King's Regrets

King's Regrets
34



Informasi!!


Mulai dari part ini, panggilan permaisuri Yan akan berubah jadi "nona Xia" atau "adik/kak Lian".


Dan koki istana akan di panggil dengan "Xiao Fen".


...----------------...


...----------------...


Sudah satu minggu Xia Lian An tinggal di rumah barunya setelah meninggalkan istana kerajaan. Dia tinggal dengan Xiao Wei dan koki istana yang di beri nama baru Xiao Fen.


Selain dengan Xiao Wei dan Xiao Fen, Xia Lian An juga memperkerjakan dua orang laki-laki untuk mengurus kebun dan pekerjaan berat lainnya.


Xia Lian An juga sudah mulai sibuk dengan kedua toko kuenya yang baru saja resmi dia buka. Xiao Wei dan Xiao Fen juga ikut membantu Xia Lian An dalam mengurus dua toko itu.


Rakyat negara Qin yang sudah sangat ingin merasakan kue yang sering di makan oleh orang-orang didalam istana menjadi antusias datang ke toko kue yang baru resmi Xia Lian An buka. Itu karena mereka belum pernah merasakan kue-kue itu dan sangat ingin mencobanya.


Di toko kue milik Xia Lian An, selain harga kue yang murah rasa kue juga sangat enak. Rakyat negara Qin juga bisa membeli dan merasakan kue yang belum pernah mereka lihat selama ini di negara Qin ataupun di negara yabg lainnya.


Kue-kue itu khusus permaisuri Yan yang membuatnya, karena hanya dia yang bisa dan tahu bagaimana cara membuat kue dari era modern itu.


Beberapa pengunjung yang tidak bisa makan di tempat karena penuh, juga rela mengantri demi mendapatkan kue dari toko Xia Lian An. Sehingga kedua toko itu terlihat begitu ramai sejak pagi.


Siang hari, Xia Lian An dan pekerja di tokonya baru bisa bernafas sedikit lega, karena para pengunjung sudah mendapatkan kue yang mereka inginkan.


"Benar-benar sangat ramai. Aku tidak menyangka jika baru beberapa hari buka, toko ini akan ramai." Ucap Xia Lian An sambil mengelap keningnya dengan sapu tangan.


"Benar nona, tapi syukurlah semua kue yang ada di toko disukai oleh orang-orang." Ucap Xiao Wei.


"Iya, kau benar."


Xiao Fen datang dengan nampan berisi teh untuk Xia Lian An, dia meletakan teh itu diatas meja.


"Kalian sudah bekerja keras beberapa hari ini, setelah toko tutup kita beli beberapa daging dan ikan segar untuk makan malam."


"Wah, terima kasih nona. Anda sangat baik." Ucap Xiao Wei senang.


Xia Lian An mengangguk dan juga ikut tersenyum.


Para pekerja yang lain juga merasa senang bekerja di toko kue itu, karena selain Xia Lian An ikut membantu membuat kue, kedua pelayannya juga ikut membantu melayani pembeli yang datang. Jadi mereka tidak begitu kelelahan.


"Nona Xia, apakah kue ini sudah matang?" Tanya pembuat roti sambil membawa sepotong kue dari dapur.


Xia Lian An mengambil kue itu lalu merasakan teksturnya.


"Iya, ini sudah matang. Tolong kamu angkat dan biarkan itu sampai dingin. Setelah itu baru bisa membawanya keluar."


"Baik nona Xia."


Pembuat roti itu masuk kembali ke dapur, selama ini dia tidak pernah membuat kue yang Xia Lian An buat. Jadi dia harus sering bertanya dan bealajar, agar saat Xia Lian An sibuk dan tidak datang ke toko. Dia tidak kesulitan membuat kue.


"Anda sangat pandai membuat kue, nona." Ucap Xiao Fen.


"Bukankah aku sudah mengajari kalian, kalian juga akan pintar membuat kue."


"Untuk sementara waktu ini cukup dengan dua toko kue, jika kedua toko kue ini sudah sangat berekembang dan terkenal. Aku baru akan memikirkannya lagi."


