King's Regrets

King's Regrets
Eps 62



Satu minggu kemudian, permaisuri Rui lewat orang yang dia percaya menyerahkan bukti penggelapan pajak yang di lakukan oleh ayah selir Ning.


Permaisuri Rui tidak tahan dengan apa yang di lontarkan oleh selir Ning di dalam paviliunnya. Selir Ning terus menghina dan mengutuk permaisuri Yan juga mengutuk dirinya juga selir Nuan yang tidak tahu perihal masalah di antara permaisuri Yan dan selir Ning.


Siang harinya setelah kepala pengadilan menerima bukti-bukti kuat itu, menangkap dan menyeret ayah selir Ning ke penjara. Bahkan ibu selir Ning pun menjadi tahanan rumah yang tidak di bolehkan keluar dari rumahnya satu langkahpun.


Siang ini, para pejabat dan juga kepala pengadilan berkumpul di aula istana. Mereka tidak bisa lagi menunda rapat untuk memutuskan tindakan yang harus kaisar ambil untuk menghukum ayah selir Ning.


Kaisar Shun yang mendapatkan kabar itu dari kasim ketua sangat marah dan geram pada keluarga selir Ning. Di dalam istana anaknya berulah, dan di luar istana keluarganya pun berulah dengan melakukan kejahatan.


"Bawa selir Ning kemari, aku akan menanyainya sendiri!" Perintah kaisar Shun dengan penuh emosi.


Dua orang pengawal segera melaksanakan perintah dari kaisar Shun untuk membawa selir Ning ke istana raja.


"Berani sekali mereka melakukan itu di negaraku!" Geram kaisar Shun.


Permaisuri Rui yang duduk di kursi tidak jauh dari tempat tidur kaisar Shun melihat kemarahan kaisar Shun.


"Kau marah pada apa yang telah selir Ning dan keluarganya lakukan, bukankah sudah sangat terlambat yang mulia? Kau tidak pernah menyelidiki keluarga selir Ning, hanya karena dia adalah selir kesayangan anda. Bahkan saat selir Ning menghasut anda agar tidak percaya dengan perkataan permaisuri Yan. Anda pun langsung percaya padanya."


Selain bukti kejahatan yang di lakukan oleh ayah selir Ning, permaisuri Rui juga meminta orang untuk menyerahkan bukti semua kejahatan selir Ning yang telah selir Ning lakukan untuk meracuni permaisuri Yan, hingga permaisuri Yan hampir meninggal karena keracunan dulu.


Hari ini kaisar Shun benar-benar merasa telah di bodohi dna di bohongi oleh orang yanh telah dia manjakan selama ini. Dan itu membuatnya terlihat seperti orang yang patut di kasihani.


"Permaisuri Rui, aku telah melakukan sebuahh kesalahan yang besar karema tidak percaya pada Qing Lian." Ucap kaisar Shun pada permaisuri Rui.


Permaisuri Rui menatap kaisar Shun.


"Jika saja yang mulia lebih percaya pada permaisuri Yan dulu, anda pasti tidak akan mengalami hal seperti ini, yang mulia."


Kaisar Shun mengangguk, tangannya mencengkeram selimut yang menutupi kakinya. Dia merasa benar-benar bodoh dan kecewa pada dirinya sendiri.


Bukan hanya kehilangam permaisuri Yan yang sangat mencintainua, dia juga telah di manfaatkan oleh selirnya sendiri demi kekuasaan yang di dambakan oleh selirnya itu.


"Lepaskan aku, kalian mendapat hukuman yang berat karena membawaku dengan cara seperti ini!"


Teriakan selir Ning di luar istana raja terdengar hingga kamar kaisar Shun.


"Bantu aku keluar." Ucap kaisar Shun pada ketua pelayan yang berdiri di samping tempat tidurnya.


"Baim yang mulia."


Kaisar Shun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar di bantu oleh ketua pelayan.


"Yang mulia, yang mulia tolong saya. Mereka membawa hamba dengan cara yang tidak sopan. Anda harus menghukum mereka dengan berat." Ucap selir Ning saat melihat kaisar Shun berdiri di depan kamarnya.


Kaisar Shun menatap selir Ning dengan tajam, wanita yang dulu pernah dia manjakan, wanita yang selalu mengatakan hal yang manis padanya, wanita yang dulu selalu memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Tapi justru dia yang telah menghancurkan semuanya.


Karena wanita yang ada di depannya, dia kehilangam permaisuri yang sangat mencintainya. Karena wanita itu juga, dia tidak pernah percaya pada permaisuri Yan dan selalu menyiksa permaisuri Yan dulu.


"Selir Ning, katakan padaku apa maksud dari semua bukti yang ada disini." Kaisar Shun melemparkan dua lembar kertas pada selir Ning.


