
Keesokan harinya, istana kerajaan negara Ming terlihat sangat sibuk dan ramai. Itu karena nanti malam pesta untuk merayakan ulang tahun putra mahkota Zhang akan di lakukan, jadi mereka memindahkan beberapa hiasan yang ada didalam aula istana dan menggantinya dengan beberapa meja untuk para tamu yang telah di undang.
Semua orang tengah sibuk menata aula istana untuk pesta putra mahkota Zhang, tapi putra mahkota Zhang justru sibuk menemani Xia Lian An bermain catur di taman istana timur.
Sebelumnya putra mahkota Zhang telah pergi ke istana barat untuk bertemu dengan kaisar Shun, meski dia sedikit malas untuk menemuinya. Tapi dia tetap harus bertemu dan menyapa tamu. Apalagi kaisar Shun teman yang dia undang.
Sekarang di temani oleh pengawal pribadi putra mahkota Zhang dan Xiao Wei. Xia Lian An dan putra mahkota Zhang bermain catur.
"Kau cukup pintar dalam bermain catur, nona Xia." Puji putra mahkota Zhang.
"Tidak, ini adalah kali kedua aku bermain catur. Dan aku benar-benar tidak bisa di katakan pintar."
"Untuk orang yang baru dua kali bermain catur, ini merupakan pintar. Karena bisa membuat ku sempat terhenti dan berfikir keras untuk melangkah."
"Kau terlalu memujiku, tuan Jiang."
Xia Lian An hanya tersenyum mendengar itu. Meski di era modern sangat jarang di jumpai permainan catur kuno. Tapi karena sewaktu kecil dia pernah di ajari bermain catur kuno oleh kakeknya, jadi dia sedikit mengerti dan masih ingat bagaimana permainan itu di lakukan.
Klaak
Xia Lian An tertegun lalu ternyum melihat putra mahkota Zhang akhirnya bisa mematahkan pertahanannya yang sulit di pecahkan.
"Akhirnya aku memecahkan pertahananmu yang kuat itu, nona Xia."
"Selamat untuk anda tuan Jiang."
Melihat Xia Lian An dan putra mahkota Zhang tertawa bahagia Xiao Wei yang sejak tadi melihat mereka, ikut merasa senang.
"Hari sudah mulai sore, anda harus bersiap untuk menyambut para tamu yang akan segera datang, tuan Jiang."
"Yah kau benar, kalau begitu aku akan menunggu mu di aula istana nanti malam. Tolong jangan terlalu lama datang kesana, nona Xia."
"Baik tuan."
Putra mahkota Zhang menganngguk dan tersenyum. Setelah itu dia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan istana timur untuk bersiap.
"Xiao Wei, kita juga harus bersiap. Aku dengar kaisar kita juga sudah datang sejak kemarin, aku tidak ingin sebagai rakyatnya, membuatnya kecewa karena terlambat."
"Baik nona, saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi."
Xia Lian An berdiri dan berjalan menuju kamarnya, sementara Xiao Wei berjalan menuju ruangan yang lain untuk menyiapkan air mandi Xia Lian An.
"Kaisar Shun, aku harap kau tidak akan terlalu terkejut saat melihatku ada disini juga." Gumam Xia Lian An.
Xia Lian An lalu mengambil beberapa jepit rambut dan pakaian yang akan dia kenakan nanti malam. Dia akan menunjukan betapa bahagia dan bebas dirinya setelah terlepas dari kaisar Shun di hadapan semua orang yang datang malam nanti.
"Nona, airnya sudah siap." Ucap Xiao Wei.
Xia Lian An yang sudah melepaskan semua jepit rambut yang menghiasi kepalanya berjalan ke ruang mandi yang ada di samping kamarnya.
Di temani oleh Xiao Wei, Xia Lian An menikmati air hangat dengan beberapa tetesan sari mawar yang Xiao Wei teteskan kedalam bak mandi.
20 menit kemudian, Xia Lian An berjalan keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dan merias wajah juga rambutnya yang di bantu oleh Xiao Wei.
