pasti akan melakukannya, tapi sayang itu tidak akan terjadi, karena permaisuri Yan tidak akan pernah lagi mau berhubungan dengan kaisar Shun.


(Maaf, karena kondisi badan Xia Lin yang sedang kurang baik. Jadi untuk sementara Xia Lin hanya akan up 1 part setiap harinya, sampai kondisi badan Xia Lin membaik. Terima kasih atas pengertian dan dukungan kalian 🙏🙏😊).