"Begitu."


"Iya, lagi pula uang dari penghasilan dua toko ini sudah cukup untuk membayar kalian berdua dan yang lainnya."


"Nona, anda tidak perlu memikirkan bagaimana untuk membayar kami. Nona sudah membawa kami hidup dengan nona saja sudah cukup." Ucap Xiao Wei.


"Xiao Wei benar, nona. Jika anda tidak membawa saya juga, mungkin saya disana sudah dijadikan kambing hitam oleh..."


Xia Lian An menyentuh tangan Xiao Fen agar tidak menyebutkan nama selir Ning.


Di kota Yu, identitas Xia Lian An sebagai permaisuri Yan dulu tidak di ketahui. Rakyat di kota Yu hanya tahu namanya permaisuri Yan, tapi mereka tidak tahu seperti apa wajah permaisuri mereka selama ini.


Ya tentu saja, karena permaisuri Yan tidak pernah diperbolehkan keluar dari dalam istana, dan jika pergi ke kota atau negara lain yang akan kaisar Shun bawa adalah selir Ning, bukan dirinya.


"Ma.. Maafkan saya nona, saya.."


"Tidak apa-apa. Ingat, kita sekarang adalah rakyat biasa, dan kita tidak boleh sembarangan bicara tentang mereka."


"Baik nona." Ucap Xiao Wei dan Xiao Fen bersamaan.


Xia Lian An mengangguk, dia sangat tahu bagaimana tenangnya perasaan mereka setelah keluar dari istana kerajaan. Karena dia juga meraskan hal yang sama seperti yang mereka rasakan.


***


Di negara Ming, putra mahkota Zhang yang telah mendapatkan kabar jika sekarang permaisuri Yan sudah bukan lagi seorang permaisuri, dan sudah tinggal diluar istana merasa sangat bahagia.


Sudah cukup lama putra mahkota Zhang sangat tidak menyukai kaisar Shun yang selalu memperlakukan permaisuri Yan dengan kasar, ditambah putra mahkota Zhang juga sudah lama menyukai permaisuri Yan.


Dengan berpisahnya kaisar Shun dengan permaisuri Yan, akhirnya putra mahkota Zhang mempunyai kesempatan untuk mendekati wanita yang selama ini dia sukai dengan terang-terangan.


"Jadi sekarang dia berada di kota Yu?" Tanya putra mahkota Zhang pada pengawal pribadinya.


"Benar yang mulia, permaisuri Yan juga membuka dua toko kue. Satu berada di kota Yu dan satu lagi di kota Zo. Dan itu adalah toko kue satu-satunya yang ada di kota Yu."


"Baik, aku mengerti. Kirimkan lebih banyak pengawal rahasia untuk melindungi permaisuri, oh.. Dia bukan lagi permaisuri Yan. Tapi nona Xia."


Putra mahkota Zhang menatap pengawal pribadinya.


"Kirimkan beberapa pengawal rahasia lagi untuk melindungi nona Xia dan kedua toko yang dia miliki. Lakukan itu dengan baik, aku tidak mau terjadi apapun pada nona Xia."


"Baik yang mulia, akan hamba laksanakan."


Pengawal pribadi putra mahkota Zhang pergi meninggalkan ruang baca putra mahkota Zhang.


"Nona Xia, aku ingin melihat bagaimana penampilan mu setelah kau tidak lagi memakai pakaian kerajaan dan mahkota permaisuri itu." Gumam putra mahkota Zhang.


Putra mahkota Zhang sudah tidak sabar ingin pergi ke kota Yu yang ada di negara Qin untuk bertemu dengan permaisuri Yan. Kabar menggembirakan itu tentu sangat membuatnya bersemangat.


"Aku akan bersiap untuk mengunjungi negara Qin lagi. Tapi kali ini bukan untuk menemui kaisar Shun, melainkan untuk bertemu dengan nona Xia yang aku rindukan." Gumam putra mahkota Zhang.