King's Regrets

King's Regrets
Eps 80



Setelah beberapa hari yang lalu mereka membicarakan cara membalas perbuatan Ruan Yi, hari ini Min'er yang tengah berjalan-jalan di ibu kota tidak sengaja melihat Ruan Yi bersama dengan dua orang laki-laki.


Min'er lalu mengikutinya diam-diam, dia ingin tahu apa yang akan Ruan Yi lakukan dengan orang-orang itu.


Mereka terus berjalan melewati sebuah gang yang jarang di lewati oleh orang, dan kedua mata Min'er membulat saat melihat Ruan Yi dan kedua laki-laki masuk ke dalam sebuah rumah kecil.


"Sepertinya mereka akan merencanakan sesuatu, aku harus segera memberitahu yang mulia putra mahkota." Gumam Min'er.


Dengan cepat Min'er berlari untuk bertemu dengan putra mahkota Zhang, agar saat mereka tiba di rumah kecil itu mereka bisa membongkar rencana Ruan Yi.


Sementara Min'er pergi ke istana, di dalam rumah kecil itu Ruan Yi dan dua orang laki-laki membicarakan sesuatu.


"Aku sudah memberikan kalian masing-masing 10 keping emas. Kalian harus bisa membuat wanita itu mati dengan mengenaskan." Ucap Ruan Yi pada kedua laki-laki itu.


"Nona tenang saja, tapi sebelum nona datang menemui kami, nona pasti tahu jika kami bukan hanya meminta bayaran uang bukan?" Ucap salah seorang laki-laki yang ada di depan Ruan Yi.


"Aku tahu. Kalian bisa melakukannya, tapi kalian harus benar-benar membunuh wanita itu, jika tidak. Walau aku mati pun aku akan menghantui kalian."


"Nona tenang saja, kami adalah pembunuh terhebat di dunia ini. Kami tidak akan mengecewakan nona, selama nona juga tidak mengecewakan kami hari ini."


Kedua laki-laki itu mendekati tubuh Ruan Yi dan mulai beraksi pada Ruan Yi, seperti kesepakatan yang sudah mereka sepakati.


Ruan Yi yang merasakan tubuhnya di sentuh sana sini oleh kedua laki-laki itu, mengepalkan tangannya.


"Penghinaan ini akan terbayar dengan kematianmu, Xia Lian An!"


"Aaaaakh!" Ruan Yi menjerit saat salah satu laki-laki itu mendorong tubuhnya hingga dia jatuh di atas lantai.


Di sisi lain, putra mahkota Zhang dan Min'er berjalan dengan cepat menuju rumah kecil itu. Dengan 10 pengawal istana, mereka akan menangkap Ruan Yi dan dua laki-laki yang Min'er katakan.


Dari luar rumah kecil itu, terdengar suara yang tidak bisa di jelaskan.


Putra mahkota Zhang yang datang bersama Min'er geram mendengar suara-suara aneh dari dalam rumah, dia lalu menyuruh dua pengawal untuk mendobrak pintu rumah kecil itu.


Braaakk!


Putra mahkota Zhang dan Min'er terkejut melihat Ruan Yi yang sedang berhubungan dengan dua laki-laki di dalam rumah kecil itu.


Ruan Yi dan dua laki-laki yang sedang terengah-engah terkejut saat pintu di dobrak, dan di depan pintu sudah berdiri putra mahkota Zhang.


"Kalian bertiga sangat menjijikan!" Seru putra mahkota Zhang.


Ruan Yi yang tidak mau kehilangan putra mahkota Zhang tidak tahu harus bagaimana, setelah putra mahkota Zhang melihat apa yang mereka bertiga lakukan siang hari di dalam rumah kecil.


Dengan kuat, Ruan Yi mendorong salah satu laki-laki yang masih berada di atas tubuhnya, lalu merangkak mendekati putra mahkota Zhang dengan hanya memakai sehelai kain untuk menutupi tubuhnya.


"Tidak, tidak. Kak Jiang, ini tidak seperti yang kau lihat, aku di jebak dan di lecehkan oleh mereka berdua. Kak Jiang tolong aku, aku mohon tolong aku kak Jiang." Ucap Ruan Yi sambil memohon.