Hari terus berjalan, matahari pun terus merangakak ke tempat peraduannya dan di gantikan oleh malam gelap yang di terangi lampu lampion yang terpasang dengan indah didalam istana.
Para tamu yang di undang mulai berdatangan dan memberikan selamat juga hadiah kepada putra mahkota Zhang.
Hampir semua meja sudah di tempati oleh tamu undangan yang tidak ingin terlambat menghadiri pesta ulang tahun putra mahkota mereka.
"Selamat ulang tahun putra mahkota Zhang, semoga kau selalu di berkati dan bahgaia." Ucap kaisar Shun.
"Terima kasih kaisar Shun."
Kaisar Shun lalu meminta seorang pengawal menyerahkan hadiah yang dia bawa untuk putra mahkota Zhang.
Setelah saling mengucapkan selamat dan berbicara sejenak, kaisar Shun duduk di tempat yang sudah di siapkan.
Putra mahkota Zhang melihat kesana kemari mencari Xia Lian An yang belum juga terlihat.
Tepat ketika putra mahkota Zhang akan berbalik dan duduk di kursinya, dia melihat sosok wanita yang sudah dia tunggu sejak tadi di depan pintu masuk aula istana.
Di temani oleh Xiao Wei seperti biasa, Xia Lian An berjalan memasuki aula istana dengan senyum yang begitu manis.
Semua orang yang ada didalm aula istana itu bahkam terpesona dengan kecantikan dan keanggunan dari wanita yang sedang berjalan masuk, itu membuat kaisar Shun menoleh pada wanita itu. Dan....
Deg
Deg
Wanita yang membuat heboh aula istana ternyata adalah permaisurinya yang dulu pernah dia sia-siakan. Kedua mata kaisar Shun tidak berkedip menatap wajah wanita yang dulu pernah sangat mencintai dirinya didalam istana kerajaan negaranya.
"Nona Xia, akhirnya kamu datang." Ucap putra mahkota Zhang.
"Maaf jika saya sedikit terlambat."
Putra mahkota Zhang menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak apa-apa."
"Sudah hentikan itu, kau tidak perlu membungkuk padaku."
Xiao Wei memberikan sebuah kotak pada putra mahkota Zhang, yang langsung di terima olehnya.
Semua yang melihat itu terkejut dan saling berbisik, karena putra mahkota Zhang langsung yang menerima kotak hadiah dari wanita yang ada di depan putra mahkota mereka. Begitu pun dengan kaisar Shun yang bertanya-tanya tentang hubungan diantara dua orang yang ada di depannya.
Putra mahkota Zhang membuka kotak hadiah yang dia terima dari Xia Lian An, dan seketika matanya berbinar melihat hadiah yang dia dapatkan dari Xia Lian An.
Sebuah kantong wewangian. Di dalam tradisini konon jika seorang wanita membuat sebuah kantong wewangian atau sapu tangan lalu memberikannya pada seorang laki-laki, itu artinya wanita itu menyukai laki-laki yang di beri. Atau sebagai tanda, jika wanita membalas perasaan laki-laki yang telah mengatakan perasaannya terhadap seorang wanita.
...Kantong wewangian yang buat oleh Xia Lian An, untuk putra mahkota Zhang....
Xia Lian An tidak tahu perihal itu. Tetapi saat Xiao Wei ingin menjelaskan, dia tidak mau mendengarkan.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Xia Lian An melihat putra mahkota yang masih menatap kantong wewangian buatannya.
"Suka, aku sangat menyukai hadiah dari nona Xia. Bahkan ini adalah hadiah yang paling aku sukai dari semuanya."
"Terima kasih."
Putra mahkota Zhang mengambil kantong wewangian itu lalu langsung memasangnya di pingggang.
"Ini harum."
"Aku meneteskan beberapa sari mawar pada kantong itu."
"Pantas saja."
Kaisar Shun melihat hadiah yang di berikan oleh Xia Lian An pada putra mahkota Zhang, tangannya mengepal. Dia teringat dulu ketika Xia Lian An memberikan sebuah saputangan dengan motif naga yang cukup indah, tapi karena waktu itu dia belum mempunyai perasaan pada Xia Lian An, dia merobek saputangan itu bahkan membuang dan menginjaknya tepat di depan Xia Lian An.