Kedua mata selir Ning melebar "Ini.... ini..."


Selir Ning menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dia baca.


"Itu adalah bukti bahwa kau yang memerintahkan pelayan itu untuk meracuni permaisuri Yan di istana Ju. Dan itu juga bukti saat kau mengirimkan surat pada kakakmu tentang melakukan kejatahan pada permaisuri Yan di dalam istana kerajaan."


"Tidak yang mulia, saya tidak pernah melakukannya. Ini adalah fitnah! Saya telah di fitnah yang mulia."


"Selir Ning, itu adalah surat yang di tulis oleh pelayan yang kau perintahkan untuk meracuni permaisuri Yan, dan juga pelayan yang membantu kakakmu masuk ke dalam istana untuk meletakkan jebakan di dalam taman istana kerajaan. Bagaimana bisa kau berkata jika kau telah di fitnah?" Ucap permaisuri Rui dengan tenang.


"Kau! Kau yang memfitnahku, aku tahu kau bersekongkol dengan Qing Lian untuk memfitnahku! Yang mulia, saya telah di fitnah oleh wanita j*lang ini. Yang mulia saya mohon percaya pada saya."


"Lancang! Beraninya kau berkata tidak sopan kepada permaisuri ku!"


Selir Ning tertegun mendengar kaisar Shun membentaknya, air matanya mengalir lalu dia tertawa.


"Permaisuri ku, permaisuri ku, hahaha. Yang mulia, anda pernah berjanji dan bersumpah pada saya kalau anda akan menjadikan saya permaisuri anda, setelah anda menceraikan si j*lang Qing Lian itu. Tapi anda memperlakukan saya seperti dan memanggil dia permaisuri ku!" Selir menunjuk-nunjuk permaisuri Rui dengan marah.


Permaisuri Rui terkejut dalam diamnya mendengar semua perkataan selir Ning.


"Semua bukti sudah ada, dan sebelum pelayan itu mendapatkan hukuman mati dariku dulu juga pernah bersaksi bahwa kau yang memerintahkan dia untuk meracuni permaisuri Yan dulu. Kau tidak bisa di ampuni selir Ning."


"Tidak yang mulia, tolong jangan berkata seperti itu. Saya sangat mengagumi dan menyukai yang mulia. Saya di fitnah yang mulia, tolong percaya pada saya." Selir Ning mencoba merangkak mendekati kaisar Shun yang berdiri tidak jauh darinya.


"Cukup! Aku tidak akan percaya pada perkataanmu seperti dulu lagi selir Ning. Pengawal, selir Ning telah melakukan kejahatan yang berat kepada permaisuri terdahulu. Seret dan bawa dia ke penjara istana dalam!"


"Baik yang mulia." Ucap dua orang pengawal istana.


"Tidak, yang mulia anda tidak boleh melakukan ini pada saya! Saya sangat menyukai yanh mulia. Saya adalah anak perdana menteri yang selalu setia pada yang mulis, yang mulia tolong jangan penjarakan saya. Yang mulia!"


Selir Ning terus berteriak memohon kepada kaisar Shun saat di bawa oleh dua pengawal istana menuju penjaraan istana dalam, dimana orang-orang yang telah melakukan kejahatan besar terhadap anggota kerajaan di penjara.


"Bahkan ayahmu saja tidak bisa mengeluarkan dirinya dari kejahatannya, bagaimana kau bisa berkata jika dia adalah perdana menteri setiaku?" Ucap kaisar Shun melihat selir Ning di seret pergi.


Permaisuri Rui melihat selir Ning yang di bawa pergi dengan tenang. Walaupun dia tengah hamil, tapi dia tidak ingin membiarkan selir Ning terus bebas setelah mencoba membunuh permaisuri Yan.


"Jika saja permaisuri Yan melihat ini, dia pasti merasa sedikit terhibur karena akhirnya yang mulia bisa memberikan sedikit rasa keadilan padanya." Ucap permaisuri Rui.


Permaisuri Rui memberikan hormat lalu berjalan pergi meninggalkan kaisar Shun yang termenung oleh kata-kata yang dia ucapkan.


Kaisar Shun menatap lurus ke depan "Apakah kau akan memaafkanku karena terlambat memberikan keadilan padamu Qing Lian?"


"Yang mulia, para pejabat telah menunggu anda di aula istana." Ucap kasim ketua.


"Ayo kita kesana, aku sudah memutuskan apa yang harus aku lakukan pada selir Ning dan keluarganya."


Kaisae Shun yang di bantu oleh kasim ketua berjalan ke aula istana untuk menemui para pejabat kerajaan dan menentukan nasib yang akan selir Ning dan keluarganya dapatkan.