Mendengar ucapan Ruan Yi yang ingin menjebak mereka, salah satu laki-laki yang berada di dalam rumah kecil itu tidak terima dan berlutut pada putra mahkota Zhang.


"Ampuni kami yang mulia, kami hanya melakukan apa yang nona muda Ruan inginkan." Ucap laki-laki itu.


"Benar, benar yang mulia. Nona Ruan berkata dia ingin bermain dengan kami bedua, asalkan kami mau membunuh wanita yang akan menikah dengan yang mulia." Ucap laki-laki yang lainnya.


Ruan Yi tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Kedua orang laki-laki yang sudah melecehkan dan menerima uangnya, berani berkhianat.


"Bohong! Mereka berbohong, mereka yang menyeretku kemari dan melecehkanku! Kak Jiang, aku mohon berikan keadilan padaku, hukum mati mereka berdua."


Buukh


Buukh


Dua kantong berisi masing-masing 10 keping emas di lempar oleh dua orang laki-laki itu.


"Itu adalah koin emas yang nona muda Ruan berikan pada kami yang mulia, kami tidak berbohong. Kami hanyalah pembunuh kecil tidak mungkin mempunyai koin emas sebanyak itu."


"Ruan Yi! Kau benar-benar menjijikan dan tidak tahu malu! Beraninya kau menyuruh pembunuh untuk membunuh permaisuriku!" Seru putra mahkota Zhang yang sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Tidak kak Jiang, aku di fitnah! Mereka yang memfitnahku! Aku mohon percaya padaku kak Jiang."


"Nona Ruan Yi, hentikan omong kosongmu. Kau pikir aku akan membawa yang mulia putra mahkota kesini jika kau memang di seret oleh kedua laki-laki ini?"


"Kau! Kau yang membawa Kak Jiang kesini. Kau dan kakakmu sama-sama orang rendahan!" Ruan Yi melotot pada Min'er.


"Benar, kami juga sudah mendengar apa yang kalian bicarakan dan yang kalian lakukan di dalam. Jadi berhenti membohongi yang mulia putra mahkota."


Ruan Yi menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya jika apa yang dia rencankan sudah di ketahui oleh putra mahkota Zhang.


"Seret mereka bertiga, biarkan semua orang melihat apa yang telah mereka lakukan di rumah ini!" Ucap putra mahkota Zhang.


"Baik yang mulia."


Putra mahkota Zhang dan Min'er berbalik untuk meninggalkan rumah kecil itu.


Ruan Yi terus berteriak-teriak memanggil putra mahkota Zhang, namun putra mahkota Zhang tidak memperdulikannya.


Beberapa pengawal menyeret dua laki-laki dan Ruan Yi dengan pakaian mereka yang tidak senonoh menuju istana kerajaan.


Para rakyat yang melihat ketiga orang yang di seret dengan pakaian tak pantas untuk di lihat itu saling berbisik dan menghina mereka.


Kali ini reputasi Ruan sudah hancur, tidak akan ada lagi wanita-wanita dari putri para menteri yang mau berteman dengannya, dan juga tidak akan ada lagi laki-laki yang mau menikahi dirinya.


Mereka bertiga terus di bawa, sampai mereka tiba di depan istana.


Ketiga orang itu di biarkan duduk di luar istana, sementara kaisar dan ratu berdiri menatap mereka.


Ruan Yi yang saat di rumah kecil itu berteriak-teriak, sekarang hanya bisa menunduk setelah di seret oleh para pengawal istana melewati banyak orang di ibu kota.


"Ruan Yi, aku benar-benar tidak menyangka jika kau akan melakukan hal seperti ini." Ucap ratu.


"Hah, melakukan hal seperti ini? Ini semua karena paman kaisar dan bibi ratu yang tidak mau menikahkan kakak Jiang denganku! Malah menerima wanita rendahan itu menjadi menantu kalian!" Teriak Ruan Yi.


"Lancang!" Seru kaisar.


"Jika saja pembunuh yang di perintahkan ayahku tidak membuat kesalahan, wanita s*lan itu pasti sudah mati! Dan aku yang akan menjadi permaisuri negara ini!"


"Yi'er!"


