
Satu hari setelah Fei Ling bertemu dengan putra mahkota Zhang di toko kue Xia Lian An, dia kembali datang ke toko dengan beberapa orang temannya.
Hari itu dia bersikap sangat arogan di dalam toko, dia ingin menunjukan kepada Xia Lian An yang dia kira hanya seorang pelayan di toko itu, bahwa dirinya jauh lebih hebat dari Xia Lian An.
Apalagi dia adalah putri dari menteri keuangan di kota Yu itu, dan terkenal dengan putri yang cantik juga lembut.
Beberapa pelayan di toko kue yang melayani Fei Ling dan teman-temannya dimarahi oleh merkea. Kue yang mereka pesan bahkan di buang ke lantai.
Orang-orang yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka sambil berbisik, itu karena sikap Fei Ling hari itu sangat arogan, dan tidak sesuai dengan sikap putri menteri keuangan yang di bilang wanita lembut dan cantik.
"Bagaimana ini, nona Xia dan Xiao Wei sedang pergi untuk memesan tepung dan gula. Kita tidak bisa melawan beberapa wanita itu jika tidak ada nona Xia." Ucap salah seorang pelayan pada Xiao Fen yang juga melihat kelakuan Fei Ling dan teman-temannya.
"Sebentar lagi nona pasti kembali, kita tunggu saja."
Praaang!
Seorang wanita melemparkan piring berisi kue keatas lantai, dan itu membuat para pengunjung toko menjadi terkejut dan melihat kearah mereka.
"Kue apa ini, rasanya benar-benar tidak enak!" Seru salah satu teman Fei Ling.
Melihat itu Fei Ling hanya diam, dia melihat kearah para pelayan seperti mencari sosok Xia Lian An disana.
"Benar, toko ini sangat buruk! Kue nya saja benar-benar tidak ada yang enak!" Ucap teman yang lainnya.
"Kau, panggil pelayan yang bermarga Xia itu! Aku ingin dia keluar dan memberi kami ganti rugi, karena sudah memberikan kue yang tidak enak ini."Fei Ling menunjuk Xiao Fen dengan sombongnya.
Para pelayan toko saling memandang, dia tidak mengerti apa yang Fei Ling katakan dan siapa yang dia maksud dengan pelayan bermarga Xia.
Sebab yang mereka tahu bahwa satu-satunya yang bermarga Xia adalah nona mereka, dan dia bukanlah seorang pelayan.
Karena tidak ada yang menjawab, Fei Ling melempar gelas berisi teh keatas lantai, dan itu kembali membuat para pengunjung toko berteriak karena terkejut.
"Apa yang terjadi, kenapa Fei Ling itu begitu sangat tidak sopan?" Bisik seorang wanita pada temannya.
"Tidak tahu, tapi apakah ini sikap dari seseorang yang di sebut wanita lembut?" Bisik yang lainnya.
Disaat para pengunjung tengah berbisik, seorang wanita berjalan masuk kedalam toko.
"Sepertinya disini sangat ramai." Ucap wanita itu.
Fei Ling dan teman-temannya melihat wanita yang baru saja masuk itu, wanita itu cukup cantik dan terlihat dewasa.
Wanita yang baru masuk itu melihat piring dan gelas yang pecah diatas lantai, dia lalu tersenyum.
"Pantas saja kota Yu tidak seperti kota lainnya yang berkembang sangat baik. Ternyata masih banyak sampah."
Fei Ling yang merasa ucapan dari wanita itu menghina dirinya, tidak terima. Fei Ling lalu berjalan ke arah wanita itu.
"Kau, siapa yang kau panggil sampah?" Fei Ling menunjuk wanita itu.
Wanita itu menatap Fei Ling dan tersenyum seperti sedang menghina Fei Ling.
"Jangan tertawa! Apa kau sudah bosan hidup? Beraninya kau memanggil ku sampah!"
"Nona, apakah kau sudah salah paham? Aku saja tidak menyebutkan namamu, jadi kenapa kau tersinggung?"
Mendengar ucapab wanita itu, para pengunjung toko berbisik sambil menertawakan kebodohan Fei Ling.