Sekarang tepat didepan matanya, dia melihat Xia Lian An memberikan sebuah kantong wewangian. Dan putra mahkota Zhang begitu menyukai bahkan langsung memakai kantong itu.
Xia Lian An melihat ke arah kaisar Shun yang tengah menahan semua perasaannya. Xia Lian An lalu berjalan mendekati meja kaisar Shun.
"Salam kepada yang mulia kaisar Shun, semoga yang mulia panjang umur dan sehat selalu." Ucap Xia Lian An sambil memberi hormat pada kaisar Shun.
"Qi... Qing Lian." Ucap kaisar Shun pelan.
"Maaf yang mulia, nama hamba bukan lagi Qing Lian. Karena sebelum hamba keluar dari istana kerajaan yang mulia, hamba telah di usir oleh orang tua hamba. Dan nama hamba sekarang bukan lagi Qing Lian. Semoga yang mulia bisa mengingat hal itu."
Kaisar Shun tertegun mendengarnya, karena dia tidak pernah tahu jika setelah hari itu dia telah di usir dari keluarganya, bukan lagi bagian dari keluarga Qing. Dan bahkan dia sudah mengganti namanya.
Bertahun-tahun dia menyakiti Xia Lian An, bahkan dia masih membuatnya menderita setelah dia keluar dari istana kerajaan.
Entah apa yang terjadi, namun hati kaisar Shun merasa begitu sakit mendengar perkataan Xia Lian An.
"Perdana menteri Qing, kau sangat kejam."
"Yang mulia kaisar dan yang mulia ratu tiba!" Ucap seorang pengawal kepada semua orang dengan keras.
Semua orang yang berada didalam aula istana memberi hormat saat kedua pemimpin kerajaan itu melewati mereka.
"Salam kepada yang mulia kaisar dan yang mulia ratu." Ucap Xia Lian An memberikan hormat.
"Anak baik, kembalilah kita akan segera memulai pestanya." Ucap sang ratu dengan lembut pada Xia Lian An.
"Terima kasih yang mulia."
Xia Lian An lalu duduk di tempat yang berada tidak jauh dari meja putra mahkota Zhang.
"Untuk malam ini, lupakan formalitas sejenak dan mari nikmati pestanya." Ucap sang kaisar pada semua orang yang ada di aula istana sambil memgangkat gelas keatas.
Suara musik mulai berbunyi, para penari pun mulai keluar dan meliuk-liukan tubuh mereka didepan para tamu undangan yang sudah datang.
Ratu melihat Xia Lian An yang tengah berbicara dengan pelayannya. Ratu menganggukan kepala, dia sangat jarang melihat seorang tuan yang mau berbicara dan berhubungan begitu dekat dengan pelayannya. Jadi ratu bisa tahu jika kepribadian Xia Lian An sangat baik, lewat interaksinya dengan pelayan yang melayaninya.
"Bukankah dia terlihat lebih cantik, Jiang'er?" Tanya ratu pada putra mahkota sambil menatap Xia Lian An.
"Ibu ratu benar, dia sangat cantik. Saya bahkan tidak rela semua orang menatap kecantikannya malam ini."
Ratu hanya tertawa mendengar putranya berbicara. Ratu tidak sengaja melihat kantong wewangian di pinggang putra mahkota Zhang.
"Apa kau membeli kantong wewangian baru, Jiang'er?"
"Tidak ibu ratu, ini adalah hadiah ulang tahun yang di buat sendiri oleh nona Xia untuk saya."
"Benarkah?"
"Iya ibu ratu."
"Itu bagus."
Sang ratu sangat senang melihat putranya bahagia malam ini. Dia tidak peduli dengan bagaimana perasaan kaisar Shun yang terus menatap Xia Lian An, atau para pejabat istana dengan sikap putra mahkota Zhang malam ini pada Xia Lian An.