Semua orang menoleh dan melihat kedua orang tua Ruan Yi datang.


"Yi'er, apa yang terjadi denganmu?" Ucap ibu Ruan Yi sambil memeluk putrinya.


"Ibu, bibi ratu menyalahkan aku karena melakukan banyak hal untuk membunuh wanita s*alan itu."


"Diam kamu!" Teriak ayah Ruan Yi.


Ayah Ruan Yi menatap Ruan Yi dengan tajam, dia tidak percaya jika dia mempunyai putri yang sangat bodoh seperti Ruan Yi.


"Ruan Yi telah mengatakan semuanya, kau menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh menantuku. Ruan! Aku tidak percaya kau berani melakukan itu, apa kau sudah tidak menganggapku sebagai kakak mu dan kaisar di negara ini lagi!" Seru kaisar.


"Ampuni aku kakak, aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya, aku mohon ampuni adikmu ini." ucap ayah Ruan Yi sambil bersujud.


"Mengampuni orang yang ingin membunuh permaisuriku? Walaupun kau adalah adik kandungku, aku akan memenggal kepalamu dengan kedua tanganku sendiri, paman Ruan!" Teriak putra mahkota Zhang yang berdiri tidak jauh dari kaisar dan ratu.


"Putra mahkota ampuni paman, paman adalah adik ayahmu. Paman mohon."


"Kau tidak berfikir saat akan membunuh permaisuri, dia adalah keponakan menantu bagimu, tapi kau ingin membunuhnya tanpa memikirkan bagaimana denganku! Apakah kau layak untuk di ampuni!" Seru kaisar yang geram pada adiknya sendiri itu.


Keluarga Ruan tidak bisa berkata lagi, kehidupan mereka yang selalu bergantung pada nama kaisar akan hancur.


"Pengawal, seret keluarga Ruan. Masukan mereka ke dalam penjara gelap!" Ucap putra mahkota Zhang.


"Baik, yang mulia."


Keluarga Ruan menggelengkan kepala mereka, mereka tahu penjara gelap adalah penjara untuk mereka yang tidak bisa di ampuni lagi kejahatannya.


"Tidak, yang mulia mohon ampuni kami! Yang mulia, kami bersalah, mohon ampuni kami!" Ucap kedua orang tua Ruan Yi.


Sementara Ruan Yi hanya diam saat di bawa oleh pengawal, dia terlihat seperti orang yang sudah tidak mempunyai akal lagi.


"Dan cambuk kedua orang itu 100 kali, kemudian lempar dia ke dalam penjara!"


"Baik yang mulia."


"Yang mulia, kami hanya di suruh! Ampuni kami yang mulia, kami mohon yang mulia!"


Semua orang yang mencoba membunuh Xia Lian An sudah mendapatkan hukumannya.


"Ayah kaisar, maafkan aku yang memberikan hukuman itu kepada keluarga ayah kaisar." Putra mahkota Zhang membungkukan badannya di depan kaisar dan ratu.


"Tidak, kau sudah benar melakukannya. Selama ini mereka selalu menggunakan namaku untuk melakukan banyak hal yang tidak baik di luar sana. Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi dia, saat para menteri memintaku untuk menghukum mereka. Dan kau telah memberikan hukuman yang pantas untuk mereka."


"Ayahmu benar, mereka sudah melakukan banyak kejahatan bahkan berani ingin membunuh calon istrimu. Mereka pantas mendapatkan hukuman itu." Ucap ratu.


"Terima kasih ayah kaisar, ibu ratu. Jika begitu, aku akan kembali ke istana timur."


"Iya."


Putra mahkota Zhang lalu berbalik dan pergi ke istana timur untuk menemui Xia Lian An.


"Anak kita sudah dewasa, dia begitu tegas dan tidak mudah di pengaruhi. Apakah itu adalah keluarga sendiri atau orang lain, dia sangat tegas dalam memberikan hukuman pada orang-orang yang sudah berbuat kejahatan." Ucap ratu.


"Kau benar ratuku, aku merasa tenang saat melepaskan tahta ini pada putra mahkota kelak."


Kaisar dan ratu berharap, tidak akan ada lagi orang yang akan membuat hal semacam ini kepada putra mahkota dan menantu mereka.