Fei Ling yang merasa telah di permalukan, mengangkat tangan kanannya bermaksud untuk memukul wanita yang ada di depannya.
"Hentikan!"
Sebuah suara yang cukup keras membuat Fei Ling berhenti.
"Nona Ling, tolong jangan membuat keributan disini." Ucap Xia Lian An pada Fei Ling.
"Akhirnya kau keluar, kau harus memberikan kami ganti rugi."
"Ganti rugi? Aku lihat nona Ling dan teman anda sudah memecahkan gelas dan piring di toko ini. Seharusnya aku yang meminta ganti rugi."
"Itu karena kau memberikan kami kue yang tidak enak!"
Wanita yang hampir di pukul oleh Fei Ling itu berjalan ke arah meja Fei Ling dan teman-temannya, dia lalu memankan salah satu kue yang masih ada diatas piring.
"Kue ini sangat enak, hanya orang bodoh yang berkata jika kue ini tidak enak."
Fei Ling kembali di buat kesal oleh wanita itu.
"Kau! Beraninya kau mempermalukan ku, lihat saja kau tidak akan hidup tenang di kota Yu. Aku akan meminta ayahku untuk mengusirmu dari kota ini."
Wanita itu menoleh dan terkekeh.
Xia Lian An yang melihat wajah wanita itu membulatkan kedua matanya, dia lalu segera membungkukan badannya memberi hormat pada wanita itu.
"Salam kepada putri tertua, semoga yang mulia putri tertua panjang umur."
Putri tertua melihat Xia Lian An memberi hormat padanya, dia lalu tersenyum dan berjalan mendekati Xia Lian An.
"Berdirilah, aku tidak ingin kau melakukannya padaku."
Putri tertua membantu Xia Lian An menegakan kembali tubuhnya.
Melihat Xia Lian An memberi hormat dan memanggil putri tertua pada wanita itu, Fei Ling dan para pengunjung toko kue yang lain terkejut.
Mereka tahu seseorang yang di panggil putri tertua adalah kakak satu-satunya dari kaisar negara Qin. Dan siapapun yang bertemu dengan dia harus menghormatinya.
Tapi Fei Ling sudah melakukan hal yang sangat tidak sopan pada putri tertua, dia bahkan berani menggunakan nama ayahnya untuk mengamcam putri tertua tanpa malu.
"Apa yang tuan putri lakukan di kota Yu ini?" Tanya Xia Lian An.
"Aku ingin menemui mu. Adik Yan, aku sangat merindukanmu dan mengkhawatirkan mu."
Putri tertua memeluk Xia Lian An, dan itu membuat semua orang terkejut. Apalagi putri tertua tadi memanggil Xia Lian An dengan sebutan adik Yan.
"Salam kepada putri tertua, semoga tuan putri panjang umur." Ucap Xiao Wei dan Xiao Fen bersamaan sambil memberi hormat.
Mendengar dua orang pelayan setia Xia Lian An memberi hormat, putri tertua melepaskan pelukannya pada Xia Lian An dan melihat Xiao Wei dan Xiao Fen.
"Kalian memang pelayan yang setia, bahkan kalian masih mengikutinya."
"Terima kasih atas kebaikan putri tertua."
Melihat semua kejadian itu, Fei Ling mundur beberapa langkah hingga kakinya membentur kursi yang ada di belakangnya.
Putri tertua dan Xia Lian An melihat Fei Ling yang menatap mereka dengan rasa takut di wajahnya.
"Ah benar, selain aku datang kesini untuk menemuimu. Aku juga datang untuk menangani beberapa sampah yang membuat kota Yu tidak bisa berkembang disini."
Putri tertua menatap Fei Ling dengan tajam sampai membuat Fei Ling jatuh diatas lantai karena merasa aura yang begitu menekan dirinya.
"Beraninya kau menindas adik ku, lihat bagaimana aku akan membuat ayahmu yang banyak melakukan penggelapan pajak merangkak didalam kuburnya."
Kakak tertua berbalik dan mengajak Xia Lian An pergi dari toko karena dia malas melihat Fei Ling yang sombong itu.